Kenapa Mata Selalu Mengantuk? Inilah 7 Penyebabnya!>
Kenapa mata selalu mengantuk? Pertanyaan ini sering kali dilontarkan oleh banyak orang yang merasa matanya selalu sayu dan tidak segar layaknya seseorang yang masih mengantuk. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kurang tidur hingga gangguan refraksi yang tidak tertangani dengan baik.
Mengetahui penyebab mata selalu mengantuk sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Untuk itu, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Kenapa Mata Selalu Mengantuk?
Mata cepat lelah dan mengantuk bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa alasan kenapa mata sering mengantuk.
1. Kurang Tidur
Kurang tidur merupakan salah satu penyebab paling umum mengapa mata terasa selalu mengantuk atau berat. Saat tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, mata juga tidak memiliki kesempatan untuk pulih setelah digunakan beraktivitas sepanjang hari. Akibatnya, mata dapat terasa lelah, berat, sulit terbuka, hingga sulit mempertahankan fokus.
Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu fungsi normal mata. Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain:
- Mata kering.
- Penglihatan buram.
- Kelopak mata berkedut.
- Lingkaran hitam di bawah mata.
2. Mata Lelah Akibat Penggunaan Layar Digital (Digital Eye Strain)
Jika mata masih mengantuk meskipun sudah tidur cukup, kemungkinan terdapat penyebab lain, seperti mata lelah akibat penggunaan gadget. Kondisi ini dikenal sebagai digital eye strain atau computer vision syndrome yang terjadi akibat terlalu lama menatap layar digital.
Saat menatap layar, mata harus terus-menerus fokus pada objek yang berada dalam jarak dekat. Selain itu, seseorang cenderung lebih jarang berkedip dibandingkan saat beraktivitas normal. Berkurangnya frekuensi berkedip menyebabkan air mata lebih cepat menguap sehingga mata menjadi kering dan mudah lelah.
Akibatnya, kelopak mata terasa berat seperti mengantuk dan penglihatan menjadi buram. Selain itu, kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti:
- Mata kering.
- Mata merah.
- Mata berair.
- Penglihatan ganda.
- Sulit mengubah fokus antara jarak dekat dan jauh.
- Sakit kepala.
Baca juga: Sakit Kepala Sebelah Kiri Sampai ke Mata: 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
3. Mata Kering
Mata kering terjadi ketika mata tidak menghasilkan air mata dalam jumlah yang cukup atau kualitas air mata tidak mampu menjaga permukaan mata tetap lembap. Akibatnya, permukaan mata menjadi tidak stabil dan mudah mengalami iritasi.
Permukaan mata yang kering membuat mata harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan penglihatan yang jernih. Ketidaknyamanan yang muncul juga membuat seseorang lebih sering berkedip atau memejamkan mata untuk mendapatkan kelembapan. Inilah yang menyebabkan mata terasa berat, lelah, bahkan seperti selalu mengantuk.
Selain mata selalu mengantuk, mata kering juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti:
- Sensasi terbakar, perih, atau seperti ada pasir yang mengganjal di mata.
- Mata terasa gatal atau tidak nyaman.
- Penglihatan kabur yang biasanya membaik setelah berkedip.
- Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
- Mata berair secara berlebihan.
4. Gangguan Refraksi yang Tidak Dikoreksi
Gangguan refraksi yang tidak dikoreksi juga dapat menjadi penyebab mata sering mengantuk atau cepat lelah. Kondisi ini terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan dengan tepat ke retina sehingga penglihatan menjadi kabur.
Jika kondisi ini tidak dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak, atau prosedur tertentu, mata harus terus-menerus bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus. Lama-kelamaan, hal ini dapat menyebabkan mata lelah yang membuat mata terasa berat, pegal, dan seperti mengantuk.
Beberapa jenis gangguan refraksi yang umumnya menyebabkan keluhan tersebut meliputi:
- Miopi (rabun jauh), yaitu kesulitan melihat objek yang letaknya jauh.
- Hipermetropi (rabun dekat), yaitu kesulitan melihat objek yang berada dekat dengan mata.
- Astigmatisme (mata silinder), yaitu kelainan bentuk kornea atau lensa yang menyebabkan penglihatan tampak kabur atau berbayang pada semua jarak.
- Presbiopi (mata tua), yaitu penurunan kemampuan mata untuk fokus pada objek dekat akibat proses penuaan yang umumnya mulai terjadi setelah usia 40 tahun.
Baca juga: Kacamata Minus, Lensa Kontak, atau LASIK: Mana Solusi Terbaik Mata Minus?
5. Blefaritis
Blefaritis dapat membuat mata terlihat lelah atau tampak seperti mengantuk. Kondisi peradangan pada kelopak mata ini mengubah penampilan area mata karena beberapa alasan berikut:
- Kelopak mata bengkak: Pembengkakan membuat kelopak mata menjadi lebih berat sehingga tampak agak turun atau semitertutup seperti orang mengantuk.
- Mata merah dan berair: Iritasi, rasa perih, dan mata yang terus berair memberikan kesan tampilan mata yang lelah.
- Kelopak mata lengket: Adanya kerak (crusting) di dasar bulu mata sering kali membuat kelopak mata terasa lengket dan berat atau sulit dibuka sepenuhnya, terutama di pagi hari.
6. Efek Samping Obat-Obatan Tertentu
Dalam beberapa kasus, mata yang selalu terasa mengantuk bukan disebabkan oleh gangguan pada mata, melainkan merupakan efek samping dari obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan kantuk, menurunkan kewaspadaan, atau mengurangi produksi air mata. Akibatnya, mata terasa lebih berat, cepat lelah, dan seperti ingin terus dipejamkan.
Salah satu contoh obat yang dapat menyebabkan mengantuk adalah antihistamin. Antihistamin bekerja dengan memblokir histamin, zat kimia yang dilepaskan tubuh saat terjadi reaksi alergi. Akibatnya, selain meredakan gejala alergi, obat ini juga dapat menyebabkan efek samping berupa kantuk yang membuat mata terasa berat dan pandangan buram.
7. Kondisi Kesehatan Tertentu
Jika mata terasa selalu mengantuk meski sudah cukup tidur dan tidak ada gangguan pada mata, penyebabnya bisa berasal dari kondisi kesehatan lainnya. Beberapa penyakit dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, mengurangi kualitas tidur, atau memengaruhi kesehatan mata sehingga kelopak mata terasa berat dan mata cepat lelah.
Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang dapat menjadi alasan kenapa mata selalu mengantuk:
- Anemia.
- Hipotiroid.
- Obstructive sleep apnea (OSA).
Cara Mengatasi Mata Selalu Mengantuk
Langkah penanganan mata selalu mengantuk dapat bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa cara mengatasinya:
- Tidur yang cukup.
- Istirahatkan mata secara berkala dengan aturan 20-20-20.
- Kurangi paparan layar.
- Gunakan tetes air mata buatan (artificial tears) bila diperlukan.
- Pastikan kacamata atau lensa kontak sesuai resep.
- Hindari pemicu alergi.
Demikian penjelasan tentang kenapa mata selalu mengantuk. Mengingat penyebabnya dapat berbeda pada setiap individu, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Jika keluhan tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau disertai gangguan penglihatan lainnya, jangan menunda untuk memeriksakan kondisi mata Anda. Melalui layanan Teleoftalmologi di JEC Eye Hospitals and Clinics, Anda dapat berkonsultasi secara online dengan dokter spesialis mata mengenai keluhan yang dialami.
Dokter akan membantu mengevaluasi gejala serta memberikan saran penanganan awal. Selain itu, pasien juga dapat memperoleh rekomendasi pemeriksaan lanjutan jika ditemukan indikasi medis yang memerlukan penanganan lebih intensif. Alhasil, keluhan dapat ditangani dengan tepat sejak dini sehingga kesehatan mata tetap terjaga.
Baca juga: Asthenopia (Mata Lelah), Ini Penyebab & Cara Mengatasinya


ENG