Layanan Kami

Katarak

Share

101,476 views

FLACS (Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery)


The True Laser (No Blade) Cataract Surgery

Indonesia merupakan negara beriklim tropis nan kaya akan sinar matahari, faktor ini sangatlah bermanfaat bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat sendiri, namun ternyata memiliki dampak yang kurang baik untuk kesehatan mata. Paparan sinar ultra violet dari sinar matahari terhadap mata setiap harinya dan tanpa pelindung dapat memicu timbulnya Katarak! 

Faktanya, penderita Katarak di Indonesia sendiri menempati peringkat tertinggi di Asia Tenggara, serta ketiga tertinggi di dunia. Sebuah data survei bahkan mencatat bahwa setidaknya angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 persen dari jumlah penduduknya, tentu saja ini merupakan angka yang sangat tinggi. Hal ini begitu memprihatinkan mengingat Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara yang sudah memiliki perkembangan dunia kesehatan yang maju dan modern.

Melihat fakta ini, memotivasi JEC Eye Hospital untuk memberantas buta Katarak di Indonesia. Katarak sendiri merupakan perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina (pusat saraf penglihatan) dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina.

Gejala umum gangguan katarak meliputi:

  • Penglihatan buram atau berkabut, bahkan tidak bisa melihat sama sekali
  • Sensitive terhadap sinar atau cahaya
  • Sering berganti kacamata, karena ukurannya mudah berubah
  • Pada keadaan terang, mata terasa silau
  • Penglihatan di ruangan temaram lebih jelas dibandingkan di ruangan terang

 

Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif. Usia rata-rata terjadinya katarak adalah pada umur 60 tahun keatas. Akan tetapi, katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda.

Operasi katarak umumnya dilakukan dengan teknik Fakoemulsifikasi, yaitu proses penghancuran katarak menggunakan tenaga ultrasound dengan frekuensi tinggi, yang kemudian lensa yang sudah hancur tersebut dialiri air dan disedot keluar, untuk dapat memasukkan lensa tanam atau Intra Ocular Lens (IOL).

Sebagai rumah sakit spesialis mata yang selalu mengedepankan pelayanan terbaik bagi pasiennya, JEC Eye Hospital menghadirkan terobosan teknologi terbaru dalam bidang operasi katarak. Bila selama ini public mengenal teknologi operasi katarak dengan pisau bedah, JEC Eye Hospital menawarkan solusi modern Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS), teknologi operasi katarak menggunakan laser femtosecond*, pertama dan satu-satunya di Indonesia. 

*Laser Femtosecond adalah sinar infra red yang memiliki kemampuan memotong sangat akurat dibandingkan dengan teknologi laser lainnya, dengan tingkat panas yang sangat rendah. 

FLACS merupakan terobosan yang menyempurnakan teknologi operasi katarak di Indonesia. Dengan tingkat akurasi yang tinggi, FLACS bekerja dengan cepat, baik selama proses tindakan maupun saat pemulihannya. FLACS memberikan hasil operasi katarak yang lebih aman dan optimal, sehingga peningkatan kualitas penglihatan dapat tercapai dan kualitas hidup pun menjadi lebih baik.

Berbicara mengenai teknologi operasi katarak, tak lepas dengan teknologi lensa tanam atau Intra Ocular Lens (IOL).  JEC memiliki berbagai ragam pilihan teknologi lensa tanam yang dapat melengkapi teknologi operasinya sendiri, diantaranya:

  1. Lensa Premium
    • Lensa Multifokal

      Kelebihannya adalah penglihatan jauh dan menengah Anda khususnya aktifitas penggunaan komputer sudah tidak terganggu lagi. Dapat mengurangi bias yang lebih baik dari Lensa Monofocal, dan pastinya kontras warna dapat terlihat dengan jauh lebih baik.

    • Lensa Trifokal

      Hadir melengkapi dengan sekaligus dapat mengoreksi gangguan penglihatan dekat, menengah dan jauh, sehingga tak perlu lagi menggunakan kacamata baca, bekerja dengan komputer dan penglihatan jauh setelah pasien melakukan prosedur operasi katarak dengan lensa ini. 

  2. Lensa Monofokal
    • Lensa Non Asperik

      Jenis lensa tanam ini untuk mengoreksi gangguan rabun jauh, seperti halnya Lensa Asperik

    • Lensa Asperik

      Perbedaan antara lensa Aspheric dan Non Asperik adalah kemampuannya dalam mengurangi bias, dalam hal ini memiliki kemampuan yang lebih baik, sehingga sangat cocok bagi pasien yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah

    • Lensa Torik

      Lensa Torik ini bekerja untuk mengoreksi gangguan penglihatan silinder

FLACS, The True Laser Cataract Surgery, memaksimalkan kebebasan hidup melalui mata sehat tanpa katarak agar Anda dapat menikmati setiap momen berharga.

 

 

Katarak


Katarak

Katarak adalah kekeruhan yang terjadi pada sebagian atau seluruh lensa mata. Ini akan menurunkan penglihatan, karena kekeruhan lensa mata akan menyebabkan cahaya tidak dibiaskan dengan benar.

Sebagai negara tropis dengan matahari bersinar sepanjang tahun, Indonesia memiliki jumlah penderita katarak yang relatif besar. Tidak hanya disebabkan oleh faktor degeneratif, katarak juga dapat disebabkan oleh paparan sinar UV yang tinggi pada mata. Katarak juga dapat disebabkan oleh penyalahgunaan obat/suplemen terutama steroid, trauma atau kecelakaan pada mata, operasi mata sebelumnya, dan faktor lain yang belum diketahui.

Katarak Cataract FLACS

Menurut Survey of the Sight and Hearing tahun 1993-1996, angka kebutaan nasional di Indonesia mencapai 1,5% dari total penduduk, namun pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 0,9% yang lebih dari setengahnya disebabkan oleh katarak.

Kebutaan akibat katarak sebenarnya bisa dicegah jika terdeteksi sejak dini.

Berikut Gejala Katarak :

  • Penglihatan kabur atau berawan, atau tidak terlihat sama sekali
  • Mata Anda sensitif terhadap cahaya atau silau
  • Perubahan yang sering terjadi pada resep kacamata atau lensa kontak
  • Penglihatan silau di tempat terang
  • Penglihatan yang lebih jelas di ruangan yang remang-remang daripada di ruangan yang lebih terang
  • Penglihatan ganda atau penglihatan kabur

Lebih dari separuh kasus Katarak terjadi akibat proses degeneratif. Itulah mengapa orang tua memiliki risiko lebih besar terkena katarak pada salah satu atau kedua mata.

Selain proses degeneratif, katarak memiliki beberapa jenis lain. Diantaranya adalah Congenital Cataract atau jenis katarak yang banyak ditemukan pada anak-anak. Katarak Traumatik atau katarak terjadi karena benturan dengan benda tajam atau tumpul dengan mata. Katarak Komplikasi atau katarak yang timbul setelah infeksi, penyalahgunaan steroid dalam jangka waktu lama, dan Diabetes Mellitus

Operasi Katarak


Operasi Katarak

Operasi Katarak melibatkan dua fase, yaitu menghilangkan lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa intraokular. Di JEC terdapat berbagai pilihan terapi operasi katarak terkini. Pilihannya meliputi fakoemulsifikasi, dan Centurion ® Vision System, Femtosecond Laser-Assisted. Teknologi ini memungkinkan risiko operasi yang sangat minimal sehingga pasien dapat langsung pulang setelah prosedur.

Konsultasikan kondisi mata Anda dengan dokter mata kami di JEC untuk menemukan pilihan terbaik untuk kondisi Anda.

Lensa Intraokular


Lensa Intraokular

Lensa Intraokular adalah lensa sintetis yang biasanya ditanam untuk menggantikan mata katarak. Ada berbagai jenis Intraocular Lens yang penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mendiskusikannya dengan dokter tentang kebutuhan yang paling tepat untuk kondisi Anda. Ini adalah beberapa Lensa Intraokular yang tersedia di JEC :

  • Lensa Monofokal
    Ini adalah jenis yang paling umum digunakan, karena harganya yang terjangkau. Lensa intraokular ini hanya memiliki fokus tetap untuk satu jarak. Seorang dokter katarak dapat memilih IOL monofokal yang berada dalam fokus dekat, untuk fokus jarak menengah, atau untuk fokus jauh. Hanya satu dari ketiganya yang dapat dipilih dan fokus tidak akan berubah setelah operasi.
  • Lensa Asperik
    Lensa ini mampu membantu menciptakan kualitas penglihatan yang sangat baik, cocok untuk pasien yang aktif beraktivitas di luar ruangan. Misalnya mengemudi di malam hari atau olahraga luar ruangan. Bentuk lensa Aspheric dapat mengurangi abrasi cahaya dan mengurangi silau sehingga mata akan lebih nyaman berada di luar ruangan.
  • Lensa Non-Asperik
    Lensa jenis ini dapat meningkatkan penglihatan pasien, tetapi kemampuan mengurangi abrasi ringan tidak sebaik Lensa Aspheric. Lensa sferis disarankan untuk mereka yang tidak memiliki banyak aktivitas di luar ruangan, misal tinggal di rumah ibu.
  • Lensa Multifokal
    Dulu, tujuan utama penerapan IOL adalah untuk memulihkan penglihatan, terutama untuk aktivitas yang membutuhkan kemampuan melihat objek yang jauh seperti mengemudi atau sekedar menonton televisi. Untuk mendapatkan kemampuan melihat benda dekat, seperti membaca buku, biasanya masih diperlukan kacamata baca. Namun kini, dengan ditemukannya Lensa Multifokal, mata kita akan dapat melihat jarak jauh, dekat, atau menengah tanpa bantuan kacamata. Karena tipe IOL ini memiliki beberapa titik fokus untuk membantu kita melihat dengan jelas setelah operasi Katarak.
  • Lensa Torik
    Lensa Torik adalah jenis lensa premium, karena selain membantu mata kita untuk mendapatkan penglihatan yang lebih cerah dan jernih, juga dapat mengatasi mata silinder (silindris) hingga -3.00
icon-doctor