Layanan Kami

Contact Lens

Share

30,214 views

Lensa kontak adalah lensa kecil, tipis, dan fleksibel yang ditempatkan langsung di permukaan mata. Tujuannya adalah untuk memperbaiki penglihatan. Lengkungan dasar (base curve) pada lensa disesuaikan dengan bentuk kornea agar cahaya dapat difokuskan dengan tepat ke retina.

Peringatan! Tanpa pemeriksaan mata dan prosedur yang tepat, penggunaan lensa kontak dapat membahayakan penglihatan Anda.

Penggunaan lensa kontak atau softlens dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi pemakai kacamata, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan berat dan memerlukan kacamata tebal. Sementara bagi orang dengan penglihatan normal, terutama remaja, lensa berwarna dapat membuat penampilan lebih stylish dan fashionable.

Namun tahukah Anda bahwa penggunaan softlens tanpa pemeriksaan mata yang tepat dan tanpa pengawasan dokter spesialis mata bisa mengancam nyawa?

Dr. Tri Rahayu, SpM, FIACLE, menemukan banyak kasus efek samping akibat penggunaan lensa kontak tanpa pemeriksaan mata terlebih dahulu.

“Saya menemukan banyak kasus dengan efek samping ringan seperti mata merah akibat iritasi, hingga infeksi berat pada kornea atau keratitis. Meskipun infeksi dapat diobati, masih ada kemungkinan penyakit tersebut meninggalkan bekas pada kornea, seperti jaringan parut atau bintik putih, padahal kornea seharusnya bening,” jelas Dr. Tri.

Jika infeksi sudah parah dan virus atau kuman berkembang pesat, kornea bisa rusak permanen dan berisiko menyebabkan kebutaan.

“Ada kasus di mana kami harus mengangkat bola mata pasien karena infeksi telah menyebar ke bagian dalam bola mata, yang disebut Endophthalmitis, untuk menyelamatkan nyawa pasien. Karena infeksi di dalam bola mata dapat menyebar ke rongga kepala dan otak,” tambah Dr. Tri Rahayu, SpM, FIACLE.

Beliau juga menjelaskan bahwa reaksi alergi dapat muncul akibat penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang. Gejalanya bisa berupa benjolan kecil di balik kelopak mata atau papillary conjunctivitis, hingga giant papillary conjunctivitis pada tahap lanjut ketika benjolan semakin besar. Reaksi alergi ini dapat menggores kornea setiap kali mata berkedip, sehingga menimbulkan luka.

Kasus-kasus tersebut umumnya disebabkan oleh bahan lensa kontak konvensional yang memiliki daya hantar oksigen rendah. Kondisi ini, bila dikombinasikan dengan pemakaian dalam waktu lama, menyebabkan kekurangan oksigen pada kornea dan menurunkan daya tahan terhadap kuman, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

“Bahkan pada pemakaian lensa kontak yang disiplin, mata tetap bisa menjadi kering. Pemakaian yang berlebihan akan memperparah kondisi ini,” ujar Dr. Tri.

Ketika gejala iritasi atau ketidaknyamanan akibat pemakaian berlebihan muncul, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melepas lensa kontak dan segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter spesialis mata akan menentukan prosedur yang tepat untuk memulihkan kondisi dan fungsi mata.

Edukasi dan pencegahan sangat penting untuk menghindari reaksi buruk akibat penggunaan lensa kontak. Dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis mata sebelum menggunakan lensa kontak, risiko komplikasi dapat berkurang secara signifikan dan penggunaan menjadi lebih aman serta nyaman.

Pemeriksaan rutin setiap enam bulan juga sangat disarankan, agar dokter dapat mendeteksi gejala kekurangan oksigen pada tahap awal.

JEC @ Kedoya dan JEC @ Menteng memiliki fasilitas lengkap untuk layanan lensa kontak, mulai dari pemeriksaan awal, pemeriksaan kesehatan mata, konsultasi, deteksi dini komplikasi, hingga pilihan berbagai jenis lensa sesuai kebutuhan pasien.

Our Care Team

Head Of Service

DR. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE

Cataract , LASIK , Contact Lens , Dry Eye
DR. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE
DR. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE
Cataract , LASIK , Contact Lens , Dry Eye
Member of Services

Prof. Dr. Ni Ketut Niti Susila, SpM(K)

Glaucoma , Cornea , Contact Lens , Comprehensive Ophthalmology , Ocular Infection & Immunology
Prof. Dr. Ni Ketut Niti Susila, SpM(K)
Prof. Dr. Ni Ketut Niti Susila, SpM(K)
Glaucoma , Cornea , Contact Lens , Comprehensive Ophthalmology , Ocular Infection & Immunology

DR. Dr. Vidyapati Mangunkusumo, SpM(K)

Cataract , LASIK , Cornea , Contact Lens , SMILE PRO
DR. Dr. Vidyapati Mangunkusumo, SpM(K)
DR. Dr. Vidyapati Mangunkusumo, SpM(K)
Cataract , LASIK , Cornea , Contact Lens , SMILE PRO

Dr. Fatimah Dyah Nur Astuti, MARS, SpM(K)

Cataract , LASIK , Contact Lens , SMILE
Dr. Fatimah Dyah Nur Astuti, MARS, SpM(K)
Dr. Fatimah Dyah Nur Astuti, MARS, SpM(K)
Cataract , LASIK , Contact Lens , SMILE

Dr. Muhammad Irfan, M.Kes, Sp.M, M.HPE, FIACLE

Cataract , LASIK , Contact Lens , Low Vision , SMILE PRO
Dr. Muhammad Irfan, M.Kes, Sp.M, M.HPE, FIACLE
Dr. Muhammad Irfan, M.Kes, Sp.M, M.HPE, FIACLE
Cataract , LASIK , Contact Lens , Low Vision , SMILE PRO

Dr. Adelina T. Poli, SpM, M.Kes

Cataract , Contact Lens , Low Vision
Dr. Adelina T. Poli, SpM, M.Kes
Dr. Adelina T. Poli, SpM, M.Kes
Cataract , Contact Lens , Low Vision

Dr. Damara Andalia, SpM

Cataract , LASIK , Contact Lens , Dry Eye
Dr. Damara Andalia, SpM
Dr. Damara Andalia, SpM
Cataract , LASIK , Contact Lens , Dry Eye

Dr. Deby Trisnawaty Mansyur, SpM

Cataract , Contact Lens

Dr. Luh Gede Anggasari Dewi, SpM

Cataract , Contact Lens , Dry Eye
Dr. Luh Gede Anggasari Dewi, SpM
Dr. Luh Gede Anggasari Dewi, SpM
Cataract , Contact Lens , Dry Eye

Dr. Niluh Archi S. R., SpM

Cataract , LASIK , Contact Lens , Dry Eye
Dr. Niluh Archi S. R., SpM
Dr. Niluh Archi S. R., SpM
Cataract , LASIK , Contact Lens , Dry Eye
icon-doctor