Myopia Control Care Myopia Control Care

 

  1.  Tentang Myopia (Mata Minus)
    Myopia (mata minus) adalah suatu kelainan refraksi di mana sinar cahaya paralel yang memasuki mata secara keseluruhan dibawa menuju fokus di depan retina. Myopia, yang umum disebut sebagai rabun jauh/ terang dekat (shortsightedness), merupakan salah satu dari lima besar penyebab kebutaan di seluruh dunia (Sativa, 2003). Prevalensi myopia bervariasi berdasar negara dan kelompok etnis, hingga mencapai 70-90% di beberapa negara Asia. Di Indonesia, prevalensi kelainan refraksi menempati urutan pertama dari penyakit mata, meliputi 25% penduduk atau sekitar 55 juta jiwa. Sedangkan prevalensi myopia di Indonesia lebih dari -0,5 D pada usia dewasa muda di atas 21 tahun adalah 48,1%. Umumnya koreksi terhadap mata minus adalah dengan menggunakan kacamata minus atau lensa kontak, tetapi keduanya bukanlah penyelesaian bagi kasus ini, karena kacamata maupun lensa kontak tidak dapat memperbaiki kerusakan mata itu sendiri akan tetapi hanya membantu untuk memperjelas penglihatan dengan cara mengubah arah cahaya agar dibiaskan jatuh tepat di retina.
    Pada tahun 2014 – 2016 pada 15 provinsi di Indonesia, prevalensi kebutaan pada penduduk umur 50 tahun ke atas di Indonesia adalah sebesar 3,0%. Dan 0,75% dari kasus kebutaan disebabkan oleh gangguan refraksi, salah satunya mata minus. Faktor risiko terjadinya mata minus adalah faktor keturunan dan faktor lingkungan
    (Source) Kementrian Kesehatan RI. InfoDATIN : Situasi Gangguan Penglihatan dan Kebutaan. Jakarta; 2018
  2.  Apa Saja Gejala Mata Minus
    1.  Memicingkan mata saat melihat sesuatu
    2.  Kesulitan melihat saat mengendarai kendaraan
    3.  Perlu duduk dekat dengan papan tulis (mata minus pada anak) untuk melihat jelas
    4.  Ketika menonton televisi harus dekat agar dapat terlihat jelas
    5.  Mata terasa tegang
    6.  Mata terasa lelah
    7.  Sakit kepala
    8.  Sering mengucek mata
    9.  Mata sering berkedip
  3. Dapatkah Mata Minus diperlambat?
    Myopia control care adalah suatu produk layanan JEC yang ditujukan untuk mendukung deteksi dini pasien yang berpotensi menjadi mata minus atau pasien yang sudah mengalami mata minus. Layanan ini bertujuan untuk menurunkan resiko terjadinya mata minus pada pasien yang berpotensi menjadi mata minus dan menghambat laju progresivitas mata minus yang sudah terjadi serta skrining awal dan manajemen awal komplikasi yang bisa terjadi pada pasien dengan riwayat mata minus.
  4. Pilihan Solusi yang Tepat bagi Anda
    1. Non Bedah
      1. Tetes mata Atropine 0,01 %
        Tetes mata ini hanya diteteskan satu kali sehari di malam hari. Dosisnya yang sangat kecil yaitu 0.01% membuat obat tetes ini sangat aman untuk digunakan pada anak.
      2. Ortho – K
        Lensa kontak Ortho-K adalah lensa khusus yang awalnya dikembangkan untuk anak dengan myopia. Keunikan lensa ini yaitu hanya digunakan saat tidur di malam hari dan pada pagi hari anak Anda akan terbebas dari kacamata. Lensa kontak ini mendistribusikan cahaya ke bagian pinggir retina mata sehingga dapat memperlambat miopia.
      3. Lensa Kontak
        Lensa kontak adalah lensa kecil, tipis dan lentur yang dipasang di permukaan mata, biasa digunakan untuk membantu meningkatkan penglihata
      4. Scleral Lens
        Lensa kontak besar yang bertumpu pada sclera mata dan menciptakan kubah berisi air mata di atas kornea. Lensa skleral dirancang untuk mengobati berbagai kondisi mata yang tidak berhasil di pengobatan lainnya, seperti mata minus tinggi, riwayat cedera pada mata, sindrom mata kering yang parah, microphthalmia, keratoconus, ektasia kornea.
    2. Bedah
      1. Laser Vision Correction (LVC)
        JEC sebagai pionir Laser Vision Correction di Indonesia memiliki teknologi LASIK modern & lengkap. Terdiri dari 7D LASIK, CoZi LASIK, ReLEx SMILE, LASIK Xtra
      2. Tanam Lensa dengan Teknologi Canggih
        Tanam lensa mata merupakan salah satu prosedur medis untuk mengatasi gangguan penglihatan. Ini bisa dilakukan bagi mereka yang memiliki minus mata cukup tinggi dan dianggap tidak layak melakukan operasi lasik
  5. Risiko Permasalahan Mata Minus
    1. Lepasnya Retina Mata
    2. Katarak
    3. Glaukoma

    Apabila ditemukan komplikasi pada pasien, maka akan dilakukan rujukan kepada layanan – layanan yang ada di JEC sesuai dengan diagnosa, seperti :
    •  Layanan Katarak & Bedah Refraktif
    •  Layanan Vitreoretina
    •  Layanan Glaukoma
    •  Layanan Low Vision
  6. Pentingnya Periksa Mata Sedini Mungkin
    Mengapa Penting?
    1.  Mengidentifikasi tanda – tanda awal gangguan penglihatan
    2.  Dapat mengurangi perkembangan dan risiko dari mata minus (tentunya dengan rencana intervensi awal yang disesuaikan)

    JEC siap menghubungkan Anda dan keluarga dengan para dokter ahli yang sudah berpengalaman sesuai bidangnya, tentunya dengan dukungan teknologi dan fasilitas modern dan canggih demi kenyamanan dan keamanan Anda
  7. Kategori Layanan Myopic Control Care (Anak & Dewasa)
    1.  Anak (Usia 1 – 15 tahun)
      •  Pasien dengan riwayat progresivitas mata minus kurang dari 0.5 D akan diarahkan untuk konsultasi dengan dokter mata ahli dalam kaitannya memberikan perhatian untuk mencegah menjadi mata minus yang progresif. Dari hasil pemeriksaan dokter, akan disesuaikan apakah perlu diberikan edukasi lensa Ortho – K atau pemakaian kacamata teratur.
      •  Pasien yang berisiko mata minus, diarahkan untuk konsultasi dengan dokter ahli mata dan pemeriksaan penunjang diagnostic dengan alat Pentacam AXL.
    2.  Remaja & Dewasa (Usia diatas 15 tahun)
      •  Pasien usia 15 – 18 tahun baru terdiagnosa mata minus atau kurang dari 0.5 D akan diarahkan untuk konsultasi dengan dokter mata ahli dalam kaitannya memberikan perhatian untuk mencegah menjadi mata minus yang progresif. Dari hasil pemeriksaan dokter, akan disesuaikan apakah perlu diberikan edukasi lensa Ortho – K atau pemakaian kacamata teratur.
      •  Pasien dengan riwayat mata minus progresif dan riwayat mata minus sebesar 2 D dilakukan pemeriksaan oleh dokter mata ahli, disesuaikan apakah perlu diberikan edukasi penggunaan Tropin 0,01 % dan atau Lensa Kontak Ortho-K
      •  Pasien usia diatas 18 tahun dengan riwayat mata minus, diarahkan untuk konsultasi dengan dokter ahli mata, dan akan disesuaikan treatment yang diberikan non bedah (Ortho-K) atau Bedah (LASIK atau Tanam Lensa). Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan berkala untuk melihat komplikasi mata minus (Lepas retina, Katarak dan Glaukoma)
  8. Kriteria Rujukan Ortho-K
    1.  Mayor:
      •  pasien dengan penambahan minus lebih dari 0.5D dalam 6 bulan
      •  pasien miopia dengan kecenderungan progresif yang memiliki orang tua dengan miopia
    2.  Minor:
      •  pasien myopia yang ingin menggunakan OrthoK atas permintaan sendiri
      •  pasien dengan mayoritas near activities
      •  pasien yang menginginkan bebas kacamata saat beraktivitas
  9. Kriteria Penggunaan Atropin 0,01%
    •  Pasien anak (4 – 15 tahun) dengan minus lebih dari sama dengan 2D
    •  Pasien anak pada follow up ditemukan kenaikan minus lebih dari sama dengan 0.5 D dalam kurun waktu 6 bulan (pemeriksaan streak retinoskopi).
    •  Pasien anak dengan kenaikan panjang bola mata lebih dari 0.15 mm dalam kurun waktu 6 bulan (akan dikaji ulang)
    •  Pemeriksaan panjang bola mata dilakukan setiap 6 bulan.
    •  Penggunaan Atropin 0.01% selama 2 tahun tidak boleh terputus.

Webinar Myopia Control Care

Ingin mengetahui informasi seputaran JEC?

Jadilah yang pertama mengetahui hal baru dari JEC dengan cara berlangganan newsletter dari kami.