Obat untuk Mata Terkena Benturan Tumpul, Apa Saja?
Aktivitas seperti olahraga rawan menyebabkan mata terkena benturan benda tumpul. Cedera semacam ini kerap menimbulkan mata merah, penglihatan kabur, hingga perdarahan di dalam mata. Mengetahui penanganan dan obat untuk mata terkena benturan sangatlah krusial untuk mencegah kondisi mata menjadi lebih parah.
Lantas, apa saja obat untuk mata terkena benturan? Obat-obatan, seperti tetes mata, dapat membantu mengatasi gejala atau komplikasi tertentu. Namun, sebagian kasus mungkin membutuhkan tindakan medis atau operasi.
Baru-baru ini, seorang public figure, yaitu Desta, mengalami cedera mata akibat benturan bola padel. Benturan yang sangat keras ini menyebabkan gangguan penglihatan di salah satu matanya sehingga ia harus menjalani pengobatan medis lebih lanjut. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, simak ulasan berikut ini.
Studi Kasus: Mata Desta Terkena Bola Padel hingga Penglihatan Terganggu
Beberapa waktu lalu, publik dikagetkan dengan berita tentang seorang presenter ternama, yaitu Desta, yang mengalami cedera mata akibat hantaman bola padel berkecepatan tinggi secara langsung. Benturan tumpul tersebut tidak hanya menyebabkan nyeri, tetapi juga gangguan penglihatan di salah satu matanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis mata, hantaman tersebut memicu perdarahan yang luas hingga mencapai lensa. Perdarahan inilah yang kemudian mengakibatkan penglihatan Desta pada salah satu matanya hilang dan berubah menjadi abu-abu.
Meski terdengar cukup mengkhawatirkan, dokter menilai penglihatan Desta dapat pulih seiring membaiknya perdarahan pada mata kirinya. Untuk mempercepat proses pemulihan, dokter memasang bandage contact lens (lensa kontak khusus untuk meredakan nyeri serta membantu proses penyembuhan kornea dan jaringan di sekitarnya) dan memberikan obat tetes antibiotik.
Setelah mendapatkan penanganan tersebut, penglihatan Desta secara bertahap mulai membaik. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi siapa saja yang aktif berolahraga untuk mengenakan kacamata pelindung selama berolahraga dan segera mencari bantuan medis jika mengalami benturan keras pada mata. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan sebelum cedera mata memburuk.
Apa yang Terjadi Jika Mata Terkena Benturan?
Benturan tumpul merupakan benturan yang terjadi akibat hantaman benda dengan permukaan tumpul sehingga tidak menimbulkan luka terbuka. Meski begitu, hantaman yang sangat keras tetap dapat menyebabkan cedera yang berdampak pada berbagai bagian mata, mulai dari struktur luar hingga bagian dalam mata.
Dari kasus yang dialami Desta, benturan benda tumpul menyebabkan perdarahan yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Selain itu, benturan benda tumpul juga dapat menyebabkan gangguan mata lainnya pada bagian depan, belakang, hingga tulang dan rongga mata. Berikut adalah beberapa dampak benturan tumpul pada beberapa struktur anatomi mata:
1. Dampak pada Bagian Depan Mata (Anterior Segment)
Sebagian besar dampak benturan tumpul terjadi pada bagian depan mata (anterior segment). Bagian ini terdiri dari kornea, iris, badan siliaris, lensa, dan jalur aliran keluar aqueous humor. Adapun dampak benturan yang dapat ditimbulkan pada anterior segment antara lain abrasi kornea, hifema, hingga katarak traumatik. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:
- Abrasi kornea: Terdapat goresan atau luka di permukaan kornea.
- Hifema: Penumpukan darah di bilik depan mata akibat robeknya pembuluh darah di iris (bagian berwarna pada mata) atau badan siliaris.
- Iritis traumatik: Peradangan pada iris yang dapat menyebabkan rasa nyeri, mata merah, dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
- Iridodialisis: Terlepasnya pangkal iris dari tempat melekatnya di badan siliaris.
- Subluksasi atau dislokasi lensa: Pergeseran atau terlepasnya lensa mata dari posisi aslinya akibat rusaknya serat penopang (zonula).
- Katarak traumatik: Keruhnya lensa mata yang timbul akibat benturan fisik.
2. Dampak pada Bagian Belakang Mata (Posterior Segment)
Benturan keras dari benda tumpul juga dapat memengaruhi bagian belakang mata (posterior segment), yang terdiri dari sklera, retina, koroid, dan vitreus. Meskipun lebih jarang terjadi, dampaknya bisa berakibat fatal pada penglihatan. Berikut adalah beberapa dampaknya:
- Perdarahan vitreus (vitreous hemorrhage): Perdarahan pada gel jernih di dalam rongga mata belakang.
- Komosio retina: Pembengkakan atau memar pada lapisan retina.
- Ruptur koroid: Terjadinya robekan pada lapisan pembuluh darah di bawah retina.
- Ablasio retina: Terlepasnya lapisan retina dari dinding belakang mata, yang memerlukan tindakan bedah darurat.
- Sclopetaria traumatik: Pemisahan atau pemutus jaringan koroid dan retina akibat kompresi energi benturan tingkat tinggi.
Baca juga: Apakah Kornea Mata Robek Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya
3. Dampak Pada Tulang dan Rongga Mata
Selain pada bola mata, benturan benda tumpul juga berisiko menyebabkan cedera pada tulang dan rongga mata, seperti risiko blow-out fracture pada tulang dasar orbita dan extraocular muscle entrapment. Berikut penjelasan singkatnya:
- Fraktur orbital (blowout fracture): Keretakan atau patah pada tulang rongga mata akibat peningkatan tekanan mendadak.
- Jepitan otot mata (extraocular muscle entrapment): Otot penggerak mata tersangkut pada retakan tulang rongga mata sehingga menyebabkan nyeri berat saat mata digerakkan dan penglihatan ganda (diplopia).
Baca juga: Jenis dan Penyebab Mata Berdarah yang Perlu Diwaspadai!
Pertolongan Pertama Mata Terkena Benturan
Begitu mata terkena benturan, penting untuk segera memberikan pertolongan pertama selagi menunggu perawatan medis. Langkah ini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut sehingga proses pengobatan dan pemulihan berlangsung lebih efektif. Berikut adalah beberapa langkah pertolongan pertama mata terkena benturan:
- Kompres dingin: Tempelkan kompres dingin (seperti kantong es yang dibungkus kain bersih) secara perlahan di area sekitar mata untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
- Jangan menekan mata: Hindari menekan, memijat, atau mengucek mata yang terkena benturan.
- Gunakan pelindung mata jika perlu: Jika ada luka robek atau terasa sangat nyeri, lindungi mata tanpa menempelkan benda langsung pada bola mata (misalnya dengan menutupnya secara longgar menggunakan kain bersih.
Apa Obat untuk Mata Terkena Benturan?
Saat mata terkena benturan, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata. Kondisi akibat trauma tumpul ini tidak boleh dianggap sepele karena kesalahan penggunaan obat atau penanganan yang terlambat dapat memicu komplikasi serius hingga gangguan penglihatan permanen.
Dokter di JEC Eye Hospitals and Clinics akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui kondisi mata secara menyeluruh sehingga dapat menentukan pengobatan yang tepat, mulai dari penggunaan obat tetes mata hingga tindakan bedah. Berikut adalah beberapa penanganan yang umumnya direkomendasikan dokter:
- Tetes mata kortikosteroid/antiinflamasi: Digunakan untuk meredakan peradangan berat atau pembengkakan di dalam mata.
- Tetes mata sikloplegik (penenang otot mata): Mengurangi rasa nyeri akibat spasme (kejang) otot iris dan mencegah penempelan jaringan dalam mata.
- Obat penurun tekanan bola mata (antiglaukoma): Diberikan jika benturan menyebabkan peningkatan tekanan di dalam mata.
- Tetes mata antibiotik: Diberikan jika terjadi luka gores (abrasi) pada kornea untuk mencegah infeksi sekunder.
- Tindakan bedah: Diperlukan jika terdapat robekan retina, dislokasi lensa, fraktur tulang orbita (tulang sekitar mata), atau perdarahan berat yang tidak kunjung mereda.
Catatan: Selalu konsultasikan kondisi mata Anda kepada dokter spesialis mata sebelum menggunakan obat tetes. Penggunaan obat harus berdasarkan hasil pemeriksaan dan resep dokter untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.
Tanda Bahaya: Segera Kunjungi Dokter Mata
Tidak semua dampak benturan dapat terlihat secara langsung di permukaan bola mata. Beberapa di antaranya tidak terlihat secara kasatmata dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter menggunakan alat medis khusus.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami benturan pada mata dan menunjukkan satu saja tanda bahaya berikut, segera kunjungi klinik atau rumah sakit mata terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat:
- Tampak genangan darah di dalam kornea/bagian hitam mata.
- Penglihatan buram, berbayang, ganda, atau mendadak menurun.
- Nyeri hebat pada bola mata atau kepala.
- Bentuk pupil mata terlihat tidak simetris/berubah bentuk.
- Terlihat kilatan cahaya atau bintik-bintik hitam melayang (floater) pada penglihatan.
- Keluar cairan bening atau darah secara terus-menerus dari bola mata.
Di JEC Eye Hospitals and Clinics, cedera akibat benturan tumpul dapat ditangani melalui Layanan Trauma Oftalmik. Dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi mata Anda, apakah terjadi pembengkakan atau perdarahan internal.
Setelah itu, dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Dengan begitu, penglihatan Anda dapat berangsur pulih dan risiko komplikasi jangka panjang dapat dicegah secara optimal. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata pilihan Anda sebelum kondisi mata makin memburuk.
Baca juga: Apa Itu Perdarahan Retina? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya


ENG