Jenis dan Penyebab Mata Berdarah yang Perlu Diwaspadai!

Oleh Tim Medis JEC

  26 Jan 2026

  626 Views

Share
Mata berdarah

Mata berdarah sering kali terlihat mengkhawatirkan karena bagian putih mata tampak merah atau seolah dipenuhi darah. Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba tanpa rasa sakit, atau disertai keluhan seperti perih, gatal, hingga penglihatan kabur.

 

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi atau cedera mata. Untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius, penting untuk mengetahui jenis, penyebab, penanganan yang tepat, serta kapan perlu memeriksakan diri ke dokter. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Jenis-Jenis Mata Berdarah

Mata berdarah dapat muncul dalam berbagai bentuk dan tingkat keparahan, tergantung pada bagian mata yang terdampak serta penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa jenis mata berdarah beserta penyebabnya yang penting untuk dipahami.

1. Subconjunctival Hemorrhage

Subconjunctival hemorrhage (SCH) merupakan salah satu penyebab paling umum mata berdarah tapi tidak sakit. Kondisi ini muncul ketika pembuluh darah kecil di mata pecah. Darah kemudian tampak pada bagian putih mata sehingga terlihat mencolok. 

 

SCH terbagi menjadi dua jenis, yaitu traumatik dan spontan. SCH traumatik dapat terjadi akibat benturan ringan di area mata, termasuk kebiasaan menggosok mata terlalu keras. Sementara itu, SCH spontan biasanya berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, yang membuat pembuluh darah menjadi lebih rapuh dan mudah pecah.

 

Pada umumnya, SCH tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Namun, jika perdarahan ini disertai dengan penurunan kemampuan penglihatan mendadak, pemeriksaan dan penanganan harus segera dilakukan. 

2. Hifema

Hifema adalah perdarahan di dalam mata yang terjadi di ruang antara kornea (lapisan bening mata) dan iris (bagian mata yang berwarna). Kondisi ini muncul ketika darah terkumpul di area depan iris dan pupil. 

 

Dibandingkan perdarahan subkonjungtiva, hifema lebih jarang terjadi dan paling sering disebabkan oleh benturan atau cedera pada mata, misalnya akibat kecelakaan, jatuh, atau terkena benda keras.

 

Selain karena cedera, hifema juga dapat terjadi akibat: 

 

  • Infeksi mata (terutama virus herpes). 
  • Kelainan pembekuan darah. 
  • Tumor atau kanker mata
  • Pertumbuhan pembuluh darah abnormal (neovaskularisasi), seperti pada penyakit mata akibat diabetes atau kondisi medis tertentu lainnya.

Adapun gejala yang dapat dirasakan meliputi:

 

  • Nyeri pada mata. 
  • Tampak darah di bagian depan mata. 
  • Penglihatan buram atau terhalang. 
  • Mata tampak keruh. 
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

3. Hemolakria

Hemolakria adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan air mata yang bercampur darah. Kondisi ini jarang terjadi dan umumnya bukan berasal dari kelenjar air mata, melainkan dari bagian mata lainnya.

 

Perdarahan bisa disebabkan oleh luka atau goresan di bagian dalam kelopak mata. Jika sumber perdarahan berada lebih dalam, darah dapat keluar bersama air mata dari sudut mata. Dalam kasus tertentu, kondisi ini dapat berkaitan dengan kanker mata.

 

Baca juga: Gejala Awal Kanker Mata, Salah Satunya Muncul Bercak Gelap!

4. Vitreous Hemorrhage

Vitreous hemorrhage atau perdarahan vitreus adalah kondisi ketika terjadi perdarahan di dalam bagian mata yang berisi cairan bening seperti gel, yang disebut vitreus. Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan karena darah menghalangi cahaya masuk ke retina.

 

Berdasarkan studi dari National Library of Medicine (2024), kondisi ini dapat terjadi karena berbagai penyebab. Salah satu mekanisme utamanya adalah kerusakan atau penarikan pada pembuluh darah retina sehingga pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah pecah. Selain itu, kurangnya aliran darah ke retina juga dapat memicu pertumbuhan pembuluh darah baru yang tidak normal dan mudah berdarah.

 

Berbagai mekanisme tersebut dapat dipicu oleh sejumlah kondisi medis maupun kejadian tertentu. Beberapa kondisi yang sering menjadi penyebab mata berdarah ini meliputi: 

 

  • Cedera pada mata. 
  • Komplikasi diabetes pada mata.
  • Sumbatan pembuluh darah retina.
  • Peradangan pembuluh darah.

Pada kasus yang jarang, perdarahan vitreus juga dapat terjadi secara spontan tanpa penyebab yang jelas.

5. Suprachoroidal Hemorrhage

Suprachoroidal hemorrhage adalah kondisi ketika pembuluh darah di dalam mata pecah dan menyebabkan darah terkumpul di ruang antara koroid dan sklera (lapisan dalam dan luar mata). Kondisi ini paling sering terjadi saat atau setelah operasi mata atau akibat cedera mata, dan sangat jarang terjadi secara spontan tanpa pemicu yang jelas.

 

Terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya suprachoroidal hemorrhage, antara lain:

 

  • Individu dengan riwayat glaukoma.
  • Tekanan bola mata tinggi sebelum operasi.
  • Mata minus tinggi (-6.00 atau lebih).
  • Peningkatan tekanan bola mata mendadak akibat batuk, muntah, atau bersin keras, terutama di sekitar waktu tindakan operasi.

Baca juga: Apakah Mata Minus Bisa Sembuh? Ketahui Faktanya di Sini

6. Retinal Hemorrhage

Retinal hemorrhage atau perdarahan retina adalah kondisi serius yang menandakan adanya kelainan pada pembuluh darah, baik yang berasal dari masalah pada mata itu sendiri maupun akibat penyakit sistemik. Oleh karena itu, temuan perdarahan pada retina perlu dievaluasi secara menyeluruh oleh tenaga medis.

 

Perdarahan retina dapat terjadi di beberapa lapisan retina, dengan bentuk yang berbeda-beda, seperti perdarahan memanjang menyerupai api, bercak kecil atau bulat, hingga kumpulan darah yang tampak seperti perahu. Lokasi perdarahan ini memengaruhi tampilan klinis dan tingkat gangguan penglihatan yang dialami.

 

Kondisi ini dapat muncul pada berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan gangguan pembuluh darah, seperti: 

 

  • Komplikasi diabetes dan tekanan darah tinggi. 
  • Sumbatan pembuluh darah retina. 
  • Degenerasi makula basah. 
  • Kelainan pembuluh darah retina lainnya. 

Selain itu, perdarahan retina juga dapat terjadi akibat: 

 

  • Peningkatan tekanan bola mata mendadak. 
  • Gangguan darah, seperti leukemia, anemia, dan sickle cell anemia
  • Infeksi berat. 
  • Cedera. 
  • Kondisi serius tertentu pada bayi dan anak.

7. Disc Hemorrhage

Disc hemorrhage adalah perdarahan kecil berbentuk garis yang muncul di sekitar diskus optik. Perdarahan ini biasanya terlihat di tepi atas samping atau bawah samping diskus optik.

 

Penyebab pastinya masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat tarikan atau tekanan mekanis pada jaringan saraf mata di area tertentu, atau karena gangguan aliran darah kecil (iskemia) pada kepala saraf optik. Disc hemorrhage dapat berkaitan dengan glaukoma, tetapi juga bisa muncul pada kondisi lain di luar glaukoma.

8. Submacular Hemorrhage

Submacular hemorrhage adalah kondisi ketika terjadi perdarahan di area makula, yaitu bagian retina yang berperan penting dalam penglihatan pusat dan ketajaman melihat.

 

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah koroid atau retina, terutama akibat pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang sering terjadi pada degenerasi makula terkait usia. Perdarahan di area ini dapat langsung menurunkan kualitas penglihatan.

Diagnosis Mata Berdarah

Pemeriksaan mata biasanya diawali dengan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui keluhan, riwayat cedera, serta kondisi kesehatan yang mungkin berkaitan dengan perdarahan pada mata.

 

Langkah ini penting agar dokter dapat memahami penyebab mata berdarah dan mendeteksi kemungkinan masalah lain yang dapat memengaruhi penglihatan, seperti kerusakan jaringan di dalam mata, katarak, pergeseran lensa, atau lepasnya retina.

 

Setelah itu, dokter mata akan memeriksa kondisi mata untuk menentukan jenis perdarahan yang terjadi. Pemeriksaan lanjutan dapat meliputi: 

 

  • Pelebaran pupil dengan tetes mata. 
  • USG mata untuk melihat bagian dalam dan belakang mata. 
  • CT scan bila dicurigai cedera. 
  • Pemeriksaan darah untuk mencari penyakit yang mendasari. 
  • Pengukuran tekanan darah.

Apakah Mata Berdarah Bisa Sembuh?

Mata berdarah dapat disembuhkan melalui beberapa pengobatan berdasarkan penyebabnya. Pada subconjunctival hemorrhage, pengobatan biasanya tidak diperlukan karena kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya. Namun, bila disebabkan oleh penyakit tertentu, penanganan tetap perlu dilakukan.

 

Untuk jenis mata berdarah lain, dokter dapat merekomendasikan penanganan berikut:

 

  • Tindakan laser untuk menghentikan kebocoran pembuluh darah, menghancurkan pembuluh darah abnormal, mencegah kerusakan retina lebih lanjut dan kebutaan, serta menurunkan tekanan di dalam mata.
  • Operasi mata pada kasus berat, misalnya hifema yang tidak membaik.
  • Pemberian obat tetes mata untuk mengontrol peradangan, nyeri, dan menurunkan tekanan mata.
  • Penggunaan obat tetes sesuai penyebab, seperti antibiotik atau steroid.

Adapun perawatan di rumah yang dapat dianjurkan adalah:

 

  • Menggunakan obat tetes mata dan mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter.
  • Menggunakan pelindung khusus pada mata yang terdampak.
  • Beristirahat dan membatasi aktivitas.
  • Meninggikan posisi kepala saat berbaring atau tidur.

Kapan Perlu ke Dokter?

Pada banyak kasus, mata berdarah terjadi akibat perdarahan subkonjungtiva dan umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus karena dapat membaik dengan sendirinya. Penurunan kemampuan penglihatan mendadak, seperti tiba-tiba menjadi buram atau gelap merupakan indikasi pemeriksaan mata lebih lanjut ke dokter. 

 

Terutama pada jenis mata berdarah tertentu, seperti perdarahan vitreus atau hifema, penanganan medis perlu segera dilakukan sejak gejala muncul karena kondisi ini dapat memengaruhi penglihatan dan berpotensi menimbulkan komplikasi bila terlambat ditangani.

 

Oleh karena itu, Anda dapat melakukan Pemeriksaan Mata di rumah sakit mata tepercaya, salah satunya adalah JEC Eye Hospitals and Clinics, untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh oleh dokter mata serta penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penglihatan Anda.

 

Pemeriksaan yang dilakukan sejak dini dapat membantu mendeteksi penyebab mata berdarah secara lebih akurat, mencegah risiko komplikasi, serta menjaga kualitas penglihatan tetap optimal, terutama bila keluhan disertai gangguan penglihatan atau tidak membaik dalam beberapa hari.

 

Baca juga: Mata Merah Akibat Main HP: Gejala dan Cara Mengatasinya

icon-doctor