Apakah Kornea Mata Robek Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya>
Faktanya, masalah mata tak sebatas iritasi ringan. Ada sebuah cedera berat yang bisa terjadi pada mata, salah satunya robekan kornea. Bahkan, cedera ini bisa dipicu oleh aktivitas sehari-hari yang mungkin sering Anda lakukan. Lantas, apakah kornea mata robek bisa sembuh?
Artikel ini akan memaparkan jawabannya secara lengkap sekaligus membantu Anda memahami gambaran penanganannya dalam dunia medis. Agar bisa memahaminya secara mendalam, pastikan untuk menyimak penjelasan di bawah hingga tuntas.
Apa Itu Kornea Robek?
Kornea robek (corneal laceration) adalah luka sayatan pada kornea, yang bisa terjadi akibat kontak langsung dengan benda tajam atau benturan benda keras bertenaga kuat.
Robekan kornea bisa dikategorikan sebagai cedera mata berat. Pasalnya, luka dapat menembus sebagian atau seluruh ketebalan kornea. Jika robekan menembus seluruh lapisan kornea, struktur mata pasien bisa pecah, di mana kondisi ini sering disebut ruptur bola mata.
Kornea robek termasuk kondisi serius sehingga dibutuhkan penanganan medis sesegera mungkin untuk mengobatinya. Tujuannya untuk mencegah penurunan penglihatan yang signifikan dan kebutaan permanen.
Apakah Kornea Mata Robek Bisa Sembuh?
Jawabannya, bisa. Kornea mata yang robek bisa sembuh asal mendapatkan penanganan yang tepat. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa setiap robekan mempunyai kondisi yang berbeda-beda, baik dari kedalaman maupun bentuknya. Oleh karena itu, cara penanganannya tidak dapat disamakan pada semua pasien dan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing mata.
Proses penyembuhan juga tidak berjalan spontan tanpa perbaikan luka. Sebab, kornea harus mendapatkan closure yang rapat agar risiko infeksi berkurang, struktur kornea kembali utuh, dan proses pemulihan alami bisa terjadi.
Terakhir, meskipun luka kornea bisa tertutup dan sembuh, penglihatan mungkin tidak kembali 100%. Hal ini bergantung pada seberapa dalam dan luas luka serta komplikasi seperti jaringan parut atau astigmatisme pasca trauma.
Baca Juga: Ulkus Kornea: Penyebab, Gejala, Pengobatannya, & Waktu Penyembuhannya
Penanganan Kornea Robek
Untuk mengetahui penanganan kornea robek, tentu Anda harus memahami gejalanya dulu. Beberapa gejala atau ciri-ciri kornea mata robek yang perlu Anda ketahui:
- Mata terasa sangat nyeri.
- Mata mengeluarkan air secara berlebihan.
- Terlihat ada darah di bagian depan mata.
- Merasakan sensasi seperti ada benda asing di dalam mata.
- Mata menjadi sensitif terhadap cahaya sehingga tidak nyaman saat berada di tempat terang.
Lalu, jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, sejumlah penanganan perlu dilakukan, baik secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga medis. Berikut penjelasan lengkap yang bisa dijadikan sebagai panduan:
1. Penanganan Sebelum ke Rumah Sakit
Sebelum ke rumah sakit, lindungi mata Anda yang terluka menggunakan pelindung mata khusus atau tutup dari bahan kertas agar tidak ada tekanan yang mengenai bola mata. Anda juga perlu meminimalkan gerakan mata supaya luka tidak bertambah parah.
Selain kedua cara di atas, konsumsi obat antimual (antiemetik) dan penghilang rasa sakit (analgesik) bisa membantu meningkatkan kenyamanan pasien.
2. Perawatan di IGD
Sesampainya di IGD, biasanya dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui tingkat keparahan luka pada kornea, bilik anterior, okular, dan cedera lain yang mungkin terjadi di area wajah atau tengkorak.
Selanjutnya, pasien perlu melakukan konsultasi dengan dokter mata (ophthalmologist). Tujuannya untuk menentukan penanganan atau perawatan yang tepat, waktu evaluasi lanjutan, dan penggunaan antibiotik (melalui tetes atau infus).
Setelah pemeriksaan, mata yang terluka tetap harus dipasangi dengan pelindung mata (eye shield) agar mata terlindung dari benturan atau tekanan lebih lanjut. Dalam hal ini, pasien tidak boleh menggunakan penutup mata biasa (eye patch) karena bisa menimbulkan tekanan yang justru membahayakan.
Umumnya, dokter mata juga akan memberikan obat anti-mual dan pereda nyeri sistemik, serta imunisasi tetanus untuk mencegah infeksi sesuai kondisi dan indikasi pasien. Jika ada dugaan laserasi kornea, dokter biasanya akan menghindari penggunaan analgesik topikal dan antibiotik. Sebaliknya, gunakan analgesik dan antibiotik sistemik untuk mengobati kondisi.
Baca juga: Abrasi Kornea, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya
3. Perawatan Medis Nonbedah
Pada robekan kornea kecil yang dapat menutup sendiri, penanganan tidak harus melibatkan penjahitan luka. Alternatif pertama yang biasa dokter lakukan adalah memasang lensa kontak lunak atau bandage adhesive soft contact.
Lensa ini berfungsi sebagai pelindung mata dan akan pasien pakai selama 3–6 minggu, bersama pelindung mata (eye shield). Setelah luka benar-benar sembuh, dokter akan melepasnya.
Alternatif kedua adalah lem khusus jaringan tubuh atau tissue adhesives. Lem ini digunakan untuk menutup luka tusuk kecil atau robekan dengan sedikit atau tanpa hilangnya jaringan tengah kornea. Ada dua jenis lem yang bisa digunakan, yaitu cyanoacrylate glue dan fibrin glue.
4. Perawatan Bedah
Jika robekan kornea kecil tidak mengharuskan operasi, tidak demikian dengan robekan yang cukup dalam. Untuk kasus ini, diperlukan operasi untuk menutup dan memperbaiki robekan kornea. Apabila terdapat benda asing seperti serpihan logam, kaca, atau partikel lain yang masuk ke mata, operasi bisa membantu mengangkatnya dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Tujuan utama operasi antara lain membuat luka kedap air, meminimalkan jaringan parut (scar), dan mengembalikan anatomi mata yang normal.
5. Perawatan Lanjutan
Perawatan lanjutan bisa dibagi menjadi rawat jalan dan rawat inap. Keputusan perawatan ditentukan oleh dokter mata berdasarkan tingkat keparahan luka dan kondisi pasien secara keseluruhan.
Jika robekan kornea relatif kecil, baik menembus seluruh maupun sebagian ketebalan kornea, pasien bisa menjalani rawat jalan asalkan kondisinya stabil dan sudah ditangani dengan baik sebelumnya. Pasien rawat jalan harus melakukan pemeriksaan rutin ke dokter mata
Sementara itu, jika robekan kornea terjadi bersamaan dengan cedera lain, pasien harus dirawat inap di rumah sakit dan dioperasi. Mereka juga perlu mendapatkan antibiotik intravena untuk mencegah infeksi.
Itulah informasi terkait kornea mata robek dan penanganannya. Dari pembahasan di atas, diketahui bahwa beberapa penyebab kornea mata robek adalah masuknya benda asing, cedera tumpul, dan luka tembus.
Jika Anda mengalami salah satu dari beberapa kondisi di atas ataupun kondisi sejenisnya, segera periksakan mata Anda di JEC Eye Hospitals and Clinics. JEC menyediakan Layanan Ophthalmic Trauma, yaitu perawatan komprehensif terhadap trauma mata. Layanan ini mencakup diagnosis, tata laksana, pemantauan, hingga rehabilitasi pasca tindakan.
JEC Eye Hospitals and Clinics adalah rumah sakit spesialis mata yang sudah membantu penanganan mata masyarakat Indonesia sejak 1984 dan telah berstandar internasional. Semua prosedur di JEC dijalankan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman.
Baca juga: Keratitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya


ENG