Vitreous Hemorrhage: Kondisi Perdarahan di Dalam Mata

Oleh Tim Medis JEC

  02 Jun 2026

  62 Views

Share
Vitreous hemorrhage

Vitreous hemorrhage adalah kondisi perdarahan yang terjadi pada bagian dalam mata, tepatnya di area vitreus, yaitu gel bening yang mengisi sebagian besar bagian dalam bola mata. Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan terasa buram, munculnya bayangan, atau bintik-bintik mengganggu pada mata. 

 

Karena dapat menjadi tanda adanya gangguan mata tertentu, kondisi ini perlu segera diperiksakan agar mendapatkan penanganan yang tepat. Simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui penyebab, gejala, dan cara mengatasinya. 

Apa Itu Vitreous Hemorrhage?

Vitreous hemorrhage adalah kondisi ketika darah masuk ke dalam vitreus akibat pecahnya pembuluh darah di dalam mata. Vitreus sendiri merupakan zat bening menyerupai gel yang mengisi rongga di antara lensa dan retina. Dalam kondisi normal, vitreus bersifat jernih sehingga cahaya dapat melewatinya dan mencapai retina dengan baik.

Namun, ketika terjadi perdarahan pada vitreus, penglihatan mendadak menjadi samar atau menurun tanpa disertai rasa sakit pada mata. Dalam beberapa kondisi, gangguan ini juga berisiko menyebabkan low vision jangka panjang, tergantung pada penyebabnya.

 

Perdarahan pada vitreous bisa dipicu oleh berbagai masalah kesehatan mata. Maka dari itu, dokter perlu mengetahui penyebab utamanya terlebih dahulu agar pengobatan yang diberikan tepat. Kondisi ini lebih sering dialami oleh penderita retinopati diabetik, yaitu gangguan mata akibat diabetes.

Penyebab Vitreous Hemorrhage

Vitreous hemorrhage dapat terjadi akibat gangguan pada mata maupun penyakit tertentu yang memengaruhi tubuh. Berikut beberapa penyebab yang paling umum:

  • Retinopati diabetik proliferatif: Retinopati diabetik proliferatif merupakan penyebab vitreous hemorrhage yang paling sering terjadi, terutama jika menyerang kedua mata. Kondisi ini biasanya terjadi ketika diabetes menyebabkan kerusakan pembuluh darah retina sehingga terbentuk pembuluh darah baru yang rapuh dan mudah pecah. Ketika pembuluh darah tersebut mengalami perdarahan, darah dapat masuk ke dalam vitreus dan mengganggu penglihatan.
  • Cedera pada mata: Benturan atau luka pada mata juga dapat memicu perdarahan vitreus. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang berusia di bawah 40 tahun dan lebih banyak dialami oleh laki-laki. Cedera bisa terjadi karena benturan keras, misalnya terkena bola, atau luka yang menembus mata.
  • Robekan dan ablasio retina: Retina yang robek dapat merusak pembuluh darah di sekitarnya hingga menyebabkan perdarahan ke dalam vitreus. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen.
  • Pertumbuhan pembuluh darah abnormal: Selain diabetes, beberapa penyakit lain juga dapat memicu munculnya pembuluh darah baru yang rapuh dan mudah berdarah. Contohnya, anemia sel sabit, sumbatan pembuluh darah retina, peradangan pembuluh darah mata, hingga retinopati pada bayi prematur.
  • Posterior vitreous detachment: Ini merupakan kondisi ketika vitreus terlepas dari permukaan retina akibat proses penuaan. Proses pelepasan ini dapat menarik pembuluh darah retina hingga terjadi perdarahan.
  • Penyebab lainnya: Beberapa kondisi lain, seperti degenerasi makula terkait usia tipe basah, aneurisma pembuluh darah retina, retinopati valsalva, komplikasi operasi mata, hingga tumor mata, juga dapat menyebabkan vitreous hemorrhage.

Baca juga: Presbiopi (Mata Tua) - Penyebab, Gejala, dan Bedanya dengan Hipermetropi 

Gejala Vitreous Hemorrhage

Gejala vitreous hemorrhage biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jumlah darah yang masuk ke dalam vitreus. Beberapa gejala yang sering ditemui adalah:

  • Penurunan penglihatan secara tiba-tiba.
  • Munculnya floaters (bintik-bintik hitam yang tampak melayang). 
  • Pandangan berkabut atau seperti tertutup asap. 

Hal ini terjadi karena vitreous yang seharusnya bening terisi darah sehingga menghalangi masuknya cahaya ke retina dan menganggu pengelihatan.

Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan nyeri pada mata. Oleh karena itu, banyak pasien hanya mengeluhkan perubahan penglihatan tanpa disertai rasa sakit.

Diagnosis Vitreous Hemorrhage

Vitreous hemorrhage biasanya didiagnosis oleh dokter mata melalui pemeriksaan mata secara langsung. Dokter dapat menggunakan alat khusus seperti oftalmoskop atau slit lamp untuk melihat adanya darah di dalam mata. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk mencari penyebabnya.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu:

  • USG mata: USG mata sangat membantu apabila perdarahan terlalu banyak sehingga retina tidak dapat terlihat secara langsung. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mendeteksi adanya robekan retina atau ablasio retina.
  • OCT (Optical Coherence Tomography): Pemeriksaan menggunakan sinar khusus untuk membuat gambar detail bagian belakang mata, terutama retina dan pembuluh darah.
  • Pemeriksaan laboratorium: Digunakan untuk mengecek kadar gula darah dan kondisi darah secara umum, seperti anemia atau gangguan pembekuan darah untuk mengetahui penyakit yang mendasari.
  • CT scan atau MRI: Dilakukan apabila ada kecurigaan terhadap tumor otak, perdarahan, maupun trauma.

Komplikasi Vitreous Hemorrhage

Tanpa penanganan yang tepat, vitreous hemorrhage dapat menyebabkan berbagai komplikasi, terutama jika disebabkan oleh penyakit retina yang serius. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi :

  • Robekan pada retina.
  • Ablasio retina (retina lepas).
  • Terbentuknya jaringan parut pada retina.
  • Perdarahan berulang.
  • Glaukoma
  • Penurunan penglihatan permanen.

Oleh karena itu, penanganan yang cepat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Penanganan Vitreous Hemorrhage

Ada beberapa cara untuk menangani vitreous hemorrhage, dan kadang dokter bisa menggabungkan lebih dari satu metode sesuai kondisi pasien. Berikut penanganannya:

  • Observasi: Apabila tidak ditemukan robekan retina dan jumlah darah tidak terlalu banyak, dokter biasanya menyarankan untuk observasi beberapa hari sambil memantau kondisi mata. Dalam beberapa kasus, tubuh bisa menyerap sendiri perdarahan yang terjadi. Selama masa ini, pasien biasanya diminta untuk beristirahat lebih banyak dan menghindari aktivitas berat.
  • Terapi laser atau cryotherapy: Dokter dapat memperbaiki pembuluh darah yang rusak menggunakan terapi laser atau cryotherapy. Tujuannya adalah untuk menghentikan perdarahan atau memperbaiki kerusakan pada mata.
  • Pemberian anti-VEGF: Pada kasus yang disebabkan oleh retinopati diabetik proliferatif atau pertumbuhan pembuluh darah abnormal lainnya, dokter dapat memberikan suntikan anti-VEGF ke dalam mata. Terapi ini membantu menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang rapuh sehingga risiko perdarahan berulang dapat berkurang.
  • Operasi: Salah satu operasi yang paling sering dilakukan adalah vitrektomi. Pada prosedur ini, cairan vitreus di dalam mata diangkat lalu diganti dengan cairan khusus untuk membantu memulihkan pengelihatan.
  • Mengobati penyebab utama: Penting juga untuk menangani penyakit yang menjadi penyebabnya, seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan lainnya, agar perdarahan tidak terjadi lagi.

Mengingat setiap kondisi berbeda-beda, dokter mata akan menentukan penanganan yang paling sesuai untuk setiap pasien.

 

Baca juga: 7 Jenis Gangguan Mata yang Perlu Diwaspadai 

Apakah Vitreous Hemorrhage Bisa Dicegah?

Beberapa penyebab vitreous hemorrhage sebenarnya dapat dicegah dengan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mata. Hal ini penting untuk membantu mengurangi risiko cedera maupun gangguan pada bagian dalam mata.

  • Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.
  • Menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
  • Memakai pelindung mata saat berolahraga atau melakukan aktivitas berisiko tinggi.
  • Menghindari kegiatan yang berpotensi menyebabkan benturan pada mata.
  • Rutin memeriksakan kondisi mata ke dokter.

Dengan melakukan kebiasaan tersebut, risiko terjadinya vitreous hemorrhage dapat diminimalkan sejak awal.

 

Sebagai penutup, vitreous hemorrhage merupakan kondisi yang perlu dipahami sejak dini, mulai dari penyebab hingga cara penanganannya. Dengan mengenali kondisi ini lebih awal, gejala dapat lebih cepat disadari dan penanganan medis dapat segera dilakukan.

 

Apabila terjadi perubahan pada penglihatan atau muncul keluhan yang tidak biasa, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter mata. Deteksi sejak awal membantu mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko gangguan penglihatan yang lebih berat.

 

Untuk evaluasi lebih lanjut mengenai vitreous hemorrhage serta gangguan pada bagian dalam mata, Anda dapat mengunjungi JEC Eye Hospitals and Clinics melalui layanan Vitreoretina. Layanan ini menangani berbagai kelainan pada retina dan vitreous yang berperan penting dalam proses penglihatan.

 

Didukung oleh dokter spesialis mata dan teknologi medis terkini, JEC Eye Hospitals and Clinics berkomitmen untuk membantu menjaga kesehatan mata agar fungsi penglihatan Anda tetap optimal.

 

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Retina Mata Bermasalah & Cara Mengatasinya 

icon-doctor