Mohon Tunggu ..

Kacamata Buta Warna: Inilah Cara Kerja dan Efektivitasnya!

Ditinjau oleh Dr. Damara Andalia, SpM
Oleh Tim Medis JEC

  30 Jul 2026

  459 Views

Share
Kacamata buta warna

Bagi penderita buta warna, membedakan warna-warna tertentu, seperti merah dan hijau, dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Beruntung, kemajuan teknologi telah melahirkan inovasi berupa kacamata buta warna yang dapat membantu penderita membedakan warna dengan lebih baik.

 

Lantas, bagaimana cara kerja kacamata buta warna dan seberapa efektif alat ini dalam membantu penderita buta warna? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Kacamata Buta Warna?

Kacamata buta warna adalah kacamata dengan lensa khusus (biasanya dilapisi filter atau lapisan warna) yang dirancang untuk membantu penderita buta warna membedakan warna dengan lebih baik. 

 

Kacamata ini sangat cocok untuk kondisi color vision deficiency (CVD) tipe anomali trichromat (seperti deuteranomaly atau protanomaly), di mana ketiga sel kerucut di mata masih ada, namun salah satunya melemah.

Bagaimana Cara Kerja Kacamata Buta Warna?

Kacamata buta warna bekerja dengan menyaring panjang gelombang cahaya tertentu. Tujuannya adalah membantu mata dan otak membedakan warna yang sebelumnya tampak sangat mirip.

 

Misalnya, pada jenis buta warna deuteranomaly (buta warna merah-hijau), sel kerucut pendeteksi warna hijau tidak bekerja secara optimal. Kondisi ini membuat sinyal warna hijau yang ditangkap mata menjadi lebih lemah dibanding sinyal warna merah. 

 

Ditambah lagi, spektrum cahaya kedua warna ini pada dasarnya saling bertumpang tindih. Dominasi sinyal merah tersebut membuat otak akhirnya menangkap warna hijau seolah menyerupai warna merah.

 

Untuk mengatasinya, lensa kacamata didesain dengan filter khusus yang mampu menahan cahaya di titik tumpang tindih spektrum tersebut. Ketika area tumpang tindih tersebut berkurang, sinyal dari kedua warna menjadi lebih mudah dibedakan oleh otak.

 

Alhasil, Anda mungkin dapat melihat perbedaan antara warna merah dan hijau dengan lebih jelas. Hal ini memungkinkan Anda untuk beraktivitas dengan lebih mudah, seperti mengenali warna rambu lalu lintas, memilih pakaian, atau menikmati pemandangan.

Efektivitas Kacamata Buta Warna

Kacamata buta warna dapat membantu sebagian penderita membedakan warna dengan lebih jelas, tetapi tidak dapat menyembuhkan buta warna. Kacamata ini umumnya lebih efektif untuk penderita buta warna parsial, seperti deuteranomaly dan protanomaly. 

 

Sebaliknya, pada orang yang kehilangan salah satu jenis sel kerucut atau mengalami buta warna total (achromatopsia), manfaatnya sangat terbatas karena tidak ada sinyal warna yang dapat diperkuat.

 

Selain itu, efek kacamata buta warna parsial hanya dirasakan selama digunakan. Setelah dilepas, penglihatan warna akan kembali seperti semula karena kacamata tidak memperbaiki sel kerucut, saraf optik, atau bagian otak yang memproses warna.

 

Baca juga: 5 Pilihan Pengobatan Buta Warna yang Aman dan Tepercaya

Apakah Kacamata Buta Warna Perlu Resep Dokter?

Secara umum, Anda tidak memerlukan resep dokter mata untuk membeli kacamata buta warna standar. Namun, ada beberapa situasi di mana Anda mungkin membutuhkan resep dokter, seperti:

  • Memiliki masalah penglihatan lain: Jika Anda juga menderita rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), atau astigmatisme (silinder), Anda memerlukan resep dokter mata agar kacamata buta warna tersebut dilengkapi dengan ukuran lensa korektif yang sesuai.
  • Untuk varian kacamata khusus (custom): Beberapa produsen menyediakan lensa yang disesuaikan secara khusus berdasarkan tingkat keparahan buta warna Anda setelah melalui pemeriksaan medis mendalam oleh dokter spesialis mata.

Jika penglihatan Anda hanya terkendala pada masalah membedakan warna, Anda bisa langsung membeli kacamata buta warna biasa tanpa resep dokter.

 

Baca juga: Kenali Jenis Lensa Kacamata & Tips Memilih yang Tepat

Bolehkah Menggunakan Kacamata Buta Warna Terus Menerus?

Secara umum, kacamata buta warna boleh digunakan selama Anda merasa nyaman. Namun, Anda tidak perlu memakainya terus-menerus karena manfaatnya hanya dirasakan saat kacamata dikenakan dan tidak dapat memperbaiki kemampuan melihat warna dalam jangka panjang.

 

Jika saat menggunakannya Anda mengalami keluhan, seperti mata lelah, sakit kepala, atau iritasi mata, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan dan rekomendasi penggunaan yang tepat.

 

Selain itu, kacamata buta warna tidak disarankan digunakan saat mengemudi atau pada malam hari. Hal ini karena lensa kacamata menyaring sebagian cahaya yang masuk ke mata sehingga dapat mengurangi jumlah cahaya yang mencapai retina. Akibatnya, penglihatan dapat terganggu, terutama pada kondisi minim cahaya.

 

Dengan kata lain, Anda bisa menggunakan kacamata buta warna sesuai kebutuhan, misalnya saat ingin membedakan warna pada aktivitas tertentu. Oleh karena itu, pastikan untuk mengikuti anjuran dokter atau petunjuk dari produsen kacamata.

 

Demikian penjelasan mengenai kacamata buta warna, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga anjuran penggunaannya. Kacamata buta warna adalah alat bantu yang sangat bermanfaat bagi mereka yang sulit membedakan warna tertentu sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penggunanya.

 

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami kesulitan membedakan warna, sebaiknya lakukan Pemeriksaan Mata secara menyeluruh untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat. Di JEC Eye Hospitals and Clinics, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis mata serta menjalani pemeriksaan mata secara komprehensif untuk menegakkan diagnosis dan menentukan solusi yang sesuai dengan kondisi penglihatan Anda.

 

Baca juga: 5 Perbedaan Photochromic dan Bluecromic & Tips Memilihnya

icon-doctor