5 Pilihan Pengobatan Buta Warna yang Aman dan Tepercaya>
Buta warna merupakan gangguan penglihatan yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam membedakan warna tertentu. Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari penderitanya, mulai dari proses belajar, pekerjaan, hingga keselamatan saat berkendara.
Seiring perkembangan teknologi medis, pengobatan buta warna kini semakin berkembang dengan berbagai pendekatan. Ingin mengetahui metode pengobatan buta warna yang paling sesuai untuk Anda? Mari simak penjelasannya lebih lanjut pada artikel ini.
Pengobatan Buta Warna
Hingga kini, masih banyak orang yang mempertanyakan apakah buta warna bisa disembuhkan? Pada sebagian besar kasus, buta warna bawaan tidak dapat disembuhkan sepenuhnya karena berkaitan dengan faktor genetik yang memengaruhi sel kerucut pada retina.
Namun, pada buta warna yang didapat akibat penyakit, cedera, atau efek samping obat, penglihatan warna masih berpotensi membaik setelah penyebab utamanya ditangani.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa kerusakan permanen pada sel kerucut dapat menyebabkan gangguan persepsi warna yang bersifat menetap sehingga hasil pengobatan dapat berbeda pada setiap individu.
Walaupun respons pengobatan berbeda pada setiap pasien, beragam metode medis dan terapi yang ada saat ini mampu membantu mengoptimalkan penanganan kondisi mata buta warna.
Lantas, apa saja pilihan pengobatan dan terapi untuk mengelola kondisi mata buta warna? Berikut beberapa pilihan pengobatan yang bisa Anda pilih:
1. Kacamata dan Lensa Kontak
Kacamata dan lensa kontak khusus untuk buta warna dirancang dengan filter warna tertentu yang membantu meningkatkan kontras dan memperjelas perbedaan warna.
Kacamata ini dibuat dari mineral khusus yang menyaring spektrum warna tertentu. Namun demikian, alat bantu ini tidak menyembuhkan buta warna, tetapi dapat membantu penderita mengenali warna dengan lebih baik dalam aktivitas sehari-hari, seperti membaca peta warna.
Penggunaan kacamata atau lensa kontak pun sebaiknya disesuaikan dengan jenis buta warna dan direkomendasikan oleh dokter spesialis mata agar hasilnya lebih optimal dan aman.
Baca juga: Apa Itu Low Vision? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
2. Alat Bantu Visual
Salah satu alat bantu visual yang kini banyak dimanfaatkan adalah aplikasi ponsel pintar. Melalui kamera ponsel, aplikasi semacam ini dapat mengenali warna pada suatu objek dan menampilkannya pada Anda dalam bentuk teks atau label.
Selain mobile app, tersedia juga perangkat lunak yang memungkinkan pengaturan saturasi dan kontras warna pada layar komputer atau ponsel Anda. Software ini akan membantu membuat warna tertentu tampak lebih jelas dan lebih mudah dibedakan.
Tak hanya itu, sistem operasi seperti Windows dan macOS juga telah menyediakan pengaturan khusus untuk pengguna dengan gangguan penglihatan warna. Dengan fitur ini, tampilan layar dapat disesuaikan agar lebih nyaman digunakan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.
3. Terapi Gen
Gene therapy atau terapi gen pada buta warna merupakan pendekatan terapeutik berbasis molekuler yang bertujuan memperbaiki mutasi gen opsin pada sel fotoreseptor retina melalui pengantaran gen normal menggunakan viral vector, terutama adeno-associated virus (AAV). Saat ini, terapi gen untuk buta warna belum tersedia secara umum. Namun, para peneliti terus mengembangkan metode ini, terutama untuk menangani buta warna bawaan.
Sebuah studi pada jurnal Brain (2022) memanfaatkan teknologi MRI untuk mengamati perubahan pada aktivitas otak dan sel kerucut mata anak-anak dengan buta warna total sebelum dan setelah pemberian terapi gen.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dua dari empat anak mengalami peningkatan aktivitas pada otak dan sel kerucut mata setelah mendapatkan suntikan terapi gen, yang mengindikasikan adanya peluang perbaikan fungsi penglihatan warna.
Walaupun temuan ini cukup menjanjikan, efektivitas terapi gen pada kelompok usia remaja dan dewasa masih belum dapat dipastikan. Selain itu, penelitian tersebut juga belum mengkaji respons terapi gen pada jenis buta warna yang lebih sering terjadi, seperti buta warna merah-hijau.
4. Mengobati Kondisi Medis yang Mendasarinya
Pada beberapa kasus, buta warna dapat terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti diabetes, glaukoma, degenerasi makula, leukemia, Parkinson, dan juga Alzheimer.
Dengan mengobati kondisi medis yang mendasari, fungsi penglihatan warna berpotensi membaik secara bertahap. Misalnya, pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes dapat membantu mengurangi keluhan terkait persepsi warna.
Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara menyeluruh dan konsultasi dengan dokter spesialis mata menjadi langkah penting untuk menentukan penanganan yang tepat.
Baca juga: Ketahui Bagaimana Warna Mata Amber Tercipta dan Ciri-Cirinya
5. Mengganti Obat
Pada beberapa orang, jenis obat tertentu dapat menimbulkan efek samping yang memengaruhi penglihatan warna mereka, seperti obat tuberkulosis, obat untuk tekanan darah tinggi, antibiotik, barbiturat, serta obat untuk gangguan saraf. Namun, kondisi tersebut biasanya bersifat sementara.
Jika gangguan penglihatan warna diduga berkaitan dengan konsumsi obat, dokter dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan dosis atau mengganti jenis obat dengan alternatif yang lebih aman. Namun, pergantian obat tidak boleh dilakukan sendiri dan harus melalui konsultasi medis agar tetap aman serta efektif bagi kondisi kesehatan pasien.
Demikian pembahasan mengenai pengobatan buta warna, mulai dari pemahaman kondisi hingga berbagai pilihan penanganan yang dapat membantu mengelola gangguan penglihatan warna. Meski tidak semua jenis buta warna dapat disembuhkan sepenuhnya, penanganan yang tepat dapat membantu meningkatkan kemampuan adaptasi dan kualitas hidup penderitanya.
Sebagai langkah penting, pemeriksaan mata secara menyeluruh sangat dianjurkan untuk mengetahui jenis buta warna serta menentukan pilihan pengobatan yang paling sesuai.
JEC Eye Hospitals and Clinics hadir dengan layanan Pemeriksaan Mata yang didukung teknologi modern dan dokter spesialis mata berpengalaman. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai, Anda dapat memahami kondisi penglihatan dengan lebih baik serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga fungsi penglihatan tetap optimal.
Baca juga: Buta Warna Parsial: Penyebab, Jenis, dan Cara Menanganinya


ENG