Kenapa Ujung Mata Sakit saat Ditekan? Ini 5 Penyebabnya!>
Ujung mata sakit saat ditekan sering kali membuat tidak nyaman dan menimbulkan kekhawatiran, terutama jika disertai bengkak atau kemerahan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gangguan pada saluran air mata hingga infeksi.
Meski sebagian kasus tidak berbahaya, keluhan yang berlangsung lama atau semakin parah tetap perlu diwaspadai. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab dan cara mengatasinya agar kesehatan mata tetap terjaga. Simak informasinya di bawah ini.
Kenapa Ujung Mata Sakit saat Ditekan?
Mengetahui penyebab ujung mata sakit saat ditekan dapat menentukan langkah penanganan yang tepat dan mencegah keluhan semakin memburuk. Berikut adalah beberapa penyebab dan cara menanganinya.
1. Penyumbatan Saluran Air Mata
Dalam kondisi normal, air mata berfungsi untuk melumasi dan melindungi permukaan mata, lalu akan mengalir keluar melalui saluran kecil di sudut dalam mata menuju hidung. Namun, jika saluran ini tersumbat, air mata tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya menumpuk di area tersebut.
Penumpukan ini dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri sehingga memicu infeksi yang dikenal sebagai dakriosistitis. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh bakteri, seperti Staphylococcus dan Streptococcus. Akibatnya, muncul keluhan berupa nyeri atau rasa tidak nyaman saat area sudut mata ditekan.
Selain rasa sakit, kondisi ini juga sering disertai gejala lain, seperti:
- Kemerahan dan pembengkakan di sudut dalam mata.
- Mata berair secara berlebihan.
- Muncul benjolan kecil yang terasa nyeri.
- Keluar cairan seperti nanah atau lendir.
- Disertai demam dalam beberapa kasus.
Penyumbatan saluran air mata sendiri bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti infeksi, peradangan (misalnya konjungtivitis), cedera pada hidung, pertumbuhan jaringan seperti polip, hingga perubahan terkait usia.
Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan memberikan antibiotik jika sudah terjadi infeksi. Pada kondisi tertentu, tindakan tambahan, seperti pijatan khusus, penggunaan obat tetes mata, atau prosedur untuk membuka saluran yang tersumbat mungkin diperlukan, terutama jika keluhan sering kambuh.
2. Blefaritis
Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada jenis tertentu, seperti blefaritis posterior, peradangan dapat terjadi di sudut mata sehingga menimbulkan rasa nyeri, terutama saat area tersebut ditekan.
Sakit di sudut mata karena blefaritis biasanya membuat mata terasa tidak nyaman, seperti ada sensasi mengganjal, perih, atau terbakar. Selain itu, mata juga dapat tampak merah dan berair, disertai pembengkakan pada kelopak.
Selain posterior, dapat pula terjadi blefaritis anterior. Ciri khasnya adalah muncul kerak atau kotoran di sekitar bulu mata, yang sering kali membuat kelopak mata terasa lengket saat bangun tidur. Pada beberapa kasus, penglihatan juga bisa menjadi sedikit kabur atau lebih sensitif terhadap cahaya.
Penanganan blefaritis umumnya berfokus pada menjaga kebersihan area kelopak mata dan mengurangi peradangan. Beberapa langkah yang biasanya dianjurkan antara lain:
- Mengompres hangat area mata untuk membantu meredakan peradangan.
- Membersihkan kelopak mata secara lembut dari kotoran atau kerak.
- Melakukan pijatan ringan pada kelopak mata.
- Menggunakan salep atau obat antibiotik jika terdapat infeksi bakteri sesuai anjuran dokter.
3. Pinguecula dan Pterygium
Pinguecula dan pterygium adalah pertumbuhan jaringan jinak (bukan kanker) yang muncul pada konjungtiva, yaitu lapisan bening yang melapisi bagian putih mata. Kondisi ini sering kali bermula di sudut dalam mata, sehingga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri saat area tersebut ditekan.
Ciri khas pterygium berupa pertumbuhan jaringan berbentuk segitiga yang dapat tumbuh hingga bagian hitam mata, sedangkan pinguecula berupa benjolan kekuningan.
Kedua kondisi ini umumnya berkaitan dengan paparan lingkungan, seperti sinar matahari (ultraviolet/UV), debu, angin, atau partikel iritan lainnya dalam jangka panjang. Umumnya, keduanya tidak berbahaya, tetapi mata menjadi lebih mudah mengalami iritasi atau infeksi.
Gejala yang dapat dirasakan antara lain:
- Mata merah dan tampak meradang.
- Sensasi kering, gatal, atau terbakar.
- Sensasi seperti ada pasir di mata.
- Muncul benjolan pada bagian putih mata.
- Penglihatan bisa menjadi kabur jika pertumbuhan jaringan semakin besar.
Penanganannya tergantung pada tingkat keparahan. Jika kondisi masih ringan, biasanya cukup dengan tetes air mata buatan untuk mengurangi iritasi. Sementara itu, tindakan operasi dapat dipertimbangkan jika pterygium sudah membesar dan memengaruhi penglihatan.
Baca juga: Sakit Mata: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
4. Bintitan
Bintitan adalah benjolan kecil berwarna kemerahan yang muncul di area kelopak mata akibat infeksi bakteri. Kondisi ini bisa terbentuk di bagian luar maupun dalam kelopak, termasuk di dekat sudut mata sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri saat ditekan.
Bintitan atau hordeolum umumnya terjadi karena infeksi pada folikel bulu mata atau kelenjar minyak di kelopak mata. Benjolan yang muncul biasanya terasa lunak, nyeri, dan terkadang memiliki titik putih atau berisi nanah, mirip seperti jerawat.
Pada banyak kasus, bintitan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Untuk membantu meredakan keluhan, Anda bisa mengompres hangat area mata selama beberapa menit tiga sampai lima kali sehari serta menjaga kebersihan tangan dan wajah. Namun, hindari memencet atau menyentuh bintitan karena dapat memperparah infeksi.
5. Partikel Asing
Benda kecil seperti debu, pasir, bulu mata, atau kotoran dapat masuk ke area mata, termasuk di sudut dalam, dan memicu iritasi.
Meski mata memiliki mekanisme perlindungan alami seperti air mata dan bulu mata, partikel asing tetap bisa masuk akibat paparan lingkungan, aktivitas sehari-hari, atau kecelakaan. Ketika hal ini terjadi, Anda mungkin merasakan ujung mata sakit saat berkedip, karena benda tersebut bergesekan dengan permukaan mata.
Beberapa gejala yang biasanya muncul antara lain:
- Rasa perih, terbakar, atau tidak nyaman.
- Sensasi seperti ada benda yang mengganjal di mata.
- Mata merah dan berair.
- Penglihatan kabur.
- Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
Untuk partikel kecil, Anda bisa mencoba membilas mata dengan air bersih atau larutan khusus untuk membantu mengeluarkannya. Namun, jika benda tidak kunjung keluar, terasa semakin sakit, atau ukurannya cukup besar, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Baca juga: Cara Mengatasi Mata Kelilipan: Pertolongan Pertama, dan Pencegahannya
Kapan Perlu ke Dokter?
Meskipun keluhan di ujung mata sering kali bersifat ringan, ada kondisi tertentu yang tidak boleh diabaikan. Jika gejala tidak membaik setelah beberapa hari perawatan mandiri atau justru semakin parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Anda dianjurkan untuk mencari pertolongan medis apabila mengalami:
- Nyeri yang cukup berat hingga mengganggu penglihatan.
- Keluhan muncul setelah cedera, termasuk kemasukan benda asing atau zat kimia.
- Perubahan penglihatan, seperti buram atau bahkan penurunan kemampuan melihat.
- Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya.
- Keluar cairan tidak normal, seperti nanah atau darah.
- Pembengkakan signifikan di area mata atau sekitarnya.
- Sulit membuka atau menggerakkan mata.
- Tanda infeksi, seperti demam.
Pemeriksaan lebih lanjut penting dilakukan untuk memastikan penyebabnya dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk menjaga kesehatan dan fungsi penglihatan tetap optimal.
Untuk memastikan penyebab keluhan, Anda dapat berkonsultasi menggunakan layanan Infeksi Okular dan Imunologi di JEC Eye Hospitals and Clinics. Dengan pendekatan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kenyamanan penglihatan pun dapat kembali terjaga.
Baca juga: Cara Mengobati Sakit Mata dengan Cepat: Pertolongan Pertama


ENG