Penyumbatan Saluran Air Mata, Ini Gejala dan Pengobatannya!

Oleh Tim Medis JEC

  28 Jan 2026

  199 Views

Share
Penyumbatan saluran air mata

Mata berair terus-menerus, tampak merah, atau terasa tidak nyaman kerap disalahartikan sebagai iritasi biasa, padahal bisa menandakan adanya gangguan pada saluran air mata. Salah satu kondisi yang kerap luput dikenali adalah penyumbatan saluran air mata, yang dapat terjadi pada berbagai kelompok usia dengan beragam pemicu.

 

Mengetahui penyebab beserta gejalanya adalah salah satu langkah penting untuk membantu mengenali kondisi ini sejak dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Untuk itu, simak artikel berikut ini hingga tuntas.

Apa Itu Penyumbatan Saluran Air Mata?

Penyumbatan saluran air mata adalah kondisi ketika aliran air mata dari mata tidak dapat mengalir dengan baik. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah nasolacrimal duct obstruction.

 

Sistem air mata dapat dianalogikan seperti talang dan pipa pembuangan air pada rumah. Talang berfungsi mengalirkan air penuju pipa pembuangan, Namun, jika pipa tersebut tersumbat, air akan tertahan dan meluap kembali keluar. 

 

Begitu pun dengan mata. Hambatan pada saluran air mata dapat memperlambat atau menghentikan aliran air mata sehingga cairan tersebut menumpuk di dalam sistem saluran air mata dan kembali ke permukaan mata yang terdampak.

Penyebab Penyumbatan Saluran Air Mata

Penyumbatan pada saluran air mata dapat terjadi pada siapa saja, baik sejak lahir maupun saat dewasa. Berikut adalah beberapa pemicunya:

a. Penyumbatan Saluran Air Mata Bawaan

Penyumbatan saluran air mata pada bayi sering kali terjadi karena adanya selaput yang belum terbuka di bagian akhir saluran air mata. Penumpukan air mata yang terjadi secara bertahap dapat membuat saluran melebar dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi pada sistem air mata.

 

Menurut studi dari National Library of Medicine (2023), kondisi ini tergolong cukup umum karena diperkirakan terdapat sekitar 6–20% bayi baru lahir menunjukkan gejala penyumbatan saluran air mata, seperti mata berair berlebihan dan keluarnya cairan. Gejala tersebut biasanya mulai tampak dalam beberapa minggu pertama setelah lahir, seiring meningkatnya produksi air mata pada bayi.

b. Penyebab Lainnya

Penyumbatan saluran air mata juga dapat dipicu oleh berbagai kondisi lain. Gangguan ini sering terjadi pada bagian atas sistem saluran air mata, atau pada struktur di sekitarnya yang terhubung langsung dengan saluran tersebut. 

 

Beberapa faktor yang dapat berperan antara lain:

 

  • Infeksi: Infeksi kronis pada mata atau area sekitarnya dapat memicu pembentukan jaringan parut. Dalam beberapa kasus, jaringan parut ini dapat menyebabkan penyempitan dan akhirnya menimbulkan penyumbatan.
  • Cedera: Cedera pada wajah, mata, atau hidung dapat menyebabkan pembengkakan serta perubahan jaringan di sekitar sistem air mata, yang berpotensi mengganggu aliran air mata.
  • Saluran air mata yang sempit (dakriostenosis): Saluran air mata bisa saja sudah sempit sejak lahir atau menyempit seiring waktu sehingga meningkatkan risiko penyumbatan.
  • Proses penuaan: Perubahan alami akibat bertambahnya usia dapat menyebabkan penyempitan saluran air mata dan jaringan di sekitarnya.
  • Tumor atau pertumbuhan jaringan: Faktor ini termasuk pertumbuhan jinak maupun ganas (meski jarang terjadi). Selain itu, mukokel (kantung kecil berisi lendir yang dapat terbentuk di sinus sekitar hidung) juga dapat menekan atau menyumbat saluran air mata.
  • Batu air mata (dakriolit): Endapan yang terbentuk dari cairan air mata yang mengeras. Jika ukurannya cukup besar, batu ini dapat menghambat keluarnya air mata.  

Faktor Risiko Penyumbatan Saluran Air Mata

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pada saluran air mata, antara lain:

 

  • Usia: Risiko penyumbatan saluran air mata cenderung meningkat pada usia lanjut akibat perubahan alami yang terjadi seiring bertambahnya usia.
  • Peradangan mata yang berlangsung lama: Iritasi, kemerahan, dan peradangan mata yang terjadi terus-menerus dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyumbatan.
  • Glaukoma: Penggunaan obat tetes mata untuk glaukoma dengan kandungan tertentu dapat menyebabkan inflamasi kronis pada puncta dan kanalikuli. Obat ini diaplikasikan langsung ke permukaan mata, dan dapat meningkatkan risiko penyumbatan saluran air mata.
  • Riwayat pengobatan kanker: Terapi kanker sebelumnya, seperti kemoterapi atau radioterapi, terutama yang diarahkan ke area wajah atau kepala, dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan saluran air mata.

Gejala Penyumbatan Saluran Air Mata

Saluran air mata yang tersumbat dapat menimbulkan sejumlah gejala, antara lain:

 

  • Mata berair berlebihan (epifora).
  • Mata merah.
  • Infeksi atau iritasi mata yang terjadi berulang, sering disebut sebagai konjungtivitis.
  • Pembengkakan yang terasa nyeri di dekat sudut dalam mata.
  • Kelopak mata berkerak.
  • Keluarnya lendir atau nanah dari kelopak maupun permukaan mata.
  • Penglihatan menjadi kabur.

Baca juga: Kotoran Mata Terus Keluar? Ini Penyebab dan Solusi Pengobatannya

Diagnosis Penyumbatan Saluran Air Mata

Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya akan mulai dengan anamnesis, yaitu wawancara medis untuk menanyakan keluhan yang dialami. Setelah itu, pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengamati atau meraba area sekitar mata dan saluran air mata. 

 

Pada bayi, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan serupa atau menjalankan tes tertentu untuk memastikan adanya penyumbatan.

 

Salah satu pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan adalah dye disappearance test. Pada tes ini, dokter meneteskan cairan khusus bernama fluorescein ke mata, yang akan tampak menyala di bawah cahaya biru. 

 

Setelah sekitar lima menit, mata akan diperiksa menggunakan cahaya khusus untuk melihat apakah masih ada pewarna yang tersisa. Jika pewarna tidak menghilang, hal tersebut dapat mengindikasikan adanya penyumbatan saluran air mata, baik sebagian maupun total.

 

Selain itu, pemeriksaan lain juga dapat dipertimbangkan, terutama bila dokter mencurigai bahwa penyumbatan saluran air mata berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti kelainan struktural atau tumor. 

 

Jenis pemeriksaan yang dianjurkan akan disesuaikan dengan gejala, situasi, dan kemungkinan penyebab yang mendasari. Salah satu jenis pemeriksaannya yaitu dacryocystography, dan CT scan maupun MRI.

Komplikasi Penyumbatan Saluran Air Mata

Saat air mata tidak dapat mengalir dengan baik, cairan tersebut akan tertahan dan menggenang di dalam saluran. Keadaan ini memudahkan bakteri, virus, dan jamur berkembang sehingga mata lebih rentan mengalami infeksi dan peradangan berulang.

 

Penyumbatan saluran air mata dapat menyebabkan infeksi atau peradangan pada berbagai bagian sistem air mata, termasuk konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi permukaan mata.

Cara Mengatasi Saluran Air Mata Tersumbat

a. Pengobatan pada Bayi

Sebagian besar bayi dengan saluran air mata tersumbat akan membaik sebelum usia 1 tahun tanpa tindakan medis khusus. Selama masa ini, perawatan yang dapat dilakukan meliputi:

 

  • Membersihkan mata secara rutin menggunakan kain bersih yang dibasahi air atau kapas untuk menghilangkan air mata dan kotoran lengket.
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan mata guna mencegah infeksi.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat mengajarkan teknik pijat pada area sekitar mata. Pijatan ini bertujuan membantu membuka saluran air mata yang tersumbat sehingga aliran air mata menjadi lebih lancar.

 

Apabila penyumbatan masih berlanjut setelah usia 1 tahun, dokter spesialis mata mungkin akan merekomendasikan tindakan medis untuk membuka saluran air mata, seperti tindakan operasi probing yang dilakukan dengan pembiusan lokal maupun total tergantung pada kondisi pasien. 

 

Baca juga: Mata Bengkak pada Anak: Penyebab, Tingkat Keparahan, dan Cara Mengobatinya

b. Pengobatan pada Orang Dewasa

Pada orang dewasa, penanganan saluran air mata tersumbat bergantung pada lokasi dan penyebab yang mendasarinya. Beberapa kemungkinan penanganan meliputi:

 

  • Operasi saluran air mata tersumbat agar air mata dapat mengalir dengan baik.
  • Pemasangan saluran buatan, yang berfungsi membantu pengaliran air mata secara normal.

Jika penyumbatan disertai infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi tersebut.

Cara Mencegah Penyumbatan Saluran Air Mata

Infeksi mata merupakan salah satu penyebab umum penyumbatan saluran air mata pada orang dewasa. Untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi mata, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

 

  • Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air hangat.
  • Menghindari kebiasaan mengucek mata.
  • Tidak berbagi penggunaan kosmetik mata dengan orang lain.
  • Bagi pengguna lensa kontak, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mata mengenai cara penggunaan, penyimpanan, dan pembersihan lensa kontak yang benar.

Demikian penjelasan mengenai penyumbatan saluran air mata, mulai dari definisi, penyebab, gejala, hingga pengobatan sekaligus pencegahannya. Pemahaman yang baik dapat membantu mencegah keterlambatan penanganan dan risiko komplikasi.

 

Apabila keluhan mata tidak membaik atau disertai tanda infeksi, layanan Infeksi dan Imunologi di JEC Eye Hospitals and Clinics dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperoleh evaluasi dan penanganan yang sesuai, dengan dukungan dokter mata berpengalaman dan fasilitas yang memadai. 

 

Pemeriksaan yang tepat dapat membantu menentukan penyebab keluhan serta langkah perawatan yang paling sesuai. Dengan demikian, kesehatan mata dapat dipantau dan dirawat secara optimal.

 

Baca juga: Cara Mengobati Mata Bayi Belekan dan Berair dengan Aman

icon-doctor