Ketahui Penyebab Tekanan Bola Mata Tinggi dan Pengobatannya!

Oleh Tim Medis JEC

  30 Jan 2026

  1,747 Views

Share
Tekanan bola mata tinggi

Tekanan bola mata tinggi sering kali tidak menimbulkan keluhan yang jelas sehingga banyak orang tidak menyadari kondisinya sejak awal. Padahal, peningkatan tekanan di dalam mata dapat memengaruhi kesehatan saraf penglihatan jika berlangsung dalam jangka waktu tertentu.

 

Salah satu kondisi yang erat kaitannya dengan tekanan bola mata tinggi adalah glaukoma. Meski tidak semua kasus berujung pada glaukoma, tekanan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risikonya. Untuk memahami kondisi ini lebih lanjut, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Tekanan Bola Mata Tinggi?

Tekanan bola mata tinggi, atau ocular hypertension, adalah kondisi ketika tekanan di dalam mata (tekanan intraokular) berada di atas batas normal. Tekanan bola mata yang tinggi dapat terjadi pada kedua mata (bilateral) maupun hanya pada satu mata (unilateral). Kondisi ini umumnya terjadi akibat gangguan pada aliran keluar cairan mata. 

 

Mata secara alami terus memproduksi cairan bening yang disebut aqueous humor, yang berfungsi menjaga bentuk dan kesehatan mata. Cairan tersebut seharusnya mengalir dan keluar dengan seimbang. Namun, jika proses pengeluarannya terhambat, cairan akan menumpuk dan menyebabkan tekanan di dalam mata meningkat.

 

Sebagai pembanding, tekanan bola mata normal berkisar antara 11–21 mmHg. Seseorang dapat dikatakan mengalami tekanan bola mata tinggi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan di atas 21 mmHg pada satu atau kedua mata, dan kondisi tersebut ditemukan pada lebih dari satu kali pemeriksaan. 

Hubungan Tekanan Bola Mata Tinggi dengan Glaukoma

Tekanan bola mata yang tinggi dalam waktu lama menjadi faktor risiko paling signifikan dalam perkembangan glaukoma. Risiko ini akan meningkat seiring dengan semakin tingginya tekanan di dalam mata.

 

Sebuah studi dalam jurnal Progress in Retinal and Eye Research (2024) menunjukkan bahwa tidak hanya tekanan intraokular yang tinggi, tetapi juga fluktuasi tekanan intraokular dari waktu ke waktu turut berperan dalam kerusakan saraf optik dan perkembangan glaukoma.

 

Meski tekanan bola mata tinggi memiliki risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi glaukoma, tetapi tidak semua penderita tekanan bola mata tinggi akan otomatis terkena glaukoma. 

 

Oleh karena itu, pemantauan rutin oleh dokter mata dan pengendalian tekanan bola mata secara konsisten menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko kerusakan saraf optik dan memperlambat kemungkinan perkembangan glaukoma.

Penyebab Tekanan Bola Mata Tinggi

Tekanan bola mata tinggi dapat terjadi ketika mata memproduksi terlalu banyak cairan atau saat aliran keluar cairan tersebut mengalami gangguan. Normalnya, cairan mata mengalir melalui sudut bilik mata depan, yaitu area kecil di bagian depan mata yang berada di antara iris dan kornea.

 

Apabila area ini tersumbat atau tidak bekerja sebagaimana mestinya, cairan akan menumpuk dan menyebabkan peningkatan tekanan bola di dalam mata. Adapun faktor yang dapat menyebabkan penumpukan cairan ini meliputi:

 

  • Sudut bilik mata yang tertutup.
  • Aliran yang tidak efektif meski sudut terbuka.
  • Endapan pigmen atau protein.
  • Tumor mata.
  • Dampak cedera mata.
  • Pseudoexfoliation syndrome. 
  • Pigment dispersion syndrome.
  • Uveitis.
  • Katarak berukuran besar.
  • Rabun jauh atau rabun dekat yang sangat parah.
  • Efek obat-obatan tertentu.

Faktor Risiko Tekanan Bola Mata Tinggi

Meskipun semua orang berpotensi mengalami tekanan mata tinggi, kelompok berikut umumnya memiliki risiko lebih besar:

 

  • Orang dengan keturunan Afrika-Karibia atau kelompok etnis tertentu yang memiliki risiko lebih besar.
  • Orang berusia di atas 40 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan tekanan bola mata tinggi atau glaukoma.
  • Penderita tekanan darah tinggi dan/atau diabetes.
  • Orang yang mengalami stres kronis.

Baca juga: Retinopati Diabetik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Gejala Tekanan Bola Mata Tinggi

Belum diketahui secara jelas ciri tekanan bola mata tinggi karena kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan agar dokter dapat mendeteksi peningkatan tekanan di dalam mata lebih awal.

Diagnosis Tekanan Bola Mata Tinggi

Dokter mata akan memulai pemeriksaan dengan anamnesis, yaitu wawancara medis untuk menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, dan faktor risiko yang mungkin terkait dengan tekanan bola mata tinggi. 

 

Setelah itu, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh. Jika dicurigai adanya tekanan bola mata tinggi, beberapa tes berikut mungkin dilakukan:

 

  • Tes lapang pandang (visual field test): Mengevaluasi area penglihatan.
  • Tonometry: Mengecek tekanan bola mata.
  • Gonioskopi: Memeriksa apakah sistem pembuangan cairan mata (sudut bilik mata depan) bekerja dengan baik, menggunakan lensa khusus dan mikroskop tipe slit lamp.
  • Pachymetry: Mengukur ketebalan kornea.
  • Optical coherence tomography (OCT): Memeriksa kesehatan jaringan saraf optik.

Pengobatan Tekanan Bola Mata Tinggi

Pengobatan tekanan bola mata tinggi umumnya tidak langsung diperlukan karena kondisi ini belum menimbulkan kerusakan saraf optik (glaukoma). 

 

Namun, dalam beberapa kasus, dokter mungkin menilai risiko kerusakan saraf optik cukup tinggi, misalnya jika tekanan mata sangat tinggi (tekanan intraokular di atas 30 mmHg) atau ada faktor risiko lain, maka pengobatan bisa dimulai lebih awal untuk mencegah glaukoma.

 

Pengobatan awal biasanya berupa obat tetes mata yang sama dengan yang digunakan pada glaukoma untuk menurunkan tekanan bola mata. Jika obat tetes tidak cukup efektif, dokter mata dapat merekomendasikan prosedur medis lain, termasuk operasi laser glaukoma, untuk menurunkan tekanan mata.

 

Baca juga: Apakah Glaukoma Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Medisnya

 

Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup juga sangat berperan dalam mengelola tekanan bola mata tinggi. Langkah-langkah yang dianjurkan antara lain:

 

  • Menjaga kondisi kesehatan lain tetap terkontrol, seperti diabetes dan hipertensi.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya sayuran hijau dan nutrisi penting (vitamin C, E, B3, omega-3).
  • Rutin melakukan olahraga kardiovaskular ringan.
  • Menjaga hidrasi.
  • Berhenti merokok.
  • Tidur dengan kepala sedikit terangkat.
  • Mengatur waktu istirahat dari membaca atau penggunaan layar digital.
  • Menghindari pakaian atau aksesori yang terlalu ketat di leher karena bisa meningkatkan tekanan bola mata.

Itulah penjelasan mengenai tekanan bola mata tinggi, mulai dari definisi, penyebab, hingga langkah pengobatannya. Tekanan bola mata tinggi memang tidak dapat disembuhkan seluruhnya, tetapi dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat dan memantau kondisi ini secara berkala untuk mencegah risiko perkembangan glaukoma dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

 

Apabila Anda khawatir mengenai tekanan bola mata atau ingin memastikan kondisi mata tetap sehat, layanan Glaukoma di JEC Eye Hospitals and Clinics dapat menjadi tempat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pemantauan rutin. 

 

Dengan penanganan yang tepat sejak dini, dokter dapat membantu menjaga kesehatan mata Anda dan mengurangi risiko perkembangan glaukoma.

 

Baca juga: Glaukoma Sudut Terbuka - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

icon-doctor