Mohon Tunggu ..

Saraf Mata Lemah (Neuropati Optik): Penyebab & Penanganannya

Ditinjau oleh Dr. Valenchia, SpM, ChM
Oleh Tim Medis JEC

  24 Jul 2026

  563 Views

Share
Saraf mata lemah

Bagi masyarakat awam, istilah saraf mata lemah mungkin mengarah pada gangguan penglihatan akibat gangguan pada saraf optik. Gangguan pada saraf mata atau saraf optik ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi fungsi saraf tersebut.

 

Dalam dunia medis, kondisi tersebut bisa merujuk pada neuropati optik, yaitu kerusakan atau penyakit yang menyerang saraf optik sehingga dapat mengganggu penglihatan. Lantas, apa sebenarnya faktor penyebab di balik kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Saraf Mata Lemah?

Saraf mata lemah merupakan istilah awam yang digunakan untuk menggambarkan kondisi saraf optik yang mengalami gangguan atau kerusakan. Kondisi ini dapat merujuk pada neuropati optik yang disebabkan oleh berbagai faktor.

 

Neuropati optik adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan atau penyakit yang menyerang saraf optik, yakni saraf yang membawa sinyal visual dari mata ke otak. Ketika saraf optik mengalami kerusakan, proses transmisi sinyal visual dapat terganggu sehingga memicu gangguan penglihatan.

Apa Penyebab Neuropati Optik?

Neuropati optik dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iskemia (kurangnya aliran darah ke saraf optik), peradangan, hingga faktor turunan. Berikut adalah beberapa jenis neuropati optik yang dibedakan berdasarkan penyebabnya.

1. Ischemic Optic Neuropathy

Ischemic optic neuropathy merujuk pada beberapa kondisi gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke saraf optik. Kurangnya aliran darah ini kemudian mengakibatkan bagian dari saraf optik yang terdampak mengalami kerusakan dan akhirnya mati.

2. Inflammatory Optic Neuropathy

Inflammatory optic neuropathy adalah sekelompok gangguan pada sistem saraf optik yang disebabkan oleh peradangan. Ketika terjadi peradangan, sistem imun tubuh menyerang selubung pelindung saraf (mielin) atau serat sarafnya sendiri (akson) sehingga mengganggu penghantaran sinyal visual ke otak.

 

Baca juga: Neuritis Optik - Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya!

3. Papiledema

Papiledema merupakan pembengkakan saraf optik yang dipicu oleh meningkatnya tekanan intrakranial (tekanan di dalam rongga kepala). Tekanan ini memicu pembengkakan (edema) pada diskus optik. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada serat saraf optik, gangguan lapang pandang, hingga kebutaan.

4. Compressive Optic Neuropathy

Compressive optic neuropathy adalah kondisi ketika saraf optik tertekan oleh struktur jaringan di sekitarnya. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tumor, penyakit tiroid, kelainan pembuluh darah, hingga trauma atau cedera.

5. Nutritional Optic Neuropathy

Nutritional optic neuropathy adalah kerusakan saraf optik yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi tertentu, terutama vitamin B kompleks dan tembaga. Kondisi ini termasuk dalam kelompok neuropati metabolik dan biasanya ditandai dengan penurunan fungsi penglihatan secara bertahap pada kedua mata.

6. Toxic Optic Neuropathy

Toxic optic neuropathy adalah kondisi kerusakan pada saraf optik yang disebabkan oleh paparan zat beracun tertentu, seperti alkohol, obat-obatan, atau logam berat. Paparan zat-zat ini dapat merusak sel saraf optik yang menyebabkan gangguan penglihatan permanen apabila penanganannya terlambat.

7. Hereditary Optic Neuropathies

Hereditary optic neuropathies adalah kelompok penyakit genetik yang ditandai dengan gangguan atau kerusakan pada saraf optik yang memicu penurunan hingga kehilangan penglihatan pada kedua mata. Terdapat dua jenis utama neuropati optik turunan, yaitu neuropati optik Leber dan neuropati optik dominan.

Bagaimana Gejala Neuropati Optik?

Gejala neuropati optik dapat terjadi secara mendadak atau berkembang secara bertahap. Berikut adalah beberapa gejala umumnya:

  • Penurunan ketajaman penglihatan: Pandangan menjadi kabur, berbayang, atau buram pada satu atau kedua mata.
  • Gangguan melihat warna: Kesulitan melihat dan membedakan warna, di mana warna terlihat redup atau pucat.
  • Penyempitan lapang pandang: Kehilangan sebagian area penglihatan (misalnya hilangnya penglihatan tepi/samping atau adanya titik buta di tengah).
  • Relative Afferent Pupillary Defect (RAPD): Respons pupil terhadap cahaya menjadi abnormal saat diperiksa.
  • Nyeri mata: Beberapa jenis neuropati optik memicu rasa nyeri saat menggerakkan bola mata.

Baca juga: Kenapa Bola Mata Sakit? Pahami Kemungkinan Penyebabnya

Langkah Diagnosis Neuropati Optik

Penanganan dan penilaian oleh dokter mata atau ahli neuro-oftalmologi biasanya melibatkan:

  • Anamnesis dan pemeriksaan fisik: Evaluasi riwayat medis, tes ketajaman visual, tes warna, dan refleks pupil.
  • Pemeriksaan lapang pandang: Menilai area dan jangkauan penglihatan.
  • Pencitraan (neuroimaging): MRI atau CT scan area orbita (mata) dan otak untuk mengidentifikasi adanya penekanan, tumor, atau peradangan. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan Optical Coherence Tomography (OCT) untuk menilai ketebalan serat saraf retina dan kerusakan saraf optik.
  • Pemeriksaan tambahan: Tes darah, tes cairan otak, atau tes genetik sesuai kecurigaan penyebabnya.

Cara Menyembuhkan Saraf Mata Lemah

Perlu diketahui bahwa saraf optik yang telah rusak tidak dapat sepenuhnya disembuhkan, terutama jika terlambat mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, dokter dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut dan memperlambat perkembangan penyakit dengan berbagai metode pengobatan.

 

Penanganan saraf mata lemah atau neuropati optik biasanya disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, jika neuropati optik disebabkan oleh tumor, mungkin diperlukan operasi atau terapi khusus untuk mengurangi tekanan intrakranial maupun menghilangkan tumor.

 

Di sisi lain, jika penyebab neuropati optik adalah kekurangan nutrisi, seperti kekurangan vitamin B12, maka dokter dapat meresepkan suplemen vitamin B12 sebagai bagian dari pengobatan. Obat saraf mata lemah atau neuropati optik ini akan disesuaikan dengan kondisi spesifik pasien.

 

Demikian penjelasan mengenai saraf mata lemah. Dalam dunia medis, kondisi ini dapat merujuk pada neuropati optik. Namun, penting untuk diingat bahwa diagnosis harus dilakukan oleh dokter spesialis mata.

 

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada gangguan saraf mata, segera konsultasikan dengan dokter. Salah satu rumah sakit mata tepercaya yang dapat Anda pertimbangkan adalah JEC Eye Hospitals and Clinics.

 

JEC menyediakan layanan Neuro-Oftalmologi yang secara khusus menangani berbagai masalah saraf mata. Melalui pemeriksaan yang komprehensif dan penanganan yang tepat, dokter dapat membantu Anda memperbaiki kondisi saraf mata sebelum gejala semakin parah. Dengan begitu, penglihatan dapat dipertahankan dan kualitas hidup pasien meningkat.

 

Baca juga: Ciri-Ciri Tumor Mata: Penyebab dan Cara Mengobatinya

icon-doctor