Gangguan Lapang Pandang: Penyebab, Jenis, dan Gejalanya

Oleh Tim Medis JEC

  26 Jan 2026

  134 Views

Share
gangguan lapang pandang

Gangguan lapang pandang adalah salah satu di mana sebagian area penglihatan hilang atau menyempit. Kondisi ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba, tergantung penyebabnya, mulai dari gangguan pada mata, saraf optik, hingga area otak yang mengatur penglihatan.

Tanpa penanganan yang tepat, gangguan lapang pandang dapat berdampak besar pada kualitas penglihatan. Oleh karena itu, penting bagi Anda memahami jenis, gejala, penyebab, serta langkah penanganannya. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Gangguan Lapang Pandang?

Gangguan lapang pandang adalah kondisi ketika seseorang mengalami penurunan atau kehilangan sebagian area penglihatan normal, baik di bagian samping, tengah, atas, maupun bawah. Akibatnya, mata tidak dapat menangkap seluruh objek di sekeliling secara normal.

Kondisi ini dapat terjadi pada satu mata atau kedua mata, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga pemeriksaan medis sejak dini sangat penting dilakukan.

Jenis-Jenis Gangguan Lapang Pandang

Gangguan lapang pandang terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan pola kehilangan penglihatan yang terjadi. Setiap jenis memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda, sehingga penting untuk mengenalinya sejak dini. Berikut penjelasannya:

  • Sentral/Perifer: Jenis gangguan ini ditandai dengan penyempitan lapang pandang akibat gangguan pada saraf pusat (sentral) atau saraf tepi (perifer).
  • Hemianopia: Jenis gangguan lapang pandang ini ditandai dengan hilangnya setengah bagian area penglihatan, baik di sisi kanan maupun kiri. Kondisi ini dapat terjadi pada satu mata atau memengaruhi kedua mata secara bersamaan.
  • Skotoma: Kondisi ini ditandai dengan munculnya area gelap atau titik buta pada lapang pandang yang dapat mengganggu penglihatan, baik sementara maupun menetap.

Penyebab Gangguan Lapang Pandang

Gangguan lapang pandang dapat terjadi akibat berbagai kondisi yang memengaruhi mata, saraf optik, maupun otak. Berikut beberapa penyebab gangguan lapang pandang yang paling umum:

  • Glaukoma.
  • Stroke.
  • Gangguan saraf optik.
  • Tumor mata.
  • Infeksi mata.
  • Degenerasi makula.
  • Penyakit autoimun.
  • Penyakit metabolik.
  • Gangguan pembuluh darah mata.
  • Diabetes.
  • Aneurisma. 
  • Tekanan darah tinggi.
  • Arteritis temporal.
  • Gangguan kelenjar pituitari.

Baca juga: Fungsi Lensa Mata: Peran Penting, Gangguan, dan Cara Menjaganya

Faktor Risiko Gangguan Lapang Pandang

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan lapang pandang. Faktor risiko tersebut meliputi:

  • Usia lanjut, umumnya risiko meningkat pada penderita dengan usia 55-80 tahun.
  • Penyakit kronis, seperti gangguan jantung, diabetes, dan juga hipertensi.
  • Riwayat glaukoma atau tekanan bola mata tinggi.
  • Riwayat stroke atau penyakit pembuluh darah.
  • Riwayat keluarga dengan gangguan penglihatan.

Gejala Gangguan Lapang Pandang

Gejala gangguan lapang pandang dapat berbeda pada setiap orang, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Namun, ada beberapa tanda umum yang sering muncul dan perlu diwaspadai sejak dini, antara lain:

  • Kesulitan mengemudi.
  • Pandangan kabur pada area tertentu.
  • Sulit melihat objek di sisi kanan atau kiri.
  • Sebagian area pandangan tampak gelap.
  • Sering menabrak atau tersandung benda saat berjalan.

Diagnosis Gangguan Lapang Pandang

Untuk menegakkan diagnosis gangguan lapang pandang, dokter akan menggali informasi terkait keluhan yang dirasakan, gejala yang muncul, serta riwayat penyakit sebelumnya.

Setelah itu, pemeriksaan fisik dan serangkaian tes penunjang akan dilakukan guna memastikan penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan mata secara detail dan menyeluruh.
  • Pemeriksaan saraf mata.
  • Pemeriksaan otak.

Selain pemeriksaan di atas, dokter juga akan tes konfrontasi untuk menilai lapang pandang seseorang.  Dokter akan meminta pasien melihat lurus ke depan, lalu menunjukkan objek dari sisi kiri, kanan, atas, dan bawah untuk melihat sejauh mana pasien dapat mendeteksi objek tersebut. Dari tes ini, dokter dapat mengetahui hasil tes lapang pandang dan melihat apakah terdapat penyempitan atau titik buta pada area penglihatan pasien. 

Hasil tes tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai normal lapang pandang mata, yaitu sekitar 60° ke arah hidung (nasal), 100° ke sisi luar telinga (temporal), 60° ke atas (superior), dan 70° ke bawah (inferior) dari titik fiksasi. Perbandingan ini menentukan apakah penglihatan pasien masih dalam batas wajar atau memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Adapun pemeriksaan penunjang lainnya, yaitu:

  • Perimetri otomatis (Humphrey Field Analyzer/HFA): Standar baku untuk mendeteksi pola dan kuantifikasi visual field loss.
  • OCT (Optical Coherence Tomography): Memberi gambaran kerusakan RNFL dan ganglion cell layer yang berhubungan dengan gangguan lapang pandang.

Komplikasi Gangguan Lapang Pandang

Gangguan lapang pandang dapat menimbulkan komplikasi baik pada mata maupun bagian tubuh lainnya karena kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Misalnya, pasien berisiko mengalami cedera saat mengemudi atau mudah terjatuh saat berjalan. Cedera ini bisa ringan, seperti memar atau cedera otot dan tulang, hingga berat, seperti cedera kepala yang berpotensi mengancam nyawa.

Sementara itu, komplikasi pada mata yang paling serius adalah kebutaan permanen jika gangguan lapang pandang tidak ditangani dengan tepat.

Baca juga: Apa Itu Skotoma? Kenali Gejala hingga Pengobatannya!

Pengobatan Gangguan Lapang Pandang

Pengobatan gangguan lapang pandang sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Misalnya, jika gangguan ini disebabkan oleh glaukoma, terapi akan difokuskan untuk menurunkan tekanan tersebut agar kerusakan penglihatan tidak bertambah.

Pada kasus tumor mata, dokter mungkin menyarankan tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor. Sementara pada gangguan yang disebabkan stroke, obat-obatan diberikan untuk mengontrol kondisi dan meminimalkan kerusakan saraf penglihatan.

Untuk penyakit degeneratif retina, seperti degenerasi makula atau retinopati diabetik, terapi laser dapat dilakukan untuk memperlambat kerusakan. Namun, kerusakan yang sudah terjadi pada retina sering kali tidak bisa pulih sepenuhnya.

Demikian penjelasan mengenai gangguan lapang pandang, mulai dari jenis, penyebab, gejala, hingga pengobatannya. Mengetahui informasi ini sejak dini penting agar Anda bisa mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.

Untuk menjaga kesehatan penglihatan dan mendeteksi gangguan lapang pandang sedini mungkin, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di JEC Eye Hospitals and Clinics.

Melalui layanan Low Vision, JEC menyediakan pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi berbagai gangguan penglihatan kronis yang sudah tidak bisa diobati dengan prosedur medis maupun dikoreksi dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak. Dengan teknologi canggih dan tenaga medis berpengalaman, JEC siap memberikan solusi terbaik untuk menjaga kualitas penglihatan Anda.

Baca juga: 7 Macam Gangguan Penglihatan yang Perlu Anda Waspadai 

icon-doctor