Kenapa Bola Mata Sakit? Pahami Kemungkinan Penyebabnya

Ditinjau oleh Dr. Damara Andalia, SpM
Oleh Tim Medis JEC

  30 Apr 2026

  20 Views

Share
Bola mata sakit

Munculnya rasa sakit dalam bola mata sering kali memicu kekhawatiran, mengingat kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan serius pada mata. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab bola mata sakit sehingga Anda dapat mengenali gejala yang ditimbulkan dan bagaimana penanganannya.

 

Artikel ini akan mengulas beberapa penyebab bola mata sakit beserta masing-masing penanganannya sehingga Anda dapat lebih waspada dan mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis. Simak penjelasannya di bawah ini.

Kenapa Bola Mata Sakit?

Penyebab bola mata sakit bisa bersifat ringan atau berat, mulai dari kelelahan mata hingga uveitis yang memerlukan perawatan segera. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.

1. Mata Lelah

Saat mata lelah (misalnya karena terlalu lama menatap layar, membaca, kurang berkedip, atau pencahayaan buruk), otot-otot di sekitar mata dan mekanisme fokus (akomodasi) bekerja secara terus-menerus. Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Rasa pegal atau tegang di sekitar bola mata.
  • Sensasi nyeri di belakang bola mata.
  • Rasa berat di kelopak mata.
  • Sensasi tertekan pada bola mata.
  • Sakit kepala, terutama di dahi atau sekitar alis.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine (2022), mata lelah juga dikaitkan dengan gejala mata kering, seperti rasa perih, panas, berpasir, nyeri, dan sensasi ada benda asing, misalnya selama bekerja di depan layar.

 

Biasanya, mata akan membaik setelah penderita beristirahat. Namun, Anda juga bisa menerapkan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit menatap layar atau membaca, melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

2. Masuknya Benda Asing

Masuknya benda asing ke dalam mata merupakan salah satu kejadian cedera mata yang sering terjadi. Fenomena ini dapat menimbulkan berbagai gejala, tergantung lokasi, ukuran, dan jenis benda asing tersebut.

 

Jika benda asing menempel di permukaan atau bahkan tertanam lebih dalam di kornea, maka dapat memicu gejala berikut:

  • Nyeri pada bola mata.
  • Mata berair.
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Mata buram.

Apabila telah menimbulkan gejala tersebut, penderita perlu segera mencari penanganan medis untuk menghindari komplikasi, seperti infeksi atau munculnya jaringan parut pada kornea. 

3. Migrain

Nyeri di sekitar atau di belakang bola mata merupakan gejala umum migrain. Kondisi ini dapat terjadi karena sesuatu memicu saraf trigeminal, yakni saraf di belakang bola mata yang membawa informasi sensori, seperti rasa sakit, sentuhan, dan suhu pada area wajah ke otak.

 

Saat serangan migrain terjadi, saraf trigeminal ini menjadi sangat sensitif dan aktif sehingga ia bisa mengirim sinyal nyeri ke otak yang dirasakan sebagai sakit di dalam, sekitar, atau belakang bola mata. Proses inilah yang mungkin menyebabkan bola mata sakit.

 

Jika demikian, Anda dapat mengatasinya dengan meminum obat pereda nyeri dan beristirahat yang cukup. Selain itu, Anda juga perlu menghindari pemicu migrain dengan cara tidur yang cukup, mengurangi stres, menjauhi makanan dan minuman tertentu, dan lain-lain.

 

Baca juga: Sakit Kepala Sebelah Kiri Sampai ke Mata: 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

4. Glaukoma

Glaukoma adalah kondisi ketika tekanan di dalam mata meningkat yang mengakibatkan penurunan penglihatan. Glaukoma sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain glaukoma sudut terbuka dan sudut tertutup.

 

Umumnya, glaukoma sudut terbuka menimbulkan gejala secara bertahap sampai terjadi kerusakan saraf optik yang cukup parah. Kondisi ini biasanya dapat terdeteksi jika tanda-tanda awal glaukoma ditemukan saat pemeriksaan mata rutin.

 

Di sisi lain, glaukoma sudut tertutup dapat terjadi secara tiba-tiba dan disertai gejala, seperti edema kornea, bola mata sakit, sakit kepala, hingga mual. Oleh karena itu, jika bola mata Anda mendadak terasa nyeri dan disertai sensasi seperti ada tekanan di dalamnya, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata.

5. Infeksi Sinus 

Infeksi sinus atau yang juga dikenal sebagai sinusitis adalah kondisi ketika bakteri atau virus masuk ke jaringan di belakang mata, hidung, dan pipi. Infeksi yang disebabkan oleh kondisi ini memicu sinus membengkak dan lendir menumpuk di hidung.

 

Oleh karena itu, penderita akan merasakan tekanan di bagian atas wajah, terutama area di belakang mata dan sekitar tulang pipi. Selain itu, penderita juga bisa merasakan gejala lain, seperti:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Tidak dapat mencium bau.
  • Hidung meler atau tersumbat.

Baca juga: Kenali 12 Penyebab Mata Perih dan Cara Mengatasinya

6. Neuritis Optik

Apakah bola mata sakit saat digerakkan? Jika iya, kemungkinan Anda mengalami neuritis optik, yakni peradangan pada saraf optik. Peradangan biasanya mengenai lapisan selaput pelindung yang membungkus saraf optik. Lapisan ini mengandung reseptor nyeri sehingga ketika radang mengiritasi bagian ini dapat memicu nyeri di dalam atau sekitar bola mata.

 

Neuritis optik bisa berhubungan dengan penyakit serius, seperti multiple sclerosis dan neuromyelitis optica. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika bola mata sakit disertai keluhan berikut:

  • Penglihatan mendadak buram di salah satu atau kedua mata.
  • Nyeri bertambah saat menggerakkan mata.
  • Sulit membedakan warna.
  • Anggota gerak melemah, kebas, atau sulit berjalan.
  • Pusing hebat.

7. Uveitis

Uveitis adalah peradangan pada mata yang bisa mengakibatkan penderita kehilangan penglihatan secara permanen jika dibiarkan. Beberapa gejala yang bisa ditimbulkan akibat uveitis ini adalah sebagai berikut:

  • Nyeri pada bola mata.
  • Mata merah.
  • Fotofobia.
  • Mata buram.
  • Muncul floaters.
  • Penglihatan menurun.

Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan obat-obatan untuk meredakan peradangan dan mengelola gejala lainnya. Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan prosedur bedah, seperti vitrektomi atau penanaman implan khusus untuk melepaskan kortikosteroid secara bertahap.

 

Demikian penjelasan mengenai penyebab bola mata sakit. Penanganannya bisa berbeda-beda tergantung penyebab yang mendasari. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata sehingga Anda memperoleh perawatan yang tepat sebelum kondisi menjadi semakin serius.

 

Untuk menemukan penyebabnya, Anda bisa melakukan Tes Mata di JEC Eye Hospitals and Clinics. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh melalui teknologi diagnostik yang canggih sehingga penyebab keluhan dapat diketahui secara akurat dan ditangani sesuai kebutuhan. Hal ini dapat meminimalkan risiko komplikasi sehingga kesehatan mata Anda tetap terjaga secara optimal.

 

Baca juga: Cara Mengobati Sakit Mata dengan Cepat: Pertolongan Pertama

icon-doctor