Kenali 12 Penyebab Mata Perih dan Cara Mengatasinya

Oleh Tim Medis JEC

  26 Jan 2026

  4 Views

Share
mata perih

Mata perih adalah keluhan yang sering dianggap sepele, padahal bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja di depan layar hingga berkendara. Sensasinya bisa berupa rasa panas, perih, seperti ada pasir di mata, atau terasa kering dan berair secara bersamaan.

 

Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak hal, seperti iritasi ringan, alergi, infeksi, hingga gangguan kesehatan tertentu. Karena penyebabnya beragam, cara mengatasinya pun tidak selalu sama.

 

Melalui artikel ini, Anda akan memahami apa saja penyebab mata perih, cara mengatasi mata perih di rumah dengan aman, serta tanda-tanda kapan kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

 

Apa Itu Mata Perih?

Mata perih merupakan rasa tidak nyaman atau nyeri ringan pada mata. Keluhan yang muncul bisa berupa mata terasa gatal, agak nyeri, berair, seperti ada pasir di dalam mata, serta bulu mata terasa lengket terutama saat bangun tidur.

 

Pada sebagian orang, kondisi ini juga disertai mata merah, meski ada juga kasus mata perih tapi tidak merah. Penyebabnya pun beragam, mulai dari infeksi bakteri atau virus hingga reaksi alergi tertentu.

 

Baca juga: Sakit Mata: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya dengan Tepat 

 

Penyebab Mata Perih

Mata perih bisa muncul karena hal yang ringan sampai kondisi yang lebih serius. Berikut penyebab yang sering terjadi:

 

1. Benda Asing di Mata

Debu, serbuk sari, atau bulu mata bisa masuk dan tersangkut di mata. Kondisi ini sering menimbulkan rasa perih, mata berair, dan kadang terlihat merah. Benda asing biasanya bisa dikeluarkan dengan membilas mata menggunakan air bersih hangat atau tetes mata buatan sambil membuka kelopak mata secara perlahan.

 

2. Sinusitis

Sinusitis adalah infeksi yang menyebabkan jaringan di sekitar sinus membengkak. Tekanan pada area sinus dapat menjalar ke sekitar mata dan menimbulkan nyeri atau perih. 

 

Gejala yang sering menyertai antara lain hidung tersumbat atau berair, sakit kepala, sakit tenggorokan, bau mulut, nyeri pada wajah, batuk, dan lendir yang mengalir ke tenggorokan. Namun, pada banyak kasus, sinusitis akibat virus dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari.

 

3. Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang cukup sering terjadi. Tandanya meliputi kelopak mata terasa gatal dan iritasi, serta muncul serpihan seperti ketombe di sekitar bulu mata. 

 

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh bakteri atau masalah kulit seperti ketombe di kulit kepala atau alis. Meski demikian, blefaritis jarang menular dan biasanya membutuhkan perawatan kebersihan kelopak mata dalam jangka panjang karena bersifat kronis dan cenderung kambuh.

 

4. Konjungtivitis

Konjungtivitis atau mata merah adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, virus, atau pun alergi. Adapun gejalanya meliputi mata tampak merah muda atau merah, gatal, bengkak, produksi air mata berlebih, kelopak mata berkerak saat bangun tidur, dan keluarnya lendir atau nanah. 

 

Pada kasus ringan, kondisi ini bisa dibantu dengan kompres dingin dan tetes mata pelembap serta menghindari lensa kontak dan riasan mata untuk sementara waktu. Namun, segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata jika muncul tanda-tanda bahaya, seperti nyeri mata yang intens, penurunan penglihatan, sensasi silau yang berat, atau keluarnya sekret kental berwarna kekuningan.

 

5. Bintitan

Bintitan adalah benjolan kecil kemerahan yang muncul di kelopak mata atau di akar bulu mata akibat infeksi kelenjar minyak atau folikel rambut. Gejalanya bisa berupa rasa gatal, mata berair, kelopak mata berkerak, dan kadang keluar nanah dari benjolan tersebut.

 

6. Luka Gores pada Kornea

Kornea mata bisa tergores akibat mengucek mata terlalu keras, terkena kuku, atau saat memakai riasan mata. Kondisi ini menyebabkan mata terasa sangat perih, berair, merah, penglihatan buram, dan silau terhadap cahaya.

 

7. Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea atau lapisan bening di bagian depan mata. Gejalanya meliputi sensasi seperti ada benda di mata, mata merah dan berair, nyeri, penglihatan kabur, dan sensitif terhadap cahaya. Jika tidak ditangani, keratitis bisa berujung pada gangguan penglihatan serius.

 

8. Glaukoma

Glaukoma terjadi ketika tekanan cairan di dalam mata meningkat dan merusak saraf optik. Selain menyebabkan penurunan penglihatan secara perlahan, tekanan ini juga bisa menyebabkan mata perih atau nyeri, terutama pada tipe glaukoma sudut tertutup akut.

 

9. Iritis

Iritis adalah peradangan pada iris atau bagian mata yang memberi warna. Kondisi ini dapat menimbulkan mata perih, penglihatan kabur, mata merah, perubahan bentuk pupil, sakit kepala, dan sensitif terhadap cahaya.

 

10. Neuritis Optik

Peradangan pada saraf optik dapat menyebabkan mata terasa nyeri, penglihatan menurun, warna terlihat kurang jelas, dan penglihatan buram, terutama saat suhu tubuh meningkat.

 

11. Mata Kering

Mata perih yang disertai rasa kering dan seperti berpasir sering kali berkaitan dengan sindrom mata kering. Pada kondisi ini, mata justru bisa tampak lebih berair karena tubuh berusaha mengompensasi kekeringan tersebut.

 

12. Alergi dan Infeksi

Alergi atau infeksi mata dapat menyebabkan mata terasa perih, merah, dan gatal. Kebiasaan mengucek mata terlalu sering saat gatal juga bisa memperparah rasa perih ini. Selain itu, iritasi akibat lensa kontak juga termasuk penyebab umum rasa perih pada mata.

 

Cara Mengatasi Mata Perih di Rumah

Untuk mata perih yang ringan, perawatan sederhana di rumah sering kali sudah cukup untuk membantu meredakan keluhan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai cara menyembuhkan mata perih antara lain:

 

  • Hindari menyentuh atau mengucek mata yang terasa perih.
  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air bersih, terutama sebelum menyentuh area mata.
  • Jangan berbagi handuk, tisu, atau bantal dengan orang lain agar tidak terjadi penularan infeksi.
  • Bersihkan kotoran atau cairan di sekitar mata menggunakan tisu bersih atau kapas yang dibasahi air.
  • Hentikan sementara penggunaan riasan mata dan lensa kontak sampai kondisi mata membaik.
  • Gunakan kompres hangat dan lembap di atas mata yang tertutup selama 2–5 menit.
  • Gunakan kompres dingin untuk meredakan mata perih yang disertai bengkak dengan menempelkannya di atas mata tertutup selama 2–5 menit.
  • Gunakan kapas bersih untuk mengusap lembut area kelopak mata dengan larutan saline steril atau NaCl 0.9% untuk membersihkan mata dari kotoran.

Baca juga: Cara Mengatasi Mata Lelah & Tips Mencegahnya agar Penglihatan Tetap Nyaman 

 

Kapan Harus ke Dokter

Mata perih sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai rasa nyeri atau tidak kunjung membaik. Meski kebanyakan kasus bersifat ringan, tetap ada kemungkinan keluhan ini berkaitan dengan gangguan mata yang lebih serius. Dengan memeriksakan diri ke dokter mata, penyebabnya bisa diketahui secara pasti sehingga penanganannya lebih tepat.

 

Pasalnya, jenis perawatan untuk mata perih akan menyesuaikan dengan penyebabnya. Untuk kondisi ringan seperti mata kering atau alergi, biasanya cukup dengan obat tetes mata atau kompres. Namun, pada kasus tertentu, dokter dapat meresepkan obat khusus atau merekomendasikan tindakan medis lanjutan.

 

Karena itu, segera periksakan mata jika rasa perih muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti pembengkakan, nyeri hebat, atau penglihatan terganggu. Kombinasi gejala tersebut bisa menandakan adanya masalah kesehatan pada mata yang memerlukan perhatian lebih.

 

Sementara itu, penyebab sederhana seperti kemasukan debu atau konjungtivitis ringan umumnya dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah. Meski demikian, jika keluhan terasa tidak biasa atau menimbulkan kekhawatiran, berkonsultasi dengan dokter tetap menjadi pilihan yang aman.

 

Demikian penjelasan lengkap mengenai penyebab mata perih serta cara mengatasinya di rumah dan kapan perlu ke dokter. Meski banyak kasus mata terasa perih bisa membaik dengan perawatan sederhana, ada pula kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan medis agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

 

Jika keluhan mata perih tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, sering kambuh, atau disertai gangguan penglihatan dan nyeri hebat, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis mata.

 

JEC Eye Hospitals and Clinics menyediakan layanan Infeksi dan Imunologi untuk membantu menangani berbagai keluhan mata, termasuk mata perih akibat iritasi, infeksi, hingga gangguan pada kornea dan saraf mata. 

 

Dengan dukungan tenaga medis berpengalaman dan profesional serta teknologi modern, Anda bisa mendapatkan penanganan yang aman dan sesuai dengan kondisi mata Anda. Sebagai rumah sakit khusus mata, JEC Eye Hospitals and Clinics siap menjadi partner Anda dalam menjaga kesehatan mata mulai dari sekarang!

 

Baca juga: Mata Sakit Saat Berkedip? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya 

icon-doctor