Mengapa Penglihatan Bergelombang? Ini Penjelasan Medisnya!>
Pernahkah Anda melihat garis yang seharusnya lurus mendadak tampak bergelombang atau melengkung? Kondisi ini disebut sebagai metamorfopsia yang sering kali membuat penderitanya merasa seolah sedang melihat dunia melalui permukaan air yang beriak atau bergelombang.
Penglihatan bergelombang ini tentu bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Maka dari itu, simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Penglihatan Bergelombang?
Penglihatan bergelombang atau yang disebut sebagai metamorfopsia adalah kondisi ketika penderita melihat objek garis lurus tampak bergelombang, melengkung, atau berubah bentuk. Hal ini dapat terjadi karena metamorfopsia memengaruhi pengelihatan pusat (central vision) sehingga objek tampak terdistorsi.
Kondisi ini tidak boleh diabaikan, karena central vision adalah bagian penglihatan yang kita gunakan untuk tugas-tugas krusial, mulai dari membaca, mengemudi, hingga mengenali wajah orang-orang tersayang. Jika distorsi ini muncul secara mendadak, itu bisa menjadi tanda gangguan serius yang memerlukan penanganan medis segera.
Penyebab Penglihatan Bergelombang
Penglihatan bergelombang bisa terjadi karena gangguan pada mata itu sendiri, tepatnya di retina dan makula, atau gangguan pada otak. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya.
1. Degenerasi Makula Terkait Usia
Degenerasi makula terkait usia adalah gangguan degeneratif yang menyerang makula, yakni bagian kecil di pusat retina yang memungkinkan mata melihat dengan tajam dan detail. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia di atas 50-55 tahun dan dipengaruhi oleh faktor genetik serta lingkungan (seperti merokok).
Terdapat dua jenis degenerasi makula, yakni:
- Degenerasi makula kering: Ini merupakan jenis yang paling sering terjadi akibat penipisan makula seiring bertambahnya usia. Kondisi ini menyebabkan munculnya tumpukan endapan lemak berwarna kuning yang disebut drusen di bawah permukaan makula.
- Degenerasi makula basah: Jenis ini lebih jarang terjadi, tetapi kondisinya jauh lebih serius dibandingkan degenerasi makula kering. Pada degenerasi makula basah, terjadi pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal dan bocor sehingga mengakibatkan distorsi pengelihatan.
2. Epiretinal Membranes (ERMs)
ERM adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya lapisan tipis jaringan parut yang tumbuh di atas makula. Karena membran ini menempel pada permukaan makula, kontraksi tersebut akan menarik lapisan retina di bawahnya hingga menjadi tidak rata.
Inilah yang membuat cahaya yang jatuh ke mata terdistorsi sehingga objek yang seharusnya lurus tampak bergelombang atau melengkung.
3. Edema Makula
Makula seharusnya dalam kondisi kering dan rata agar dapat berfungsi optimal. Namun, pada kondisi ini, terjadi cairan bocor dari pembuluh darah dan menumpuk di makula sehingga menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini membuat penglihatan menjadi buram dan terdistorsi.
Kebocoran cairan ini biasanya dipicu oleh beberapa faktor, seperti diabetes dan uveitis (peradangan pada lapisan uvea atau lapisan tengah mata).
Baca juga: Katarak Diabetik: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
4. Lubang pada Makula
Lubang pada makula juga bisa menjadi penyebab penglihatan bergelombang. Menurut studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports (2023), metamorfopsia berhubungan dengan ukuran lubang makula. Artinya, semakin besar lubang makula, semakin berat tingkat distorsi penglihatan yang dirasakan oleh penderita.
5. Gangguan Refraksi
Penglihatan bergelombang juga dapat dipicu oleh masalah pembiasan cahaya (refraksi). Mata seharusnya memfokuskan cahaya tepat pada retina agar pandangan jernih. Namun, jika terjadi astigmatisme (silinder) berat, perbedaan minus yang besar antara kedua mata (anisometropia), atau perubahan bentuk kornea dan lensa, fokus cahaya menjadi tidak akurat.
Bahkan, penggunaan kacamata atau lensa kontak baru dengan perubahan ukuran yang drastis dapat memicu sensasi objek tampak melengkung atau bergelombang untuk sementara waktu. Hal ini karena mata dan otak perlu beradaptasi dengan perubahan yang mendadak tersebut.
Baca juga: Mengenal Operasi Refraktif, Prosedur untuk Atasi Mata Rabun
6. Kondisi Lain pada Retina
Berbagai kondisi yang mengubah bentuk atau posisi retina juga dapat menyebabkan metamorfopsia, seperti adanya kerutan, lubang, atau penumpukan cairan menyebabkan permukaan retina menjadi tidak rata sehingga sinyal visual yang dikirim ke otak menjadi terdistorsi. Kondisi ini akan terasa jauh lebih parah jika terjadi pada makula (pusat penglihatan).
Jika gangguan pada posisi retina ini cukup ekstrem, koneksi saraf ke otak bisa terputus dan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Beberapa kondisi pada retina yang dapat memicu penglihatan bergelombang antara lain:
- Central serous retinopathy (penumpukan cairan di bawah retina).
- Cystoid macular edema (pembengkakan makula).
- Retinopati diabetik dan edema makula akibat diabetes.
- Macular pucker (kerutan pada makula).
- Ablasio retina atau robekan retina (retina yang terlepas).
- Peradangan atau infeksi, seperti uveitis dan chorioretinitis.
- Pendarahan pada retina.
- Retinitis pigmentosa dan migrain mata (ocular migraine).
7. Kondisi yang Memengaruhi Otak
Meskipun retina bertugas mendeteksi cahaya, otaklah yang sebenarnya memproses informasi tersebut untuk menciptakan gambar yang kita lihat. Jika proses pengolahan sinyal di otak mengalami gangguan, maka bayangan yang dihasilkan akan tampak terdistorsi.
Berikut adalah beberapa kondisi terkait otak yang dapat menyebabkan penglihatan bergelombang:
- Migrain, khususnya jenis migrain dengan aura.
- Stroke atau serangan iskemik sementara (TIA).
- Kejang, termasuk epilepsi.
- Efek samping obat-obatan tertentu
- Alice in Wonderland syndrome (gangguan persepsi visual terhadap ukuran dan jarak objek).
Diagnosis Metamorfopsia
Proses diagnosis metamorfopsia dilakukan oleh dokter spesialis mata untuk menentukan tingkat keparahan dan penyebab utamanya melalui langkah-langkah berikut:
- Pemeriksaan dasar: Dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) mengenai keluhan yang dirasakan pasien, sejak kapan distorsi muncul, apakah terjadi mendadak atau bertahap, serta riwayat penyakit (misalnya diabetes atau hipertensi). Biasanya, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan tes ketajaman penglihatan dan pemeriksaan bagian dalam mata.
- Tes Amsler grid: Tes sederhana ini menggunakan pola kotak-kotak dengan satu titik di tengah. Pasien diminta menatap titik tersebut. Jika saat menatap titik pusat garis-garis tersebut tampak berlekuk, terputus, atau ada area yang hilang, kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya metamorfopsia.
- Optical Coherence Tomography (OCT): Prosedur pemindaian cepat tanpa rasa sakit menggunakan cahaya untuk menghasilkan gambar lapisan retina beresolusi tinggi. OCT sangat akurat dalam mendeteksi pembengkakan, lubang makula, epiretinal membrane, perdarahan, atau penumpukan cairan.
- Pemeriksaan lanjutan: Jika diperlukan, dokter akan melakukan foto fundus (pemotretan retina) atau angiografi untuk mendeteksi kebocoran pembuluh darah, terutama pada kasus degenerasi makula atau komplikasi diabetes.
Cara Mengatasi Penglihatan Bergelombang
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penglihatan bergelombang bisa disebabkan gangguan pada mata atau otak. Karena beberapa penyebabnya berbahaya (misalnya stroke, robekan/pelepasan retina), penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk memastikan pemicunya.
Dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan penyebabnya. Misalnya, jika penglihatan bergelombang disebabkan oleh degenerasi makula basah, dokter bisa merekomendasikan bedah laser untuk memperlambat atau menghentikan kebocoran cairan sehingga penglihatan bisa kembali normal.
Demikian penjelasan mengenai penyebab hingga cara mengatasi penglihatan bergelombang. Meskipun metamorfopsia bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada pusat penglihatan, deteksi dini dan penanganan yang tepat adalah kunci utama untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Mengingat kondisi ini berkaitan erat dengan kesehatan makula dan retina, konsultasi dengan dokter spesialis mata merupakan langkah krusial untuk mengetahui penyebab pasti penglihatan bergelombang. Dalam hal ini, Anda bisa melakukan pemeriksaan Vitreoretina di JEC Eye Hospitals and Clinics.
Dokter akan melakukan evaluasi mata menyeluruh menggunakan teknologi canggih, seperti OCT beresolusi tinggi sehingga pasien mendapatkan diagnosis yang tepat serta penanganan yang optimal. Dengan begitu, kualitas penglihatan akan tetap terjaga dan risiko kerusakan yang lebih serius dapat diminimalkan.
Baca juga: Posisi Tidur Setelah Operasi Retina yang Dianjurkan


ENG