Posisi Tidur Setelah Operasi Retina yang Dianjurkan>
Bagi sebagian besar orang, posisi tidur mungkin lebih berhubungan dengan faktor kenyamanan. Namun, tidak demikian pada orang yang baru saja menjalani operasi retina. Ya, posisi tidur setelah operasi retina harus benar-benar diperhatikan karena sangat berpengaruh pada kelancaran proses penyembuhan.
Artikel ini akan membantu Anda memahami posisi tidur setelah operasi retina sekaligus tips relevan lainnya. Jika Anda ingin sembuh lebih cepat, mulailah dengan memperhatikan posisi tidur yang tepat. Simak selengkapnya dalam penjelasan di artikel ini.
Posisi Tidur Setelah Operasi Retina
Setelah beberapa jenis operasi retina, dokter akan memasukkan gelembung gas (gas bubble) ke dalam mata. Fungsi gelembung ini adalah menekan retina supaya tetap menempel pada dinding belakang mata selama masa penyembuhan.
Penambahan gelembung gas mengharuskan pasien menjaga posisi kepalanya tetap stabil. Biasanya, dokter menyarankan pasien untuk tidur dengan posisi tengkurap atau face down positioning. Dalam face down positioning, Anda bisa memilih salah satu dari keempat variasi berikut:
- Tengkurap lurus.
- Tengkurang dengan pipi kiri menempel bantal.
- Tengkurap dengan pipi kanan menempel bantal.
- Berbaring miring ke kiri.
- Berbaring miring ke kanan.
Mengapa Posisi Tidur Tengkurap Penting Setelah Operasi Retina?
Setidaknya, ada beberapa alasan yang mendasari pentingnya posisi tidur tengkurap setelah operasi retina, di antaranya:
- Membantu gelembung gas mengapung ke atas dan menekan bagian retina yang bermasalah.
- Mengurangi risiko perpindahan gelembung gas yang bisa mengganggu penglihatan atau menyebabkan kegagalan operasi.
- Mencegah risiko retina lepas kembali (re-detachment).
- Menekan risiko lubang makula yang tidak tertutup sempurna. Makula adalah bagian pusat retina yang berperan dalam penglihatan tajam dan detail.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Retina Mata Bermasalah & Cara Mengatasinya
Berapa Lama Perlu Tidur dengan Posisi Tengkurap?
Secara umum, face down positioning perlu dipertahankan selama 5–14 hari. Akan tetapi, durasi ini tidak bersifat mutlak dan bergantung pada kondisi medis masing-masing pasien.
Pada beberapa kasus tertentu, dokter dapat menyarankan 1–2 minggu waktu tambahan, dengan batas maksimal sekitar 21 hari. Ya, durasinya bisa berbeda-beda pada tiap pasien karena adanya pengaruh faktor-faktor berikut:
- Jenis operasi yang dijalani: Operasi lubang makula umumnya membutuhkan waktu tengkurap yang lebih lama.
- Jenis gas yang digunakan: Ada beberapa jenis gas yang bertahan lebih lama di dalam mata sehingga durasi tengkurap juga perlu disesuaikan.
- Respon penyembuhan pasien: Sejatinya, tiap pasien mengalami penyembuhan dengan kecepatan yang berbeda-beda.
Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu mengikuti instruksi dokter dengan saksama. Sebab, dokter pasti sudah menyesuaikannya dengan kondisi Anda. Seiring waktu, mata akan kembali terisi dengan cairan alami, gelembung gas hilang, dan mata Anda pulih seperti sedia kala.
Tips Tidur Tengkurap dengan Nyaman
Beberapa pasien operasi retina mungkin merasa kurang nyaman dengan posisi tengkurap dalam jangka waktu lama. Jika Anda salah satunya, sejumlah tips berikut bisa membantu Anda tidur tengkurap dengan lebih nyaman:
1. Gunakan Face Down Support
Tips pertama dan paling umum adalah menggunakan face down support, yaitu bantalan atau alat penyangga khusus yang dipasang di tempat tidur. Fungsinya untuk menopang wajah tanpa menekan hidung dan mata, menjaga leher dan tulang belakang tetap sejajar, serta menjaga kelancaran pernapasan.
Jika Anda belum memiliki penyangga khusus, coba gunakan handuk yang digulung hingga menyerupai bentuk sepatu kuda. Selain menggunakan penyangga wajah, usahakan juga untuk mengatur posisi bantal agar mampu menopang tubuh secara keseluruhan dan mempertahankan postur yang benar.
2. Tidur Menyamping dengan Penyangga
Selain tengkurap, Anda juga dapat tidur dengan posisi menyamping dan menggunakan penyangga. Putar leher Anda guna memastikan mata yang dioperasi tetap menghadap ke bawah. Namun, hal ini harus dilakukan dengan izin dokter.
3. Pilih Pakaian yang Nyaman
Pemilihan pakaian dapat memengaruhi kenyamanan tidur, begitu pula pada tidur tengkurap. Agar tetap nyaman, sebaiknya gunakan pakaian yang longgar dan tidak memiliki banyak kancing di bagian depan, ya.
4. Terapkan Pola Makan Ringan
Dengan tidur tengkurap, perut dan leher Anda otomatis tertekan. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya refluks asam lambung. Jika dibiarkan, Anda bisa merasa mual sehingga tidur pun tidak nyaman.
Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menerapkan pola makan ringan. Artinya, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dan menghindari makan mendekati waktu tidur. Selain itu, perbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayuran. Dengan cara-cara tersebut, pencernaan tetap lancar dan tidur tengkurap pun terasa lebih nyaman.
5. Mandi Air Hangat dan Pijat
Jika leher terasa kaku karena tidur tengkurap dalam waktu lama, cobalah mandi air hangat atau memberikan pijatan lembut pada leher. Kedua cara di atas bermanfaat untuk mengurangi ketidaknyamanan pada otot dan kekakuan pada leher.
Baca juga: Ablasio Retina: Penyebab Retina Lepas, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Risiko Menghentikan Posisi Tengkurap Lebih Awal
Direkomendasikan untuk tidak menghentikan face down positioning lebih awal tanpa persetujuan dokter. Aturan ini berlaku meskipun Anda merasa kondisi sudah membaik atau tidak merasakan keluhan. Pasalnya, hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai patokan medis.
Anda perlu memahami bahwa menghentikan posisi tengkurap lebih awal akan mendatangkan risiko-risiko di bawah ini:
- Kegagalan operasi.
- Komplikasi pascaoperasi.
- Kerusakan penglihatan jangka panjang.
Sekian penjelasan mengenai posisi tidur setelah operasi retina. Untuk mempercepat penyembuhan, perhatikan juga larangan setelah operasi retina, salah satunya melakukan aktivitas yang “mengguncang” atau berat seperti mengejan, melompat, dan berlari.
Mengingat pentingnya peran retina dalam membentuk penglihatan, jangan biarkan fungsinya terganggu. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti pandangan buram, muncul bintik hitam beterbangan, atau kilatan cahaya mendadak, segera periksakan mata Anda di JEC Eye Hospitals and Clinics.
JEC menyediakan Layanan Vitreoretina yang berfokus pada penanganan penyakit retina dan vitreous, seperti retinopati diabetik, robekan retina, serta degenerasi makula. Tata laksananya meliputi pemeriksaan retina, injeksi intravitreal, terapi laser, hingga tindakan bedah seperti vitrektomi.
Sebagai rumah sakit spesialis mata berstandar internasional, JEC melibatkan dokter spesialis berpengalaman dan menggunakan teknologi modern untuk memberikan pelayanan profesional. Maka dari itu, percayakan pemeriksaan dan penanganan mata Anda JEC Eye Hospitals.
Baca juga: Retinopati Diabetik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya


ENG