Inilah Jenis-Jenis Obat Mata Merah yang Umum Digunakan!>
Mata merah adalah salah satu gangguan yang sering dialami oleh banyak orang. Jika kondisi ini disebabkan oleh iritasi ringan akibat kurang tidur atau mata kering, keluhan biasanya bisa ditangani menggunakan obat tetes mata merah yang sesuai.
Namun, mata merah juga bisa menjadi tanda gangguan medis yang lebih serius sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut. Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis obat mata merah yang aman dan tanda-tanda kapan kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter. Simak penjelasannya di bawah ini.
Jenis-Jenis Obat Mata Merah
Obat mata merah tersedia dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah tetes mata. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Berikut adalah beberapa jenis obat tetes untuk mengatasi mata merah.
1. Obat Tetes Air Mata Buatan
Jika mata merah disebabkan oleh mata kering, tetes air mata buatan atau artificial tears bisa menjadi salah satu opsi yang tepat. Obat tetes ini dapat melembapkan mata kering akibat kelelahan, terlalu lama menatap layar, atau paparan angin/AC.
Tetes air mata buatan mengandung bahan yang mirip dengan komponen air mata alami sehingga relatif aman digunakan dan umumnya bisa dibeli tanpa resep dokter.
2. Obat Tetes untuk Alergi Mata
Mata merah bisa jadi salah satu reaksi alergi yang juga cukup umum terjadi. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan obat tetes mata yang mengandung antihistamin. Obat ini berguna untuk membantu meredakan rasa gatal dan kemerahan sehingga penderita dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Meski begitu, beberapa jenis antihistamin bisa menyebabkan produksi air mata berkurang sehingga memicu mata kering. Oleh karena itu, penggunaan obat tetes untuk alergi mata sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter.
3. Obat Tetes Dekongestan
Obat tetes dekongestan, seperti golongan naphazoline dan tetrahydrozoline bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah kecil di mata sehingga mata kemerahan dapat lebih berkurang.
Meski begitu, penggunaan obat ini perlu diperhatikan karena efeknya hanya meredakan gejala, bukan mengatasi penyebab utama. Saat efek obat mulai hilang, pembuluh darah dapat melebar kembali dan membuat mata tampak merah lagi. Obat ini juga tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika menggunakan jenis obat tetes dekongestan.
4. Brimonidine
Brimonidine adalah obat tetes mata yang awalnya digunakan untuk glaukoma, tetapi dalam dosis tertentu juga dapat digunakan untuk mengurangi mata merah. Dibandingkan obat tetes dekongestan, seperti naphazoline dan tetrahydrozoline, golongan brimonidine cenderung memiliki risiko rebound redness (mata kembali merah setelah efek obat hilang) yang lebih rendah serta memberikan efek yang lebih stabil pada beberapa pasien.
Obat golongan brimonidine bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah vena di mata dan membantu mengurangi kemerahan tanpa terlalu mengganggu aliran darah ke jaringan mata.
Baca juga: 5 Penyebab Mata Merah Sebelah, Apakah Tanda Penyakit Serius?
Siapa yang Tidak Disarankan Menggunakan Obat Tetes Mata Merah?
Meskipun banyak obat tetes mata dijual bebas, tidak semua orang aman menggunakannya tanpa pengawasan dokter. Kelompok yang perlu berhati-hati, antara lain :
- Anak-anak.
- Ibu hamil dan menyusui.
- Penderita glaukoma.
- Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti linezolid atau phenelzine, yang bisa menimbulkan efek jika digunakan bersama naphazoline.
Oleh karena itu, penting untuk selalu membaca aturan pakai dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tetes mata, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan.
Cara Lain Menangani Mata Merah
Untuk membantu efektivitas obat tetes mata dalam mengatasi mata merah, Anda juga disarankan melakukan beberapa hal berikut:
- Cuci tangan sebelum menyentuh mata.
- Menghindari pemicu alergi atau iritasi.
- Istirahatkan mata, terutama jika terlalu lama menatap layar.
- Kompres dingin di atas kelopak mata.
- Menjaga kebersihan barang pribadi, seperti handuk, peralatan make-up, dan seprai kasur.
- Menggunakan humidifier atau dehumidifier sesuai cuaca dengan tingkat kelembapan yang tepat.
Baca juag: Kompres Mata Hangat atau Dingin? Ini Manfaat dan Caranya
Kapan Perlu ke Dokter?
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mata merah juga bisa menandakan kondisi yang lebih serius sehingga obat tetes mata saja tidak cukup. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter jika mengalami keluhan berikut:
- Perlu menggunakan tetes air mata buatan lebih dari 2–3 kali sehari.
- Mata merah tidak membaik setelah 1 minggu perawatan di rumah.
- Mata merah terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun.
- Muncul kotoran mata (belekan) atau kerak di sekitar mata.
- Ada pembengkakan di sekitar area mata.
- Mata terasa kering, gatal, perih, atau berair secara terus-menerus.
- Terasa seperti ada benda asing yang mengganjal di dalam mata.
Di samping itu, Anda juga perlu memerhatikan tanda gawat darurat yang dapat menyertai mata merah dan segera mencari pertolongan medis. Berikut adalah beberapa gejalanya:
- Nyeri hebat pada mata atau sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
- Pandangan kabur, melihat kilatan cahaya, garis bergelombang, atau kehilangan penglihatan.
- Ukuran pupil tidak sama (anisokor).
- Keluar cairan kental berwarna kuning atau hijau dari mata.
- Kesulitan membuka kelopak mata.
- Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
- Terasa ada tekanan kuat pada bola mata.
- Terjadi pada bayi baru lahir (usia di bawah 28 hari).
- Mata merah setelah terkena paparan zat kimia.
Penanganan yang tepat dapat meminimalkan risiko kerusakan mata akibat kondisi medis yang mungkin tidak disadari. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya mengandalkan obat tetes mata, tetapi juga memahami penyebab yang mendasarinya agar penanganan bisa lebih tepat sasaran.
Jika keluhan mata merah sering terjadi, tidak kunjung membaik, atau disertai gejala lain yang mengganggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Anda dapat mempertimbangkan Tes Mata di JEC Eye Hospitals and Clinics.
Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebabnya dan merekomendasikan pengobatan yang tepat, termasuk obat mata merah yang sesuai. Dengan begitu, kondisi mata dapat ditangani berdasarkan kebutuhan dan kualitas penglihatan pun tetap terjaga.
Baca juga: Mata Merah pada Anak tapi Tidak Sakit? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya


ENG