5 Penyebab Mata Merah Sebelah, Apakah Tanda Penyakit Serius?

Ditinjau oleh Dr. Damara Andalia, SpM
Oleh Tim Medis JEC

  14 Apr 2026

  33 Views

Share
Mata merah sebelah

Mata merah sebelah sering kali membuat khawatir, terutama jika muncul tiba-tiba atau disertai rasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi atau peradangan tertentu.

 

Meski terkadang tidak berbahaya, mata merah pada satu sisi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab dan gejala yang menyertainya agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat. Simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Penyebab Mata Merah Sebelah?

Mata merah sebelah dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik yang bersifat ringan maupun yang memerlukan penanganan medis. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Subconjunctival Hemorrhage

Penyebab mata merah sebelah yang pertama adalah subconjunctival hemorrhage atau perdarahan subkonjungtiva, yaitu kondisi ketika pembuluh darah kecil di bagian putih mata pecah. Darah yang keluar kemudian terperangkap di bawah permukaan mata sehingga menimbulkan bercak merah terang yang terlihat cukup mencolok.

 

Gejala yang muncul biasanya berupa area merah terang pada mata dan sensasi seperti ada yang mengganjal atau terasa sedikit kasar di permukaan mata. Meskipun tampilannya bisa tampak mengkhawatirkan, perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya dan jarang menimbulkan rasa nyeri. 

 

Perdarahan ini juga tidak menyebabkan adanya penurunan kemampuan melihat. Tatalaksana dari kondisi ini umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan sembuh sendiri dalam 1–2 minggu. Penanganan fokus pada kenyamanan, seperti menggunakan tetes air mata buatan (artificial tears) untuk mengatasi iritasi. Hindari juga mengucek mata agar tidak memperburuk perdarahan.

2. Mata Kering

Mata kering terjadi ketika kualitas atau jumlah air mata tidak mencukupi untuk menjaga kelembapan permukaan mata. Dalam beberapa kasus, air mata bisa menguap terlalu cepat atau bahkan tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup sehingga mata menjadi lebih mudah teriritasi.

 

Selain mata merah sebelah, gejala lain yang biasanya menyertai mata kering antara lain:

  • Sensasi berpasir atau mengganjal.
  • Rasa terbakar.
  • Penglihatan tampak kabur.
  • Kelopak mata terasa berat.
  • Mata cepat lelah.

Sebelum mendiagnosis mata kering, dokter akan melakukan serangkaian wawancara medis dan beberapa pemeriksaan penunjang. Adapun untuk pengobatannya, kondisi mata kering membutuhkan terapi yang panjang karena kondisinya yang kronis. 

 

Beberapa pilihan terapinya adalah menggunakan tetes air mata buatan, obat-obatan, hingga prosedur seperti penyumbatan saluran air mata agar cairan mata tidak terbuang dan menjaga mata tetap lembap.

 

Baca juga: Asthenopia (Mata Lelah), Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan peradangan pada lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata dan kelopak bagian dalam, yang dapat menyebabkan mata merah pada satu sisi. 

 

Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi virus atau bakteri hingga reaksi alergi atau paparan zat iritan tertentu. Pada beberapa kasus, kondisi ini awalnya hanya terjadi pada satu mata sebelum akhirnya menyebar ke mata lainnya.

 

Selain tampak kemerahan, konjungtivitis biasanya disertai beberapa keluhan lainnya, seperti rasa gatal, mata berair, dan keluarnya cairan yang dapat membuat kelopak mata lengket, terutama setelah tidur.

 

Cara mengatasi mata merah sebelah akibat konjungtivitis bergantung pada penyebabnya, di mana infeksi bakteri umumnya memerlukan obat tetes mata yang diresepkan oleh dokter. 

 

Adapun konjungtivitis akibat virus atau alergi lebih sering ditangani dengan perawatan suportif, seperti kompres hangat atau dingin, membersihkan kotoran mata secara rutin, dan menggunakan tetes air mata buatan.

4. Masuknya Partikel Asing atau Cedera

Masuknya partikel asing atau cedera pada mata juga dapat menjadi penyebab mata merah sebelah. Benda kecil, seperti debu atau bulu mata, yang masuk ke dalam mata dapat menggores permukaan mata dan memicu iritasi sehingga menimbulkan kemerahan, rasa tidak nyaman, dan mata berair.

 

Pada kondisi cedera, seperti benturan, goresan, atau paparan bahan kimia, tubuh akan merespons dengan meningkatkan aliran darah ke area yang terdampak. Hal ini menyebabkan pembuluh darah di mata melebar, sehingga mata terlihat merah. 

 

Selain kemerahan, kondisi ini sering disertai gejala lain, seperti nyeri, pembengkakan pada kelopak mata, hingga penurunan kualitas penglihatan. Jika cedera cukup serius dan tidak segera ditangani, risiko kerusakan yang lebih permanen pada mata juga dapat terjadi.

5. Pemakaian Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat juga dapat memicu mata merah sebelah. Misalnya, memakai lensa terlalu lama, tidak membersihkannya dengan benar, atau tetap menggunakannya saat tidur dapat menyebabkan iritasi pada permukaan mata.

 

Selain itu, kebersihan lensa kontak yang kurang terjaga dapat meningkatkan risiko infeksi dan masalah mata lainnya. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti aturan pemakaian dan menjaga kebersihan lensa kontak agar kesehatan mata tetap terjaga.

 

Baca juga: Mata Merah Akibat Main HP: Gejala dan Cara Mengatasinya

Apa yang Perlu Dilakukan Jika Mata Merah Sebelah?

Jika mata merah sebelah tidak disertai nyeri, gangguan penglihatan, atau rasa tidak enak badan, umumnya kondisi ini tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

 

Selama proses pemulihan, sebaiknya hindari menyentuh atau menggosok mata karena dapat memperburuk kondisi. Selain itu, penggunaan lensa kontak juga perlu dihentikan sementara hingga mata benar-benar kembali normal.

Kapan Perlu ke Dokter?

Mata merah sebelah memang sering kali tidak berbahaya, tetapi dalam kondisi tertentu, keluhan ini perlu segera diperiksakan ke dokter mata. Anda disarankan untuk mencari pertolongan medis apabila kemerahan disertai gejala berikut:

  • Muncul nyeri hebat atau rasa berdenyut pada mata.
  • Penglihatan kabur atau menurun mendadak.
  • Mata terasa sangat sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Keluarnya cairan dari mata yang berlebihan.

Selain itu, riwayat penyakit mata, seperti glaukoma, atau pernah menjalani operasi mata juga menjadi alasan penting untuk tidak menunda pemeriksaan. Gejala-gejala tersebut bisa mengarah pada kondisi yang lebih serius, seperti peradangan pada bagian dalam mata, infeksi kornea, atau peningkatan tekanan bola mata secara tiba-tiba. 

 

Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi dan menjaga fungsi penglihatan tetap optimal. Untuk itu, Anda dapat mempertimbangkan layanan Tes Mata di JEC Eye Hospitals and Clinics sebagai langkah awal untuk mendapatkan diagnosis yang akurat serta rekomendasi penanganan yang sesuai.

 

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kondisi permukaan mata, ketajaman penglihatan, hingga tekanan bola mata untuk memastikan penyebab keluhan mata merah sebelah. Mari jaga kesehatan mata Anda untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

 

Baca juga: Cara Mengatasi Mata Kelilipan: Pertolongan Pertama, dan Pencegahannya

icon-doctor