Mengenal Anisokor: Penyebab, Diagnosis, dan Penanganannya>
Pernah melihat ukuran pupil kanan dan kiri tampak tidak sama saat bercermin atau di foto? Kondisi ini dikenal sebagai anisokor. Anisokor adalah keadaan ketika kedua pupil memiliki ukuran yang berbeda.
Meski sering terlihat sepele, perbedaan ukuran pupil kemungkinan bisa menjadi tanda adanya gangguan pada mata dan sistem saraf. Karena itu, penting untuk memahami apa itu anisokor, penyebab, hingga perawatannya. Dengan informasi yang tepat, Anda bisa lebih waspada dan memahami kapan kondisi ini aman serta kapan perlu segera periksa ke dokter.
Apa Itu Anisokor?
Anisokor adalah istilah medis yang merujuk pada kondisi ketika ukuran pupil kanan dan kiri tidak sama. Pupil merupakan bagian hitam di tengah mata yang mengatur jumlah cahaya yang masuk agar penglihatan tetap jelas. Ketika cahaya terang, pupil akan mengecil. Namun, saat kondisi gelap, pupil akan membesar. Proses ini terjadi otomatis tanpa disadari.
Dalam kondisi normal, kedua pupil memiliki ukuran yang sama dan seimbang di kedua mata. Inilah yang disebut isokor. Sebagian orang mungkin masih bingung apa perbedaan isokor dan anisokor.
Pada orang dengan anisokor, salah satu pupil justru terlihat lebih besar dari yang lain dan perbedaannya biasanya mudah terlihat di cermin atau saat foto. Jika pupil yang lebih besar tidak bisa menyesuaikan ukuran sebagai respon pada cahaya, penglihatan bisa menjadi kurang jelas atau mata terasa silau di satu sisi.
Setiap orang bisa mengalami perbedaan ukuran pupil tanpa masalah. Faktanya, sekitar 1 dari 5 orang memiliki ukuran pupil yang memang sedikit berbeda secara alami. Namun, pada beberapa kasus, anisokor dapat menjadi tanda gangguan yang serius, terutama jika muncul tiba-tiba. Adapun beberapa kondisi yang bisa terkait dengan anisokor meliputi:
- Gangguan pada sistem saraf.
- Riwayat cedera pada mata atau kepala.
- Risiko atau riwayat stroke.
- Infeksi virus tertentu.
- Horner’s Syndrome.
- Adie’s tonic pupil.
Penyebab Anisokor
Anisokor bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari kondisi ringan sampai gangguan serius. Selain karena penyakit atau cedera, perbedaan ukuran pupil juga dapat muncul sebagai efek samping obat tertentu. Pada sebagian orang, penyebabnya bahkan tidak diketahui dengan pasti atau disebut anisokor idiopatik.
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan meliputi:
- Sakit kepala migrain.
- Efek samping setelah operasi.
- Penggunaan obat tertentu, seperti obat tetes mata, plester scopolamine, dan beberapa jenis obat lainnya.
- Cedera pada mata atau benturan di kepala, termasuk gangguan pada pembuluh darah yang memasok aliran darah ke area tersebut.
Selain itu, ada juga penyebab yang jauh lebih serius dan bisa mengancam nyawa, yakni:
- Aneurisma otak.
- Stroke.
- Tumor otak.
- Infeksi berat seperti meningitis.
- Jenis kanker tertentu.
Baca juga: Pentingnya Rutin Cek Kesehatan Mata & Manfaatnya untuk Hidup Sehat
Gejala Anisokor
Tanda yang paling jelas dari anisokor adalah salah satu pupil terlihat lebih besar dibandingkan yang lain. Pada sebagian orang, kondisi ini tidak disertai keluhan lainnya. Meski demikian, perubahan ukuran pupil tetap memerlukan pemeriksaan oleh dokter mata untuk memastikan penyebabnya dengan jelas.
Jika anisokor muncul akibat gangguan pada mata atau masalah kesehatan tertentu, biasanya akan timbul gejala tambahan, seperti:
- Kelopak mata turun (ptosis).
- Mata sulit digerakkan.
- Nyeri pada mata.
- Demam.
- Sakit kepala.
- Produksi keringat berkurang di satu sisi tubuh atau wajah.
- Penglihatan kabur.
- Penglihatan ganda (diplopia).
- Mata sangat sensitif terhadap cahaya (photophobia).
- Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba.
Selain itu, gejala lain yang juga dapat menyertai anisokor antara lain mual, muntah, serta nyeri atau kaku pada leher. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera menghubungi dokter mata atau datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Diagnosis Anisokor
Untuk memastikan kondisi ini, dokter mata atau tenaga medis akan melakukan wawancara medis kemudian diikuti dengan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah anisokor adalah kondisi ringan yang normal atau tanda dari gangguan tertentu.
Salah satu langkah penting adalah membandingkan reaksi kedua pupil di ruangan terang dan gelap. Dari sini, dokter akan menilai bagaimana respons terhadap cahaya serta melihat perbedaan ukuran pupil anisokor secara lebih jelas, sekaligus menentukan pupil mana yang tidak normal.
Selain itu, dokter biasanya memeriksa mata menggunakan slit lamp, yaitu mikroskop khusus untuk melihat struktur mata secara detail. Cara ini membantu menemukan masalah kecil yang tidak terlihat dengan mata biasa.
Jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan bisa dilakukan untuk mencari penyebabnya, seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging), CT scan, dan rontgen. Jika ada dugaan infeksi, dokter juga dapat menyarankan tes darah atau pungsi lumbal untuk memeriksa cairan tulang belakang.
Baca juga: Tips dan Saran untuk Menjaga Kesehatan Mata Anda dari Mata Minus
Penanganan Anisokor
Penanganan anisokor bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada beberapa kasus, kondisi ini hanya memerlukan pemantauan tanpa tindakan khusus. Namun, jika anisokor tidak membaik atau dicurigai terkait dengan gangguan saraf, dokter bisa merujuk pasien ke dokter mata subspesialis saraf atau dokter saraf.
Lebih lanjut, bila anisokor muncul tiba-tiba dan dicurigai berkaitan dengan kelumpuhan saraf kranial ketiga atau Horner’s Syndrome, pasien perlu segera menjalani pemeriksaan pencitraan di rumah sakit. Adapun beberapa kondisi dan penanganannya meliputi:
- Anisokor fisiologis dan Adie’s tonic pupil biasanya hanya perlu pemantauan rutin dan pencatatan medis agar tidak memicu pemeriksaan berulang di kemudian hari.
- Anisokor akibat obat umumnya akan hilang sendiri setelah efek obat berhenti.
- Anisokor karena cedera bisa menetap, tetapi pada sebagian orang dapat membaik seiring waktu.
- Anisokor akibat uveitis, ICE syndrome, atau pembentukan pembuluh darah baru pada iris perlu ditangani dengan mengobati penyakit dasarnya.
Dengan kata lain, fokus utama penanganan anisokor bukan hanya pada perbedaan ukuran pupil, tetapi pada penyebab yang mendasarinya agar penglihatan dan kesehatan mata tetap terjaga.
Demikian penjelasan lengkap mengenai anisokor, mulai dari pengertian, penyebab, gejala, hingga penanganannya. Anisokor adalah kondisi yang bisa bersifat normal, tetapi dalam situasi tertentu juga dapat menandakan masalah serius pada mata atau sistem saraf.
Jadi, perubahan ukuran pupil sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika muncul tiba-tiba dan disertai keluhan lain. Apabila perbedaan ukuran pupil tidak kunjung membaik atau disertai nyeri, penglihatan kabur, atau gangguan lain, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata.
Di JEC Eye Hospitals and Clinics, tersedia layanan pemeriksaan mata lengkap yang dapat membantu menentukan penyebab anisokor dan menentukan penanganan yang tepat.
Dengan dukungan tenaga medis berpengalaman dan teknologi terkini, Anda dapat memperoleh perawatan yang aman dan sesuai kondisi mata Anda di JEC Eye Hospitals and Clinics. Sebagai rumah sakit khusus mata, JEC Eye Hospitals and Clinics siap mendampingi Anda dalam menjaga kesehatan penglihatan secara menyeluruh.
Baca juga: Pentingnya Axis Mata di Resep Kacamata & Pengukurannya


ENG