Kenapa Mata seperti Berkabut? Ini Penyebab & Penanganannya

Oleh Tim Medis JEC

  01 Jul 2026

  29 Views

Share
Mata seperti berkabut

Penglihatan seperti berkabut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca, bekerja di depan layar, hingga mengemudi. Kondisi ini merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai gangguan mata yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab mata seperti berkabut agar Anda bisa lebih waspada dan segera mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk mengetahui apa saja penyebabnya, simak penjelasan berikut ini.

Penyebab Mata seperti Berkabut

Mata seperti berkabut adalah kondisi di mana penglihatan menjadi tidak jelas atau buram, seolah-olah ada lapisan kabut yang menutupi pandangan. Kondisi ini bisa menjadi tanda dari berbagai gangguan mata berikut.

1. Katarak

Mata yang berkabut atau buram akibat katarak terjadi karena adanya perubahan pada lensa alami di dalam mata. Normalnya, lensa mata ini bersifat bening dan transparan sehingga cahaya bisa masuk dan jatuh tepat di retina agar mata bisa melihat dengan jelas. 

 

Namun, seiring bertambahnya usia atau karena faktor pemicu lain, protein-protein yang menyusun lensa tersebut mulai menggumpal dan mengeras. Gumpalan protein inilah yang menciptakan area keruh atau noda buram pada lensa mata. 

 

Ketika cahaya mencoba masuk ke dalam mata, jalurnya menjadi terhalang, tersebar, dan tidak bisa terfokus dengan sempurna karena menabrak gumpalan keruh tersebut. Akibatnya, sinyal gambar yang dikirim ke otak menjadi tidak tajam sehingga Anda merasakan penglihatan seperti terhalang oleh kabut atau asap.

 

Selain pandangan yang terasa berkabut, katarak biasanya juga memicu beberapa keluhan lain, seperti:

  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Melihat lingkaran cahaya (halo).
  • Objek di sekitar tampak lebih kusam atau agak menguning.
  • Penglihatan ganda.

Baca juga: 7 Ciri-Ciri Mata Katarak yang Wajib Diwaspadai, Ini Gejala Awalnya!

2. Degenerasi Makula Terkait Usia

Degenerasi makula terkait usia (Age-related Macular Degeneration/AMD) dapat menyebabkan mata terasa seperti berkabut karena penyakit ini merusak makula, yaitu bagian tengah retina yang berperan dalam menghasilkan penglihatan pusat yang tajam dan jelas. 

 

Saat makula mengalami kerusakan, kemampuan mata untuk melihat detail, seperti saat membaca, mengenali wajah, atau mengemudi, akan menurun sehingga penglihatan tampak buram atau berkabut.

 

Selain penglihatan yang tampak berkabut, AMD juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Penglihatan buram yang semakin memburuk seiring waktu.
  • Kesulitan melihat pada malam hari atau di tempat dengan pencahayaan redup.
  • Garis lurus terlihat bergelombang atau bengkok.
  • Muncul area kosong atau titik gelap pada bagian tengah lapang pandang.
  • Warna terlihat lebih kusam atau kurang cerah dibandingkan biasanya.

3. Posterior Capsule Opacification (PCO)

Posterior capsule opacification (PCO) atau kekeruhan kapsul posterior adalah kondisi ketika kapsul lensa alami yang dibiarkan tetap berada di dalam mata untuk menopang lensa buatan (lensa intraokular) setelah operasi katarak menjadi keruh. 

 

Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak dapat diteruskan dengan baik ke retina sehingga penglihatan kembali terasa buram atau seperti berkabut, meskipun sebelumnya sudah membaik setelah operasi.

4. Retinopati Diabetik

Penyebab mata berkabut lainnya adalah retinopati diabetik, yakni komplikasi diabetes yang terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah di retina. 

 

Pada retinopati diabetik, pembuluh darah retina dapat bocor, tersumbat, atau memicu pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal. Kebocoran cairan dari pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan retina membengkak (edema), terutama pada bagian makula. 

 

Pembengkakan inilah yang membuat cahaya tidak dapat difokuskan dengan baik sehingga penglihatan menjadi buram atau terasa seperti berkabut.

5. Infeksi atau Peradangan pada Mata

Infeksi atau peradangan pada mata juga dapat menyebabkan penglihatan terasa seperti berkabut. Kondisi ini terjadi karena peradangan mengganggu bagian-bagian mata yang berperan dalam meneruskan dan memfokuskan cahaya ke retina.

 

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mata berkabut akibat peradangan atau infeksi meliputi:

  • Keratitis, yaitu peradangan pada kornea (lapisan bening di bagian depan mata) akibat infeksi bakteri, virus, jamur, parasit, atau penggunaan lensa kontak yang tidak higienis.
  • Uveitis, yaitu peradangan pada uvea (lapisan tengah mata yang terdiri dari iris, badan siliar, dan koroid).
  • Skleritis, yaitu peradangan pada sklera atau bagian putih mata. 
  • Penyakit autoimun tertentu, seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau spondilitis ankilosa, juga dapat memicu peradangan pada berbagai bagian mata.

Baca juga: Infeksi Mata: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya

6. Fuchs’ Dystrophy

Fuchs' dystrophy adalah penyakit pada kornea yang terjadi ketika sel-sel endotel kornea mengalami kerusakan dan jumlahnya terus berkurang seiring waktu.

 

Sel endotel sendiri berfungsi memompa kelebihan cairan keluar dari kornea agar kornea tetap jernih. Ketika sel-sel ini tidak lagi bekerja dengan baik, cairan akan menumpuk di dalam kornea sehingga kornea membengkak dan menjadi keruh.

 

Kondisi ini dapat mengganggu masuknya cahaya ke dalam mata. Akibatnya, penglihatan menjadi buram atau terasa seperti tertutup kabut.

7. Floaters

Floaters adalah bintik-bintik atau bayangan kecil yang tampak melayang dalam penglihatan. Kondisi ini umumnya tidak menyebabkan seluruh penglihatan menjadi berkabut. Namun, jika ukuran floaters cukup besar atau jumlahnya banyak, bayangan yang ditimbulkan dapat membuat sebagian penglihatan tampak kabur, berkabut, atau berbayang. 

 

Jika floaters muncul secara tiba-tiba dalam jumlah banyak, terutama disertai kilatan cahaya atau seperti ada tirai yang menutupi penglihatan, segera periksakan diri ke dokter mata karena dapat menjadi tanda adanya robekan atau ablasi retina.

8. Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak juga dapat menyebabkan mata terasa seperti berkabut. Kondisi ini dapat terjadi apabila lensa kontak kering, kotor, rusak, atau tidak terpasang dengan baik sehingga mengganggu jalannya cahaya ke dalam mata. 

 

Selain itu, pemakaian lensa kontak yang terlalu lama atau tidak sesuai dapat mengurangi pasokan oksigen ke kornea dan menyebabkan pembengkakan kornea (edema kornea) sehingga penglihatan menjadi buram atau berkabut.

Apakah Mata Berkabut Bisa Disembuhkan?

Mata berkabut dapat disembuhkan, tergantung pada penyebabnya. Pada kondisi ringan, seperti penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, penglihatan biasanya dapat kembali jernih setelah diberikan terapi yang sesuai, misalnya dengan penggunaan tetes mata, istirahat yang cukup, atau mengganti lensa kontak.

 

Sementara itu, cara mengatasi mata berkabut akibat katarak adalah dengan operasi penggantian lensa mata dengan lensa buatan untuk mengembalikan kejernihan. Jika mata berkabut disebabkan oleh komplikasi diabetes atau degenerasi makula, pengobatan bertujuan mengendalikan penyakit dan mencegah kerusakan penglihatan semakin memburuk. 

 

Pada beberapa kasus, penurunan penglihatan yang sudah terjadi mungkin tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, tetapi dokter dapat membantu mempertahankan sisa fungsi penglihatan melalui penanganan yang tepat.

 

Demikian penjelasan mengenai penyebab mata seperti berkabut dan cara mengatasinya. Jika Anda mengalami gejala mata berkabut, segera konsultasikan dengan dokter mata untuk mencari tahu penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Ini karena gejala tersebut bisa menjadi tanda kondisi serius yang memerlukan perhatian medis, seperti katarak. Jika mata berkabut disertai dengan gejala melihat cahaya halo atau warna objek di sekitar tampak memudar, Anda dapat memeriksakan diri menggunakan layanan Katarak di JEC Eye Hospitals and Clinics.

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan apakah gejala tersebut disebabkan oleh katarak atau kondisi lain. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang tepat.

 

Baca juga: Apa Penyebab Katarak di Usia Muda? Ini Penjelasannya dan Pengobatannya

icon-doctor