Mohon Tunggu ..

Adakah Cara Menyembuhkan Mata Silinder secara Alami?

Oleh Tim Medis JEC

  23 Sep 2026

  79 Views

Share
Adakah cara menyembuhkan mata silinder secara alami

Jika penglihatan Anda terasa kabur atau berbayang, baik saat melihat jarak jauh maupun dekat, mungkin Anda mengalami astigmatisme atau mata silinder. Astigmatisme merupakan kondisi di mana bentuk mata lebih melengkung daripada seharusnya. Kondisi ini membuat cahaya yang masuk tidak terfokus pada satu titik di retina.

 

Lantas, apakah ada cara menyembuhkan mata silinder secara alami? Apakah kondisi ini hanya dapat ditangani melalui prosedur medis? Simak penjelasan berikut hingga selesai untuk menemukan jawabannya!

Adakah Cara Menyembuhkan Mata Silinder secara Alami?

Berhubung astigmatisme atau mata silinder berkaitan dengan bentuk kornea atau lensa mata, cara alami seperti obat herbal atau latihan mata sebenarnya tidak dapat mengubah bentuk kedua bagian tersebut.

 

Meskipun demikian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala mata lelah pada orang dengan mata silinder, di antaranya:

  • Beristirahat sejenak di antara aktivitas membaca, menulis, atau berkendara.
  • Saat menggunakan perangkat digital, luangkan waktu untuk beristirahat 20 detik dengan melihat suatu objek berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) setiap 20 menit.
  • Menyesuaikan pencahayaan berdasarkan aktivitas yang dilakukan.
  • Menggunakan obat tetes mata pelumas.
  • Menggunakan humidifier.
  • Berhenti merokok.

Pilihan Penanganan Medis untuk Mata Silinder

Kabar baiknya, ada beberapa pilihan prosedur medis yang bisa dijalankan untuk menangani mata silinder. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kacamata atau Lensa Kontak

Jika Anda mencari cara menyembuhkan mata silinder tanpa operasi, kacamata atau lensa kontak adalah jawabannya.

 

Kacamata untuk pasien astigmatisme dibuat melengkung untuk mengimbangi bentuk kornea atau lensa mata yang menyebabkan penglihatan kabur. Lensa kacamata ini bekerja dengan baik saat Anda melihat lurus ke depan.

 

Namun, lensa silinder tertentu bisa membuat lantai atau dinding terlihat miring. Meskipun demikian, efek ini dapat menghilang setelah pasien terbiasa menggunakannya. Pada kasus astigmatisme yang cukup parah, mungkin diperlukan waktu sekitar 1 minggu untuk mulai terbiasa.

 

Selain kacamata, pasien dengan mata silinder juga dapat mengenakan lensa kontak khusus yang disebut lensa torik. Lensa kontak ini dirancang agar kembali ke posisi yang tepat setiap kali pasien berkedip.

2. Orthokeratology

Orthokeratology adalah prosedur penanganan menggunakan lensa kontak kaku yang dipakai saat tidur untuk membentuk kembali kornea. Lensa ini dapat ditembus oleh gas (rigid gas-permeable contact lenses) dan menjadi pilihan yang tepat jika astigmatisme tergolong parah.

 

Setelah bentuk kornea berubah, lensa tetap dapat digunakan secara berkala untuk mempertahankan bentuk kornea yang baru.

 

Baca juga: Lensa Kontak: Rekomendasi, Manfaat, dan Tips Aman Penggunaan

3. LASIK

LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah jenis operasi laser yang dapat membentuk kembali kornea. Alat laser akan mengikis beberapa lapisan kornea yang berada di atas pupil pada bagian luar mata.

 

Pasien mungkin tidak memiliki penglihatan 20/20, tetapi penglihatannya dapat cukup jelas untuk melakukan sebagian besar aktivitas sehari-hari tanpa kacamata atau lensa kontak, biasanya dengan hasil 20/40 atau lebih baik.

 

Sebagai informasi, penglihatan 20/20 menunjukkan ketajaman penglihatan normal. Sementara 20/40 berarti kemampuan melihat pada jarak 20 kaki setara dengan kemampuan orang dengan penglihatan normal untuk dapat melihat jelas pada jarak 40 kaki.

 

Meskipun banyak orang mengandalkan LASIK sebagai solusi untuk mendapatkan penglihatan yang lebih jelas, ada beberapa kondisi yang membuatnya bukan pilihan yang ideal, antara lain:

  • Pasien memiliki penyakit atau mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi proses penyembuhan luka.
  • Pasien memiliki kornea yang tipis karena diperlukan sejumlah jaringan kornea untuk menjalani prosedur LASIK.
  • Pasien bekerja di bidang yang sangat mengandalkan aktivitas fisik atau tidak mengizinkan prosedur refraktif.
  • Resep kacamata pasien berubah dalam satu tahun terakhir, sehingga menunjukkan bahwa kondisi matanya masih berubah terlalu cepat untuk LASIK dapat bekerja dengan baik.
  • Pasien berusia di bawah 18 tahun karena sebagian besar dokter bedah menyarankan untuk tidak menjalani LASIK hingga usia awal 20-an.
  • Pasien pernah menjalani prosedur LASIK sebelumnya karena jaringan parut dapat terbentuk setelah operasi yang dilakukan berulang kali.
  • Pasien sedang hamil, sehingga perubahan hormon dapat menyebabkan kondisi mata berfluktuasi. Selain itu, obat tetes mata yang digunakan selama masa pemulihan juga dapat memengaruhi ASI.

Jika pasien tidak memiliki kondisi-kondisi di atas dan astigmatismenya tidak lebih dari 3,0 dioptri, prosedur LASIK masih berpeluang besar untuk berhasil.

4. SMILE

SMILE (Small Incision Lenticule Extraction) adalah operasi refraktif yang menggunakan laser untuk membentuk bagian kornea berbentuk cakram (lenticule) di bawah permukaan kornea. Selanjutnya, laser membuat sayatan kecil pada kornea agar lenticule dapat dikeluarkan. Proses ini mengubah bentuk kornea sehingga cahaya dapat difokuskan dengan lebih baik pada retina.

 

SMILE dapat menjadi pilihan bagi orang yang menjalani aktivitas atau pekerjaan yang aktif, terutama jika tidak ingin menjalani LASIK yang melibatkan pembuatan flap (lapisan penutup tipis) pada kornea. Untuk menjalani SMILE, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Berusia minimal 22 tahun.
  • Memiliki miopi antara -1 dan -10 serta astigmatisme hingga 3 dioptri.
  • Resep kacamata tidak berubah dalam 1 tahun terakhir.
  • Memiliki kornea dan kesehatan mata yang secara umum baik.
  • Memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hasil SMILE.

Baca juga: Apa Itu SMILE Pro? Inilah Keuntungan & Prosedurnya!

5. Refractive Lens Exchange (RLE)

RLE (Refractive Lens Exchange) adalah operasi elektif untuk mengganti lensa alami mata dengan lensa intraokular (IOL). Lensa IOL memiliki ukuran koreksi penglihatan yang disesuaikan dengan kondisi mata dan ditanam secara permanen di dalam mata.

 

Setelah dipasang, lensa ini berperan sebagai lensa alami mata dengan membiaskan cahaya agar dapat jatuh dengan tepat pada retina. Operasi membuat banyak pasien astigmatisme tidak lagi membutuhkan kacamata atau lensa kontak, atau hanya menggunakannya untuk aktivitas tertentu seperti membaca.

 

RLE bisa menjadi alternatif jika pasien tidak ingin menjalani LASIK yang melibatkan perubahan bentuk kornea. Prosedurnya dapat dipertimbangkan untuk pasien yang:

  • Mengalami presbiopia dan ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak.
  • Memiliki miopi atau hipermetropi ekstrem sehingga tidak memenuhi syarat untuk koreksi penglihatan dengan laser.

Sebaliknya, RLE mungkin tidak sesuai untuk pasien dengan penyakit mata yang memengaruhi kornea, degenerasi makula terkait usia, retinopati akibat diabetes, faktor risiko ablasi retina, serta uveitis.

6. Astigmatic Keratotomy

Astigmatic Keratotomy (AK) adalah operasi mata untuk menangani astigmatisme yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil berbentuk lingkaran di bagian tepi kornea yang paling melengkung atau curam. Sayatan tersebut membuat kornea lebih rileks dan berbentuk lebih bulat sehingga astigmatisme berkurang.

 

Pasien dengan astigmatisme ringan biasanya memperoleh hasil terbaik setelah menjalani operasi AK dan mencapai penglihatan normal. Namun, AK saat ini sudah banyak digantikan oleh LASIK dan Limbal Relaxing Incision (LRI).

 

Itulah penjelasan mengenai cara menyembuhkan mata silinder secara alami serta beberapa penanganan medis yang biasa dilakukan oleh tenaga kesehatan pada pasien. 

 

Pada akhirnya, cara alami berfokus pada upaya menjaga kesehatan dan kenyamanan mata, bukan untuk mengoreksi mata silinder, sedangkan penanganan medis disesuaikan dengan kondisi mata masing-masing pasien. Jika cara alami dapat diterapkan secara umum, penanganan medis perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien.

 

Di antara beberapa penanganan mata silinder di atas, LASIK adalah salah satu prosedur bedah yang paling umum dilakukan. Jika Anda mencari tempat untuk menjalani prosedur LASIK, jangan ragu untuk mempercayakannya pada JEC Eye Hospitals and Clinics.

 

JEC menyediakan layanan LASIK yang menggunakan teknologi femtosecond laser, yaitu sinar inframerah dengan akurasi lebih tinggi daripada teknologi laser lainnya. Dengan femtosecond laser, operasi berlangsung tanpa pisau (bladeless) sehingga menghasilkan permukaan yang sangat halus dan efektif untuk meningkatkan kualitas penglihatan.

 

Waktu tindakan lasernya lebih singkat, yaitu hanya dalam hitungan detik, namun hasilnya optimal. Segera cari dokter untuk mendapatkan penanganan mata yang sesuai dengan kondisi Anda.

 

Baca juga: Mata Plus Apakah Bisa Sembuh? Ini Opsi Pengobatannya

icon-doctor