Mengenal LASIK, Tujuan, Kondisi yang Ditangani & Prosedurnya

  19 Mar 2025

  30,217 Views

Share

LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memperbaiki penglihatan mata yang buruk karena gangguan mata tertentu, seperti mata minus. Selain memberikan penglihatan yang jernih, LASIK dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

 

Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani LASIK, penting untuk memahami apa itu LASIK, bagaimana prosedurnya dilakukan, serta manfaat yang bisa diperoleh. Mari simak ulasan di bawah ini untuk memahami lebih lanjut tentang prosedur LASIK.

Apa Itu LASIK?

Laser-Assisted in Situ Keratomileusis atau LASIK adalah bedah refraktif mata yang digunakan untuk memperbaiki masalah penglihatan menggunakan laser. LASIK termasuk prosedur rawat jalan yang artinya pasien bisa pulang di hari yang sama.

 

Pada prosedur LASIK, dokter menggunakan laser khusus untuk mengubah bentuk kornea. Dengan begitu, cahaya bisa masuk ke kornea sebagaimana mestinya dan mengambil jalur yang benar ke retina.

 

LASIK adalah pilihan prosedur yang efektif bagi seseorang yang tidak ingin bergantung dengan kacamata atau lensa kontak. Biasanya, seseorang yang sudah menjalani LASIK tidak memerlukan kacamata atau kontak lensa lagi.

 

Terdapat beberapa jenis LASIK, di antaranya sebagai berikut:

 

  • CoZi LASIK.
  • 7D LASIK.
  • LASIK XTRA
  • No-Touch LASIK.
  • Microkeratome LASIK (M-LASIK).
  • Advanced Surface Ablation (PRK, LASEK dan EpiLASIK).

Tujuan LASIK

LASIK mata digunakan untuk mengoreksi kelainan refraksi, yaitu saat mata tidak bisa membiaskan (membelokkan) cahaya sehingga cahaya tepat jatuh di retina. Ketika cahaya jatuh tidak tepat di retina, maka penglihatan akan menjadi kabur.

 

LASIK mengubah bentuk kornea secara permanen sehingga bisa memperbaiki penglihatan menjadi normal atau mendekati normal. Kendati demikian, seiring dengan perubahan mata secara alami, seperti faktor usia, kemampuan penglihatan tetap bisa menurun beberapa tahun setelah LASIK.

 

Kondisi tersebut merupakan bagian normal dari proses penuaan. Pada intinya, tujuan LASIK adalah memperbaiki penglihatan dengan membentuk ulang kornea secara permanen.

 

Baca juga: Operasi katarak: Pahami jenis-jenis dan pilihannya

Kondisi yang Dapat Ditangani dengan LASIK

Prosedur LASIK dapat digunakan untuk menangani beberapa masalah penglihatan, di antaranya:

 

  • Rabun jauh (miopi): Pada kondisi ini, penderitanya dapat melihat objek dari jarak dekat, sedangkan objek yang jauh akan terlihat buram. Kondisi ini sering kali dikenal sebagai mata minus dan diatasi dengan menggunakan lensa minus untuk mengoreksi miopi.
  • Rabun dekat (hipermetropia): Kebalikan dari miopi, kondisi ini membuat penderitanya bisa melihat objek dari jarak jauh, namun kesulitan melihat objek dari jarak dekat. Kondisi ini sering kali dikenal sebagai mata plus dan diatasi menggunakan lensa plus.
  • Presbiopi (mata tua): Ini adalah kondisi berupa kesulitan melihat objek dari jarak dekat karena faktor usia yang menyebabkan lensa mata menjadi kurang fleksibel.
  • Silinder: Gangguan ini menyebabkan penderitanya mengalami penglihatan kabur saat melihat objek dari jarak berapa pun. Kondisi ini terjadi karena bentuk kornea tidak beraturan, dan bisa dimiliki bersamaan dengan miopi dan hipermetropi.

Prosedur LASIK

Sebelumnya, penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang bisa melakukan operasi LASIK. Adapun kriteria pasien yang bisa menjalani LASIK adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia minimal 18 tahun (untuk memastikan kemampuan penglihatan sudah tidak dalam masa perkembangan (stabil)).
  • Memiliki masalah refraksi mata, seperti miopi, presbiopi, atau astigmatisme.
  • Resep mata (kondisi mata minus, plus, presbiopia, maupun silinder) tidak banyak berubah dalam kurun waktu 1 tahun terakhir dan bukan merupakan penderita gangguan refraktif ekstrem (misalnya minus tinggi). 
  • Kornea dalam kondisi cukup tebal dan sehat.
  • Tidak memiliki gangguan mata serius, seperti riwayat infeksi mata tertentu, keratokonus, katarak atau glaukoma tingkat lanjut/berat.
  • Tidak sedang hamil maupun menyusui.
  • Tidak memiliki kondisi diabetes yang tidak terkontrol.

 

Sebelum memulai prosedur LASIK, dokter akan memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan tubuh dan mata, seperti pemeriksaan fungsi mata, ketajaman penglihatan, lapang pandang, dan pemetaan kornea.

 

Dokter juga akan memberi tahu pasien mengenai persiapan yang perlu dilakukan. Umumnya, pasien diminta untuk berhenti menggunakan lensa kontak minimal 7 hari sebelum pelaksanaan LASIK dan menghindari penggunaan pelembap muka, riasan wajah, dan parfum pada hari pelaksanaan operasi karena dapat mengganggu prosedur LASIK.

Operasi LASIK dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

 

  1. Dokter meneteskan anestesi ke dalam mata untuk membuat mata mati rasa sehingga tidak merasakan sakit selama prosedur berlangsung. 
  2. Dokter akan memasangkan alat untuk mencegah kelopak mata berkedip (eyelid holder).
  3. Selain memasangkan eyelid holder, dokter juga mungkin akan memasang suction ring untuk mencegah mata bergerak. Pasien dapat merasakan tekanan pada kelopak mata, lalu penglihatan menjadi samar.
  4. Dokter akan membuat lapisan pada kornea yang disebut sebagai flap. Lalu, dokter akan mengangkat dan melipat flap, seperti membalik halaman buku.
  5. Dokter akan meminta pasien fokus pada cahaya yang diarahkan ke mata. Ketika pasien sedang menatap cahaya, dokter akan menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea.
  6. Setelah proses pembentukan kornea selesai, dokter akan mengembalikan flap pada posisi semua. Flap tersebut bisa melekat dengan sendirinya dan tidak memerlukan jahitan atau prosedur apa apun.

 

Setelah prosedur selesai dilakukan, penglihatan pasien akan membaik seperti sediakala. Biasanya, pasien juga diperbolehkan pulang di hari yang sama. 

 

Namun, dokter mengharuskan pasien tetap diantar oleh orang lain untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Selama proses pemulihan mandiri di rumah, dokter biasanya memberikan:

 

  • Pelindung mata untuk mencegah pasien menyentuh mata.
  • Tetes mata untuk mengatasi mata kering.
  • Tetes mata antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Tetes mata untuk mencegah peradangan.

 

Baca juga: Mata Minus vs. Silinder: Bagaimana LASIK Dapat Membantu

 

Demikian penjelasan tentang apa itu LASIK, mulai dari tujuan hingga risiko efek samping yang perlu diketahui. Sampai saat ini, operasi LASIK menjadi cara paling efektif untuk mengatasi refraksi mata.

 

Jika Sahabat JEC berencana menjalani LASIK dengan teknologi canggih dan dokter berpengalaman, Anda bisa menggunakan Layanan LASIK di JEC. JEC merupakan pelopor yang memperkenalkan teknologi Laser Femtosecond di Indonesia, sinar inframerah dengan akurasi lebih tinggi dari teknologi laser lainnya.

 

JEC menyediakan berbagai jenis layanan LASIK, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis LASIK yang tepat. Mari merawat kesehatan mata Anda dengan layanan terbaik dari JEC!

 

Baca juga: Menggunakan Smartphone Setelah Operasi LASIK: Apa yang Perlu Anda Ketahui

icon-doctor