Mohon Tunggu ..

Mata Plus Apakah Bisa Sembuh? Ini Opsi Pengobatannya

Oleh Tim Medis JEC

  27 Aug 2026

  99 Views

Share
Mata plus apakah bisa sembuh

Mata plus disebut juga hipermetropia, yaitu kelainan refraksi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus tepat pada retina, melainkan cenderung jatuh di belakangnya. Kondisi ini dapat membuat objek yang berada dekat terlihat kurang jelas, sementara objek yang lebih jauh umumnya masih terlihat lebih jelas.

Beberapa ciri-ciri mata plus yang dapat dirasakan antara lain penglihatan dekat kabur, mata cepat lelah saat membaca, sering menyipitkan mata, hingga sakit kepala setelah melakukan aktivitas jarak dekat.

Lantas, apakah mata plus bisa sembuh? Simak penjelasan mengenai pilihan koreksi dan penanganannya berikut ini!

Mata Plus Apakah Bisa Sembuh?

Secara umum, mata plus merupakan kelainan refraksi yang berkaitan dengan bentuk bola mata atau kemampuan mata dalam membiaskan cahaya. Salah satu penyebabnya adalah ukuran bola mata yang lebih pendek sehingga cahaya terfokus di belakang retina.

Kondisi ini berkaitan dengan struktur dan sistem pembiasan mata sehingga tidak dapat dianggap sembuh hanya dengan latihan mata atau penggunaan obat tertentu.

Meski demikian, gangguan penglihatan akibat mata plus dapat dikoreksi untuk membantu penglihatan menjadi lebih jelas. Kacamata dan lensa kontak dapat membantu mengarahkan fokus cahaya kembali ke retina.

Pada orang dewasa yang memenuhi kriteria tertentu, tindakan bedah refraktif juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada alat bantu penglihatan.

Jika membahas perbedaan minus dan plus pada mata, keduanya sama-sama termasuk kelainan refraksi, tetapi memiliki titik fokus yang berbeda. Pada mata minus atau miopia, cahaya terfokus di depan retina sehingga objek jauh terlihat kabur.

Sebaliknya, pada mata plus, fokus cahaya berada di belakang retina dan keluhan lebih sering muncul saat melihat objek dekat.

Bagaimana Cara Mengatasi Mata Plus?

Cara mengatasi mata plus perlu disesuaikan dengan usia, ukuran plus, kondisi kornea, kesehatan mata secara keseluruhan, serta kebutuhan aktivitas sehari-hari. Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

Kacamata

Kacamata merupakan salah satu pilihan paling umum untuk mengoreksi hipermetropia. Lensa plus membantu meningkatkan daya bias mata sehingga cahaya dapat difokuskan lebih tepat pada retina.

Pada mata plus ringan, kacamata mungkin hanya dibutuhkan saat membaca atau melakukan pekerjaan jarak dekat. Sementara itu, pada ukuran plus yang lebih tinggi, dokter dapat menyarankan pemakaian kacamata lebih sering sesuai dengan kebutuhan penglihatan Anda.

Lensa Kontak

Lensa kontak bekerja dengan prinsip yang serupa dengan kacamata, yaitu membantu mengoreksi arah cahaya agar fokus tepat pada retina. Pilihan ini dapat digunakan oleh orang yang ingin beraktivitas tanpa harus memakai kacamata.

Jenis, ukuran, dan kekuatan lensa perlu disesuaikan dengan kondisi mata. Karena lensa kontak bersentuhan langsung dengan permukaan mata, penggunaannya sebaiknya mengikuti hasil pemeriksaan serta petunjuk dokter mata.

Baca juga: Hipermetropia (Rabun Dekat): Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

LASIK

LASIK merupakan prosedur bedah refraktif yang dapat digunakan untuk mengoreksi hipermetropia pada pasien yang memenuhi kriteria. Prosedur ini bekerja dengan membentuk kembali kornea sehingga kemampuan pembiasannya berubah dan cahaya dapat difokuskan lebih tepat pada retina.

Di JEC, proses pembuatan flap pada LASIK dapat menggunakan teknologi femtosecond laser atau teknik tanpa pisau (bladeless). Selanjutnya, laser digunakan untuk membentuk kornea sesuai kebutuhan koreksi kelainan refraksi.

ReLEx® SMILE

ReLEx® SMILE merupakan tindakan koreksi penglihatan menggunakan femtosecond laser yang bekerja di dalam lapisan kornea tanpa membentuk flap. Proses penggunaan lasernya berlangsung singkat, yaitu dalam hitungan detik.

Namun, berdasarkan kriteria kandidat pada layanan JEC, ReLEx® SMILE ditujukan terutama untuk mata minus dan kombinasi minus dengan silinder. 

Oleh karena itu, prosedur ini bukan pilihan standar untuk mata plus. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan tindakan koreksi yang paling sesuai dengan kondisi refraksi.

Kondisi Mata Plus yang Bisa Dikoreksi dengan Tindakan Laser

Tidak semua orang dengan mata plus dapat langsung menjalani tindakan laser. Tindakan laser dapat dipertimbangkan pada hipermetropia dengan derajat tertentu. 

LASIK umumnya direkomendasikan hingga sekitar +3 dioptri dan dalam kondisi tertentu dapat dipertimbangkan hingga sekitar +4 dioptri setelah evaluasi dokter. Selain ukuran plus, kondisi refraksi (pembelokan cahaya saat melewati kornea dan lensa mata agar terfokus tepat di retina) sebaiknya sudah relatif stabil selama sekitar 12 bulan.

Oleh karena itu, tindakan laser umumnya dilakukan pada orang dewasa. Mata juga harus berada dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gangguan tertentu yang dapat membuat prosedur laser kurang sesuai.

Dokter akan mengevaluasi ketebalan serta bentuk kornea, ukuran kelainan refraksi, kondisi permukaan mata, dan kesehatan mata secara keseluruhan. Pemeriksaan ini penting karena ukuran mata plus saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang dapat menjalani tindakan laser.

Alternatif Tindakan Laser

Apabila Anda tidak memenuhi kriteria untuk tindakan laser, dokter dapat mempertimbangkan prosedur berbasis lensa sebagai alternatif pada kondisi tertentu. Pilihan ini dapat digunakan, misalnya, pada hipermetropia yang cukup tinggi atau ketika terdapat kondisi lensa mata yang membutuhkan penanganan tersendiri.

Salah satu pilihannya adalah Implantable Collamer Lens (ICL), yaitu penempatan lensa tambahan di dalam mata tanpa mengganti lensa alami.

Pilihan lainnya adalah Refractive Lens Exchange (RLE), yaitu mengganti lensa alami mata dengan lensa intraokular. RLE dapat menjadi pertimbangan khususnya pada usia yang lebih lanjut atau ketika sudah terjadi presbiopi.

Pemilihan antara kacamata, lensa kontak, tindakan laser, maupun tindakan berbasis lensa perlu dilakukan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter mata.

Jika Anda ingin mengetahui apakah mata plus dapat dikoreksi dengan tindakan laser, Anda dapat berkonsultasi melalui layanan LASIK dan ReLEx® SMILE di JEC Eye Hospitals and Clinics.

Layanan koreksi penglihatan JEC Eye Hospitals and Clinics didukung oleh teknologi femtosecond laser tanpa pisau (bladeless) untuk membantu proses tindakan secara presisi, dengan penggunaan laser yang dapat berlangsung hanya dalam hitungan detik pada prosedur tertentu. Dokter akan membantu menentukan metode yang paling sesuai berdasarkan kondisi dan kebutuhan penglihatan Anda.

Baca juga: Perbedaan Mata Minus dan Mata Plus Serta Pengobatannya!

icon-doctor