Gejala Meibomian Gland Dysfunction dan Cara Mengatasinya
Kelenjar meibom berperan penting dalam menjaga kestabilan lapisan air mata dan melindungi permukaan mata dari penguapan. Gangguan pada kelenjar ini dapat menyebabkan mata kering, terasa mengganjal, atau mengalami iritasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut dikenal sebagai Meibomian Gland Dysfunction (MGD) dan dapat dialami oleh berbagai kelompok usia. Lantas, apa penyebab, gejala, dan bagaimana cara menanganinya? Mari simak pembahasan selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Meibomian Gland Dysfunction?
Meibomian gland dysfunction adalah gangguan pada kelenjar meibom yang terletak di sepanjang tepi kelopak mata. Kelenjar ini menghasilkan meibum, yaitu minyak yang merupakan salah satu komponen penting dalam lapisan air mata. Meibum membantu menjaga kestabilan lapisan air mata dan memperlambat penguapan air mata dari permukaan mata.
Pada kondisi MGD, kelenjar meibom dapat mengalami perubahan fungsi, baik karena salurannya tersumbat maupun karena produksi atau kualitasnya terganggu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan lapisan air mata menjadi kurang stabil dan mata lebih mudah mengalami kekeringan atau iritasi.
MGD termasuk gangguan yang cukup sering terjadi. Artikel dalam Journal of Clinical Medicine (2026) memperkirakan prevalensi MGD secara global mencapai 35,8%. Artinya, kondisi ini ditemukan pada sekitar 1 dari 3 orang dalam populasi yang diteliti.
MGD juga cenderung lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut. Di Amerika Serikat, sekitar 70% individu berusia lebih dari 60 tahun diperkirakan mengalami kondisi ini.
Selain itu, MGD dilaporkan lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan, dengan prevalensi yang juga dapat berbeda antarkelompok etnis. Sebagai contoh, MGD dilaporkan lebih sering ditemukan pada orang keturunan Asia dibandingkan pada orang berkulit putih.
Apa Penyebab Meibomian Gland Dysfunction?
Meibomian gland dysfunction (MGD) terutama terjadi ketika kelenjar meibom tersumbat atau minyak (meibum) yang dihasilkan mengalami perubahan kualitas. Kondisi ini dapat mengganggu keluarnya meibum dan menyebabkan lapisan air mata menjadi kurang stabil.
Di samping itu, beberapa obat tertentu juga dapat menjadi faktor yang berperan, seperti obat untuk glaukoma, retinoid, estrogen untuk terapi penggantian hormon, serta obat yang menurunkan kadar androgen juga dapat menjadi faktor yang berpotensi menyebabkan MGD.
Baca juga: Mengenal Kanker Mata Melanoma dan Penyebab Utamanya
Faktor Risiko Meibomian Gland Dysfunction
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko meibomian gland dysfunction (MGD), antara lain:
- Bertambahnya usia.
- Memiliki kecenderungan alergi.
- Menggunakan lensa kontak.
- Mengalami blefaritis kronis.
- Mengalami infeksi mata, seperti trakoma.
- Memiliki tekanan darah atau kadar kolesterol yang tinggi.
- Gangguan hormonal, seperti kadar androgen yang rendah.
- Memiliki kondisi tertentu, seperti rosacea, sindrom Sjögren, lupus, psoriasis, atau rheumatoid arthritis.
Bagaimana Gejala Meibomian Gland Dysfunction?
Tidak semua penderita meibomian gland dysfunction (MGD) mengalami gejala. Namun, ketika gangguan pada kelenjar meibom mulai memengaruhi kestabilan lapisan air mata, beberapa keluhan dapat muncul. Beberapa gejala yang umum terjadi, antara lain:
- Mata gatal atau terasa perih.
- Mata merah dan terasa nyeri.
- Kelopak mata membengkak.
- Mata berair.
- Penglihatan kabur.
- Sering mengalami bintitan atau kalazion yang berulang.
- Kelopak mata terasa lengket.
- Muncul kerak pada kelopak mata.
Komplikasi Meibomian Gland Dysfunction
Jika tidak ditangani, meibomian gland dysfunction (MGD) dapat menyebabkan beberapa kondisi, seperti:
- Sindrom mata kering.
- Gangguan pada permukaan mata.
- Peradangan atau infeksi pada mata, seperti blefaritis.
- Kerusakan kornea akibat MGD yang tidak ditangani.
Diagnosis Meibomian Gland Dysfunction
Untuk mendiagnosis meibomian gland dysfunction (MGD), dokter akan melakukan anamnesis dengan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, serta kondisi mata Anda.
Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan mata untuk melihat tanda-tanda MGD, termasuk kondisi bagian dalam kelopak mata. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:
- Ekspresi meibum, untuk menilai jumlah dan kondisi minyak yang keluar dari kelenjar meibom.
- Tear film breakup test, untuk menilai kestabilan lapisan air mata.
- Tes Schirmer, untuk mengukur produksi air mata.
- Pemeriksaan sampel air mata, untuk mengetahui kandungan tertentu dalam air mata.
- Meibografi, untuk melihat struktur dan kondisi kelenjar meibom secara lebih detail.
Baca juga: Benjolan di Kelopak Mata: Penyebab, Gejala, dan Cara Perawatannya
Cara Menangani Meibomian Gland Dysfunction
Penanganan meibomian gland dysfunction (MGD) disesuaikan dengan kondisi kelenjar meibom dan tingkat keparahan gejala. Secara umum, penanganannya dapat dilakukan melalui perawatan di rumah maupun perawatan medis. Berikut penjelasannya:
Perawatan di Rumah
Saat gejala yang muncul masih ringan, Anda dapat melakukan perawatan sederhana di rumah. Berikut adalah langkah-langkah perawatan yang dapat Anda lakukan:
- Menggunakan kompres hangat pada kelopak mata selama kurang lebih lima menit untuk membantu mengencerkan meibum.
- Memijat perlahan kelopak mata di sekitar garis bulu mata untuk membantu mengeluarkan meibum dari kelenjar.
- Menjaga kebersihan kelopak mata dan bulu mata secara rutin.
- Mengonsumsi suplemen omega-3, seperti minyak ikan atau minyak biji rami, sesuai dengan anjuran dokter.
- Mengurangi paparan angin secara langsung dan membatasi waktu menatap layar.
Perawatan Medis
Pada MGD yang lebih lanjut, dokter dapat menambahkan obat atau tindakan medis sesuai dengan kondisi dan masalah kesehatan lain yang menyertainya. Beberapa pilihan yang dapat diberikan meliputi:
- Pelumas mata untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata.
- Antibiotik untuk menangani infeksi yang menyertainya.
- Siklosporin untuk membantu mengendalikan respons sistem kekebalan tubuh.
- Kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan.
Demikian penjelasan mengenai Meibomian Gland Dysfunction (MGD), mulai dari penyebab, gejala, diagnosis, hingga cara penanganannya. Mengenali gejalanya sejak dini dapat membantu Anda mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sebelum keluhan semakin mengganggu.
Jika Anda mengalami mata kering, terasa mengganjal, atau keluhan yang berulang, sebaiknya jangan diabaikan karena dapat berkaitan dengan gangguan pada kelenjar meibom.
Untuk mengetahui kondisi mata secara lebih menyeluruh, Anda dapat melakukan pemeriksaan melalui layanan Mata Kering di JEC Eye Hospitals and Clinics. Layanan ini membantu mengevaluasi kondisi mata kering, termasuk yang berkaitan dengan meibomian gland dysfunction (MGD).
Layanan Mata Kering di JEC Eye Hospitals and Clinics didukung oleh berbagai pemeriksaan diagnostik modern untuk membantu mengetahui tingkat keparahan mata kering akibat MGD sehingga penanganannya dapat disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan kondisi Anda.
Baca juga: Saraf Mata Lemah (Neuropati Optik): Penyebab & Penanganannya


ENG