Sindrom Sjögren: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Oleh Tim Medis JEC

  14 Apr 2026

  25 Views

Share
Sindrom Sjögren

Sindrom Sjögren adalah kondisi autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar yang memproduksi cairan, seperti air mata dan air liur. Akibatnya, penderita sering mengalami kekeringan kronis (jangka panjang), terutama pada mata, yang dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari.

Kondisi ini sering berkembang secara perlahan dan gejalanya kerap dianggap sepele. Padahal, tanpa penanganan yang tepat, sindrom Sjögren dapat menyebabkan komplikasi serius. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami penyakit ini seperti apa, serta mengenali gejala sindrom Sjögren dan cara penanganannya sejak dini.

Apa Itu Sindrom Sjögren?

Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun saat sel darah putih menyerang jaringan sehat, khususnya kelenjar penghasil cairan. Sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh justru merusak kelenjar air mata dan kelenjar ludah.

Akibat gangguan pada sistem kekebalan ini, produksi cairan air mata dan air liur menjadi berkurang sehingga menyebabkan mata dan mulut menjadi kering. Inilah alasan mengapa mata kering menjadi gejala paling umum pada kondisi ini.

Sindrom Sjögren cukup sering ditemukan dan dapat terdeteksi saat pemeriksaan mata rutin. Sekitar 9 dari 10 penderita adalah wanita berusia 40–60 tahun, meskipun kondisi ini juga bisa terjadi pada pria dari semua kelompok usia.

Penyebab Sindrom Sjögren

Penyebab pasti sindrom Sjögren belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini terjadi akibat gangguan sistem imun yang menyerang tubuh sendiri. Sindrom ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Sindrom Sjögren primer. Muncul tanpa penyebab atau pemicu yang jelas.
  • Sindrom Sjögren sekunder. Dipicu oleh kondisi lain, terutama penyakit autoimun.

Selain itu, ada juga beberapa penyakit yang ternyata dapat memicu munculnya sindrom Sjögren, antara lain:

  • Rheumatoid arthritis.
  • Psoriatic arthritis.
  • Lupus.

Infeksi virus juga dapat menjadi pemicu munculnya sindrom Sjögren pada penderita, seperti:

  • Hepatitis C.
  • Cytomegalovirus (CMV).
  • Epstein-Barr virus.
  • HTLV-1.
  • COVID-19.

Memahami penyebab ini penting agar Anda dapat lebih waspada terhadap faktor risiko dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Baca juga: Apa Itu Trikiasis? Kenali Penyebab, Gejala, & Penanganannya

Gejala Sindrom Sjögren

Gejala sindrom Sjögren dapat berbeda pada setiap orang, tetapi umumnya berkaitan dengan kekeringan pada mata dan mulut. Berikut beberapa gejala sindrom Sjögren yang sering terjadi pada mata:

  • Mata sangat kering dan terasa perih. Ini adalah gejala paling umum akibat berkurangnya produksi air mata.
  • Sensasi seperti berpasir atau mengganjal.
  • Mata terasa terbakar atau menyengat. Hal ini akibat iritasi kronis pada permukaan mata. 
  • Penglihatan kabur. Biasanya tidak menetap dan membaik setelah berkedip atau menggunakan tetes mata.
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Mata menjadi lebih mudah silau, terutama di tempat terang.
  • Mata merah akibat konjungtivitis. Terjadi akibat peradangan pada permukaan mata.
  • Sulit menggunakan lensa kontak. Hal ini karena mata tidak cukup lembap.

Mata kering pada sindrom Sjögren terjadi karena kelenjar lakrimal menjadi target utama sistem imun. Hal ini menyebabkan produksi air mata berkurang drastis dan menimbulkan iritasi kronis.

Ketidakstabilan lapisan air mata juga dapat menyebabkan penglihatan kabur. Cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan dengan baik sehingga pandangan terasa tidak jelas.

Selain itu, banyak penderita mengalami sensitivitas tinggi terhadap cahaya. Kondisi ini membuat aktivitas di luar ruangan atau di tempat terang menjadi tidak nyaman.

Di samping gejala pada mata, sindrom Sjögren juga dapat menimbulkan sejumlah kondisi pada anggota tubuh lain, seperti:

  • Nyeri sendi.
  • Nyeri otot.
  • Kesulitan menelan.
  • Kemampuan indera perasa menurun.
  • Ruam kulit.
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Mulas.
  • Nyeri saraf.
  • Gigi berlubang atau kehilangan gigi.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Jika tidak ditangani, sindrom Sjögren dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang lebih serius, seperti:

  • Kerusakan kornea.
  • Infeksi mata.
  • Luka atau ulkus pada mata.

Kondisi ini terjadi karena permukaan mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup. Lalu, selain pada mata, gejala lain dapat muncul bersamaan dan berkembang secara bertahap, seperti:

  • Mulut kering.
  • Nyeri sendi.
  • Kelelahan.

Diagnosis Sindrom Sjögren

Diagnosis sindrom Sjögren dilakukan melalui beberapa tahapan pemeriksaan untuk memastikan kondisi secara akurat. Berikut penjabaran singkatnya:

1. Anamnesis dan Pemeriksaan Awal

Dokter akan melakukan wawancara medis atau anamnesis untuk mengetahui keluhan yang dirasakan pasien. Informasi ini penting untuk mengarahkan diagnosis lebih lanjut.

2. Pemeriksaan Mata

Untuk melakukan pemeriksaan mata pada pasien, beberapa tes yang umum dilakukan untuk membantu dokter menilai tingkat keparahan mata kering antara lain:

  • Schirmer test untuk mengukur produksi air mata.
  • Tes pewarnaan untuk menilai kondisi permukaan mata.
  • Pemeriksaan kelenjar Meibom untuk kelopak mata.

3. Pemeriksaan Tambahan

Untuk memastikan diagnosis, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan lainnya, seperti:

  • Tes saliva untuk mengukur produksi air liur
  • Biopsi kelenjar bibir.
  • Tes darah untuk mendeteksi antibodi.

Jika diperlukan, Anda akan dirujuk ke dokter reumatologi sebagai spesialis sindrom Sjögren untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Proptosis - Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Pengobatan yang Dilakukan

Perawatan sindrom Sjögren bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi jangka panjang. Berikut perawatan medis dan mandiri yang bisa dilakukan:

1. Perawatan Medis

Beberapa metode yang umum dilakukan untuk melakukan perawatan medis sindrom Sjögren meliputi:

  • Tetes pelumas mata (artificial tears).
  • Salep mata untuk menjaga kelembapan.
  • Obat antiinflamasi.
  • Obat untuk mengontrol penyakit autoimun.

Jika terdapat gangguan kelenjar Meibom, dokter akan memberikan terapi khusus untuk memperbaiki kualitas air mata.

2. Perawatan Diri untuk Sindrom Sjögren

Selain pengobatan medis, perawatan diri untuk sindrom Sjögren penting untuk membantu mengurangi gejalanya. Beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Minum air putih yang cukup setiap hari.
  • Menggunakan humidifier di ruangan kering.
  • Menghindari paparan angin langsung.
  • Menggunakan tetes mata sesuai anjuran dokter.

Langkah-langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu menjaga kelembapan mata secara optimal.

Nutrisi dan Sindrom Sjögren

Pola makan memiliki peran penting dalam membantu mengontrol gejala dan mendukung perawatan sindrom Sjögren. Berikut beberapa makanan untuk sindrom Sjögren yang dianjurkan:

  • Sayuran hijau.
  • Buah-buahan.
  • Ikan berlemak (omega-3).
  • Kacang-kacangan.
  • Kunyit, jahe, dan bawang putih,
  • Minyak zaitun dan avokad.

Semua makanan ini penting karena memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan.

Sementara itu, ada juga beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi oleh penderita sindrom Sjögren, yaitu:

  • Makanan olahan.
  • Gorengan.
  • Gula berlebih.
  • Minuman bersoda.
  • Alkohol.
  • Gluten dan beberapa produk susu.

Namun, setiap orang bisa memiliki reaksi berbeda sehingga tetap penting untuk memerhatikan respons tubuh saat mengonsumsi makanan untuk sindrom Sjögren.

Lalu, untuk membantu mengurangi gejala mulut kering yang terjadi pada penderita, berikut adalah beberapa cara untuk membantu meningkatkan kenyamanan saat makan:

  • Konsumsi makanan berkuah seperti sup.
  • Tambahkan saus agar mudah ditelan.
  • Pilih smoothie sebagai alternatif.
  • Minum saat makan.
  • Lunakkan makanan dengan kaldu.

Itulah penjelasan mengenai sindrom Sjögren yang sangat berkaitan dengan mata kering. Jika Anda atau keluarga memiliki keluhan mengenai penyakit ini, gunakan layanan Mata Kering dari JEC Eye Hospitals and Clinics yang hadir sebagai solusi lengkap untuk Anda yang mengalami gejala sindrom Sjögren, khususnya mata kering.

Dengan teknologi modern seperti Schirmer test, TBUT, Tearscope, hingga TearLab osmometer, diagnosis dapat dilakukan secara akurat dan menyeluruh. JEC juga menyediakan berbagai metode perawatan mulai dari artificial tears, obat antiinflamasi, autologous serum, hingga terapi IPL.

Jika mengalami gejala yang mengarah pada sindrom Sjögren, segera konsultasikan kondisi Anda ke JEC Eye Hospitals and Clinics untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat dari tenaga medis berpengalaman.

 

Baca juga: Kalazion - Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobatinya

icon-doctor