Mohon Tunggu ..

Kalazion - Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Cara Mengobatinya!

Oleh Tim Medis JEC

  29 Sep 2026

  18,997 Views

Share
Kalazion

Apakah Anda pernah mengalami benjolan kecil di kelopak mata yang mirip jerawat namun tidak terasa sakit? Kondisi ini bisa jadi kalazion, bukan jerawat atau bintitan biasa.

 

Meskipun tidak berbahaya, kalazion bisa cukup mengganggu penampilan. Jika ukurannya semakin membesar, benjolan ini bahkan dapat menekan bola mata dan memengaruhi penglihatan.

 

Pengobatan kalazion dapat dilakukan dengan perawatan sederhana di rumah maupun tindakan medis, tergantung pada ukuran, lama munculnya, dan kondisi kalazion. Sebagian kalazion dapat mengecil dengan sendirinya, tetapi kalazion yang menetap, semakin besar, atau mengganggu penglihatan perlu diperiksa oleh dokter mata.

 

Kalazion merupakan benjolan pada kelopak mata yang biasanya tidak terasa sakit. Kondisi ini berbeda dengan bintitan yang umumnya berkaitan dengan infeksi dan dapat terasa nyeri.

 

Lantas, bagaimana cara mengobati kalazion dan kapan perlu mendapatkan penanganan dari dokter? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Kalazion?

Kalazion adalah benjolan merah yang terbentuk di kelopak mata. Kondisi ini disebut juga sebagai kista kelopak mata atau kista meibom. Pada awalnya, kalazion mungkin terasa nyeri namun setelah beberapa waktu tidak terasa sakit.

 

Umumnya, kalazion mata terbentuk di kelopak mata atas, namun terkadang bisa juga terbentuk di kelopak mata bawah. Kondisi ini tidak umum dialami oleh anak-anak tetapi bisa saja terjadi. Sering kali, kalazion dialami oleh orang dewasa berusia 30-50 tahun.

Perbedaan Kalazion dan Bintitan

Kalazion dan bintitan (stye) merupakan dua kondisi dengan tampilan dan gejala yang hampir sama, bahkan sama-sama terbentuk akibat kelenjar minyak yang tersumbat. Bedanya, bintitan merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan kelenjar membengkak.

 

Selain itu, bintitan biasanya muncul di tepi kelopak mata, sedangkan kalazion timbul di bagian dalam kelopak mata. Bintitan biasanya juga terasa nyeri, sedangkan kalazion tidak menyebabkan nyeri.

 

Baca Juga: Cara Mengobati Mata Sensitif Cahaya!

Penyebab Kalazion

Kalazion mata terbentuk ketika ada sesuatu yang menghalangi kelenjar minyak kecil di kelopak mata yang terdiri atas kelenjar meibom dan kelenjar zeis. Kelenjar ini berfungsi membantu menjaga kelembapan mata. Jika kelenjar ini tersumbat, maka akan menahan minyak dan membengkak.

 

Pada akhirnya, cairan akan mengalir keluar ke jaringan sekitar dan menyebabkan respon peradangan pada jaringan kelopak mata di sekitarnya. Respon peradangan inilah yang memicu timbulnya benjolan keras berisi minyak dan cairan pada kelopak mata.

 

Terkadang, timbulnya kalazion berkaitan dengan masalah kesehatan lain, seperti:

  • Peradangan kelopak mata (blefaritis).
  • Rosacea.
  • Dermatitis seboroik.
  • Tuberkulosis.
  • Infeksi virus (jarang terjadi).

Faktor Risiko Kalazion

Kalazion bisa terjadi pada siapa saja. Namun, seseorang memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami gangguan mata ini bila mempunyai beberapa faktor risiko berikut ini:

  • Pernah mengalami kalazion sebelumnya.
  • Mengidap blefaritis kronis.
  • Memiliki kondisi kulit tertentu, seperti dermatitis seboroik atau rosacea.
  • Memiliki kulit kering.
  • Mengalami perubahan hormon.

Gejala Kalazion

Gejala kalazion mata yang utama adalah timbulnya benjolan di kelopak mata. Biasanya, kondisi ini memengaruhi kelopak mata bagian atas. Ketika pertama kali berkembang, kalazion mungkin terasa nyeri namun biasanya segera hilang dan hanya tersisa benjolan.

 

Seiring pertumbuhannya, benjolan tersebut akan semakin merah, bengkak, dan lunak. Adapun beberapa gejala lainnya adalah sebagai berikut:

  • Mata berair akibat iritasi.
  • Penglihatan kabur akibat benjolan yang membesar sehingga menekan bola mata.
  • Kelopak mata membengkak seluruhnya.

Baca juga: Pinguekula, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Diagnosis Kalazion

Sebelum menegakkan diagnosis kalazion pada mata, dokter spesialis mata biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan mata eksternal secara keseluruhan, mulai dari kelopak mata, bulu mata, dan tekstur kulit.

 

Kemudian, dokter mungkin juga memerlukan pemeriksaan kelopak mata secara menyeluruh menggunakan pencahayaan dan kaca pembesar untuk melihat pangkal bulu mata. Dokter juga akan memeriksa bukaan kelenjar minyak di bagian bawah kelopak mata.

Pengobatan Kalazion

Pengobatan kalazion bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Kalazion yang berukuran kecil dan tidak mengganggu dapat membaik tanpa tindakan khusus. Sementara itu, kalazion yang menetap atau berukuran besar mungkin membutuhkan penanganan medis.

 

Sebagian besar kasus kalazion bisa hilang dalam hitungan hari atau minggu tanpa pengobatan khusus. Namun, perawatan dapat membantu mempercepat proses penyembuhannya. Adapun beberapa pilihan pengobatan dan obat kalazion sebagai berikut:

 

Kompres Hangat

Kompres hangat merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi kalazion. Gunakan kain atau waslap bersih yang telah dibasahi dengan air hangat, kemudian tempelkan secara lembut pada kelopak mata yang mengalami kalazion. Kompres hangat dapat membantu melunakkan minyak yang menyumbat kelenjar dan mendukung proses pengeluaran sumbatan. Lakukan sesuai petunjuk dokter dan pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas agar tidak menyebabkan iritasi atau luka pada kulit kelopak mata.

 

Pijatan Lembut pada Kelopak Mata

Setelah kompres hangat, dokter dapat menganjurkan pijatan lembut pada area kelopak mata untuk membantu pengeluaran sumbatan. Pijatan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh menggunakan tekanan berlebihan. Jangan memencet, menusuk, atau mencoba memecahkan kalazion sendiri. Tindakan tersebut dapat menyebabkan luka, infeksi, atau memperburuk peradangan.

 

Obat Sesuai Kondisi Mata

Tidak semua kalazion membutuhkan obat. Dokter dapat memberikan pengobatan tertentu apabila terdapat kondisi yang menyertai, seperti peradangan kelopak mata atau infeksi. Jenis obat dan cara penggunaannya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter mata. Hindari menggunakan obat mata secara sembarangan tanpa mengetahui penyebab benjolan.

 

Suntikan Kotikosteroid

Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan suntikan kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan pada kalazion. Tindakan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter dan kondisi masing-masing pasien.

 

Tindakan Pengeluaran Kalazion

Jika kalazion berukuran besar, menetap, atau tidak membaik dengan perawatan sebelumnya, dokter dapat mempertimbangkan tindakan untuk mengeluarkan isi kalazion. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah insisi dan kuretase. Dokter akan memberikan anestesi lokal terlebih dahulu agar area kelopak mata menjadi mati rasa, kemudian membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan isi kalazion. Tindakan ini dilakukan oleh dokter mata dan tidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri di rumah.

Apakah Kalazion Berbahaya?

Kalazion umumnya tidak berbahaya. Namun, jika dibiarkan, ukurannya bisa membesar dan berisiko menekan bola mata hingga menyebabkan gangguan penglihatan. Karena itu, segera konsultasikan ke dokter mata jika benjolan:

  • Tidak mengecil setelah 2–3 minggu.
  • Semakin membesar atau terasa sangat mengganggu.
  • Disertai gangguan penglihatan.

Itulah penjelasan mengenai kalazion yang perlu dimengerti. Kalazion memang bukan kondisi berbahaya. Tetapi, jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, kalazion bisa semakin membesar sehingga berisiko mengganggu fungsi penglihatan.

 

Oleh karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Bagi Sahabat JEC yang mengalami masalah ini, JEC menyediakan Layanan Okuloplasti dan Rekonstruksi Orbita yang khusus menangani gangguan pada kelopak mata, termasuk kalazion. Yuk, segera periksakan diri ke Rumah Sakit Mata JEC dan dapatkan manfaatnya!

 

Baca juga: Abrasi Kornea, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

icon-doctor