Berapa Kadar Air Softlens untuk Mata Kering? Cek di Sini!
Banyak pengguna softlens menganggap bahwa lensa dengan kadar air yang lebih tinggi untuk mata kering pasti lebih nyaman. Sekilas memang terdengar masuk akal. Makin banyak kandungan air di dalam softlens, seharusnya mata terasa lebih lembap. Namun kenyataannya, kondisi mata kering tidak sesederhana itu.
Jika Anda sering merasa mata perih, cepat lelah, atau terasa seperti berpasir saat memakai softlens, bisa jadi masalahnya bukan hanya pada lama pemakaian, tetapi juga pada penggunaan kadar air lensa yang kurang sesuai.
Lantas, berapa kadar air softlens untuk mata kering yang tepat? Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Kadar Air Softlens?
Kadar air softlens adalah persentase kandungan air yang terdapat di dalam material softlens. Kadar air berperan dalam menjaga kelenturan lensa dan membantu penghantaran oksigen ke kornea. Namun, kadar air yang paling nyaman dapat berbeda untuk setiap orang, tergantung kondisi permukaan mata dan produksi air matanya.
Hubungan Mata Kering dan Softlens
Penggunaan lensa kontak memang dapat meningkatkan risiko berbagai keluhan mata, termasuk mata kering. Hal ini karena softlens dapat mengganggu lapisan air mata yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi permukaan mata.
Saat softlens digunakan, lapisan air mata akan terbagi menjadi dua bagian sehingga kestabilannya berkurang dan penguapan air mata dapat meningkat. Akibatnya, mata menjadi lebih mudah kering, terasa mengganjal, perih, atau tidak nyaman.
Jika demikian, Anda perlu menyesuaikan kadar air softlens dengan kondisi mata kering. Sebab, pemilihan kadar air softlens yang tidak tepat dapat membuat gejala mata kering makin memburuk.
Kadar Air Softlens untuk Mata Kering
Banyak orang beranggapan bahwa softlens dengan kadar air tinggi adalah pilihan terbaik untuk kondisi mata kering. Padahal, yang terjadi justru bisa sebaliknya. Softlens dengan kadar air tinggi tidak selalu ideal bagi pemilik mata kering karena dapat menyerap kelembapan dari permukaan mata untuk mempertahankan kadar air lensanya.
Akibatnya, mata dapat terasa makin kering setelah beberapa jam pemakaian, terutama jika Anda sering bekerja di depan layar komputer, berada di ruangan ber-AC, atau terpapar lingkungan yang kering. Faktor-faktor tersebut dapat mempercepat penguapan air mata sekaligus menyebabkan softlens kehilangan kelembapannya lebih cepat.
Sebaliknya, pengguna yang memiliki kecenderungan mata kering sering kali merasa lebih nyaman menggunakan softlens dengan kadar air rendah hingga sedang. Jenis lensa ini umumnya tidak terlalu banyak mengambil cairan dari permukaan mata sehingga kelembapan alami mata dapat terjaga lebih baik.
Secara umum, kadar air softlens yang bagus adalah sebagai berikut:
- Mata kering: Lebih cocok menggunakan softlens dengan kadar air rendah hingga sedang.
- Produksi air mata normal: Dapat mempertimbangkan softlens dengan kadar air lebih tinggi.
- Mata sangat sensitif: Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata sebelum memilih jenis softlens tertentu.
- Baca juga: Softlens Bisa Dipakai Berapa Kali? Ini Panduan Menurut Jenisnya
Bagaimana Cara Mengetahui Kadar Air Softlens?
Mengetahui kadar air softlens sebenarnya mudah. Anda cukup melihat informasi yang tercantum pada kemasan produk softlens.
Umumnya, persentase kadar air akan dituliskan dalam bentuk angka, misalnya 38%, 55%, atau 62%. Selain kadar air, kemasan juga biasanya mencantumkan informasi lain seperti material lensa, diameter, dan tingkat permeabilitas oksigen.
Material Softlens yang Juga Perlu Dipertimbangkan
Saat memilih softlens untuk mata kering, kadar air bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Material lensa juga berperan penting dalam menentukan kenyamanan selama pemakaian.
Secara umum, softlens terbuat dari bahan hidrogel (hydrogel), yaitu material yang mampu menyerap dan menyimpan air sehingga lensa tetap lembut saat digunakan.
Namun, saat ini tersedia pula softlens berbahan silikon hidrogel (silicone hydrogel), yang merupakan pengembangan dari material hidrogel konvensional. Kehadiran silikon memungkinkan lebih banyak oksigen melewati lensa dan mencapai kornea sehingga mata tetap terasa segar dan nyaman selama pemakaian.
Bagi pemilik mata kering, softlens berbahan silikon hidrogel sering menjadi pilihan yang lebih baik karena memiliki permeabilitas oksigen yang lebih tinggi. Aliran oksigen yang cukup membantu menjaga kesehatan kornea sekaligus mengurangi risiko iritasi dan rasa kering yang dapat muncul akibat penggunaan lensa kontak dalam waktu lama.
Oleh karena itu, selain memperhatikan kadar air, pertimbangkan juga material softlens yang digunakan. Kombinasi kadar air yang sesuai dan material yang mampu menghantarkan oksigen dengan baik dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.
Tips Memilih Softlens untuk Mata Kering
Selain memperhatikan kadar air dan bahan lensa, ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat penggunaan softlens, yaitu:
- Periksa kondisi mata terlebih dahulu. Dokter mata dapat mengevaluasi penyebab mata kering dan menentukan apakah penggunaan lensa kontak masih sesuai.
- Pertimbangkan lensa kontak sekali pakai. Softlens harian atau daily disposable dapat menjadi pilihan bagi sebagian pengguna karena tidak memerlukan penyimpanan dan pemakaian ulang.
- Pastikan ukuran lensa sesuai. Lensa yang terlalu ketat atau tidak sesuai dengan bentuk mata dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
- Batasi waktu pemakaian jika mata mulai terasa kering. Berikan waktu istirahat dengan menggunakan kacamata.
- Gunakan tetes pelumas mata yang sesuai. Jika diperlukan, pilih produk yang aman digunakan bersama lensa kontak sesuai anjuran dokter.
- Hindari tidur menggunakan softlens. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko infeksi mata, terutama jika lensa tidak dirancang dan tidak diresepkan untuk pemakaian saat tidur.
Baca juga: Cara Memakai Softlens untuk Pemula, Mudah dan Aman
Tanda Softlens Tidak Cocok untuk Mata Kering
Segera hentikan penggunaan softlens jika Anda mengalami:
- Mata terasa kering sepanjang hari.
- Mata merah setelah memakai softlens.
- Sensasi mengganjal atau seperti ada pasir di mata.
- Pandangan kabur.
- Mata lebih sensitif terhadap cahaya.
- Mata berair berlebihan.
- Rasa perih atau terbakar yang tidak kunjung membaik.
Keluhan tersebut dapat menandakan bahwa softlens yang digunakan tidak sesuai atau mata mengalami iritasi akibat penggunaan lensa kontak.
Demikian penjelasan mengenai kadar air softlens untuk mata kering. Perlu dipahami bahwa kadar air yang lebih tinggi tidak selalu memberikan kenyamanan yang lebih baik. Bagi sebagian orang dengan mata kering, softlens berkadar air rendah hingga sedang justru dapat membantu menjaga kelembapan mata lebih optimal.
Selain itu, pemilihan material lensa, kebiasaan penggunaan, serta perawatan softlens yang tepat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata. Jika Anda sering mengalami mata kering, perih, atau tidak nyaman saat menggunakan softlens, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata untuk mengetahui jenis lensa kontak yang paling sesuai dengan kondisi mata Anda.
Salah satu rumah sakit mata yang menyediakan layanan Lensa Kontak adalah JEC Eye Hospitals and Clinics. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mata dan mendapatkan rekomendasi lensa kontak dan kadar air yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan penglihatan serta kesehatan mata Anda.
Jadi, cari dokter pilihan Anda dan jadwalkan konsultasi agar kenyamanan penggunaan lensa kontak dapat tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan mata dalam jangka panjang.
Baca juga: Pertolongan Pertama Softlens Masuk Mata, Harus Apa?
ENG