Efek Mata Terkena Gram Besi, Apa yang Harus Dilakukan?
Mata terasa perih dan mengganjal setelah terkena gram besi saat menggerinda atau mengelas? Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena serpihan besi yang masuk ke mata dapat melukai permukaan kornea, meninggalkan endapan karat, bahkan menembus bola mata jika terlontar dengan kecepatan tinggi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam fungsi penglihatan.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala mata terkena gram besi sejak dini, memahami risiko komplikasi yang mungkin terjadi, serta mengetahui langkah pertolongan pertama yang tepat. Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut.
Siapa yang Berisiko Terkena Gram Besi pada Mata?
Gram besi merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut serpihan logam kecil yang dihasilkan saat proses pemotongan, penggerindaan, atau pengolahan besi. Saat bekerja, serpihan tersebut dapat terlontar dan mengenai mata, terutama jika seseorang tidak menggunakan pelindung mata yang sesuai.
Terdapat beberapa kelompok orang yang paling berisiko terkena gram besi pada matanya. Kondisi ini sering dialami oleh pekerja yang sering melakukan aktivitas pemotongan, penggerindaan, pengelasan, atau pengolahan logam lainnya.
Pasalnya, aktivitas tersebut dapat menghasilkan serpihan logam kecil yang terlontar dengan kecepatan tinggi dan berisiko masuk ke mata jika tidak mengenakan kacamata pelindung. Berikut adalah beberapa kelompok pekerja yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera mata akibat terkena gram besi:
-
Pekerja pengelasan yang terpapar percikan dan serpihan logam saat proses pengelasan.
-
Pekerja industri logam yang melakukan aktivitas memotong, membentuk, atau menghaluskan logam.
-
Pekerja konstruksi yang menggunakan atau berada di dekat alat pemotong dan pengebor logam.
-
Mekanik dan teknisi mesin yang bekerja dengan komponen logam, baut berkarat, atau mesin yang berpotensi menghasilkan serpihan logam.
-
Pengguna alat, seperti gerinda, bor, dan alat potong logam.
-
Pekerja taman atau aktivitas luar ruangan yang menggunakan mesin pemotong rumput atau alat pemangkas yang dapat menghantam benda logam tersembunyi dan melontarkannya ke arah mata.
-
Orang dengan riwayat operasi atau cedera mata sebelumnya karena beberapa area pada mata dapat menjadi lebih rentan terhadap penetrasi serpihan logam.
Apa Efek Mata Terkena Gram Besi?
Efek mata terkena gram besi dapat berbeda-beda, tergantung ukuran serpihan, kecepatan benturan, serta seberapa dalam benda tersebut masuk ke mata.
Pada kasus ringan, serpihan mungkin hanya menyebabkan iritasi atau goresan pada permukaan mata. Namun, pada kasus yang lebih berat, serpihan besi dapat merusak jaringan mata dan menyebabkan gangguan penglihatan.
Berikut beberapa kondisi yang dapat terjadi.
1. Abrasi Kornea
Abrasi kornea adalah luka atau goresan pada permukaan kornea, yaitu lapisan bening yang menutupi bagian depan mata. Serpihan logam yang masuk ke dalam mata dapat menempel pada permukaan kornea dan berisiko mengalami abrasi kornea. Abrasi kornea umumnya ditandai dengan nyeri hebat, mata berair, kemerahan, dan sensasi mengganjal pada mata.
Meski sebagian luka ringan pada kornea dapat sembuh dalam beberapa hari, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada serpihan logam yang tertinggal.
2. Infeksi Mata
Jika gram besi tidak segera dikeluarkan, risiko infeksi dapat meningkat. Infeksi mata dapat memperlambat proses penyembuhan dan memperbesar kemungkinan terjadinya komplikasi pada kornea. Gejala infeksi yang perlu diwaspadai antara lain mata merah, terasa nyeri, kelopak mata membengkak, hingga penglihatan buram.
Baca juga: Kenapa Bola Mata Sakit? Pahami Kemungkinan Penyebabnya
3. Ulkus Kornea
Pada beberapa kasus, infeksi kornea dapat berkembang menjadi ulkus kornea. Gejalanya dapat berupa mata merah, nyeri yang semakin berat, sensitif terhadap cahaya, serta penglihatan yang menjadi buram. Pada beberapa kasus, dapat muncul bercak putih pada kornea.
Ulkus kornea memerlukan penanganan medis segera karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan gangguan penglihatan permanen.
4. Jaringan Parut pada Kornea
Cedera yang cukup dalam atau disertai infeksi dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut (scar) pada kornea. Jika jaringan parut muncul di area kornea yang berperan penting dalam proses penglihatan, kondisi ini dapat mengganggu kejernihan penglihatan dan bahkan menimbulkan gangguan penglihatan permanen.
5. Cedera Penetrasi Bola Mata
Pada benturan berkecepatan tinggi, serpihan logam dapat menembus bola mata. Ini merupakan kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada struktur mata dan berpotensi menimbulkan kebutaan.
Serpihan besi yang tertinggal di dalam bola mata juga dapat menimbulkan kerusakan jaringan akibat kandungan besinya.
Perlu diketahui bahwa luka tembus tidak selalu terlihat besar dari luar. Karena itu, cedera mata akibat alat berkecepatan tinggi harus segera diperiksa meskipun penglihatan masih terasa normal.
6. Endapan Karat pada Kornea
Serpihan besi yang menempel atau tertanam di kornea dapat mengalami proses oksidasi sehingga meninggalkan endapan karat berwarna kecokelatan. Kondisi ini dikenal sebagai corneal rust ring atau cincin karat pada kornea.
Endapan karat dapat mulai terbentuk hanya dalam beberapa jam setelah serpihan besi tertanam. Jika tidak ditangani, endapan tersebut dapat memicu peradangan dan merusak jaringan kornea di sekitarnya.
Karena itu, dokter mungkin perlu membersihkan endapan karat menggunakan alat khusus setelah serpihan besi dikeluarkan.
Baca juga: Mata Terasa Mengganjal? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya
Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?
Segera periksakan diri ke dokter mata atau instalasi gawat darurat apabila Anda mengalami cedera akibat gerinda, bor, atau serpihan logam yang terlontar dengan kecepatan tinggi.
Pemeriksaan juga perlu segera dilakukan apabila mengalami salah satu kondisi berikut:
-
Penglihatan kabur atau menurun.
-
Nyeri mata yang semakin berat.
-
Mata sulit dibuka karena nyeri.
-
Muncul kilatan cahaya atau bayangan seperti tirai pada lapang pandang.
-
Keluar darah atau cairan dari mata.
-
Terlihat benda asing menancap pada mata.
-
Cedera terjadi saat menggunakan gerinda, bor, atau alat logam berkecepatan tinggi.
Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas dan menjaga fungsi penglihatan.
Pertolongan Pertama Saat Mata Terkena Gram Besi
Pertolongan pertama perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan cedera mata.
Jika hanya terkena debu atau partikel ringan yang tidak menancap, membiarkan air mata mengalir atau membilas mata dengan air bersih maupun larutan saline dapat membantu mengeluarkan partikel tersebut.
Namun, jika mata terkena serpihan logam dari gerinda, bor, atau alat berkecepatan tinggi, jangan mencoba mengeluarkannya sendiri. Cedera seperti ini berisiko menyebabkan luka tembus yang mungkin tidak langsung terlihat.
Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan:
-
Hentikan aktivitas yang sedang dikerjakan.
-
Jangan mengucek atau menggosok mata.
-
Berkediplah beberapa kali untuk membantu mengeluarkan partikel yang tidak menempel.
-
Bilas mata menggunakan air bersih atau larutan saline.
-
Segera cari pertolongan medis untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti ke dokter mata atau ke IGD rumah sakit.
Selain itu, hindari tindakan berikut:
-
Mengambil serpihan menggunakan jari.
-
Menggunakan pinset, kapas, atau benda lain.
-
Menekan bola mata.
-
Menggunakan magnet untuk menarik serpihan logam.
-
Memaksakan diri mengeluarkan benda yang menancap pada mata.
-
Menggunakan obat tetes mata sembarangan sebelum cedera diperiksa oleh tenaga medis.
Bagaimana Pengobatan Mata Terkena Gram Besi?
Dokter akan menyesuaikan penanganan cedera mata dengan lokasi, ukuran, dan kedalaman serpihan logam. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan meliputi:
-
Pengangkatan serpihan logam: Dokter akan menggunakan alat khusus untuk mengangkat gram besi dari permukaan mata secara aman.
-
Pemberian obat antibiotik: Tetes atau salep antibiotik sering diberikan untuk membantu mencegah infeksi setelah serpihan logam diangkat.
-
Obat pereda nyeri dan peradangan: Dokter dapat meresepkan obat tertentu untuk membantu mengurangi keluhan selama masa pemulihan.
-
Operasi: Pada kasus yang berat, terutama bila serpihan menembus bagian dalam mata, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat benda asing dan memperbaiki kerusakan jaringan.
Pada cedera tertentu, dokter juga dapat mengevaluasi apakah pasien memerlukan imunisasi tetanus.
Setelah pengobatan, pasien mungkin perlu menjalani pemeriksaan ulang untuk memastikan luka telah membaik dan tidak ada serpihan atau endapan karat yang tertinggal.
Cara Mencegah Mata Terkena Gram Besi
Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk mengurangi risiko cedera mata akibat serpihan logam. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
-
Selalu menggunakan kacamata pelindung atau safety goggles saat bekerja dengan logam.
-
Menghindari berada di dekat orang yang sedang menggerinda atau mengebor tanpa alat pelindung.
-
Mematuhi prosedur keselamatan kerja.
-
Memastikan alat kerja berada dalam kondisi baik sebelum digunakan.
Demikian penjelasan mengenai efek mata terkena gram besi, lengkap dengan pertolongan pertama dan pengobatannya. Serpihan besi yang tertinggal di mata berisiko menimbulkan abrasi kornea, infeksi, jaringan parut, bahkan kerusakan permanen apabila tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, jangan menunda pemeriksaan apabila serpihan besi masuk ke dalam mata, terutama jika menimbulkan gejala, seperti nyeri hebat atau gangguan penglihatan. Anda dapat mengunjungi mata di rumah sakit mata tepercaya, salah satunya adalah JEC Eye Hospitals and Clinics.
JEC menyediakan layanan Trauma Oftalmik untuk menangani berbagai cedera pada mata, termasuk akibat kecelakaan kerja, benturan, paparan bahan kimia, maupun masuknya benda asing seperti serpihan logam. Layanan ini didukung oleh dokter spesialis mata berpengalaman serta fasilitas yang memadai untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi penglihatan pasien.
Jadi, segera cari dokter pilihan Anda dan periksakan kondisi mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan begitu, risiko komplikasi yang dapat mengancam penglihatan dapat diminimalkan.
Baca juga: Apakah Kornea Mata Robek Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya
ENG