Apa Itu Retinitis Pigmentosa? Kenali Gejala & Penanganannya!
Retina adalah salah satu bagian mata yang berfungsi mengubah cahaya menjadi sinyal yang diteruskan ke otak sehingga kita bisa melihat dengan jelas. Maka dari itu, jika retina mengalami gangguan, kualitas penglihatan juga akan mengalami penurunan.
Salah satu gangguan retina yang bisa memengaruhi penglihatan adalah retinitis pigmentosa. Ini merupakan kelainan bawaan yang ditandai dengan kesulitan melihat di malam hari. Untuk mengetahui gejala lengkapnya, simak artikel berikut ini.
Apa Itu Retinitis Pigmentosa?
Retinitis pigmentosa adalah sekumpulan gangguan mata bawaan yang langka dan menyerang retina. Retina sendiri merupakan bagian mata yang berperan penting dalam menerima cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal yang diteruskan ke otak untuk diproses menjadi gambar.
Penyakit ini bekerja dengan cara merusak sel-sel fotoreseptor di retina secara bertahap. Sel-sel yang terganggu ini adalah sel batang untuk membantu melihat dalam gelap dan sel kerucut untuk melihat warna dan detail. Ketika sel-sel ini rusak, penglihatan akan menurun secara progresif atau bertahap.
Penyebab Retinitis Pigmentosa
Retinitis pigmentosa terjadi karena adanya mutasi genetik yang diturunkan dari keluarga. Meski begitu, tidak semua penderita retinitis pigmentosa memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama. Pasalnya, terdapat lebih dari 80 mutasi genetik yang bisa menyebabkan kondisi ini dan beberapa di antaranya tidak diturunkan atau terjadi secara spontan.
Mutasi genetik ini dapat memengaruhi sel retina melalui berbagai cara sehingga bisa memicu progresi penyakit yang berbeda pula pada setiap individu. Itulah kenapa beberapa penderita mengalami penurunan penglihatan yang lebih parah atau lebih cepat dibandingkan yang lain.
Di samping itu, retinitis pigmentosa juga bisa menjadi bagian dari sindrom genetik lain, seperti sindrom Usher. Sindrom ini tidak hanya memengaruhi penglihatan, tetapi juga organ lain, seperti pendengaran.
Apa Gejala Retinitis Pigmentosa?
Biasanya, gejala retinitis pigmentosa muncul saat penderita masih anak-anak atau remaja. Jika dibiarkan, kondisi ini akan terus memburuk sampai akhirnya bisa menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini agar penderita segera mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa gejala umumnya:
- Kesulitan melihat di malam hari. Ini karena sel batang yang berperan untuk membantu mata melihat dalam kondisi gelap mengalami kerusakan. Akibatnya, penderita membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi saat berada di tempat gelap.
- Penglihatan samping memburuk. Kerusakan sel retina juga memengaruhi penglihatan samping (perifer) sehingga penderita akan sulit melihat objek di sisi kiri atau kanan tanpa menolehkan kepala.
- Penurunan penglihatan sentral (tengah). Pada beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami penurunan penglihatan di bagian tengah. Hal ini membuat mereka sulit melakukan aktivitas dalam jarak dekat, seperti membaca atau memasukkan benang ke jarum.
- Kesulitan mengenali warna. Selain memengaruhi sel batang, retinitis pigmentosa juga bisa menyerang sel kerucut yang bertugas untuk melihat warna dan detail. Akibatnya, penderita bisa kesulitan membedakan warna.
Baca juga: Buta Warna - Gejala, Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Diagnosis Retinitis Pigmentosa
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu guna mengetahui riwayat keluarga serta gejala yang dialami.
Selanjutnya, dokter akan memeriksa mata secara menyeluruh menggunakan beberapa tes khusus, seperti:
- Tes genetik: Tes dilakukan dengan mengambil sampel darah atau jaringan lain untuk mencari tahu apakah penderita memiliki mutasi genetik yang menyebabkan retinitis pigmentosa. Selain itu, tes ini juga membantu menentukan jenis retinitis pigmentosa yang diderita, tingkat keparahan, dan opsi terapi yang tepat.
- Elektroretinografi (ERG): Tes ini digunakan untuk mengecek aktivitas listrik retina atau responsnya terhadap cahaya.
- Optical coherence tomography (OCT): Ini merupakan alat khusus yang memungkinkan dokter melihat lapisan retina secara detail menggunakan gelombang cahaya.
- Pencitraan fundus autofluorescence (FAF): Dokter akan menggunakan sinar biru untuk memeriksa dan mencari tanda-tanda kerusakan retina.
- Tes lapang pandang: Tes ini bertujuan untuk mengukur area penglihatan samping atau perifer dan menemukan blind spot yang dipicu oleh retinitis pigmentosa.
Baca juga: Gangguan Lapang Pandang: Penyebab, Jenis, dan Gejalanya
Cara Menangani Retinitis Pigmentosa
Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan retinitis pigmentosa. Namun, terdapat beberapa terapi yang bisa membantu mengelola gejala dan mencegah kondisi semakin memburuk, seperti penggunaan alat bantu penglihatan rendah (low vision aids) dan program rehabilitasi penglihatan.
Keduanya bertujuan untuk membantu penderita beradaptasi dan memanfaatkan kemampuan penglihatan yang masih tersisa agar tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Selain itu, dokter mungkin akan memberi suplemen dan vitamin untuk membantu memperlambat penurunan penglihatan.
Agar seluruh upaya penanganan tersebut dapat berjalan optimal, pemeriksaan mata secara rutin pun menjadi kunci yang tak boleh terlewatkan. Langkah ini sangat penting untuk membantu penderita memantau perkembangan gejala dari waktu ke waktu, sekaligus memastikan dokter dapat segera menentukan langkah penanganan yang paling efektif.
Melalui pemeriksaan rutin ini, dokter juga dapat segera mengetahui jika retinitis pigmentosa mulai memicu komplikasi lain, seperti gangguan refraksi, katarak, hingga edema makula kistoid. Dengan demikian, tindakan medis dapat dilakukan secepat mungkin untuk melindungi penglihatan pasien.
Demikian penjelasan mengenai retinitis pigmentosa. Dengan mengenali gejalanya, Anda dapat segera mendapatkan perawatan medis untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Dengan begitu, penderita dapat mempertahankan penglihatannya secara optimal.
Jika Anda atau orang terdekat mulai merasakan gejala yang mengarah pada retinitis pigmentosa, seperti kesulitan melihat di malam hari dan penglihatan samping yang memburuk, segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata.
Salah satu opsi rumah sakit mata yang bisa Anda pertimbangkan adalah JEC Eye Hospitals and Clinics. Melalui pemeriksaan Vitreoretina, dokter mata berpengalaman akan mengevaluasi kondisi retina secara komprehensif dan menentukan langkah penanganan yang tepat untuk menyelamatkan dan mengoptimalkan sisa penglihatan yang ada.
Baca juga: Apa Itu Low Vision? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya


ENG