Apa Itu Herpes Zoster Ophthalmicus? Wapadai Gejalanya!

Oleh Tim Medis JEC

  28 May 2026

  75 Views

Share
Herpes zoster ophthalmicus

Sejumlah gangguan mata disebabkan oleh infeksi akibat virus yang menyerang jaringan mata sehingga mengakibatkan peradangan. Salah satu penyakit mata yang disebabkan oleh virus adalah herpes zoster ophthalmicus.

 

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada mata dan sistem saraf. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab dan gejalanya agar Anda dapat segera mendapatkan pertolongan medis yang tepat. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Herpes Zoster Ophthalmicus?

Herpes zoster ophthalmicus adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella zoster. Virus ini merupakan virus yang sama dengan penyebab cacar air (varicella) yang dapat mengakibatkan ruam menyakitkan yang menjalar hingga ke area wajah dan sekitar mata.

 

Jika infeksi virus sudah melibatkan saraf mata, maka dapat menyebabkan komplikasi serius yang menyebabkan gangguan penglihatan berat hingga kehilangan penglihatan permanen apabila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang lebih parah.

Penyebab Herpes Zoster Ophthalmicus

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, herpes zoster ophthalmicus dipicu oleh virus varicella zoster, yakni virus yang menyebabkan cacar air. Meskipun cacar air sudah sembuh, virus ini tidak sepenuhnya hilang dari tubuh, melainkan tetap berada dalam keadaan tidak aktif.

 

Namun, ketika daya tahan tubuh menurun, virus tersebut dapat aktif kembali dan menyerang saraf trigeminal, khususnya cabang oftalmik, yaitu saraf yang berhubungan dengan area mata, dahi, dan sekitar hidung.

 

Baca juga: Herpes Mata: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Faktor Risiko Herpes Zoster Ophthalmicus

Risiko terjadinya herpes zoster ophthalmicus dapat meningkat karena beberapa faktor, meliputi:

  • Berusia 50–60 tahun.
  • Sistem imun lemah, misalnya akibat:
    • HIV.
    • Penggunaan obat kortikosteroid/imunosupresan pada penyakit autoimun.
    • Transplantasi organ atau sumsum tulang.
    • Kemoterapi.
  • Stres.
  • Penyakit sistemik.
  • Belum mendapatkan vaksin herpes zoster (zoster vaccine), terutama pada usia lanjut atau individu dengan risiko tinggi.

Gejala Herpes Zoster Ophthalmicus

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang tidak hanya muncul pada kulit, tetapi juga pada mata dan saraf di sekitarnya. Berikut adalah beberapa gejala umum herpes zoster ophthalmicus pada mata:

  • Nyeri pada mata.
  • Mata terasa tertekan.
  • Mata berair.
  • Mata merah.
  • Penglihatan memburuk.
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Pembengkakan kelopak mata.

Selain pada mata, penderita juga dapat mengalami gejala lain, seperti:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Lelah dan tidak enak badan.
  • Nyeri di area dahi.
  • Lepuhan merah pada kulit.

Diagnosis Herpes Zoster Ophthalmicus

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) guna mengetahui riwayat kesehatan pasien dan keluarga serta gejala yang dialami. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada mata, seperti pemeriksaan slit lamp dan tes ketajaman penglihatan.

 

Selain itu, pasien juga dapat menjalani prosedur tambahan, antara lain: 

  • Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk menilai komplikasi pada kornea, tekanan bola mata, retina, maupun saraf. Pemeriksaan tersebut meliputi ocular tonometry, corneal esthesiometry, dan pemeriksaan CT/MRI untuk menilai adanya kemungkinan komplikasi pada mata. 
  • Optical coherence tomography (OCT) untuk menilai struktur retina dan saraf optik.
  • Pemeriksaan fundus fluorescein angiography yang dilakukan dengan menyuntikkan zat pewarna melalui pembuluh darah untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah retina.

Komplikasi Herpes Zoster Ophtalmicus

Herpes zoster ophthalmicus dapat menyebabkan infeksi dan peradangan pada kornea. Jika tidak ditangani dengan tepat, kornea dapat membengkak, rusak parah, dan timbul jaringan parut di masa depan.

 

Kondisi ini kemudian juga dapat menyebabkan: 

  • Postherpetic neuralgia (nyeri saraf berkepanjangan).
  • Uveitis.
  • Glaukoma.
  • Kornea kebas.
  • Skleritis.
  • Ocular motor palsies.
  • Acute retinal necrosis (ARN).
  • Ptosis.
  • Cicatricial ectropion.

Selain itu, herpes zoster ophthalmicus juga dapat menyebabkan komplikasi neurologis, seperti contralateral hemiplegia akibat peradangan pada sistem saraf pusat yang terdampak oleh virus varicella zoster.

 

Baca juga: Infeksi Kornea: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Cara Menangani Herpes Zoster Ophthalmicus

Menurut studi dari Clinics in Dermatology (2024), herpes zoster ophthalmicus harus segera diobati dalam waktu kurang dari 72 jam sejak gejala mulai muncul untuk mencegah komplikasi serius pada mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. 

 

Penanganan biasanya berfokus pada menghentikan perkembangan virus, mengurangi peradangan pada mata, dan menjaga kondisi mata tetap stabil selama proses penyembuhan. Beberapa penanganan yang umum diberikan meliputi:

  • Obat antivirus oral: Dokter biasanya meresepkan obat antivirus yang diminum melalui mulut untuk membantu memperlambat perkembangan virus, mempercepat penyembuhan ruam, mengurangi nyeri, serta menurunkan risiko komplikasi pada mata. Pengobatan akan lebih efektif jika dimulai sedini mungkin setelah gejala muncul.
  • Obat tetes mata kortikosteroid: Jika terjadi peradangan pada mata, dokter dapat memberikan obat tetes mata kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan, kemerahan, dan pembengkakan. Penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dokter mata agar aman dan efektif.
  • Obat tetes mata untuk melebarkan pupil: Tetes mata atropine biasanya digunakan untuk menjaga pupil tetap melebar. Tujuannya adalah membantu mengurangi nyeri mata serta mencegah komplikasi tertentu, termasuk beberapa jenis glaukoma akibat peradangan.

Apakah Herpes Zoster Ophthalmicus Dapat Dicegah?

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah herpes zoster ophthalmicus (HZO) adalah dengan mendapatkan vaksin herpes zoster atau vaksin cacar air. Vaksin ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus varicella zoster sehingga risiko virus aktif kembali dan menyerang saraf mata dapat berkurang.

 

Demikian penjelasan mengenai apa itu herpes zoster ophtalmicus, lengkap dengan penyebab, gejala, hingga cara mencegahnya. Kondisi ini memerlukan perhatian medis segera untuk menghindari komplikasi serius pada mata dan sistem saraf.

 

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala, seperti ruam di sekitar mata, nyeri pada mata, atau penglihatan yang memburuk, segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata guna mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Untuk mendukung langkah tersebut, JEC Eye Hospitals and Clinics menyediakan layanan Infeksi dan Imunologi yang membantu Anda dalam mendiagnosis dan menangani permasalahan mata yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur, termasuk virus varicella zoster.

 

Melalui penanganan yang tepat dari dokter spesialis mata berpengalaman, Anda dapat meminimalkan risiko komplikasi dan menjaga kesehatan mata secara optimal. 

 

Baca juga: Sakit Mata pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaganya

icon-doctor