Infeksi Kornea: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Oleh Tim Medis JEC

  26 Jan 2026

  134 Views

Share
infeksi kornea

Infeksi kornea adalah kondisi serius yang menyerang lapisan bening di depan mata dan bisa mengganggu penglihatan jika tidak ditangani segera. Gejala seperti mata merah, nyeri, dan penglihatan kabur sering menjadi tanda awal yang tidak boleh diabaikan.

Lantas, apakah infeksi mata berbahaya? Meski terdengar mengkhawatirkan, infeksi pada kornea mata atau keratitis sebenarnya bisa dicegah dan diobati dengan langkah yang tepat.

Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, pencegahan, hingga pengobatan infeksi pada kornea agar Anda bisa menjaga kesehatan mata dengan lebih baik. Mari simak lebih lanjut!

Apa Itu Infeksi Kornea?

Infeksi kornea adalah kondisi ketika kornea, lapisan bening di bagian depan mata yang berfungsi melindungi mata dan membantu fokus penglihatan, mengalami peradangan atau terinfeksi oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit.

Umumnya, infeksi ini bisa juga disertai dengan gejala seperti mata merah, nyeri, sensasi berpasir, penglihatan kabur, atau bahkan keluar cairan atau kotoran dari mata.

Lalu, apakah infeksi mata menular? Ya, beberapa jenis infeksi mata bisa menular, terutama jika disebabkan oleh virus atau bakteri. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan mata yang terinfeksi, penggunaan handuk atau bantal bersama.

Penyebab Infeksi Kornea

Peradangan pada kornea mata dapat terjadi karena berbagai faktor. Adapun beberapa penyebab paling umum yang memicu kondisi ini adalah sebagai berikut:

  • Infeksi virus, misalnya herpes simpleks.
  • Infeksi bakteri, seperti Staphylococcus atau Pseudomonas.
  • Infeksi jamur, terutama akibat kontaminasi dari air, tanah, maupun tumbuhan.
  • Paparan parasit, seperti Acanthamoeba dari air yang terkontaminasi.

Faktor Risiko Infeksi Kornea

Beberapa kondisi atau kebiasaan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi kornea. Faktor risikonya antara lain:

  • Riwayat cedera atau goresan pada mata.
  • Infeksi virus atau jamur sebelumnya pada mata
  • Kontak dengan air atau lingkungan yang terkontaminasi.
  • Penggunaan lensa kontak jangka panjang atau tidak higienis.

Baca juga: Ini 5 Bahaya Mengucek Mata Terlalu Sering yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Infeksi Kornea

Infeksi kornea biasanya menimbulkan beberapa gejala yang mudah dikenali. Beberapa tanda umumnya meliputi:

  • Mata merah atau meradang.
  • Rasa nyeri atau perih pada mata.
  • Penglihatan kabur atau terganggu.
  • Keluar cairan atau kotorandari mata.
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata.
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

Diagnosis Infeksi Kornea

Untuk menegakkan diagnosis infeksi kornea, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis dengan menanyakan gejala serta riwayat medis pasien secara lengkap.

Kemudian, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menemukan kondisi yang menjadi faktor penyebabnya. Adapun rangkaian pemeriksaan yang umumnya dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan mata anterior.
  • Pemeriksaan visus.
  • Pemeriksaan tekanan intraokular dan respon pupil.

Pengobatan Infeksi Kornea

Pengobatan infeksi kornea harus disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebab infeksi. Adapun beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan oleh dokter mata adalah sebagai berikut:

1. Obat Tetes Mata

Obat tetes mata merupakan pilihan utama untuk mengatasi peradangan pada kornea dari yang ringan hingga sedang. Obat ini bisa berupa antibiotik, antivirus, atau antijamur, tergantung penyebab infeksi. Namun, penggunaannya harus tepat sesuai dosis dan jadwal yang dianjurkan dokter.

2. Obat Minum

Untuk infeksi yang lebih parah atau luas, dokter mungkin meresepkan obat minum berupa antibiotik, antivirus, atau antijamur. Obat oral bekerja dari dalam tubuh untuk membantu mengatasi infeksi yang tidak cukup diobati hanya dengan tetes mata.

3. Salep Mata

Salep mata digunakan terutama pada kasus tertentu karena dapat menempel lebih lama pada permukaan kornea dibanding obat tetes. Biasanya salep mengandung antibiotik atau antivirus sesuai jenis infeksi yang dialami. Penggunaannya juga harus mengikuti anjuran dokter mata.

4. Transplantasi Kornea

Transplantasi kornea dilakukan pada kasus infeksi berat yang menyebabkan kerusakan permanen pada kornea atau gangguan penglihatan serius. Prosedur ini mengganti kornea yang rusak dengan kornea sehat dari donor. Setelah transplantasi, pasien perlu perawatan ketat dan kontrol rutin ke dokter mata untuk mencegah infeksi ulang atau penolakan jaringan.

Baca juga: Kotoran Mata Terus Keluar? Ini Penyebab dan Solusi Pengobatannya

Pencegahan Infeksi Kornea

Mencegah infeksi kornea jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Dengan menjalankan beberapa langkah sederhana dalam menjaga kebersihan mata dan pola hidup sehat, risiko infeksi dapat diminimalkan secara signifikan. Berikut beberapa yang bisa Anda lakukan:

1. Menjaga Kebersihan Lensa Kontak

Selalu cuci tangan sebelum memasang atau melepas lensa kontak. Bersihkan lensa dengan larutan khusus sesuai petunjuk produsen. Mengganti wadah dan produk lensa kontak secara rutin juga penting untuk mencegah penumpukan kuman yang bisa menyebabkan infeksi.

Selain itu, pastikan juga Anda tidak memakai lensa kontak saat tidur atau berenang karena hal ini membuat risiko kuman masuk ke mata lebih tinggi. Jangan juga gunakan lensa kontak terlalu lama dari waktu yang dianjurkan untuk mencegah iritasi dan peradangan kornea.

2. Hindari Kontak dengan Mata saat Tangan Sedang Kotor

Jangan mengucek atau menyentuh mata dengan tangan yang kotor. Kotoran atau mikroorganisme pada tangan bisa masuk ke mata dan memicu peradangan kornea. Jadi, pastikan Anda selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh area sekitar mata.

3. Gunakan Pelindung Mata

Anda bisa kenakan kacamata pelindung saat bekerja di lingkungan yang berdebu, berair, maupun saat berolahraga. Pelindung mata membantu mencegah benda asing atau kuman masuk ke kornea. Ini juga mencegah risiko cedera mata yang bisa memicu infeksi.

4. Hindari Penggunaan Obat Tetes Kortikosteroid

Obat tetes kortikosteroid hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Penggunaan yang sembarangan bisa melemahkan daya tahan mata terhadap infeksi. Maka dari itu, dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini demi menghindari risiko komplikasi.

Itulah penjelasan mengenai infeksi kornea, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara pencegahan dan pengobatannya. Mengingat infeksi kornea dapat berkembang cepat dan berisiko menimbulkan gangguan penglihatan permanen, maka deteksi serta penanganan sejak dini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk dilakukan.

Jika Anda mengalami keluhan seperti mata merah, nyeri, atau penglihatan kabur, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di JEC Eye Hospitals and Clinics. Pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi kornea dan menentukan pengobatan yang tepat sesuai kondisi mata Anda.

Sebagai rumah sakit mata tepercaya, JEC Eye Hospitals and Clinics siap membantu menangani infeksi mata yang Anda alami melalui layanan Infeksi dan Imunologi dengan dukungan dokter spesialis berpengalaman serta teknologi pemeriksaan dan perawatan terkini.

Baca juga: Mata Bintitan: Penyebab dan Cara Menghilangkannya dengan Cepat 

icon-doctor