Mohon Tunggu ..

Apa Itu Edema Makula? Kenali Penyebab hingga Penanganannya

Oleh Tim Medis JEC

  01 Jul 2026

  1,007 Views

Share
edema makula

Penglihatan yang mulai kabur atau tampak bergelombang sering kali dianggap sebagai gangguan mata biasa. Padahal, keluhan tersebut dapat menandakan adanya masalah pada bagian retina, yaitu lapisan di bagian belakang mata yang berperan penting dalam menghasilkan penglihatan yang tajam dan jelas.

Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan gejala tersebut adalah edema makula, yaitu penumpukan cairan pada makula, bagian retina yang bertanggung jawab terhadap penglihatan sentral. 

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menurunkan kualitas penglihatan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Lebih lanjut, simak penjelasan mengenai penyebab, gejala, hingga cara penanganan edema makula dalam artikel berikut.

Apa Itu Edema Makula?

Edema makula adalah kondisi ketika terjadi penumpukan cairan pada makula, yaitu bagian kecil di tengah retina yang berperan penting dalam menghasilkan penglihatan sentral yang tajam dan detail. Penumpukan cairan ini menyebabkan makula membengkak sehingga mengganggu fungsi penglihatan.

Akibatnya, penderita dapat mengalami penglihatan kabur, garis lurus yang tampak bergelombang (distorsi visual), penurunan ketajaman penglihatan yang signifikan, hingga berisiko mengalami kebutaan jika tidak ditangani dengan tepat.

Perlu diketahui bahwa edema makula bukan merupakan penyakit tersendiri, melainkan komplikasi yang dapat muncul akibat berbagai penyakit atau gangguan pada mata maupun kondisi kesehatan sistemik. Oleh karena itu, penanganannya tidak hanya berfokus pada pembengkakan makula, tetapi juga pada penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Edema Makula

Edema makula terjadi ketika cairan menumpuk di area makula, yakni bagian yang berperan penting dalam menghasilkan penglihatan sentral yang tajam dan detail. Penumpukan cairan ini menyebabkan makula membengkak sehingga penglihatan menjadi kabur atau tampak terdistorsi.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kebocoran pembuluh darah retina atau gangguan pada sawar darah-retina (blood-retinal barrier) yang mengatur perpindahan cairan dan zat dari pembuluh darah ke jaringan retina. Ketika mekanisme tersebut terganggu, cairan lebih mudah keluar dan menumpuk di jaringan makula. 

Apabila jumlah cairan yang masuk melebihi kemampuan retina untuk menyerap atau membuangnya, cairan akan terus menumpuk dan menyebabkan pembengkakan makula yang akhirnya mengganggu fungsi penglihatan.

Apa Saja Faktor Risiko Edema Makula?

Risiko seseorang mengalami edema makula dapat meningkat akibat berbagai kondisi yang memengaruhi retina, pembuluh darah mata, maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan. Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab atau meningkatkan risiko edema makula antara lain:

  • Gangguan metabolisme, terutama diabetes, yang dapat menyebabkan edema makula diabetik (diabetic macular edema).
  • Kelainan pembuluh darah retina, seperti penyumbatan vena retina (retinal vein occlusion).
  • Proses penuaan, terutama yang berkaitan dengan degenerasi makula terkait usia (age-related macular degeneration/AMD).
  • Penyakit genetik, seperti retinitis pigmentosa.
  • Gangguan pada antarmuka vitreoretina, misalnya lubang makula (macular hole), membran epiretina (epiretinal membrane), atau traksi vitreomakular (vitreomacular traction).
  • Penyakit inflamasi pada mata, seperti uveitis atau sarkoidosis okular.
  • Paparan obat-obatan atau zat tertentu yang dapat memicu edema makula sebagai efek samping.
  • Tumor atau pertumbuhan jaringan abnormal pada mata.
  • Cedera fisik atau trauma yang mengenai mata.
  • Penyebab idiopatik, yaitu ketika penyebab pasti edema makula tidak dapat diidentifikasi.

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Mata Sembab di Rumah yang Patut Anda Coba!

Gejala Edema Makula

Gejala utama edema makula adalah penglihatan kabur yang dapat memburuk secara bertahap seiring berkembangnya pembengkakan pada makula. Karena makula berperan penting dalam penglihatan sentral, gangguan pada area ini dapat menyulitkan penderitanya melihat objek secara jelas dan detail. 

Selain penglihatan kabur, penderiitanya dapat mengalami beberapa gejala berikut:

  • Penglihatan sentral menjadi buram atau sulit difokuskan.
  • Garis lurus tampak bergelombang atau terdistorsi (metamorfopsia).
  • Kesulitan membaca, menulis, atau melihat detail berukuran kecil.
  • Warna terlihat pudar, kusam, atau kurang jelas.
  • Sulit mengenali wajah dari jarak tertentu.
  • Ukuran objek tampak berbeda saat dilihat secara bergantian menggunakan mata kanan dan mata kiri (aniseikonia).

Diagnosis Edema Makula

Untuk menegakkan diagnosis edema makula, dokter terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala yang dialami pasien, riwayat penyakit, penggunaan obat-obatan, serta faktor risiko yang mungkin menjadi penyebabnya.

Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk menilai kondisi retina dan makula. Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan adalah pemeriksaan fundus dengan pupil yang telah dilebarkan menggunakan tetes mata khusus (dilated fundus examination).

Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat melihat bagian belakang mata secara lebih jelas dan mendeteksi adanya pembengkakan, kebocoran pembuluh darah, atau kelainan pada retina lainnya. 

Untuk memastikan diagnosis sekaligus menilai tingkat keparahan edema makula, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Optical Coherence Tomography (OCT): Pemeriksaan pencitraan noninvasif yang menghasilkan gambaran penampang retina secara detail sehingga dapat menunjukkan adanya penumpukan cairan dan mengukur ketebalan makula.
  • Fluorescein angiography: Pemeriksaan yang dilakukan dengan menyuntikkan zat pewarna fluorescein ke pembuluh darah, kemudian mengambil foto retina untuk mendeteksi kebocoran pembuluh darah atau gangguan aliran darah yang menjadi penyebab edema makula.

Baca juga: Mata Bengkak Karena HP, Benarkah Demikian? Mari Cek Faktanya!

Bagaimana Penanganan Edema Makula?

Penanganan edema makula bertujuan untuk mengurangi pembengkakan pada makula, menghentikan kebocoran cairan ke retina, serta mengatasi penyebab yang mendasarinya.

Pilihan terapi edema makula akan disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan, serta kondisi masing-masing pasien. Beberapa pilihan penanganan edema makula, meliputi:

  • Injeksi obat ke dalam mata: Terapi ini bertujuan mengurangi kebocoran pembuluh darah retina dan menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang dapat memperburuk edema makula.
  • Kortikosteroid: Dokter juga dapat memberikan obat kortikosteroid dalam bentuk tetes mata, tablet, atau suntikan untuk mengurangi peradangan yang menyebabkan pembengkakan pada makula.
  • Operasi vitrektomi: Metode ini dilakukan jika edema makula disebabkan oleh tarikan retina. Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi tarikan sehingga pembengkakan dapat berkurang dan fungsi makula dapat membaik.
  • Terapi laser: Terapi ini dilakukan untuk menutup pembuluh darah retina yang mengalami kebocoran sehingga cairan tidak terus menumpuk di area makula. 

Demikian penjelasan mengenai penyebab, gejala, hingga penanganan edema makula. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi penglihatan pusat yang berperan penting dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti membaca, bekerja, dan mengenali wajah.

Jika Anda mulai mengalami penglihatan kabur, terdistorsi, atau gejala lain yang mengarah pada edema makula, sebaiknya segera memeriksakan mata kepada dokter spesialis mata. Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan retina yang lebih lanjut serta menjaga kualitas penglihatan Anda tetap optimal.

Untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh, Anda dapat berkonsultasi melalui layanan Vitreoretina di JEC Eye Hospitals and Clinics. Layanan ini menangani berbagai gangguan retina dan vitreus, termasuk edema makula, dengan fokus pada deteksi dini untuk membantu menjaga dan meningkatkan kualitas penglihatan pasien.

Didukung oleh dokter spesialis mata berpengalaman serta teknologi diagnostik modern, layanan Vitreoretina di JEC Eye Hospitals and Clinics siap membantu memberikan evaluasi dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. 

Baca juga: Mata Bengkak pada Anak: Penyebab dan Cara Mengobatinya 

icon-doctor