Apa Itu Arcus Senilis? Ketahui Penyebab hingga Pengobatannya

Ditinjau oleh Dr. Damara Andalia, SpM
Oleh Tim Medis JEC

  26 Jan 2026

  300 Views

Share
Arcus senilis

Arcus senilis adalah perubahan pada mata yang sering ditandai dengan munculnya cincin berwarna putih atau keabu-abuan di tepi kornea. Kondisi ini kerap ditemukan pada usia lanjut dan umumnya tidak mengganggu penglihatan.

 

Meski terlihat sepele, kemunculan arcus senilis bisa menjadi petunjuk tentang perubahan alami pada mata, bahkan dalam beberapa kasus berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang arcus senilis.

Apa Itu Arcus Senilis?

Arcus senilis atau arcus kornea adalah kondisi ketika muncul lengkungan berwarna putih, kebiruan, atau keabu-abuan di tepi luar kornea akibat penumpukan lemak (lipid). Lengkungan ini dapat melingkari seluruh kornea hingga membentuk cincin.

 

Arcus kornea disebut arcus senilis bila terjadi pada usia 50–60 tahun ke atas. Istilah senilis sendiri berasal dari bahasa Latin yang merujuk pada usia lanjut. Hampir setiap orang berusia 80 tahun atau lebih akan mengalami arcus senilis, dan kondisi ini umumnya merupakan bagian alami dari proses penuaan.

 

Sementara itu, bila arcus kornea muncul pada usia di bawah 40 tahun, kondisi ini disebut arcus juvenilis. Jika Anda mengalami arcus juvenilis, hal ini dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan lain yang perlu diperhatikan.

Penyebab Arcus Senilis

Endapan lemak di sekitar kornea menyebabkan munculnya cincin buram berwarna putih keabu-abuan. Lemak ini disebut lipid, dan kolesterol merupakan salah satu jenis lipid. Cincin tersebut dianggap sebagai tanda bahwa seseorang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah. Faktanya, cincin pada arcus kornea sebagian besar memang tersusun dari kolesterol.

 

Namun, pada orang berusia 50–60 tahun ke atas, keberadaan cincin ini tidak selalu berarti kadar kolesterol darah tinggi. Pada kelompok usia ini, penuaan sering kali menjadi penyebab munculnya arcus senilis di kedua mata, yang dikenal sebagai bilateral arcus senilis.

 

Sebaliknya, jika cincin buram muncul pada usia 40 tahun ke bawah, atau hanya terlihat pada satu mata, tenaga medis dapat mencurigai adanya kondisi medis tertentu. Kondisi tersebut dapat mencakup kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Beberapa penelitian juga menemukan kaitan antara arcus kornea dan gangguan penggunaan alkohol.

Faktor Risiko Arcus Senilis

Arcus senilis dikaitkan dengan sejumlah faktor risiko berikut:

 

  • Usia lanjut.
  • Jenis kelamin laki-laki.
  • Kebiasaan merokok.
  • Tekanan darah sistolik yang tinggi (hipertensi sistolik).
  • Latar belakang etnis tertentu, termasuk keturunan Afrika-Amerika.
  • Kadar trigliserida serum puasa yang tinggi.

Selain itu, karena hubungannya dengan gangguan metabolisme lemak (hiperlipidemia), arcus senilis juga lebih sering ditemukan pada orang dengan:

 

  • Hiperkolesterolemia familial (kelainan genetik yang menyebabkan kolesterol sangat tinggi).
  • Xanthelasma (endapan lemak kekuningan di sekitar kelopak mata).

Baca juga: 7 Macam Gangguan Penglihatan yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Arcus Senilis

Arcus senilis ditandai dengan munculnya lengkungan atau cincin berwarna putih, abu-abu, atau kebiruan di tepi kornea. Garis tersebut memiliki batas luar yang tegas dan batas dalam yang samar, bahkan dapat membentuk lingkaran penuh di sekitar iris. Umumnya, penderita arcus senilis tidak mengalami gejala lain, dan penglihatan mereka tetap normal.

Perbedaan Arcus Senilis dengan Katarak

Arcus senilis dan katarak sama-sama sering dikaitkan dengan proses penuaan, tetapi keduanya merupakan kondisi yang berbeda dan memengaruhi bagian mata yang berbeda pula.

 

Arcus senilis terjadi pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Kondisi ini ditandai dengan munculnya cincin atau lengkungan berwarna putih keabu-abuan di tepi kornea akibat penumpukan lemak. 

 

Arcus senilis tidak mengganggu jalur masuk cahaya ke mata dan tidak memengaruhi penglihatan. Pada sebagian orang, terutama arcus senilis pada usia muda, dapat menunjukkan adanya gangguan kesehatan tertentu.

 

Sementara itu, katarak terjadi pada lensa mata, yaitu struktur di dalam mata yang berfungsi memfokuskan cahaya ke retina. Katarak menyebabkan lensa menjadi keruh akibat perubahan struktur protein sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan baik. Akibatnya, penglihatan menjadi buram, silau, atau seperti berkabut, dan keluhan ini dapat memburuk seiring waktu.

 

Berbeda dengan arcus senilis, katarak secara langsung memengaruhi kualitas penglihatan dan sering memerlukan penanganan medis.

 

Baca juga: 7 Ciri-Ciri Mata Katarak yang Wajib Diwaspadai, Ini Gejala Awalnya!

Diagnosis Arcus Senilis

Pemeriksaan diawali dengan anamnesis, yakni wawancara untuk menggali informasi mengenai usia pasien, keluhan pada mata, serta riwayat kesehatan umum.

 

Setelah itu, diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan mata menggunakan slit lamp. Dokter akan melihat adanya pita berwarna putih kekuningan di tepi kornea, biasanya mulai tampak di bagian atas dan bawah, lalu perlahan membentuk cincin mengelilingi kornea dengan lebar sekitar 1 mm. Pada umumnya, pemeriksaan klinis ini sudah cukup untuk menegakkan diagnosis arcus senilis

 

Sebagai penunjang, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan laboratorium, terutama untuk mengukur kadar trigliserida serum puasa, kolesterol total, dan low density lipoprotein (LDL). Hasil yang meningkat sering kali berkaitan dengan arcus senilis, terutama pada pasien usia muda.

 

Apabila cincin arcus hanya tampak pada satu mata, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih. Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan pembuluh darah, khususnya penyempitan arteri karotis

Cara Menghilangkan Arcus Senilis

Arcus senilis umumnya tidak dapat dihilangkan dan tidak perlu diobati karena kondisi ini tidak berbahaya serta tidak mengganggu penglihatan. Bila terjadi karena faktor usia, arcus senilis dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. 

 

Meski demikian, seperti yang dijelaskan sebelumnya, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan jika:

 

  • Arcus muncul pada usia di bawah 40–50 tahun.
  • Cincin hanya tampak pada satu mata. 

Dalam situasi tersebut, dokter akan membantu menelusuri dan menangani kondisi yang menjadi penyebab munculnya arcus pada kornea.

Pencegahan Arcus Senilis

Arcus senilis yang muncul karena faktor usia tidak dapat dicegah. Meski begitu, Anda tetap dapat menjaga kesehatan tubuh dengan mengontrol kadar kolesterol sejak dini. Berikut adalah langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan:

 

  • Hindari merokok, atau mulai berkomitmen untuk berhenti.
  • Biasakan bergerak dan aktif setiap hari.
  • Jaga berat badan agar tetap ideal.
  • Terapkan pola makan yang baik untuk kesehatan jantung.

Itulah penjelasan tentang arcus senilis, mulai dari pengertian, penyebab, hingga langkah pencegahannya. Meski umumnya tidak berbahaya dan sering muncul sebagai bagian dari proses penuaan, keberadaan cincin keruh pada kornea tetap perlu diperhatikan, terutama bila muncul pada usia muda atau hanya pada satu mata.

 

Untuk memastikan kondisi mata tetap terpantau dengan baik, pemeriksaan mata secara berkala tetap menjadi langkah yang bijak. Melalui pemeriksaan yang menyeluruh, dokter dapat menilai apakah perubahan pada mata bersifat normal atau memerlukan perhatian lebih lanjut.

 

Anda dapat mempertimbangkan layanan Pemeriksaan Mata di JEC Eye Hospitals and Clinics sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan penglihatan. Dengan begitu, setiap perubahan dapat dikenali lebih dini dan ditangani secara tepat sesuai kebutuhan.

 

Baca juga: Pentingnya Rutin Cek Kesehatan Mata & Manfaatnya untuk Hidup Sehat

icon-doctor