Pahami Robekan Retina dari Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Oleh Tim Medis JEC

  30 Jan 2026

  38 Views

Share
robekan retina

Fungsi retina sangat krusial dalam proses penglihatan. Namun, ada banyak jenis gangguan yang bisa menyerang bagian ini, mulai dari gangguan aliran darah ke retina hingga robekan retina. Faktanya, robekan retina termasuk salah satu masalah mata paling darurat yang sering ditangani oleh dokter di unit gawat darurat.

 

Oleh karena itu, penting untuk memahami robekan retina lebih lanjut agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Simak penjelasannya di artikel ini.

Apa Itu Robekan Retina?

Robekan retina adalah gangguan penglihatan akibat gel di dalam mata (vitreous) menarik retina terlalu kuat hingga membuatnya sobek. Kondisi ini juga biasa disebut retinal tear atau torn retina.

 

Robekan pada retina dianggap sebagai darurat medis. Jika tidak segera ditangani, robekan retina bisa mendatangkan masalah yang lebih parah, bahkan kehilangan penglihatan permanen.

Penyebab Robekan Retina

Robekan retina bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Secara umum, penyebab robekan retina mencakup hal-hal berikut ini:

1. Cedera Mata

Cedera mata mengacu pada berbagai jenis kerusakan mata yang terjadi akibat paparan bahan kimia, kecelakaan traumatis, atau masuknya benda asing ke dalam mata. Bentuknya bisa berupa memar, luka bakar, goresan, ataupun luka tusuk. Kondisi ini berpotensi besar memberikan tekanan tiba-tiba pada retina yang akhirnya memicu robekan.

2. Posterior Vitreous Detachment (PVD)

Posterior Vitreous Detachment merupakan kondisi saat vitreous terlepas dari retina. Sebenarnya, PVD normal terjadi seiring bertambahnya usia dan biasanya tidak berbahaya.

 

Namun, ketika vitreous mulai terlepas, ia bisa melekat pada beberapa bagian retina dan menariknya secara kuat. Alhasil, lapisan retina yang notabene tipis berisiko robek, terutama pada area yang sudah lemah.

3. Operasi Mata

Robekan retina akibat operasi bisa dipicu oleh perubahan tekanan di dalam bola mata yang terjadi secara mendadak. Jika hal ini terjadi, vitreous gel dapat bergerak atau tertarik kuat pada retina sehingga menyebabkan robekan, terutama jika retina sudah tipis atau rapuh.

 

Perlu diketahui juga bahwa pascaoperasi mata tertentu terkadang memicu pertumbuhan jaringan parut di permukaan retina. Jaringan ini dapat menarik retina secara tidak normal sehingga memicu robekan.

 

Baca juga: Operasi Katarak FLACS: Solusi Modern untuk Mengembalikan Penglihatan

Faktor Risiko Robekan Retina

Berikut ini sejumlah faktor risiko yang berpotensi meningkatkan kemungkinan terjadinya robekan retina:

1. Rabun Jauh

Jika Anda menderita rabun jauh (miopi), mata Anda sebenarnya agak memanjang atau lonjong. Kondisi ini dapat meregangkan retina sehingga membuatnya lebih tipis dan rentan terhadap robekan. Semakin parah rabun jauh, semakin tinggi pula risiko terjadinya robekan pada retina.

2. Pertambahan Usia

Faktanya, pertambahan usia seseorang diiringi dengan risiko penyusutan dan pelepasan vitreous gel dari retina. Kondisi ini berpotensi besar membuat penglihatan retina robek, sebab tarikan vitreous pada retina menjadi lebih mungkin terjadi.

3. Riwayat Keluarga

Apabila ada anggota keluarga yang pernah mengalami robek atau lepas retina, Anda berisiko tinggi mengalami hal serupa. Pasalnya, faktor genetik memengaruhi struktur dan kekuatan retina.

Gejala Robekan Retina

Sebenarnya, robekan retina tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, beberapa orang bisa mengalami tanda-tanda berikut secara tiba-tiba:

  • Kilatan cahaya: Tarikan vitreous pada retina dapat memunculkan kilatan atau sensasi cahaya yang biasanya berlangsung selama beberapa detik.
  • Floaters yang muncul mendadak: Floaters adalah bayangan berupa titik, bintik, atau benang kecil yang tampak seakan melayang-layang di depan mata. Kemunculan banyak floaters ini merupakan tanda awal gangguan retina, termasuk robekan.
  • Penglihatan menjadi buram: Jika penglihatan retina robek, proses penangkapan dan pengolahan cahaya dapat terganggu sehingga penglihatan menjadi kabur.
  • Bayangan yang menutupi penglihatan tepi: Apabila bagian retina yang berperan menangkap cahaya sudah tidak menempel dengan baik, akan muncul bayangan seperti tirai yang menutupi penglihatan dari sisi samping.

Diagnosis Robekan Retina

Guna menegakkan diagnosis robekan retina, dokter umumnya melakukan anamnesis terlebih dahulu. Pasien akan menerima pertanyaan seputar gejala dan riwayat medisnya secara lengkap.

 

Selanjutnya, dokter akan melihat bagian belakang mata dengan saksama, terutama retina. Mengingat bagian ini letaknya jauh di belakang bola mata dan biasanya tertutup pupil, dokter akan melakukan sejumlah langkah di bawah ini:

  • Memberikan obat tetes mata: Pemberian obat tetes mata bertujuan untuk membuat pupil mata membesar sehingga cahaya bisa masuk, lalu dokter dapat melihat ke dalam mata dengan lebih jelas.
  • Menggunakan lensa khusus: Lensa ini dirancang khusus untuk membantu memperbesar dan menerangi retina sehingga dokter bisa memeriksa apakah ada robekan, lubang, ataupun tanda kerusakan lain.

Komplikasi Robekan Retina

Komplikasi yang paling umum dan serius dari robekan retina adalah Rhegmatogenous Retinal Detachment (RRD). Kata rhegmatogenous berasal dari bahasa Yunani, yaitu rhegma yang artinya robek atau pecah.

 

RRD berawal dari adanya gaya tarikan antara vitreous dengan retina yang menyebabkan robekan menembus seluruh lapisan retina. Setelah robekan terbentuk, vitreous gel yang sudah mencair masuk melalui robekan tersebut, lalu menuju ruang di bawah retina. Cairan ini memisahkan retina sensorik dari lapisan penopangnya di bagian belakang mata.

 

Akibatnya, retina tak lagi menempel dengan baik dan tidak dapat berfungsi normal untuk menangkap cahaya serta mengirimkan sinyal visual ke otak.

 

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Retina Mata Bermasalah & Cara Mengatasinya

Pengobatan Robekan Retina

Pada umumnya, robekan retina dapat ditangani dengan dua metode utama di bawah ini:

1. Cryopexy 

Cryopexy merupakan terapi pembekuan menggunakan suhu dingin ekstrem untuk merekatkan retina ke dinding mata. Dengan cryopexy, cairan dapat dicegah agar tidak masuk ke bawah retina sehingga tidak memicu retinal detachment (retina terlepas).

 

Prosesnya berjalan dengan menempelkan probe khusus yang menghasilkan suhu dingin intens pada area retina yang robek. Pembekuan ini memicu pembentukan jaringan parut di sekitar area robekan, yang selanjutnya “menyegel” retina ke dinding mata. Keseluruhan proses cryopexy umumnya berlangsung sekitar 30 menit.

2. Photocoagulation

Cara mengobati retina robek yang kedua adalah menggunakan metode photocoagulation, yang melibatkan laser untuk merekatkan retina ke dinding bola mata. Pertama-tama, dokter meletakkan lensa di depan mata pasien untuk memfokuskan laser. Selanjutnya, laser digunakan untuk menghasilkan luka bakar kecil di sekitar robekan retina.

 

Nantinya, luka ini akan sembuh dan membentuk jaringan parut yang berfungsi sebagai “segel” untuk menahan retina agar tetap menempel. Proses photocoagulation umumnya berlangsung lebih singkat dibandingkan cryopexy, yaitu kurang dari 15 menit.

Pencegahan Robekan Retina

Sebenarnya, robekan retina tidak selalu bisa dicegah. Namun, Anda bisa melakukan beberapa langkah untuk melindungi kesehatan mata dan mengurangi risiko komplikasi serius, di antaranya:

  • Melindungi mata dari risiko cedera: Gunakan kacamata pelindung saat berolahraga atau melakukan aktivitas berisiko, seperti mengelas, memotong rumput menggunakan mesin, atau bekerja dengan bahan kimia korosif.
  • Rutin memeriksakan mata: Pemeriksaan mata rutin bisa membantu mendeteksi robekan kecil sejak dini sebelum menyebabkan gejala berat.
  • Menjaga kesehatan secara keseluruhan: Dengan mengelola penyakit kronis, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan rutin berolahraga, Anda telah berupaya menjaga pembuluh darah dan jaringan mata, termasuk retina.

Sekian pembahasan mengenai robekan retina sebagai gangguan yang tak bisa dianggap remeh. Jika mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter mata atau fasilitas kesehatan tepercaya. Penanganan yang cepat bisa mencegah kondisi yang semakin parah, seperti terlepasnya retina.

 

Untuk penanganan gangguan retina dan masalah mata lainnya, percayakan pada JEC Eye Hospitals and Clinics. JEC menyediakan layanan Retina. Melalui layanan medis ini, Anda bisa mendapatkan penanganan robekan retina oleh tim dokter berpengalaman dan didukung teknologi serta terapi modern yang aman.

 

Sebagai rumah sakit spesialis mata berstandar internasional, JEC berkomitmen memberikan penanganan gangguan mata yang menyeluruh. Kesehatan mata Anda sangat berarti. Maka dari itu, selalu jaga kesehatan mata Anda bersama JEC Eye Hospitals and Clinics.

 

Baca juga: Ablasio Retina: Penyebab Retina Lepas, Gejala, dan Cara Mengobatinya

icon-doctor