Fungsi Otot Siliaris pada Mata: Kunci Penglihatan Tetap Fokus

Ditinjau oleh Dr. Valenchia, SpM, ChM
Oleh Tim Medis JEC

  11 Aug 2026

  65 Views

Share
Fungsi otot siliaris

Setiap bagian mata memiliki peran atau fungsinya masing-masing yang penting untuk mendukung proses penglihatan secara optimal. Salah satunya adalah otot siliaris yang berada di belakang iris mata.

 

Fungsi otot siliaris pada mata adalah mengatur bentuk lensa untuk fokus pada objek dalam berbagai jarak. Dengan begitu, Anda dapat melihat objek dengan jelas, baik pada jarak dekat maupun jauh. Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Anatomi dan Lokasi Otot Siliaris

Otot siliaris adalah bagian dari badan siliaris yang terletak tepat di belakang iris (selaput pelangi). Otot ini terhubung secara langsung dengan lensa melalui serabut halus yang disebut zonula atau ligamen suspensori, yang berfungsi meneruskan gaya kontraksi otot ke lensa.

 

Secara anatomi, otot siliaris terdiri atas tiga kelompok serabut otot polos, yaitu serabut longitudinal, radial, dan sirkular. Ketiganya bekerja sama di bawah kendali saraf parasimpatis melalui saraf okulomotorius (saraf kranial III) untuk mengatur proses akomodasi mata. Berikut adalah penjelasan singkat masing-masing kelompok serabut otot siliaris:

  • Serabut longitudinal merupakan bagian terbesar dari otot siliaris. Serabut ini memanjang sejajar dengan dinding bola mata dan berperan menarik badan siliaris ke arah depan. Gerakan tersebut membantu memperlebar saluran pembuangan cairan mata (trabecular meshwork dan kanal Schlemm) sehingga mendukung aliran aqueous humor (cairan mata).
  • Serabut radial berada di antara serabut longitudinal dan sirkular. Fungsinya terutama sebagai penghubung yang mengoordinasikan kerja kedua kelompok serabut tersebut selama proses akomodasi.
  • Serabut sirkular tersusun melingkar mengelilingi lensa. Saat berkontraksi, serabut ini mengurangi tegangan pada zonula sehingga lensa menjadi lebih cembung. Perubahan bentuk lensa tersebut meningkatkan daya pembiasan cahaya sehingga mata dapat melihat objek pada jarak dekat dengan lebih jelas. Sebaliknya, saat otot siliaris berelaksasi, tegangan pada zonula meningkat sehingga lensa menjadi lebih pipih. Kondisi ini memungkinkan cahaya dari objek yang berada pada jarak jauh difokuskan dengan tepat ke retina.

Karena itu, posisi dan susunan anatomi otot siliaris sangat penting untuk menjaga kemampuan mata beralih fokus antara objek dekat dan jauh. Berikut adalah gambar otot siliaris pada mata:

 

Sumber: Magnific

Apa Fungsi Otot Siliaris pada Mata?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fungsi utama otot siliaris adalah mengubah bentuk lensa agar mata dapat memfokuskan cahaya dari objek pada jarak dekat maupun jauh. Proses ini disebut akomodasi. 

 

Berikut adalah detail penjelasan tentang bagaimana proses akomodasi bekerja untuk membantu mata berakomodasi pada jarak jauh dan dekat:

  • Melihat jarak jauh: Saat melihat objek jarak jauh, otot siliaris berada dalam keadaan relaksasi. Kondisi ini membuat serat zonula menegang sehingga menarik lensa menjadi lebih tipis dan pipih. Bentuk lensa yang lebih pipih mengurangi daya pembiasan cahaya sehingga sinar dari objek jauh dapat difokuskan tepat pada retina.
  • Melihat jarak dekat: Saat fokus melihat objek dekat, otot siliaris akan berkontraksi. Proses ini mengendurkan tegangan pada serat zonula sehingga lensa mata yang elastis menjadi lebih tebal dan cembung. Kelengkungan lensa ini meningkatkan daya refraksi dan memperpendek jarak fokus. Alhasil, bayangan objek jatuh tepat di area fovea retina sehingga objek terlihat jelas.

Baca juga: Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya: Struktur Mata Manusia Secara Lengkap

Kondisi Mata yang Berkaitan dengan Fungsi Otot Siliaris

Terdapat beberapa kondisi mata yang dapat memengaruhi fungsi otot siliaris. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Accommodative Spasm

Accommodative spasm (dikenal juga sebagai ciliary spasm atau pseudomyopia) adalah kondisi gangguan penglihatan di mana otot siliaris mata mengalami kontraksi atau kekakuan berlebihan secara tidak disengaja (involunter).

 

Kondisi ini membuat mata berada dalam kondisi fokus jarak dekat secara terus-menerus sehingga memicu sejumlah keluhan berikut:

  • Pandangan kabur sementara saat melihat jauh (sering dikira sebagai mata minus/miopi biasa).
  • Mata lelah dan tegang (asthenopia).
  • Sakit kepala, terutama di area dahi atau sekitar mata.
  • Kesulitan/lambat mengubah fokus penglihatan dari jarak dekat ke jarak jauh atau sebaliknya.
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

Baca juga: Awas! Inilah 10 Penyebab Fotofobia yang Perlu Diperhatikan

2. Presbiopi

Seiring bertambahnya usia, otot siliaris dan struktur di sekitarnya mengalami perubahan alami. Otot siliaris bergeser sedikit ke arah depan dan fungsinya turut menurun secara bertahap, sementara lensa mata menjadi semakin tebal dan kehilangan elastisitasnya. 

 

Akibatnya, lensa tidak lagi mudah berubah bentuk untuk fokus pada objek jarak dekat. Kondisi ini menyebabkan kemampuan akomodasi mata menurun dan memicu presbiopi atau mata tua, yaitu gangguan penglihatan yang membuat seseorang kesulitan melihat atau membaca pada jarak dekat.

3. Cycloplegia

Cycloplegia adalah kondisi kelumpuhan sementara pada otot siliaris di dalam mata. Akibatnya, mata tidak bisa berakomodasi atau fokus melihat dekat, dan pupil mata akan melebar. Hal ini biasa dipakai dokter untuk memeriksa berbagai kondisi mata, misalnya dengan cara menghentikan otot mata yang terlalu aktif fokus agar ukuran kacamata benar. 

 

Selain itu, kondisi cycloplegia juga memungkinkan dokter untuk melihat retina atau bagian belakang mata dengan jelas karena kondisi pupil yang sedang dilebarkan sementara. Kondisi ini biasanya dipicu secara sengaja menggunakan obat tetes mata khusus saat pemeriksaan atau penanganan medis tertentu.

 

Demikian penjelasan mengenai fungsi otot siliaris pada mata. Bagian ini sangat penting dalam membantu mata berakomodasi sehingga Anda dapat melihat objek dengan jelas pada berbagai jarak.

 

Apabila Anda sering mengalami pandangan kabur, mata cepat lelah saat membaca, atau kesulitan melihat objek dari jarak tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan layanan Pemeriksaan Mata guna mendeteksi dan menangani berbagai masalah penglihatan, termasuk kondisi yang berkaitan dengan gangguan fokus mata.

 

Dokter akan menilai kondisi mata Anda secara menyeluruh untuk menegakkan diagnosis yang tepat, apakah masalah yang dialami disebabkan oleh gangguan pada otot siliaris atau faktor lainnya. Dengan begitu, penanganan yang tepat dapat diberikan sesuai dengan kondisi Anda.

 

Baca juga: Apa Itu Pupil Mata? Ini Peran Pentingnya untuk Penglihatan

icon-doctor