Mohon Tunggu ..

Jangan Salah Pilih! Inilah Obat Penyakit Kuning yang Aman

Ditinjau oleh Dr. Damara Andalia, SpM
Oleh Tim Medis JEC

  30 Jun 2026

  3,966 Views

Share
Obat penyakit kuning

Penyakit kuning atau jaundice merupakan gejala dari kondisi medis tertentu yang ditandai dengan menguningnya kulit seluruh tubuh, termasuk  bagian putih mata (sklera). Kondisi ini terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah yang tidak dapat diproses dengan baik oleh hati.

 

Lantas, apa obat penyakit kuning yang aman dan efektif? Perlu dicatat bahwa kondisi ini merupakan gejala dari suatu penyakit sehingga pengobatannya harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Penyakit Kuning?

Penyakit kuning, atau yang dikenal dengan jaundice, merupakan kondisi ketika kulit, selaput lendir (mukosa), dan bagian putih mata (sklera) berubah warna menjadi kekuningan. Perubahan warna ini disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah. 

 

Bilirubin sendiri merupakan zat sisa hasil pemecahan sel darah merah yang seharusnya diproses oleh hati dan dikeluarkan melalui feses. Jika proses ini terganggu, bilirubin akan menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan gejala penyakit kuning.

Apakah Penyakit Kuning Bisa Sembuh?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit kuning merupakan gejala dari gangguan medis tertentu. Maka dari itu, kondisi ini dapat membaik ketika penyebab yang mendasarinya berhasil ditangani.

 

Misalnya, jika penyakit kuning disebabkan oleh hepatitis, pengobatan akan difokuskan pada terapi penyebab hepatitis dan upaya pemulihan fungsi hati. Begitu pula jika penyebabnya adalah kurangnya asupan ASI bagi bayi baru lahir, maka frekuensi menyusui perlu ditingkatkan untuk membantu mengeluarkan bilirubin yang menumpuk. Dengan begitu, gejala penyakit kuning akan berangsur-angsur membaik.

Apa Saja Obat Penyakit Kuning?

Dokter akan meresepkan obat dan terapi yang sesuai dengan penyebab penyakit kuning yang dialami pasien. Berikut adalah beberapa jenis obat dan penanganan medis untuk penyakit kuning berdasarkan penyebabnya.

1. Obat Penyakit Kuning Akibat Hepatitis

Penanganan hepatitis akan disesuaikan dengan jenis virusnya. Berikut adalah beberapa langkah penanganan yang umumnya dilakukan:

  • Hepatitis A: Biasanya, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Pasien disarankan untuk banyak beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga hidrasi tubuh.
  • Hepatitis B: Sebagian besar kasus hepatitis B akut (jangka pendek) dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika infeksi berlangsung selama lebih dari 6 bulan (hepatitis B kronis), hingga saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar bisa menyembuhkan seutuhnya sehingga dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus untuk menekan perkembangan virus dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut.
  • Hepatitis C: Ini merupakan infeksi kronis yang dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan hati jangka panjang, seperti sirosis, gagal hati, maupun kanker hati. Oleh karena itu, dokter biasanya akan meresepkan obat antivirus yang dikonsumsi secara rutin.

2. Obat Penyakit Kuning Akibat Infeksi Kolangitis

Infeksi bakteri disertai peradangan pada saluran empedu umumnya dikenal sebagai kolangitis. Pada kolangitis dapat terjadi jaundice (kuning) karena adanya sumbatan yang menghalangi aliran empedu ke usus sehingga cairan tersebut menumpuk dan masuk ke aliran darah. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera di rumah sakit.

 

Berikut adalah penanganan utama dan obat penyakit kuning pada orang dewasa akibat kolangitis yang biasanya diberikan oleh dokter:

  • Antibiotik: Karena penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter akan segera memberikan antibiotik melalui infus (intravena/IV) untuk membasmi bakteri dan mencegah infeksi menyebar ke aliran darah (bakteremia/sepsis). Jika hasil pemeriksaan menunjukkan jenis bakteri penyebab infeksi, dokter dapat menyesuaikan antibiotik yang digunakan agar pengobatan lebih tepat sasaran.
  • Cairan infus: Diberikan untuk menjaga hidrasi, keseimbangan elektrolit, dan menstabilkan tekanan darah yang sering kali turun akibat infeksi berat.
  • Obat pereda nyeri dan demam: Obat seperti parasetamol atau pereda nyeri lain dapat diberikan melalui IV untuk meredakan gejala demam dan nyeri di perut kanan atas.

Catatan: Kondisi ini tidak bisa diobati sendiri di rumah dengan obat bebas atau herbal. Jika Anda mengalami gejala mata kuning yang disertai demam tinggi, menggigil, dan nyeri perut hebat, segera pergi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat.

3. Obat Penyakit Kuning Akibat Penyumbatan Saluran Empedu

Tatalaksana penyakit kuning akibat penyumbatan saluran empedu umumnya bukan hanya pemberian obat, melainkan juga mengatasi penyumbatan yang mendasarinya. Dokter dapat melakukan prosedur Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) untuk mengangkat batu empedu yang tersangkut di saluran empedu. 

 

Setelah sumbatan teratasi, kadar bilirubin biasanya akan berangsur menurun dan gejala penyakit kuning dapat membaik.

 

Di sisi lain, obat penghancur batu empedu, seperti ursodiol, hanya digunakan pada kondisi tertentu, misalnya jika pasien tidak dapat menjalani operasi dan memiliki jenis batu empedu tertentu. Namun, pengobatan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk membuahkan hasil sehingga penggunaannya relatif terbatas dibandingkan tindakan medis lainnya.

 

Baca juga: Mata Kuning Kenapa? Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

4. Obat Penyakit Kuning Akibat Anemia Hemolitik

Penyakit kuning akibat anemia hemolitik tidak dapat diatasi dengan satu jenis obat tertentu. Penanganannya akan disesuaikan dengan penyebab yang memicu kerusakan sel darah merah.

 

Pada beberapa kasus, dokter dapat memberikan kortikosteroid atau obat yang menekan aktivitas sistem imun (imunosupresan) jika anemia hemolitik disebabkan oleh gangguan autoimun. Jika anemia yang terjadi cukup berat, pasien juga dapat memerlukan transfusi darah untuk membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh.

 

Selain itu, dokter juga akan mengobati kondisi yang menjadi penyebab anemia hemolitik, misalnya infeksi tertentu atau efek samping obat-obatan. Setelah penyebabnya berhasil ditangani dan kerusakan sel darah merah berkurang, kadar bilirubin biasanya akan menurun sehingga gejala penyakit kuning ikut membaik.

5. Obat Penyakit Kuning pada Bayi

Penyakit kuning fisiologis (normal) pada bayi baru lahir umumnya tidak membutuhkan obat-obatan. Kondisi ini biasanya dapat membaik seiring dengan cukupnya asupan ASI/formula dan bantuan terapi sinar ultraviolet (fototerapi) jika kadar bilirubinnya tinggi.

 

Namun, untuk beberapa kondisi penyakit kuning yang bersifat patologis (akibat penyakit atau kondisi medis tertentu), dokter biasanya merekomendasikan fototerapi dan/atau pemberian intravenous immunoglobin (IVIF) untuk bayi yang mengalami penyakit kuning akibat ketidakcocokan golongan darah atau rhesus dengan ibunya.

 

Selain itu, dokter juga dapat memberikan zat tambahan, seperti probiotik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen probiotik berpotensi membantu mempercepat penurunan kadar bilirubin, memperpendek durasi terapi sinar, dan mempersingkat masa rawat inap di rumah sakit tanpa efek samping yang serius.

 

Catatan: Jangan pernah memberikan obat-obatan atau suplemen apa pun kepada bayi baru lahir tanpa pengawasan dan resep langsung dari dokter spesialis anak. Jika kulit atau bagian putih pada mata bayi Anda tampak kuning, segera konsultasikan ke dokter untuk memeriksa kadar bilirubinnya.

 

Baca juga: 7 Penyebab Mata Bayi Kuning dan Cara Mengatasinya

Makanan dan Minuman yang Dianjurkan saat Proses Pemulihan

Untuk membantu memulihkan fungsi hati dan meredakan gejala penyakit kuning, Anda disarankan mengonsumsi:

  • Air putih: Menjaga hidrasi tubuh dan membantu hati serta ginjal membilas racun.
  • Buah dan sayuran segar: Kaya akan antioksidan dan serat untuk mencegah kerusakan hati (seperti buah jeruk, pepaya, brokoli, dan bayam).
  • Lemak sehat: Makanan yang mengandung lemak tak jenuh, seperti kacang-kacangan dan ikan berlemak (salmon, makarel).
  • Protein rendah lemak: Seperti tahu, polong-polongan, dan daging ayam tanpa lemak.

Di sisi lain, Anda sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang dapat membebani kerja hati, seperti:

  • Alkohol: Bersifat racun bagi hati dan bisa memperparah kerusakan sel hati.
  • Makanan kemasan, kalengan, dan asapan: Karena banyak mengandung pengawet dan garam (natrium) tinggi yang bisa memicu dehidrasi.
  • Lemak jenuh dan lemak trans: Makanan cepat saji dan gorengan yang sulit dicerna oleh hati.
  • Seafood mentah atau setengah matang: Berisiko mengandung bakteri dan virus (seperti Hepatitis A) yang bisa merusak hati.

Mengingat kondisi setiap orang berbeda-beda, penderita penyakit kuning tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rencana penanganan dan diet yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan.

 

Demikian penjelasan mengenai obat penyakit kuning yang perlu diketahui. Dengan menangani penyebabnya secara tepat, gejala penyakit kuning, termasuk pada mata, dapat mereda. Oleh karena itu, jika Anda mengalami keluhan penyakit kuning, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Salah satu tanda paling mudah dikenali dari penyakit kuning adalah perubahan warna pada bagian putih mata menjadi kekuningan. Jika Anda mengalami perubahan warna pada mata atau keluhan penglihatan lainnya, Anda bisa melakukan Pemeriksaan Mata secara menyeluruh di JEC Eye Hospitals and Clinics untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

 

Baca juga: 10 Cara agar Mata Putih Bersih dan Tidak Terlihat Lelah

icon-doctor