Kenali 9 Penyebab Mata Bernanah yang Wajib Anda Waspadai

Oleh Tim Medis JEC

  19 Jun 2026

  94 Views

Share
mata bernanah

Mata bernanah merupakan kondisi yang sering menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan mata bernanah di dalam ini biasanya muncul akibat infeksi, peradangan, atau gangguan pada bagian tertentu mata.

Selain menyebabkan mata lengket dan belekan, kondisi ini juga dapat disertai kemerahan atau pembengkakan. Pelajari berbagai penyebabnya agar Anda dapat mengenali kondisi ini lebih dini. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!

Penyebab Mata Bernanah

Penyebab mata bernanah tidak selalu sama pada setiap orang. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai gangguan yang memengaruhi kelopak mata, kornea, konjungtiva, maupun saluran air mata. Adapun beberapa kondisi yang paling sering menjadi penyebab mata bernanah, antara lain:

1. Konjungtivitis

Salah satu penyebab mata bernanah yang paling sering terjadi adalah konjungtivitis. Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput tipis bening yang melapisi bagian putih mata (konjungtiva) serta permukaan dalam kelopak mata. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, alergi, maupun paparan zat yang mengiritasi mata.

Pada beberapa kasus, infeksi bakteri penyebab konjungtivitis juga dapat berkaitan dengan penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Bakteri tersebut dapat menyebar ke mata melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi sehingga menimbulkan peradangan, kemerahan, dan keluarnya cairan bernanah.

Selain keluarnya cairan seperti nanah, konjungtivitis juga dapat menyebabkan mata merah, berair, terasa gatal, perih, atau seperti ada benda asing di mata.

2. Keratitis

Kondisi lain yang juga kerap menjadi salah satu penyebab mata bernanah adalah keratitis. Keratitis adalah peradangan pada kornea, yakni lapisan bening di bagian depan mata yang berfungsi melindungi mata sekaligus membantu memfokuskan penglihatan.

Keratitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit, tetapi juga bisa terjadi akibat cedera pada mata, penggunaan lensa kontak yang tidak higienis, atau paparan zat tertentu.

3. Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada tepi kelopak mata yang bernanah dan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, gangguan kelenjar minyak, atau penyakit kulit tertentu. Kondisi ini biasanya menyebabkan kelopak mata merah, bengkak, dan mata terasa gatal.

Selain itu, blefaritis dapat menyebabkan mata mengeluarkan cairan berwarna putih, kuning, atau hijau yang menyerupai nanah. Cairan tersebut juga dapat menyebabkan kelopak mata lengket saat bangun tidur dan meninggalkan kerak di sekitar bulu mata.

Baca juga: Mata Bintitan: Ini Penyebab dan Perawatan Diri Untuk Bintitan

4. Bintitan

Bintitan juga dapat menjadi penyebab mata bernanah. Bintitan atau hordeolum merupakan infeksi pada kelenjar minyak di kelopak mata atau folikel bulu mata. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar minyak di kelopak mata atau pada folikel bulu mata.

Selain benjolan yang menyerupai jerawat, bintitan juga dapat menyebabkan kelopak mata bengkak, mata berair, serta keluarnya cairan bernanah berwarna kuning.

Meski dapat membaik tanpa perawatan khusus, bintitan sebaiknya tidak dipencet karena dapat memperparah infeksi dan meningkatkan risiko penyebaran bakteri ke jaringan di sekitarnya.

5. Ulkus Kornea

Di balik keluhan mata bernanah, terkadang terdapat kondisi yang lebih serius, salah satunya adalah ulkus kornea. Kondisi ini merupakan luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam membantu proses penglihatan.

Ulkus kornea sering kali terjadi akibat infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit, tetapi juga dapat dipicu oleh cedera mata maupun penggunaan lensa kontak yang tidak higienis.

Ketika kornea mengalami luka dan infeksi, mata tidak hanya mengeluarkan cairan bernanah, tetapi juga dapat terasa sangat nyeri, merah, dan sensitif terhadap cahaya.

6. Dakriosistitis

Penyebab lainnya yang juga dapat menyebabkan mata bernanah adalah dakriosistitis. Kondisi ini merupakan infeksi atau peradangan pada kantung air mata yang umumnya terjadi akibat penyumbatan saluran air mata. Ketika saluran tersebut tersumbat, air mata tidak dapat mengalir dengan baik sehingga bakteri lebih mudah berkembang dan memicu infeksi.

Selain keluarnya nanah dari mata, dakriosistitis juga sering menimbulkan gejala berupa mata berair, kemerahan, pembengkakan, serta benjolan yang terasa nyeri di sudut dalam mata.

Baca juga: Benjolan Kecil di Kelopak Mata Bagian Dalam Atas: Penyebab dan Solusinya

7. Selulitis

Selulitis pada mata, termasuk area kelopak mata maupun orbita (bola mata), merupakan infeksi pada jaringan di mata yang dapat menyebabkan mata bernanah. Kondisi ini biasanya muncul ketika bakteri menyebar dari infeksi lain, seperti bintitan, sinusitis, gigitan serangga, atau luka di sekitar mata.

Meskipun sering diawali dengan gejala yang terlihat ringan, selulitis di area mata perlu segera mendapat perhatian medis karena infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seperti kebutaan.

8. Masuknya Benda Asing

Mata kemasukan benda asing sering kali dianggap sebagai masalah ringan, padahal kondisi ini dapat memicu iritasi hingga infeksi. Debu, pasir, serpihan logam, atau partikel kecil lainnya dapat melukai permukaan mata dan memicu peradangan.

Saat mata berusaha melindungi diri, produksi air mata akan meningkat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Namun, jika terjadi infeksi atau luka pada permukaan mata, kondisi ini dapat menyebabkan keluarnya cairan kental atau nanah.

Kapan Perlu ke Dokter?

Mata bernanah sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika keluhan tidak membaik dalam beberapa hari atau justru semakin parah. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti sekaligus menentukan pengobatan yang sesuai. 

Segera periksakan diri ke dokter apabila mata bernanah disertai salah satu atau beberapa kondisi berikut:

  • Nyeri mata yang berat atau semakin memburuk.
  • Mata merah dan bengkak yang tidak kunjung membaik.
  • Penglihatan kabur, menurun, atau muncul gangguan penglihatan lainnya.
  • Sensitif terhadap cahaya secara berlebihan.
  • Demam tinggi, terutama di atas 40°C.
  • Mata masih mengeluarkan nanah setelah menggunakan obat tetes mata antibiotik selama lebih dari tiga hari.

Demikian penjelasan mengenai penyebab mata bernanah, mulai dari infeksi pada mata hingga gangguan pada saluran air mata. Mata bernanah dapat menjadi tanda adanya infeksi atau peradangan pada bagian mata yang perlu mendapat perhatian serius.

Untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai, sebaiknya periksakan diri ke layanan Infeksi dan Imunologi di JEC Eye Hospitals and Clinics. Layanan ini didukung oleh dokter spesialis mata berpengalaman serta teknologi diagnostik dan terapi yang canggih untuk membantu proses pemeriksaan menjadi lebih akurat dan komprehensif.

Baca juga: Cara Mengeluarkan Mata Bisul dengan Aman, Jangan Asal Pencet!

icon-doctor