10 Lapisan Retina: Panduan Lengkap Struktur & Fungsinya
Retina bukan sekadar jaringan sederhana yang menerima cahaya. Ada sepuluh lapisan retina dengan struktur kompleks dan peran yang saling melengkapi, mulai dari menyerap cahaya, memenuhi kebutuhan metabolisme sel, hingga mengirimkan sinyal ke otak.
Tak hanya itu, retina juga memiliki beberapa bagian penting lain yang mendukung ketajaman penglihatan. Apa saja lapisan dan bagian-bagian tersebut? Simak panduan lengkap berikut hingga tuntas!
Apa Saja 10 Lapisan Retina?

Sumber: Pharmaceutics
Retina terdiri atas 10 lapisan dan 6 jenis sel yang berperan dalam mendeteksi variasi dan pergerakan cahaya. Sepuluh lapisan pembentuk retina tersebut dikelompokkan menjadi epitel pigmen retina (RPE) dan retina saraf. RPE merupakan lapisan pertama, sedangkan retina neural merupakan lapisan kedua hingga kesepuluh.
Berikut penjelasan lengkap susunan lapisan retina mata dari luar ke dalam:
1. Epitel Pigmen Retina (Retinal Pigment Epithelium/RPE)
Epitel pigmen retina atau RPE terdiri dari sel epitel berbentuk kubus hingga kolumnar yang mengandung banyak granula melanin untuk menyerap cahaya dan mengurangi pantulan cahaya yang tidak terserap.
Lokasinya berada di antara retina neural dan membran Bruch, berdekatan dengan lapisan koroid yang kaya akan pembuluh darah. Lapisan ini memberikan nutrisi dan dukungan bagi retina neural melalui tiga fungsi utama, yaitu:
- Melindungi retina: RPE berfungsi sebagai lapisan pelindung yang mengatur zat-zat yang boleh masuk dari pembuluh darah menuju retina, sekaligus membantu mencegah masuknya zat yang dapat mengganggu kesehatan retina.
- Mendukung proses penglihatan: RPE membantu memulihkan pigmen peka cahaya agar sel-sel retina dapat terus menangkap cahaya dengan baik.
- Membersihkan sel fotoreseptor: RPE membantu membersihkan dan menguraikan bagian luar sel fotoreseptor yang sudah tua atau rusak agar sel-sel tersebut tetap berfungsi dengan baik.
2. Lapisan Fotoreseptor
Lapisan ini terdiri atas sel batang (rods) serta sel kerucut (cones). Sel batang merupakan fotoreseptor yang berfungsi untuk melihat dalam kondisi cahaya redup, sedangkan kerucut untuk membedakan warna dan melihat dalam kondisi cahaya terang. Kedua segmen tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung proses penglihatan.
Segmen luar mengandung cakram bermembran dengan pigmen peka cahaya, seperti rhodopsin, yang diperlukan dalam proses fototransduksi (pengubahan rangsangan cahaya menjadi impuls listrik). Sementara itu, segmen dalam mengandung banyak mitokondria yang berfungsi menghasilkan energi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme sel fotoreseptor yang tinggi.
3. Membran Limitans Eksterna (External Limiting Membrane/ELM)
Membran limitans eksterna merupakan area yang terbentuk dari sambungan antarsel fotoreseptor dan sel Müller. Sel Müller sendiri berperan dalam menjaga struktur dan memberikan nutrisi bagi neuron retina.
Meskipun disebut membran, ELM bukan membran sejati. Struktur ini membentuk batas antara bagian sel fotoreseptor yang mengandung inti dan segmen dalam fotoreseptor.
ELM berperan dalam menjaga susunan dan kestabilan sel-sel retina, sekaligus membantu mempertahankan lingkungan yang mendukung fungsi fotoreseptor.
4. Lapisan Nukleus Luar (Outer Nuclear Layer/ONL)
Lapisan nukleus luar atau ONL merupakan lapisan retina yang mengandung bagian utama sel fotoreseptor, termasuk inti sel batang dan sel kerucut.
Sel batang dan sel kerucut memiliki ukuran serta susunan yang berbeda. Sel kerucut umumnya memiliki inti yang lebih besar, sedangkan inti sel batang berukuran lebih kecil dan tersusun dalam beberapa baris.
Ketebalan lapisan ONL juga berbeda-beda di setiap bagian retina. Pada area fovea, yaitu bagian tengah makula yang berperan penting dalam penglihatan tajam, lapisan ini didominasi oleh sel kerucut.
5. Lapisan Pleksiform Luar (Outer Plexiform Layer/OPL)
Lapisan pleksiform luar atau OPL merupakan tempat sel fotoreseptor terhubung dengan sel saraf lainnya, terutama sel bipolar dan sel horizontal.
Pada lapisan ini, informasi cahaya yang ditangkap oleh fotoreseptor diteruskan ke sel bipolar untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu, sel horizontal membantu mata membedakan tingkat terang dan gelap serta meningkatkan kejelasan kontras suatu objek.
Baca juga: Apa Itu Visual Acuity? Inilah Fungsi dan Cara Mengukurnya!
6. Lapisan Nuklueus Dalam (Inner Nuclear Layer/INL)
Lapisan nukleus dalam atau INL mengandung beberapa jenis sel yang berperan dalam memproses informasi penglihatan, yaitu sel bipolar, sel horizontal, sel amakrin, dan sel Müller.
Setiap sel memiliki fungsi yang berbeda. Sel bipolar bertugas meneruskan sinyal penglihatan, sedangkan sel horizontal dan sel amakrin membantu mengatur informasi visual sebelum dikirim ke otak. Sementara itu, sel Müller berfungsi mendukung dan menjaga kesehatan sel-sel retina.
Lapisan INL juga dapat mengalami penumpukan cairan akibat kondisi tertentu, seperti edema makula, termasuk edema makula diabetik dan degenerasi makula terkait usia tipe eksudatif. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan retina sehingga penglihatan menjadi kabur atau terganggu.
7. Lapisan Pleksiform Dalam (Inner Plexiform Layer/IPL)
Lapisan pleksiform dalam atau IPL merupakan tempat terjadinya hubungan antara sel bipolar, sel amakrin, dan sel ganglion.
Pada lapisan ini, informasi penglihatan diteruskan dari sel bipolar menuju sel ganglion. Sel amakrin membantu mengatur sinyal tersebut sehingga mata dapat mengenali perubahan cahaya, perbedaan kontras, dan gerakan objek.
8. Lapisan Sel Ganglion (Ganglion Cell Layer/GCL)
Lapisan sel ganglion atau GCL mengandung sel-sel saraf yang berfungsi menerima dan mengolah informasi penglihatan dari lapisan retina sebelumnya. Setelah diproses, informasi tersebut diubah menjadi impuls saraf yang kemudian dikirim menuju otak melalui saraf optik.
Selain membantu proses penglihatan, beberapa sel ganglion juga dapat mendeteksi cahaya secara langsung. Sel-sel ini berperan dalam mengatur respons pupil terhadap cahaya dan jam biologis tubuh, termasuk siklus tidur dan bangun.
9. Lapisan Serabut Saraf (Nerve Fiber Layer/NFL)
Lapisan serabut saraf atau NFL tersusun dari serabut-serabut saraf yang berasal dari sel ganglion retina. Serabut ini berkumpul membentuk saraf optik yang bertugas mengirimkan informasi penglihatan dari mata menuju otak.
Lapisan NFL juga penting dalam pemeriksaan penyakit mata, terutama glaukoma. Penyakit ini dapat merusak sel ganglion dan serabut saraf retina sehingga menyebabkan penurunan kemampuan melihat, terutama pada area penglihatan tepi.
10. Membran Limitans Interna (Internal Limiting Membrane/ILM)
Membran limitans interna atau ILM merupakan lapisan terdalam retina yang berbatasan langsung dengan badan kaca (vitreous humor), yaitu gel bening yang mengisi sebagian besar rongga bola mata.
Lapisan ini terbentuk dari struktur tipis yang berhubungan erat dengan sel Müller. Fungsinya adalah membantu menjaga bentuk dan kestabilan permukaan bagian dalam retina sekaligus menjadi batas antara retina dan badan kaca.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Retina Mata Bermasalah & Cara Mengatasinya
Bagian Penting Lain pada Retina
Selain 10 lapisan retina tadi, berikut beberapa bagian penting lain pada retina yang juga perlu Anda ketahui:
- Cakram optik (optic disc): Tempat berkumpulnya akson sel ganglion retina yang kemudian keluar dari mata melalui saraf optik. Bagian ini tidak mengandung sel fotoreseptor sehingga membentuk blind spot pada retina.
- Makula: Area retina berpigmen kuning yang terletak di sisi pinggir luar cakram optik dengan diameter sekitar 5,5 mm dan berperan dalam penglihatan sentral.
- Fovea: Area cekungan pada permukaan retina yang tidak memiliki pembuluh darah (avaskular), dengan diameter sekitar 1,5 mm.
- Foveola: Bagian dasar di pusat fovea, dengan diameter sekitar 0,35 mm, memiliki ketajaman penglihatan tertinggi.
Itulah 10 lapisan retina serta bagian penting lainnya yang berperan vital dalam kualitas penglihatan. Memahami setiap lapisan dan bagian retina tidak hanya membantu mengenal anatomi mata, tetapi juga membuka wawasan tentang berbagai gangguan penglihatan.
Dari penjelasan sebelumnya, dapat diketahui bahwa beberapa kondisi, seperti glaukoma dan edema makula, dapat memengaruhi struktur retina tertentu. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sesuai anjuran tenaga medis penting dilakukan untuk membantu mendeteksi gangguan penglihatan lebih awal.
Sebagai rumah sakit mata yang sudah berpengalaman lebih dari 42 tahun, JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan layanan Pemeriksaan Mata yang komprehensif. Pemeriksaan ini didukung oleh dokter spesialis mata berpengalaman dan alat diagnostik modern sehingga dapat menilai kondisi mata dengan lebih akurat.
Mulai dengan mencari dokter pilihan Anda di JEC, lalu jadwalkan pemeriksaan sesuai waktu dan lokasi yang Anda inginkan.
Baca juga: Ablasio Retina: Penyebab Retina Lepas, Gejala, dan Cara Mengobatinya


ENG