Blefarospasme: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh Dr. Valenchia, SpM, ChM
Oleh Tim Medis JEC

  29 Jan 2026

  267 Views

Share
Blefarospasme adalah

Blefarospasme adalah salah satu gangguan pada kelopak mata yang gejala awalnya kerap dianggap sepele. Banyak orang mengira blefarospasme atau kedutan hanyalah tanda kelelahan atau kurang tidur sehingga tidak jarang malah diabaikan.

Padahal, pada sebagian orang, keluhan ini bisa muncul berulang dan semakin terasa mengganggu seiring waktu. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda blefarospasme sejak dini dan memahami langkah penanganannya yang tepat.

Untuk memahami blefarospasme lebih lanjut, simak penjelasan selengkapnya mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Apa Itu Blefarospasme?

Blefarospasme adalah gangguan pada otot kelopak mata yang menyebabkan kedutan atau kejang terjadi secara berulang dan tidak terkendali. Kondisi ini membuat mata sering berkedip, menyipit, atau tertutup secara tiba-tiba tanpa disadari oleh penderitanya.

Pada sebagian orang, blefarospasme hanya berupa kedutan mata kanan atas atau kiri yang muncul sesekali dan tergolong ringan. Namun, pada kasus tertentu, kejang kelopak mata bisa berlangsung lebih lama dan sering, hingga menyebabkan mata sulit dibuka.

Jenis-Jenis Blefarospasme

Blefarospasme tidak selalu muncul dengan tingkat keparahan yang sama pada setiap orang. Pada sebagian kasus, kedutan kelopak mata hanya terasa ringan dan muncul sesekali, sedangkan pada kondisi lain bisa terjadi berulang. Berdasarkan tingkat keparahan dan karakteristik gejalanya, blefarospasme dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berikut:

  • Kedutan: Merupakan bentuk paling ringan dari blefarospasme. Ditandai dengan kedutan kelopak mata yang terjadi sesekali dan biasanya berlangsung dalam waktu relatif singkat. Kondisi ini sering dipicu oleh kelelahan, kurang tidur, maupun stres.
  • Esensial jinak (Benign Essential Blepharospasm): Merupakan kejang kronis pada otot kelopak mata yang terjadi secara berulang dan sulit dikendalikan. Kondisi inilah yang paling sering dikenal sebagai blefarospasme.
  • Kejang wajah separuh (Hemifacial spasm): Kondisi ini ditandai dengan kejang otot di salah satu sisi wajah yang sering bermula pada kelopak mata dan dapat menyebar dari pipi, mulut, hingga lidah..

Penyebab Blefarospasme

Blefarospasme dapat terjadi akibat berbagai faktor yang memengaruhi kerja otot dan saraf di sekitar mata. Para ahli menduga bahwa blefarospasme terjadi akibat gangguan pada sistem saraf tertentu, terutama yang melibatkan beberapa bagian berikut:

  • Basal ganglia: Bagian otak ini berperan penting dalam mengatur dan mengkoordinasikan gerakan tubuh. Aktivitas yang tidak normal pada basal ganglia diduga dapat memicu atau berkontribusi terhadap terjadinya blefarospasme.
  • Saraf kranial VII (CN VII) atau saraf wajah: Saraf ini berfungsi menghantarkan sinyal dari otak ke otot-otot wajah, termasuk kelopak mata. Pada blefarospasme, terdapat bukti bahwa sel-sel saraf wajah dapat aktif secara spontan, meskipun otak tidak mengirimkan sinyal untuk menggerakkan otot tersebut.

Baca juga: Apa Itu Trikiasis? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Faktor Risiko Blefarospasme

Beberapa kondisi dan latar belakang tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami blefarospasme. Berikut faktor-faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya blefarospasme:

  • Usia paruh baya hingga lanjut.
  • Risiko lebih tinggi pada perempuan.
  • Stres berkepanjangan.
  • Kurang tidur atau kelelahan fisik.
  • Riwayat keluarga atau faktor genetik.
  • Riwayat cedera mata atau gangguan sistem saraf.

Gejala Blefarospasme

Gejala blefarospasme dapat muncul secara perlahan dan sering kali diawali dengan keluhan ringan yang mudah diabaikan. Seiring waktu, intensitas dan frekuensi kejang kelopak mata bisa meningkat. Adapun beberapa gejala umumnya, meliputi:

  • Kedutan kelopak mata yang terjadi berulang dan tidak terkendali.
  • Mata tidak nyaman ketika melihat cahaya terang (fotofobia).
  • Rasa tidak nyaman atau perih di area mata.
  • Mata kering.
  • Gejala memburuk saat lelah atau stres.

Diagnosis Blefarospasme

Dalam menegakkan diagnosis blefarospasme, dokter akan melakukan anamnesis terlebih dahulu dengan menanyakan gejala yang dirasakan serta riwayat medis medis pasien.

Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk menemukan faktor penyebab munculnya kondisi tersebut. Adapun pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Pemeriksaan neuro-oftalmologi.
  • Pemeriksaan lanjutan, jika diperlukan.

Baca juga: 6 Penyebab Mata Belekan Terus yang Perlu Anda Waspadai

Pengobatan Blefarospasme

Blefarospasme apakah bisa sembuh? Blefarospasme tidak selalu bisa sembuh total, tetapi gejalanya dapat dikontrol dan diminimalkan. Pilihan pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi pasien. Beberapa metode pengobatan yang efektif meliputi:

  • Suntikan OnabotulinumtoxinA (BOTOX).
  • Akupuntur.
  • Lensa berwarna FL-41.
  • Tindakan operasi.

Pencegahan Blefarospasme

Meski tidak semua kasus blefarospasme dapat dicegah sepenuhnya, Anda tetap dapat menurunkan risikonya dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan mata. Beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Istirahat yang cukup.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Menghindari paparan cahaya terang berlebihan.
  • Menggunakan kacamata hitam saat di luar ruangan.

Demikian penjelasan mengenai blefarospasme, mulai dari pengertian, jenis, gejala, hingga langkah pencegahannya. Perlu dipahami bahwa blefarospasme adalah gangguan pada kelopak mata yang berkaitan dengan sistem saraf sehingga setiap gejalanya tidak boleh diabaikan.

Apabila Anda sering mengalami kedutan kelopak mata yang sulit dikendalikan, mata terasa sering tertutup, atau memiliki kondisi yang berisiko memengaruhi saraf mata, pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah keluhan bertambah berat.

Melalui layanan Neuro-Oftalmologi di JEC Eye Hospitals and Clinics, Anda dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan gangguan mata yang berhubungan dengan saraf mata dan otak, didukung oleh dokter berpengalaman serta teknologi diagnostik yang komprehensif.

Mari senantiasa jaga kesehatan penglihatan dengan mengonsultasikan kondisi mata Anda ke tenaga medis profesional di JEC Eye Hospitals and Clinics.

Baca juga: Kotoran Mata Terus Keluar? Ini Penyebab dan Solusi Pengobatannya 

 

icon-doctor