Posterior Vitreous Detachment: Penyebab Floaters pada Mata

Oleh Tim Medis JEC

  02 Jun 2026

  136 Views

Share
Posterior vitreous detachment

Posterior vitreous detachment (PVD) adalah kondisi ketika gel di dalam mata terlepas dari retina. Kondisi ini umum terjadi seiring bertambahnya usia dan dapat menyebabkan floaters atau kilatan cahaya.

 

Biasanya kondisi ini tidak menimbulkan nyeri dan tidak langsung menyebabkan gangguan penglihatan yang berat, tetapi tetap perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada masalah retina yang lebih serius.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang PVD, mulai dari penyebab hingga penanganannya, simak artikel berikut.

Apa Itu Posterior Vitreous Detachment?

Posterior vitreous detachment adalah kondisi mata yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi saat gel bening di dalam bola mata mulai terlepas dari retina, yaitu lapisan tipis di bagian belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi gambar yang dilihat.

 

Pada pelepasan vitreus posterior, Anda bisa melihat bintik-bintik gelap atau bayangan kecil yang melayang di penglihatan (floaters). Beberapa orang juga mengalami kilatan cahaya, biasanya di bagian samping pandangan.

 

Seiring waktu, proses pelepasan ini selesai dan bentuk atau jumlah floaters dapat berubah dalam beberapa minggu. Jika muncul floaters baru, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter mata untuk memastikan tidak ada robekan atau pelepasan retina.

Penyebab Posterior Vitreous Detachment

Seiring bertambahnya usia, gel di dalam mata (vitreous) mengalami perubahan. Gel ini menjadi lebih cair, menyusut, lalu mulai tertarik menjauh dari bagian belakang mata.

 

Vitreous sebenarnya menempel pada retina melalui serabut-serabut kecil. Saat serabut ini putus dalam jumlah yang cukup banyak, gel akan sepenuhnya terlepas dari retina. Proses inilah yang disebut posterior vitreous detachment.

 

Baca juga: Apa Itu Retinoblastoma? Pahami Penyebab serta Gejalanya 

Faktor Risiko Posterior Vitreous Detachment

Posterior vitreous detachment adalah kondisi umum yang terjadi seiring bertambahnya usia, biasanya pada usia sekitar 70 tahun. Kondisi ini terjadi saat gel di dalam mata menyusut dan terlepas dari retina. Sebagian orang tidak merasakan gejala, tetapi ada juga yang melihat floaters. Adapun faktor yang dapat mempercepat terjadinya PVD meliputi:

  • Mata minus (rabun jauh).
  • Riwayat operasi mata, seperti katarak.
  • Diabetes dengan komplikasi retina.
  • Cedera pada mata.

Umumnya, PVD tidak berbahaya dan floaters akan berkurang seiring waktu. Namun, pada kasus tertentu, PVD dapat menyebabkan robekan retina (retinal tear) yang berisiko berkembang menjadi pelepasan retina dan dapat mengganggu penglihatan secara permanen jika tidak segera ditangani.

Gejala Posterior Vitreous Detachment

Pada banyak kasus, PVD tidak menimbulkan keluhan apa pun sehingga penderitanya tidak menyadarinya. Meski begitu, sebagian orang bisa mengalami beberapa perubahan pada penglihatan. Gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Kilatan cahaya di sisi pandangan.
  • Bintik kecil atau titik melayang yang terlihat bergerak (floaters).
  • Dalam kondisi yang jarang terjadi, penglihatan bisa terasa menurun atau muncul bayangan gelap seperti tirai yang menutupi sebagian area pandang.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, pemeriksaan mata diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan pada retina.

Apakah Posterior Vitreous Detachment Menyebabkan Kebutaan?

PVD biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan umumnya tidak menyebabkan gangguan penglihatan yang berat atau kebutaan. Namun, risiko bisa muncul jika terjadi komplikasi seperti:

  • Robekan retina (retinal tear).
  • Lepasnya retina (retinal detachment).
  • Lubang pada makula (macular hole).
  • Kerutan pada makula (macular pucker).

Studi yang diterbitkan dalam jurnal American Academy of Ophthalmology (2021) meneliti 8.305 pasien dengan gejala PVD akut. Ditemukan bahwa 5,4% didiagnosis dengan robekan retina dan 4% mengalami ablasio retina. Kendati demikian, komplikasi lanjutan seperti retinal tear ditemukan pada 12,4% pasien yang memiliki faktor risiko seperti perdarahan vitreus, degenerasi lattice, atau riwayat robekan/ablasio.

 

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Retina Mata Bermasalah & Cara Mengatasinya 

Diagnosis Posterior Vitreous Detachment

Jika mengalami gejala PVD, sebaiknya segera periksakan kondisi Anda kepada dokter spesialis mata (ophthalmologist). Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi masalah serius sejak awal dan mencegah kerusakan permanen atau kebutaan.

 

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan mata dengan melebarkan pupil terlebih dahulu menggunakan tetes mata. 

 

Setelah itu, bagian dalam mata akan diperiksa menggunakan alat khusus. Proses ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya mungkin terasa sedikit tidak nyaman atau sedikit perih.

 

Pada kondisi tertentu yang jarang terjadi, jika bagian belakang mata sulit terlihat, dokter dapat melakukan USG mata. Pemeriksaan ini juga tidak menyakitkan dan menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur di dalam mata.

Cara Menangani Posterior Vitreous Detachment

Jika tidak ada komplikasi, PVD umumnya tidak perlu diobati. Meski begitu, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan mata saat gejala pertama muncul dan melakukan kontrol ulang sekitar 4–6 minggu setelahnya. Pada pemeriksaan ulang, dokter akan:

  • Memastikan tidak ada masalah yang terlewat pada pemeriksaan sebelumnya.
  • Mengecek apakah ada komplikasi baru, seperti robekan retina yang mungkin baru terlihat belakangan.

Operasi untuk menghilangkan floaters sangat jarang dilakukan. Pada kasus tertentu dengan floaters yang sangat mengganggu, dokter dapat mempertimbangkan prosedur vitrektomi. Namun, tindakan ini jarang dilakukan karena memiliki risiko komplikasi, seperti infeksi, katarak, robekan retina, dan ablasio retina.

 

Itulah penjelasan mengenai apa itu posterior vitreous detachment hingga cara menanganinya. Kondisi ini memang umum terjadi seiring bertambahnya usia dan biasanya tidak berbahaya. 

 

Meski demikian, pemeriksaan mata tetap penting untuk memastikan tidak ada masalah lain yang dapat memengaruhi penglihatan Anda.

 

Jika terjadi perubahan penglihatan atau muncul keluhan yang tidak biasa, segera periksakan diri ke dokter mata. Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius serta menjaga fungsi penglihatan.

 

Untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait posterior vitreous detachment maupun gangguan pada bagian dalam mata, Anda dapat datang ke JEC Eye Hospitals and Clinics. Melalui layanan Vitreoretina, Anda akan mendapatkan pemeriksaan terkait berbagai kelainan pada retina dan vitreous, seperti floaters dan pandangan buram.

 

Dengan dukungan dokter spesialis mata serta teknologi medis yang modern, JEC Eye Hospitals and Clinics berkomitmen untuk menjaga kesehatan mata agar fungsi penglihatan tetap optimal.

 

Baca juga: Ablasio Retina: Penyebab Retina Lepas, Gejala, dan Cara Mengobatinya 

icon-doctor