Apa Itu Arkus Kornea? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya>
Lingkaran putih di tepi mata sering membuat orang panik dan mengira ada masalah serius pada penglihatan. Padahal, tidak semua perubahan pada mata berarti berbahaya. Salah satu kondisi yang cukup sering ditemukan adalah arkus kornea, yaitu munculnya cincin putih atau keabu-abuan di pinggir kornea.
Lantas, apakah arkus kornea ini berbahaya dan perlu segera diobati? Untuk menjawabnya, penting memahami penyebab serta cara penanganannya agar tidak salah menilai dan bisa mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan mata. Mari simak artikel ini untuk informasi lebih lengkapnya!
Apa Itu Arkus Kornea?
Arkus kornea adalah kondisi ketika muncul lengkungan berwarna putih, abu-abu, atau kebiruan di tepi luar kornea akibat penumpukan lemak (lipid), terutama kolesterol.
Lengkungan ini awalnya muncul sebagai garis pendek di bagian atas dan bawah kornea. Seiring waktu, kedua bagian ini dapat menyatu hingga membentuk lingkaran penuh seperti cincin di sekeliling kornea.
Tidak heran jika banyak orang mempertanyakan arkus kornea apakah berbahaya mengingat tampilannya cukup jelas meski sering tidak menimbulkan keluhan. Berdasarkan usia pasien, arkus kornea dibagi menjadi dua jenis, meliputi:
- Arkus senilis: arkus kornea yang muncul pada usia sekitar 50–60 tahun ke atas. Kondisi ini sangat umum dan dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Hampir semua orang berusia di atas 80 tahun akan mengalaminya.
- Arkus juvenilis: arkus kornea yang muncul sebelum usia 40 tahun. Jika terjadi pada usia muda, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan lain, seperti kadar kolesterol yang tinggi atau masalah metabolisme lemak.
Dengan demikian, arkus kornea sering kali tidak berbahaya, tetapi kemunculannya pada usia muda tetap perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan yang mendasarinya.
Baca juga: 7 Ciri-Ciri Mata Katarak yang Wajib Diwaspadai, Ini Gejala Awalnya!
Apakah Arkus Kornea Sama dengan Katarak?
Arkus kornea dan katarak sama-sama sering muncul seiring bertambahnya usia, tetapi keduanya adalah kondisi yang berbeda. Arkus kornea tidak memengaruhi penglihatan sama sekali karena hanya berupa endapan lemak di tepi kornea. Kondisi ini juga tidak berkembang menjadi gangguan visual dan tidak memerlukan tindakan operasi.
Sebaliknya, katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh. Kondisi ini dapat semakin memburuk dari waktu ke waktu dan menyebabkan penglihatan menjadi buram atau menurun. Untuk mengatasinya, katarak dapat dihilangkan melalui prosedur operasi.
Penyebab Arkus Kornea
Arkus kornea terjadi karena adanya penumpukan lemak di jaringan tepi kornea. Lemak ini membentuk cincin buram berwarna putih keabu-abuan. Salah satu jenis lemak yang paling banyak ditemukan pada kondisi ini adalah kolesterol.
Namun, tidak semua orang dengan arkus kornea memiliki kadar kolesterol yang tinggi, terutama jika kondisi ini muncul pada usia 50–60 tahun ke atas. Pada kelompok usia tersebut, penuaan alami menjadi penyebab yang paling umum. Jika cincin terlihat di kedua mata, kondisi ini disebut arkus kornea bilateral dan biasanya tidak berhubungan dengan penyakit serius.
Sebaliknya, jika lingkaran putih di kornea mata muncul pada usia 40 tahun ke bawah atau hanya terjadi pada satu mata, dokter dapat mencurigai adanya masalah kesehatan tertentu. Beberapa kondisi yang sering dikaitkan antara lain:
- Kadar kolesterol tinggi.
- Trigliserida tinggi.
- Gangguan metabolisme lemak.
Baca juga: Ulkus Kornea: Penyebab, Gejala, Pengobatannya, & Waktu Penyembuhannya
Cara Menangani Arkus Kornea
Pada dasarnya, arkus kornea tidak memerlukan pengobatan khusus. Kondisi ini tidak menimbulkan keluhan, tidak merusak mata, dan tidak mengganggu penglihatan. Jika muncul karena faktor usia, arkus kornea dianggap normal dan tidak berbahaya.
Arkus kornea dapat didiagnosis dengan mudah oleh dokter spesialis mata melalui pemeriksaan langsung. Dalam beberapa kasus, dokter menggunakan mikroskop slit-lamp untuk melihat kornea dengan lebih jelas dan memastikan cincin yang terlihat memang berasal dari endapan lemak di jaringan kornea.
Meskipun tidak berbahaya, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila arkus kornea muncul sebelum usia 40–50 tahun dan lingkaran putih di kornea mata hanya terlihat pada satu mata.
Pasalnya, kondisi tersebut dapat mengarah pada masalah kesehatan tertentu. Jika ditemukan penyakit yang mendasarinya, penanganan akan difokuskan pada penyebab yang mendasarinya, seperti:
- Mengatur pola makan rendah lemak dan kolesterol,
- Rutin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal.
- Menghentikan kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
- Menggunakan obat penurun kolesterol atau terapi lain sesuai anjuran dokter.
Dengan cara ini, risiko masalah kesehatan lanjutan dapat dikurangi, meskipun arkus kornea sendiri tidak memerlukan pengobatan langsung. Namun, perlu diingat bahwa arkus kornea tidak dapat hilang meskipun kadar kolesterol diperbaiki, tetapi perkembangannya dapat diperlambat.
Demikian penjelasan lengkap mengenai penyebab arkus kornea beserta karakteristik dan cara penanganannya. Meski umumnya kondisi ini tidak berbahaya, ada pula kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut agar tidak memicu risiko gangguan kesehatan lain yang lebih serius.
Apabila Anda menemukan lingkaran putih di kornea mata di usia muda, hanya terdapat di satu mata, atau memiliki kekhawatiran terkait perubahan pada mata, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di JEC Eye Hospitals and Clinics.
JEC Eye Hospitals and Clinics menyediakan layanan Trauma Oftalmik yang didukung oleh tenaga medis berpengalaman dan teknologi modern. Dengan penanganan yang tepat, Anda dapat memperoleh diagnosis yang akurat dan perawatan yang nyaman sesuai kondisi kesehatan Anda.
Sebagai rumah sakit khusus mata, JEC Eye Hospitals and Clinics selalu siap membantu setiap pasien untuk menjaga kesehatan mata secara optimal.
Baca juga: Apa Itu Edema Kornea? Pahami Gejala dan Penanganannya


ENG