Apakah Ablasio Retina Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Simak!>
Ablasio retina merupakan kondisi di mana retina terlepas atau robek dari bagian belakang mata. Lantas, apakah ablasio retina bisa sembuh tanpa operasi? Pertanyaan ini cukup banyak dipertanyakan mengingat ablasio retina merupakan kondisi serius pada mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan jika tidak ditangani dengan tepat.
Faktanya, ablasio retina tidak bisa sembuh sendiri sehingga tetap membutuhkan pendekatan medis yang tepat sesuai tingkat keparahannya. Agar tidak keliru dalam memahami risiko dan pilihan perawatan yang tersedia, Anda bisa simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
Apakah Ablasio Retina Bisa Sembuh Tanpa Operasi?
Secara teknis, mata yang mengalami ablasio retina memang dapat menunjukkan tanda pemulihan dalam arti peradangan mereda atau tubuh berusaha beradaptasi terhadap cedera yang terjadi.
Namun, kondisi ini tidak mengindikasikan bahwa retina yang rusak dapat kembali normal dengan sendirinya. Kerusakan pada jaringan retina yang sudah terjadi tidak dapat diperbaiki secara alami sehingga risiko penurunan penglihatan permanen tetap ada.
Retina yang terlepas juga tidak dapat menempel kembali tanpa bantuan tindakan medis. Oleh karena itu, tidak ada pengobatan rumahan yang terbukti efektif untuk mengatasi ablasio retina.
Pengobatan Ablasio Retina
Untuk menangani ablasio retina secara tepat dan mencegah penurunan penglihatan permanen, dokter akan merekomendasikan beberapa metode pengobatan sesuai kondisi pasien. Berikut pilihan penanganan ablasio retina yang umum dilakukan:
1. Laser Photocoagulation
Laser photocoagulation merupakan salah satu metode pengobatan ablasio retina yang digunakan pada tahap awal untuk menutup robekan atau lubang kecil pada retina sebelum kondisi berkembang menjadi ablasio yang lebih parah.
Laser akan membentuk jaringan parut kecil di sekitar area yang rusak sehingga membantu merekatkan retina kembali ke lapisan di bawahnya. Prosedur ini juga dapat mencegah cairan masuk dan mengalir ke celah tersebut.
Prosedur laser photocoagulation terbilang relatif cepat dan minim rasa sakit. Namun, setelah prosedur dilakukan, dokter akan memberikan steroid topikal untuk mencegah peradangan dan menganjurkan pasien untuk istirahat selama beberapa hari agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
Meski tidak dapat memperbaiki retina yang sudah terlepas total, prosedur ini efektif sebagai langkah pencegahan agar kondisi tidak berkembang menjadi ablasio retina yang lebih berat.
Baca juga: 10 Pilihan Makanan untuk Kesehatan Mata agar Tetap Jernih
2. Cryotherapy
Metode pengobatan ablasio retina lainnya yang juga umum dilakukan, yaitu dengan cryotherapy. Cryotherapy merupakan metode pengobatan yang menggunakan suhu sangat dingin untuk menangani lubang atau robekan pada retina.
Cryotherapy bekerja dengan membekukan area yang mengalami kerusakan sehingga terbentuk jaringan parut yang membantu merekatkan retina kembali ke lapisan di bawahnya. Prosedur ini umumnya digunakan ketika lokasi robekan retina sulit dijangkau dengan laser photocoagulation. Tindakan ini dapat dilakukan dengan anestesi lokal dengan waktu yang relatif cepat, meski pasien mungkin merasakan sedikit tidak nyaman setelah prosedur.
3. Operasi Ablasio Retina
Operasi ablasio retina menjadi opsi tindakan terakhir yang dilakukan ketika retina telah terlepas sebagian atau seluruhnya dan tidak dapat ditangani hanya dengan laser atau cryotherapy. Namun, jenis operasi yang dipilih akan disesuaikan dengan lokasi robekan, luas ablasio, serta kondisi mata pasien. Berikut beberapa jenis operasi ablasio retina yang umum dilakukan:
a. Scleral Buckle
Scleral buckle dilakukan dengan memasang pita silikon elastis di bagian luar bola mata (sklera) untuk menekan dinding mata ke arah retina yang terlepas. Tekanan ini membantu menutup robekan retina dan memungkinkan retina menempel kembali secara bertahap. Prosedur ini sering digunakan pada ablasio retina akibat robekan tunggal atau beberapa robekan kecil.
b. Vitrectomy
Vitrectomy merupakan prosedur operasi yang dilakukan dengan mengangkat cairan vitreous, yaitu gel bening di dalam mata yang menarik retina.
Setelah vitreous diangkat, dokter akan menangani retina menggunakan prosedur fotokoagulasi atau krioterapi untuk menutup robekan yang ada. Selanjutnya, gas intraokular disuntikkan ke dalam mata sebagai pengganti gel vitreous untuk mendorong retina kembali ke posisi semula dan menahannya tetap menempel pada bagian belakang mata.
Baca juga: Gejala Retinoblastoma: Kenali Tanda Awal Kanker Mata pada Anak
c. Pneumatic Retinopexy
Pneumatic retinopexy dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil gas intraokular ke dalam vitreous. Gelembung ini akan menekan retina yang terlepas agar kembali menempel ke lapisan di bawahnya.
Setelah retina berada pada posisi yang tepat, dokter akan menutup robekan retina menggunakan laser photocoagulation atau cryotherapy untuk mencegah kebocoran cairan dan mengurangi risiko ablasi berulang.
Demikian penjelasan mengenai apakah ablasio retina bisa sembuh tanpa operasi atau tidak serta pilihan penanganan yang tersedia. Perlu dipahami bahwa kondisi ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya tanpa tindakan medis yang tepat. Untuk memastikan kondisi retina Anda mendapatkan penanganan yang sesuai, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis di JEC Eye Hospitals and Clinics.
Melalui layanan Retina, JEC menyediakan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan komprehensif untuk berbagai gangguan retina, termasuk ablasio retina, dengan dukungan teknologi terkini dan tenaga medis berpengalaman. Mari mulai lindungi kesehatan mata Anda sedini mungkin bersama JEC Eye Hospitals and Clinics.
Baca juga: Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya: Struktur Mata Manusia Secara Lengkap


ENG