Mengapa Penglihatan Hitam? Waspadai Penyebab di Baliknya!>
Pernahkah penglihatan Anda tiba-tiba menjadi gelap, seolah-olah ada tirai hitam yang menutupi pandangan? Penglihatan hitam bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari kondisi ringan hingga serius yang mengancam jiwa.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kemungkinan penyebab penglihatan hitam agar Anda segera mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk memahami apa saja penyebabnya, simak penjelasan berikut ini.
Apa Penyebab Penglihatan Hitam?
Penglihatan yang menghitam secara mendadak atau bertahap bisa disebabkan oleh beragam kondisi medis. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:
1. Orthostatic Hypotension
Orthostatic hypotension adalah penurunan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba saat Anda berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Inilah yang menyebabkan penglihatan hitam saat berdiri bagi sebagian orang.
Kondisi ini umumnya terjadi pada:
- Individu di atas 60 tahun.
- Penderita yang menjalani bed rest dalam kurun waktu yang cukup lama.
- Ibu yang baru saja melahirkan.
- Remaja yang sedang mengalami lonjakan pertumbuhan.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor yang memicu orthostatic hypotension, seperti dehidrasi ringan, gula darah rendah (hipoglikemia), dan suhu panas yang berlebih.
Gejala yang paling khas meliputi rasa pusing atau melayang (lightheadedness), penglihatan yang menggelap untuk sementara (visual dimming), serta perasaan hampir pingsan atau bahkan kehilangan kesadaran (presinkop hingga sinkop).
2. Migrain
Migrain dengan aura biasanya menyebabkan gangguan penglihatan pada kedua mata (binokular), karena berasal dari aktivitas abnormal di korteks visual otak. Sementara itu, kondisi yang lebih jarang adalah retinal migraine (migrain okular), yaitu gangguan penglihatan yang hanya terjadi pada satu mata (monokular) akibat gangguan pada retina.
Berikut adalah beberapa gejala gangguan penglihatan yang umum terjadi akibat migrain okular:
- Kilatan atau cahaya berkedip-kedip.
- Garis zig-zag atau pola bercahaya.
- Titik buta penglihatan (skotoma).
- Penglihatan buram atau redup.
- Kehilangan penglihatan sementara di salah satu mata (jarang terjadi).
Perlu diingat bahwa gangguan penglihatan akibat migrain okular umumnya bersifat sementara, yang berlangsung kurang dari 60 menit. Setelahnya, gejala akan hilang dengan sendirinya.
3. Transient Ischemic Attack
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penglihatan hitam bisa menjadi tanda bahaya dari kondisi medis yang serius, seperti Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti sementara atau berkurang sehingga memicu gejala, seperti kesulitan berbicara dan melihat.
Berikut adalah beberapa gangguan penglihatan akibat TIA yang perlu Anda waspadai:
- Kehilangan penglihatan sementara pada salah satu atau kedua mata. Kondisi ini membuat penglihatan penderita seperti ditutupi tirai hitam di sebagian atau seluruh lapang pandang.
- Penglihatan ganda (diplopia).
- Tidak dapat melihat sisi kanan atau kiri (hemianopsia).
Ini merupakan kondisi gawat darurat sehingga Anda harus segera mencari pertolongan dokter jika muncul gejala yang dicurigai sebagai TIA.
Baca juga: Mata Buram Sebelah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
4. Ablasio Retina
Ablasio retina adalah kondisi di mana retina terlepas dari bagian belakang mata. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala berikut ini:
- Muncul floaters atau kilatan cahaya.
- Seperti ada tirai hitam atau bayangan yang menutupi penglihatan.
- Mata buram.
Karena ablasio retina dapat menyebabkan kerusakan penglihatan, kondisi ini harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata untuk mencegah kondisi berkembang lebih parah.
5. Glaukoma
Penyebab penglihatan buram lainnya adalah glaukoma, yakni penyakit yang menyerang saraf mata. Kondisi ini berkembang secara bertahap sehingga sering kali tidak menimbulkan gejala di tahap awal.
Penderita glaukoma biasanya melihat dunia seperti dari dalam terowongan. Artinya, penglihatan menghitam di area tepi secara perlahan dan akhirnya hanya menyisakan area tengah.
Kondisi ini tentu sangat mengganggu penderita dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti membaca, mengemudi, hingga berpindah tempat. Oleh karena itu, penting untuk mengelola gejalanya dan mempertahankan penglihatan yang tersisa.
Baca juga: Apakah Glaukoma Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Medisnya!
Kapan Perlu ke Dokter?
Penglihatan hitam yang disebabkan oleh gangguan ringan bisa diatasi dengan mudah tanpa bantuan dokter. Namun, penderita harus segera mencari pertolongan medis lebih lanjut jika kondisi disebabkan oleh masalah yang lebih serius dan disertai gejala berikut:
- Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba.
- Penglihatan hitam yang disertai keluhan lain, seperti kesulitan berbicara dan lesu.
- Penglihatan menghitam berulang kali.
- Mata terasa nyeri atau tidak nyaman.
Jika Anda mengalami gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Dengan begitu, dokter dapat merekomendasikan penanganan yang sesuai sehingga penglihatan Anda bisa kembali normal.
Untuk mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh, Anda bisa memanfaatkan layanan Vitreoretina di JEC Eye Hospitals and Clinics. Dokter mata berpengalaman akan mencari penyebab yang mendasari penglihatan hitam secara komprehensif menggunakan teknologi diagnostik yang canggih.
Dengan begitu, risiko seperti ablasio retina bisa segera dideteksi dan Anda segera mendapatkan perawatan untuk mencegah kondisi kesehatan mata dan tubuh semakin memburuk.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Retina Mata Bermasalah & Cara Mengatasinya


ENG