Mohon Tunggu ..

Apa Itu Neuromyelitis Optica? Kenali Gejala dan Penyebabnya

Ditinjau oleh Dr. Valenchia, SpM, ChM
Oleh Tim Medis JEC

  28 Aug 2026

  139 Views

Share
Neuromyelitis Optica

Gangguan penglihatan yang disertai kelemahan anggota tubuh perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan masalah pada sistem saraf.

Salah satu kondisi yang dapat menimbulkan keluhan tersebut adalah neuromyelitis optica, penyakit autoimun langka yang menyerang saraf optik dan sumsum tulang belakang.

Lantas, bagaimana cara menangani neuromyelitis optica? Simak penjelasan berikut ini agar Anda dapat mengenali kondisi dan mendapatkan pertolongan medis yang tepat!

Apa Itu Neuromyelitis Optica?

Neuromyelitis optica adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang bagian dari sistem saraf pusat. Kondisi ini juga dikenal sebagai neuromyelitis optica spectrum disorder (NMOSD) atau penyakit Devic.

Serangan tersebut terutama memengaruhi saraf optik, yaitu saraf yang membawa informasi visual dari mata ke otak, serta sumsum tulang belakang.

Akibatnya, penderita dapat mengalami peradangan saraf mata, gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, hingga masalah mobilitas.

NMO juga dapat merusak mielin, yakni lapisan pelindung yang membantu saraf mengirimkan sinyal. Penyakit ini umumnya muncul dalam bentuk serangan yang dapat berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu. Gejalanya memang bisa membaik setelah serangan berakhir, tetapi juga dapat kambuh.

Penyebab Neuromyelitis Optica

Penyebab pasti NMO belum sepenuhnya diketahui. Namun, kondisi ini berkaitan dengan beberapa gangguan pada sistem kekebalan tubuh berikut:

1. Antibodi Aquaporin-4

Sebagian besar kasus NMO melibatkan antibodi terhadap aquaporin-4 (AQP4). Antibodi ini menyerang protein AQP4 yang terdapat pada sel-sel tertentu dalam sistem saraf. Serangan tersebut kemudian memicu peradangan dan kerusakan pada jaringan saraf.

2. Kondisi Autoimun Lain

NMO lebih sering ditemukan pada orang yang mempunyai penyakit autoimun atau peradangan lain, seperti lupus dan sindrom Sjögren. Meski demikian, hubungan langsung antara kondisi tersebut dan NMO masih perlu diteliti lebih lanjut.

3. Infeksi

Pada sebagian kasus, gejala muncul setelah seseorang mengalami infeksi, misalnya flu. Namun, hal ini tidak berarti infeksi selalu menjadi penyebab NMO. Penyakit ini juga tidak menular dari satu orang ke orang lain.

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Gangguan Saraf Mata yang Tak Boleh Diabaikan

Gejala Neuromyelitis Optica

Gejala NMO dapat berkembang dalam hitungan jam atau hari, dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap penderita. Berikut beberapa keluhan yang dapat muncul:

1. Gangguan pada Mata

Peradangan saraf mata dapat menyebabkan nyeri yang memburuk saat mata digerakkan, penglihatan kabur, warna tampak lebih redup, sulit melihat dalam cahaya minim, serta kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan. Keluhan dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

2. Gangguan Gerak dan Sensorik

Peradangan sumsum tulang belakang dapat menimbulkan kesemutan, mati rasa, kelemahan, kekakuan otot, atau kelumpuhan pada tangan dan kaki. Penderita juga dapat mengalami kesulitan berjalan dan menjaga keseimbangan.

3. Gangguan Kandung Kemih dan Usus

Kerusakan saraf dapat mengganggu kontrol buang air kecil dan buang air besar. Keluhannya antara lain sulit buang air kecil, tidak mampu menahan urine, sembelit, atau kehilangan kontrol buang air besar.

4. Gangguan Batang Otak

Jika NMO memengaruhi batang otak, penderita dapat mengalami cegukan, mual, dan muntah yang tidak terkendali. Batang otak merupakan bagian yang mengatur sejumlah fungsi otomatis tubuh, termasuk pernapasan dan tekanan darah.

Komplikasi Neuromyelitis Optica

Serangan NMO dapat menyebabkan kerusakan saraf yang menetap, terutama jika tidak segera ditangani. Berikut beberapa komplikasi yang perlu diperhatikan:

1. Gangguan Penglihatan

Kerusakan saraf optik berulang dapat mengakibatkan penurunan penglihatan yang bertahan lama hingga kebutaan.

2. Gangguan Mobilitas

Peradangan pada sumsum tulang belakang dapat menyebabkan kelemahan, kejang otot, atau kelumpuhan. Dalam kondisi tertentu, penderita mungkin memerlukan alat bantu untuk berjalan.

3. Gangguan Pernapasan

Jika peradangan mengenai bagian saraf pusat yang mengendalikan otot dan sistem pernapasan, penderita dapat mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan pertolongan medis segera.

Apa Perbedaan Neuromyelitis Optica dan Multiple Sclerosis?

NMO dahulu dianggap sebagai salah satu jenis multiple sclerosis (MS). Kini, keduanya diketahui sebagai kondisi yang berbeda, meskipun memiliki beberapa gejala yang serupa. Berikut penjelasannya:

1. Bagian Saraf yang Terdampak

NMO lebih sering menyerang saraf optik dan sumsum tulang belakang. Sementara itu, MS dapat menyebabkan kerusakan yang menyebar pada otak maupun sumsum tulang belakang.

2. Karakteristik Gangguan Penglihatan

Gangguan penglihatan pada NMO dapat menyerang kedua mata secara bersamaan dan cenderung lebih berat. Pada MS, gangguan ini lebih sering terjadi pada satu mata.

3. Hasil Pemeriksaan

Antibodi AQP4 dapat ditemukan melalui tes darah pada sebagian besar penderita NMO. Selain itu, gambaran kerusakan pada MRI biasanya memiliki pola yang berbeda dari MS.

Baca juga: Radang Saraf Mata: Penyebab dan Risiko Komplikasinya

Diagnosis Neuromyelitis Optica

Dokter akan mengawali pemeriksaan dengan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui gejala, waktu kemunculan keluhan, riwayat serangan, penyakit yang pernah dialami, serta riwayat kesehatan keluarga.

Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, neurologis, serta pemeriksaan mata untuk menilai penglihatan, gerakan tubuh, refleks, keseimbangan, dan fungsi sensorik.

Pemeriksaan tambahan dapat berupa tes darah untuk mendeteksi antibodi AQP4 atau MOG serta MRI untuk melihat perubahan pada otak, saraf optik, dan sumsum tulang belakang. 

Dokter juga mungkin menyarankan pungsi lumbal, yaitu pengambilan sedikit cairan dari area tulang belakang untuk diperiksa di laboratorium.

Bagaimana Pengobatan Neuromyelitis Optica?

Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan NMO sepenuhnya. Namun, penanganan yang disesuaikan dengan kondisi pasien dapat membantu mengendalikan serangan dan mengurangi risiko kekambuhan. Berikut beberapa di antaranya yang umumnya dianjurkan oleh dokter:

  • Kortikosteroid: Kortikosteroid dosis tinggi dapat diberikan untuk mengurangi peradangan ketika gejala pertama muncul atau saat terjadi kekambuhan.
  • Pertukaran Plasma: Dikenal juga sebagai plasmaferesis, pengobatan ini bertujuan mengeluarkan plasma yang mengandung antibodi pemicu peradangan, lalu menggantinya dengan cairan pengganti yang sesuai.
  • Imunoglobulin Intravena: Imunoglobulin dapat diberikan melalui pembuluh darah untuk membantu mengatur respons sistem kekebalan tubuh.
  • Terapi Jangka Panjang: Dokter dapat memberikan obat imunosupresan untuk menekan aktivitas sistem imun dan mengurangi risiko serangan berulang. Fisioterapi dan terapi okupasi juga dapat membantu penderita mempertahankan kemampuan bergerak serta menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tips Pemulihan Neuromyelitis Optica

Selama menjalani pemulihan, konsumsilah obat sesuai petunjuk dan jangan menghentikannya tanpa berkonsultasi dengan dokter. Hadiri pemeriksaan rutin agar perkembangan penyakit dan respons terhadap terapi dapat dipantau.

Jika menggunakan obat penekan sistem imun, terapkan kebiasaan menjaga kebersihan tangan dan hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Latihan fisik yang telah disesuaikan oleh fisioterapis juga dapat membantu menjaga kekuatan dan kelenturan tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami nyeri mata yang disertai penurunan penglihatan, perubahan kemampuan melihat warna, kelemahan atau mati rasa pada anggota tubuh, kesulitan berjalan, gangguan buang air, serta muntah atau cegukan tanpa penyebab yang jelas.

Pemeriksaan juga diperlukan apabila keluhan yang sebelumnya membaik kembali muncul karena dapat menandakan kekambuhan.

Dalam hal ini, Anda dapat berkonsultasi melalui layanan Neuro-Oftalmologi di JEC Eye Hospitals and Clinics yang berfokus pada deteksi dan pengobatan gangguan saraf optik. 

Maka dari itu, jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, seperti penglihatan kabur dan sulit melihat di tempat yang minim cahaya, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda ke JEC Eye Hospitals and Clinics. 

Layanan Neuro-Oftalmologi di JEC Eye Hospitals and Clinics didukung oleh dokter spesialis mata berpengalaman serta teknologi diagnostik canggih untuk membantu menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda. Dengan begitu, gangguan pada saraf optik dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai kondisi Anda.

Baca juga: Neuritis Optik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

 

icon-doctor