Defisiensi Vitamin A: Inilah Efek Buruknya pada Mata!>
Vitamin A adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak dan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Lantas, apa yang terjadi jika tubuh mengalami defisiensi vitamin A?
Defisiensi atau kekurangan vitamin A dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada mata. Beberapa di antaranya adalah rabun senja dan mata kering, yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk itu, simak penjelasan mengenai gejala defisiensi vitamin A di bawah ini.
Apa Itu Defisiensi Vitamin A?
Defisiensi vitamin A adalah kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin A untuk menjalankan fungsi normalnya dalam menjaga kesehatan mata, kulit, sistem kekebalan tubuh, hingga reproduksi.
Pada mata, vitamin A berperan penting dalam membentuk pigmen pengelihatan di retina serta mendukung kesehatan permukaan mata.
Oleh karena itu, kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan malam dan permukaan mata menjadi kering. Kondisi ini bisa menjadi lebih parah bila seseorang sering mengalami infeksi, terutama diare dan campak, karena tubuh lebih sulit menyerap atau menyimpan vitamin A dengan baik.
Sumber Makanan Vitamin A
Vitamin A dapat diperoleh dari dua sumber utama, yaitu hewani dan nabati. Sumber hewanimengandung vitamin A atau retinol yang lebih mudah diserap oleh tubuh, sedangkan sumber nabati mengandung beta-karoten yang akan diubah menjadi vitamin A.
Berikut adalah beberapa sumber hewani vitamin A yang dapat dikonsumsi:
- Hati.
- Telur.
- Susu dan produk olahannya.
- Ikan.
- Kerang.
- Tiram.
Adapun sumber nabati yang kaya akan vitamin A antara lain:
- Wortel.
- Bayam.
- Ubi jalar
- Mangga.
- Pepaya.
Baca juga: 10 Pilihan Makanan untuk Kesehatan Mata agar Tetap Jernih
Siapa yang Berisiko Mengalami Defisiensi Vitamin A?
Beberapa kelompok lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin A, terutama individu yang mengalami malnutrisi atau sering terkena infeksi, seperti diare dan campak. Risiko ini juga lebih tinggi pada anak kecil dan ibu hamil karena kebutuhan vitamin A mereka lebih besar.
Selain itu, kekurangan vitamin A juga dapat terjadi pada individu dengan gangguan penyerapan nutrisi. Misalnya, akibat peradangan usus, penyakit hati atau pankreas, riwayat operasi penurunan berat badan, maupun pola makan yang sangat terbatas sehingga asupan vitamin A tidak tercukupi.
Hal ini sejalan dengan temuan penelitian dalam jurnal Swiss Medical Weekly (2023) yang menyoroti bahwa defisiensi vitamin A bisa dipicu oleh malabsorpsi (ketidakmampuan tubuh menyerap nutrisi) akibat komplikasi dari tindakan operasi pada saluran pencernaan atau efek samping obat-obatan tertentu.
Gejala Defisiensi Vitamin A pada Mata
Vitamin A memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata dan fungsi penglihatan. Ketika tubuh kekurangan vitamin A, salah satu tanda awal yang sering muncul adalah rabun senja (night blindness), yaitu kesulitan melihat di tempat minim cahaya.
Kondisi ini terjadi karena retina, khususnya sel batang (rods) yang berfungsi membantu penglihatan malam, tidak dapat bekerja secara optimal tanpa vitamin A.
Kekurangan vitamin A juga dapat membuat permukaan mata kehilangan kelembapan alaminya. Mata dapat terasa kering, tidak nyaman, seperti berpasir, atau mudah iritasi.
Jika defisiensi semakin berat, kornea dapat menjadi sangat kering, luka, menipis, bahkan mengalami pelunakan atau kerusakan berat. Kondisi ini dapat menyebabkan luka terbuka pada kornea (ulkus kornea) yang berisiko menyebabkan gangguan penglihatan serius sampai kebutaan.
Baca juga: Apakah Kornea Mata Robek Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya
Bagaimana Diagnosis Defisiensi Vitamin A?
Diagnosis defisiensi vitamin A biasanya diawali dengan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui gejala, pola makan, serta riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan mata untuk menilai adanya gangguan penglihatan maupun perubahan pada permukaan mata.
Dokter juga dapat melakukan tes darah serum retinol untuk mengukur kadar vitamin A dalam tubuh. Namun, karena tubuh mampu menyimpan cadangan vitamin A dalam jumlah cukup besar, kadar vitamin A dalam darah biasanya baru menurun ketika defisiensi sudah cukup berat.
Selain itu, jika pasien sudah mengalami rabun senja, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan electroretinography. Tes ini digunakan untuk menilai respons retina, khususnya sel fotoreseptor yang membantu mata menangkap cahaya dalam kondisi gelap atau redup.
Cara Menangani Defisiensi Vitamin A
Penanganan defisiensi vitamin A bertujuan untuk mengembalikan kadar vitamin A dalam tubuh sekaligus mencegah kerusakan mata menjadi lebih parah. Beberapa langkah yang biasanya dilakukan meliputi:
- Pemberian suplemen vitamin A dosis tinggi selama beberapa hari.
- Penurunan dosis secara bertahap hingga gejala mulai membaik.
- Pengaturan pola makan bergizi seimbang yang kaya vitamin A.
- Pemantauan kondisi mata dan kadar vitamin A oleh dokter.
Pada banyak kasus, terapi ini dapat membantu memperbaiki rabun senja dan menjaga kelembapan mata kembali normal. Namun, bila sudah terjadi kerusakan berat, seperti jaringan parut akibat luka pada kornea, gangguan penglihatan tersebut biasanya tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Sementara itu, pada anak-anak dan bayi, pemberian vitamin A harus disesuaikan dengan usia dan kondisi tubuh karena dosis berlebihan dapat berbahaya. Karena itu, penggunaan suplemen sebaiknya tetap mengikuti anjuran dokter.
Demikian penjelasan mengenai dampak defisiensi vitamin A pada mata yang perlu Anda waspadai. Meskipun kondisi ini terlihat sepele, kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan serius yang bisa berujung pada kebutaan jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan vitamin A dan rutin melakukan pemeriksaan mata untuk mengidentifikasi masalah sejak dini. Dalam hal ini, Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan Tes Mata secara berkala di JEC Eye Hospitals and Clinics.
Melalui pemeriksaan yang komprehensif, tim dokter spesialis mata berpengalaman dapat membantu mendeteksi masalah penglihatan lebih awal dan segera memberikan penanganan yang tepat. Dengan demikian, kesehatan mata Anda dapat tetap terjaga dengan optimal.
Baca juga: Pentingnya Rutin Cek Kesehatan Mata & Manfaatnya untuk Hidup Sehat


ENG