Mohon Tunggu ..

Apa Saja yang Bisa Mengganggu Kesehatan Mata? Cek di Sini!

Ditinjau oleh Dr. Damara Andalia, SpM
Oleh Tim Medis JEC

  29 Jun 2025

  7,124 Views

Share
Apa Saja yang Bisa Mengganggu Kesehatan Mata

Sebagai organ yang bekerja hampir sepanjang hari, mata harus dijaga kesehatannya. Oleh karena itu, perawatan mata sebaiknya tidak hanya dilakukan saat penglihatan mulai terganggu. 

 

Sebelum itu terjadi, ketahui dulu kebiasaan apa saja yang bisa mengganggu kesehatan mata. Artikel ini akan membahasnya beserta alternatif yang dapat dilakukan untuk mengubah kebiasaan tersebut. Mari simak hingga akhir.

Kebiasaan Apa Saja yang Bisa Mengganggu Kesehatan Mata?

Ada banyak kebiasaan yang diketahui berisiko mengganggu kesehatan mata, sehingga sebaiknya dihindari. Berikut beberapa di antaranya:

1. Terlalu Lama Menatap Layar

Tak dapat dimungkiri bahwa gadget memang telah menjadi bagian dari berbagai aspek kehidupan. Namun, menatap layar gadget terlalu lama berisiko memicu digital eye strain atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital.

 

Digital eye strain biasanya ditandai dengan gejala mata kering, penglihatan buram, sakit kepala, dan sulit memfokuskan pandangan. Hal ini bisa terjadi karena saat menatap layar, mata lebih jarang berkedip sehingga mata lebih cepat kering.

 

Solusinya, Anda bisa melakukan relaksasi mata dengan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat benda yang berjarak sekitar 20 kaki (± 6 meter) selama 20 detik. Selain itu, atur kecerahan layar dan jaraknya dari mata sekitar satu lengan. Jika perlu, gunakan artificial tears (air mata buatan) untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat mata kering.

2. Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Tepat

Kebiasaan apa saja yang dapat mengganggu kesehatan mata dan berkaitan dengan lensa kontak? Berikut beberapa di antaranya:

  • Berenang atau mandi saat menggunakan lensa kontak: Lensa kontak dan air sebaiknya tidak bersentuhan. Pasalnya, mikroorganisme atau bakteri di dalam air dapat masuk ke mata dan meningkatkan risiko infeksi serius. Sebagai alternatif, pertimbangkan untuk menggunakan kacamata renang dengan lensa koreksi.
  • Tidak membersihkan lensa kontak dengan benar: Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar dan berkala dapat meningkatkan risiko infeksi mata. Untuk lensa kontak yang dapat digunakan kembali, ikuti petunjuk pembersihan dan disinfeksi dari dokter mata atau produsen. Selalu cuci dan keringkan tangan sebelum menyentuh lensa, simpan lensa kontak dengan benar, dan gunakan larutan pembersih untuk mendisinfeksi lensa. Jangan menggunakan air keran untuk membilas atau menyimpan lensa. 
  • Tidur saat masih menggunakan lensa kontak: Lensa kontak daily wear dirancang untuk digunakan saat terjaga dan harus dilepas saat tidur. Jadi, menggunakannya saat tidur dapat meningkatkan risiko komplikasi dan infeksi kornea, termasuk microbial keratitis.
  • Membeli lensa kontak tanpa resep: Lensa kontak yang dijual bebas tanpa resep dokter dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk infeksi kornea yang pada kasus berat dapat mengganggu penglihatan. Jadi, usahakan untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mata sebelum membeli dan menggunakannya.

Baca juga: Kenali Jenis Lensa Kacamata & Tips Memilih yang Tepat

3. Tidak Menggunakan Pelindung Mata Saat Dibutuhkan

Apabila Anda sering melihat orang yang beraktivitas di luar ruangan menggunakan kacamata hitam, itu bukan hanya untuk menghalangi cahaya yang menyilaukan. Penggunaan kacamata hitam, photochromic, atau bluechromic sejatinya dapat melindungi mata dari paparan radiasi UV berlebihan akibat paparan sinar matahari.

 

Paparan radiasi UV yang berlebih dapat merusak jaringan permukaan mata, kornea, dan lensa, yang selanjutnya dapat memicu katarak dan kanker mata. Untuk menghindari kondisi tersebut,  penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100% atau UV400 sangat disarankan untuk menjaga kesehatan mata.

 

Jika pekerja lapangan perlu menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari radiasi UV, hal itu berbeda dengan pekerja di bidang konstruksi, pekerja yang berinteraksi dengan bahan kimia, dan para perajin DIY di rumah. Mereka harus menggunakan safety glasses atau safety goggles untuk melindungi mata dari percikan atau serpihan partikel berbahaya.

 

Faktanya, penggunaan kacamata pelindung tidak terbatas pada keperluan pekerjaan saja. Aktivitas olahraga atau permainan tertentu juga mengharuskan pemakaian pelindung mata untuk mengurangi risiko cedera mata serius, seperti:

  • Ablasio retina: Kondisi terlepasnya retina dari lapisan pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi.
  • Perdarahan di dalam mata: Keluarnya darah ke salah satu bagian atau ruang di dalam bola mata akibat pecahnya pembuluh darah.
  • Ruptur bola mata: Robekan atau pecahnya dinding bola mata akibat trauma, umumnya akibat benturan atau tekanan yang sangat kuat.

4. Menatap Matahari secara Langsung

Menatap matahari secara langsung dapat menyebabkan cedera pada retina, terutama makula, yang dikenal sebagai solar retinopathy. Pada sebagian kasus, kerusakan ini dapat meninggalkan gangguan penglihatan yang menetap. 

 

Kacamata hitam biasa tidak dirancang untuk digunakan sebagai pelindung saat melihat matahari secara langsung. Untuk mengamati gerhana matahari, gunakan solar viewer atau filter matahari yang memenuhi standar keselamatan dan memang dirancang khusus untuk pengamatan matahari.

5. Menggosok Mata secara Berlebihan

Sebaiknya kurangi menggosok mata saat terasa gatal atau iritasi. Kebiasaan ini berisiko mengganggu kesehatan mata karena beberapa alasan. Pertama, menyentuh mata dengan tangan yang kotor dapat menyebarkan bakteri dan meningkatkan risiko infeksi serta kondisi seperti bintitan

 

Alasan kedua, mata sangat sensitif dan dikelilingi oleh pembuluh kapiler kecil yang mudah pecah. Menggosok mata, terutama secara berlebihan, dapat meningkatkan risiko tergoresnya permukaan mata atau tekanan berlebih pada mata sehingga memecah pembuluh darah kecil.

 

Daripada menggosok mata, lebih baik mengompres mata dengan lap bersih yang telah dibasahi air dingin selama beberapa menit.

6. Kurang Asupan Nutrisi untuk Mata

Sering mendengar anjuran untuk memperbanyak konsumsi vitamin A agar mata lebih jernih dan kesehatannya terjaga? Ya, hal tersebut tidak salah, namun mata juga membutuhkan nutrisi berupa vitamin C, E, serta omega-3.

 

Dengan mengonsumsi sumber pangan yang kaya akan keempat nutrisi tersebut, Anda dapat memperlambat kerusakan sel mata dan menjaga fungsi penglihatan tetap optimal. Berikut beberapa sumber makanan untuk kesehatan mata yang dapat Anda konsumsi secara rutin:

  • Tinggi vitamin A: Bayam, kale, brokoli, wortel, telur, daging sapi dan ayam, yogurt.
  • Tinggi vitamin C: Jeruk, ubi jalar, paprika, kiwi.
  • Tinggi vitamin E: Kacang tanah, kacang almond, hazelnut, biji bunga matahari.
  • Tinggi omega-3: Alpukat, chia seed, ikan salmon, tuna.

7. Merokok

Apakah Anda pernah mengira bahwa merokok dapat berdampak buruk pada kesehatan mata? Ya, kebiasaan satu ini bukan hanya mengganggu kesehatan paru-paru, tetapi juga indera penglihatan. Beberapa penyakit mata yang berkaitan dengan kebiasaan merokok dan jumlah penderitanya terus bertambah yaitu:

  • Katarak: Kondisi mengeruhnya lensa mata akibat kerusakan protein di dalam lensa. Dampaknya, cahaya tidak dapat difokuskan ke retina sehingga penglihatan menjadi buram.
  • Degenerasi makula: Gangguan penglihatan akibat kerusakan pada makula (bagian tengah retina yang berperan dalam melihat detail). Kerusakan ini membuat penderita cenderung kesulitan membaca, mengenali wajah, atau melihat objek dengan jelas.
  • Glaukoma: Peningkatan tekanan dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik, yakni struktur penting yang berperan dalam mengirimkan sinyal penglihatan dari mata ke otak.

Baca juga: Efek Mata Terkena Abu Rokok: Bahaya & Pertolongan Pertamanya

8. Melewatkan Pemeriksaan Rutin

Meskipun Anda belum pernah menggunakan kacamata, memeriksakan mata ke optometris atau dokter mata tetap penting. Pemeriksaan mata bukan hanya untuk menilai kemampuan penglihatan, tetapi juga untuk mengetahui adanya tanda-tanda cedera atau penyakit.

 

Dengan mengunjungi optometris, Anda dapat mendapatkan pemeriksaan mata menggunakan beberapa peralatan berikut:

  • Fotografi retina digital: Digunakan untuk mengambil gambar bagian belakang mata yang selanjutnya dapat dibandingkan dengan hasil pemeriksaan pada kunjungan berikutnya.
  • Slit lamp: Mikroskop berdaya tinggi untuk memeriksa kornea, iris, dan lensa agar dapat mengetahui adanya goresan atau kelainan.
  • Tonometer: Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan intraokular (tekanan di dalam mata). Salah satu jenisnya bekerja dengan memberikan hembusan udara ke permukaan mata. 
  • Oftalmoskop: Alat untuk memeriksa dan memastikan retina di bagian belakang mata serta saraf optik dan pembuluh darahnya dalam kondisi sehat.

Jadi, pemeriksaan mata merupakan salah satu cara menjaga kesehatan mata dan mendeteksi penyakit mata sebelum kondisinya memburuk. Jika seseorang mengabaikannya, penyakit mata yang sebenarnya sudah mulai berkembang bisa jadi tidak diketahui sejak dini, sehingga penanganannya menjadi jauh lebih sulit.

 

Untuk itu, jangan tunda lagi memeriksakan mata demi menjaga kesehatan penglihatan. Anda dapat melakukan pemeriksaan rutin melalui layanan Pemeriksaan Mata di JEC Eye Hospitals and Clinics

 

Pemeriksaan di JEC menggunakan alat modern yang dapat menilai kondisi mata dengan lebih akurat. Prosedurnya juga dapat dipertanggungjawabkan karena melibatkan dokter spesialis mata yang berpengalaman. 

 

Tak kalah penting, pemeriksaannya bersifat noninvasif sehingga tidak menimbulkan rasa sakit maupun efek samping. Mulai dengan mencari dokter yang Anda inginkan untuk mencegah penyakit mata sejak dini dan menjaga kesehatan penglihatan.

 

Baca juga: Mata Terasa Mengganjal? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

icon-doctor