Penyebab Kutil di Mata, Penanganan, dan Tips Pencegahannya

Oleh Tim Medis JEC

  26 Jan 2026

  4 Views

Share
kutil di mata

Kutil di mata sering terlihat sepele, tetapi kemunculannya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu penampilan, hingga memicu kekhawatiran tersendiri. Tonjolan kecil di sekitar kelopak mata ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menyebar jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Sebagian orang juga masih mempertanyakan apakah kondisi ini berbahaya, menular, atau bisa hilang dengan sendirinya. Karena letaknya berada di area yang sangat sensitif, penanganan kutil di mata juga tidak boleh dilakukan sembarangan.

 

Melalui artikel ini, Anda akan memahami secara lengkap penyebab, risiko penularan, cara penanganan yang aman, hingga hal-hal yang perlu dihindari agar kondisi kutil tidak semakin parah.

 

Apa Itu Kutil di Mata?

Kutil di mata umumnya termasuk jenis kutil filiform, yaitu kutil dengan bentuk khas berupa tonjolan kulit yang tipis dan memanjang. Adapun panjangnya bisa sekitar 1–2 mm dan terlihat seperti benang kecil yang menonjol dari permukaan kulit.

 

Warnanya cukup beragam, mulai dari warna kulit, kecokelatan, merah muda, hingga kekuningan. Kutil ini biasanya muncul satu per satu, tidak berkelompok, dan paling sering ditemukan di area sekitar mata dan bibir.

 

Seperti jenis kutil lainnya, kutil di mata disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papillomavirus). Virus ini menular melalui kontak langsung antar kulit, terutama jika terdapat luka kecil atau kulit yang sedang iritasi sehingga virus lebih mudah masuk.

 

Dari segi tampilan, kutil terlihat cukup mudah dikenali karena bentuknya yang panjang, ramping, dan menonjol keluar. Selain di kelopak mata dan bibir, kutil ini juga bisa muncul di leher, jari tangan, dan kaki. 

 

Penyebab Kutil di Mata

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kutil di mata terjadi akibat infeksi virus HPV. dari lebih dari 100 jenis HPV yang ada, hanya beberapa tipe tertentu yang diketahui dapat memicu kutil filiform, yaitu tipe 1, 2, 4, 27, dan 29. 

 

Meski demikian, terpapar virus ini tidak selalu menyebabkan munculnya kutil karena daya tahan tubuh dan kondisi kulit juga turut berpengaruh. Risiko munculnya kutil filiform termasuk di area mata akan lebih tinggi jika seseorang memiliki:

 

  • Luka terbuka atau lecet pada kulit yang memudahkan virus masuk.
  • Sistem kekebalan tubuh yang sedang lemah.
  • Kondisi kulit yang lembap.
  • Paparan virus HPV yang terjadi berulang kali.

Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat virus lebih mudah berkembang dan memicu tumbuhnya kutil di sekitar mata.

 

Apakah Kutil di Mata Menular?

Kutil filiform yang sering muncul di area mata memang tidak bersifat ganas dan biasanya tidak menimbulkan gejala serius. Namun, jenis kutil ini mudah menular. 

 

Virus penyebabnya dapat berpindah ke bagian tubuh lain yang sebelumnya tidak terinfeksi atau bahkan ke orang lain, terutama jika terdapat luka terbuka atau kulit yang sedang terluka. Virus ini juga bisa menular melalui pakaian atau benda yang sebelumnya menyentuh kutil.

 

Jika kutil tidak kunjung hilang atau justru bertambah, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Meski disebabkan oleh virus HPV, kutil filiform tidak akan berkembang menjadi kanker dan umumnya tidak menimbulkan komplikasi berat.

 

Baca juga: Mata Monolid: Kenali Ciri dan Bedanya dengan Double Lid 

 

Cara Menghilangkan Kutil di Mata

Sebagian besar metode pengobatan bertujuan menghilangkan kutil yang terlihat, bukan membasmi virus HPV penyebabnya. 

 

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menghilangkan HPV sepenuhnya sehingga yang bisa dilakukan adalah mengontrol gejalanya. Vaksin HPV memang tersedia, tetapi belum mencakup jenis virus yang menyebabkan kutil di mata.

 

Pada banyak orang, kutil di mata dapat menghilang sendiri seiring membaiknya kerja sistem imun. Namun, jika kutil menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu penglihatan, atau terasa membesar, sebaiknya segera periksa ke dokter.

 

1. Prosedur Medis

Kutil di area wajah, termasuk di sekitar mata, umumnya lebih sulit ditangani dibandingkan kutil di tangan atau jari. Karena itu, penanganan medis sering menjadi pilihan paling aman. Beberapa penanganan medis yang umum dilakukan antara lain:

 

  • Pemotongan (eksisi): Dokter mengangkat kutil dengan alat khusus seperti pisau bedah. Tindakan ini kadang perlu diulang agar hasilnya maksimal.
  • Pembakaran (elektrokauter atau laser): Jaringan kutil dihancurkan dengan arus listrik atau sinar laser, lalu sisa jaringan dibersihkan secara menyeluruh.
  • Cryotherapy: Kutil dibekukan menggunakan nitrogen cair sampai jaringan mati dan terlepas. Beberapa orang mungkin memerlukan lebih dari satu kali terapi hingga kutil terangkat sepenuhnya.
  • Cantharidin: Cairan khusus dioleskan ke kutil hingga terbentuk lepuhan di bawahnya. Setelah sekitar satu minggu, dokter akan mengangkat kutil tersebut.
  • Krim oles resep dokter: Biasanya, dokter meresepkan krim yang mengandung bahan seperti 5-fluorouracil, imiquimod, tretinoin, atau benzoyl peroxide untuk membantu kutil mengelupas secara bertahap.

Jika kutil sulit dihilangkan, dokter dapat menyarankan metode lanjutan seperti terapi laser, chemical peeling, suntikan tertentu, atau imunoterapi.

 

Perlu diketahui, orang dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya karena usia lanjut atau penyakit kronis seperti HIV/AIDS, biasanya memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh dan kutil bisa lebih mudah kambuh.

 

2. Perawatan Mandiri

Beberapa orang mencoba menghilangkan kutil secara mandiri dengan menggunakan asam salisilat atau cuka apel. Namun, efektivitas dan keamanannya belum terbukti secara medis, terutama untuk area sensitif seperti wajah dan mata.

 

Penggunaan produk pembeku kutil rumahan juga tidak dianjurkan untuk area mata karena berisiko menyebabkan luka, iritasi berat, hingga bekas permanen. 

 

Jadi, jika muncul rasa perih atau terbakar setelah mencoba metode apa pun di rumah, segera hentikan penggunaannya. Pilihan paling aman untuk menangani kutil di mata adalah dengan konsultasi dan penanganan langsung oleh tenaga medis.

 

Baca juga: 9 Cara Menghilangkan Kerutan di Bawah Mata yang Efektif 

 

Tips Mencegah Kutil di Mata

Risiko tertular HPV, yaitu virus penyebab kutil di mata, dapat dikurangi dengan vaksinasi HPV, menjaga kebersihan tangan dan wajah, tidak bergonta-ganti pasangan, dan menggunakan pengaman saat berhubungan intim. Meski demikian, penularan juga sering terjadi melalui kontak kulit sehari-hari sehingga menjaga kebersihan diri sangatlah penting.

 

Bagi seseorang yang sudah terinfeksi HPV, langkah pencegahan berikut dapat membantu menurunkan risiko menularkan virus ke orang lain maupun ke bagian tubuh sendiri:

 

  • Cuci tangan secara rutin dan menyeluruh, terutama setelah menyentuh kutil.
  • Hindari menggaruk, memecet, atau menarik kutil.
  • Hindari mengucek mata terutama dengan tangan kotor
  • Tutup area kutil dengan plester atau perban jika memungkinkan.
  • Jaga kulit di sekitar kutil tetap bersih dan kering.
  • Tidak berbagi handuk, sapu tangan, dan alat kosmetik dengan orang lain.
  • Jaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, kelola stres, konsumsi makanan bergizi, serta kendalikan penyakit apabila memiliki kondisi lainnya seperti diabetes.

Selain itu, pemeriksaan HPV tetap disarankan meskipun tidak ada gejala. Banyak orang tidak menyadari dirinya membawa virus ini sehingga deteksi dini dapat membantu untuk mencegah penyebaran dan munculnya kutil di kemudian hari.

 

Demikian penjelasan lengkap mengenai apa itu kutil di mata, penyebab hingga langkah pencegahannya. Meski pada sebagian orang kutil dapat menghilang dengan sendirinya, ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan medis agar tidak menimbulkan iritasi, infeksi, atau gangguan pada area mata yang sensitif.

 

Jika kutil di mata tidak kunjung membaik, bertambah besar, terasa nyeri, atau bahkan mengganggu penglihatan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. JEC Eye Hospitals and Clinics menyediakan layanan Okuloplasti dan Rekonstruksi Orbita yang dapat membantu menangani berbagai masalah di sekitar mata.

 

Layanan ini juga didukung oleh tenaga medis profesional dan teknologi modern sehingga Anda dapat memperoleh perawatan yang aman, tepat, dan sesuai dengan kondisi kesehatan mata Anda.

 

Sebagai rumah sakit khusus mata, JEC Eye Hospitals and Clinics selalu siap menjadi mitra tepercaya dalam menjaga kesehatan mata Anda secara menyeluruh.

 

Baca juga: Kantung Mata Kendur: Penyebab dan Cara Menghilangkannya 

icon-doctor